![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Semenjak Liu Wei Lin berpamitan dan pergi entah ke mana, Xiao Shuxiang sendirian berbaring di atas batu sambil memikirkan ucapan pemuda itu barusan.
"Jika benar kalian sudah menikah, lantas mengapa dia memanggil kau dengan namamu? Bukankah harusnya dia memanggilmu 'Suami'?"
Perkataan Liu Wei Ling terngiang-ngiang di kepala Xiao Shuxiang dan seakan menghantuinya.
Dia memang tidak pernah memikirkan hal semacam ini sebelumnya. Baik saat awal pernikahannya dengan Ling Qing Zhu, bahkan sampai sekarang.
"Tuan Xiao?" Wang Zhao memanggil Xiao Shuxiang dan terlihat terengah-engah. Dia baru kembali setelah mengelilingi hutan sambil menyeret pedang kayu yang besar.
"Kau lebih cepat kembali daripada yang kemarin. Baiklah, satu putaran lagi."
Wang Zhao kaget, "Tuan Xiao. Lihatlah keadaanku ini, aku benar-benar sudah lelah. Kau tidak mengajariku teknik apa pun dan hanya memintaku menyeret pedang kayu yang berat ini. Bukankah... Haah.. Haah.. Aku harus kuat dalam waktu sepuluh hari?"
Xiao Shuxiang bangun dan lalu melompat turun dari batu tempatnya berbaring. Dia menatap Wang Zhao yang kondisinya seperti habis ditindas.
Xiao Shuxiang berkata, "Wang Zhao. Latihan fisik itu perlu, kau tidak boleh menyepelekannya. Untuk menjadi kuat, seorang pendekar perlu berlatih tahap demi tahap. Naik tangga saja harus dimulai dari bawah dulu, bagaimana bisa kau mencapai pucak jika tidak dimulai dari tingkatan yang lebih rendah?"
"Tuan Xiao, aku tidak mengeluhkan pengajaranmu. Tapi apa kau bisa mengajariku teknik yang lain, setidaknya satu teknik saja."
Xiao Shuxiang mengembuskan napas, dia menyilangkan tangannya. "Baiklah, melihat kesungguhanmu aku akan mengajarimu sesuatu. Ini adalah teknik yang harus dikuasai oleh seseorang yang praktik kultivasinya sangat rendah. Aku akan menyembutmu tidak berguna jika sampai teknik ini saja kau tidak bisa,"
Wang Zhao menelan ludahnya, dia antusias belajar----tetapi juga sangat gugup. Dirinya mendengarkan Xiao Shuxiang dengan serius.
"Aku akan mengajarimu cara melarikan diri yang elegan."
"Melarikan diri?" Wang Zhao berkedip beberapa kali. Dia tidak salah dengar.
"Bagi pendekar, melarikan diri yang paling elegan adalah terbang. Jadi untuk yang satu ini, aku akan mengajarimu caranya terbang. Bagaimana? Kau suka?"
Wang Zhao ragu menjawab, "Jujur aku sangat tertarik. Itu memang hal yang paling kuinginkan, tapi .... Tuan Xiao, terbang membutuhkan energi spiritual dan kau tahu, kan? Aku tidak bisa melakukannya. Inti spiritualku mempunyai akar."
"Kau bisa melakukannya karena caraku ini tidak memakai Qi yang ada di dalam Dantianmu. Kita akan memanfaatkan Qi yang langsung dari alam, jadi dengarkan baik-baik."
Wang Zhao mengangguk dan semakin fokus mendengarkan setiap ucapan pemuda di hadapannya.
Xiao Shuxiang berkata, "Pertama-tama. Saat kau melompat, tekuklah sedikit lututmu. Kemudian kumpulkan Qi di sekitar dantianmu dan rasakan Qi itu mengalir dalam aliran darahmu. Lalu saat kau merasakan Qi tersebut naik, kau harus rilekskan tubuhmu. Rileks. Kemudian fokus pada titik akupuntur yang ada di bawah telinga, di antara leher. Di sekitar sini. Dan saat mulai swuush, kau harus menahan Qi milikmu. Meski kukatakan kau harus rileks, tapi kau tidak boleh rileks sepenuhnya. Mengerti? Sekarang cobalah,"
"Penjelasanmu mengagumkan, Tuan Xiao. Tapi 'swuush' itu artinya apa?"
"Berbelok di udara. Punya pertanyaan lain?"
"Tidak, aku akan mencobanya."
Wang Zhao meletakkan pedang kayu miliknya dan mulai menarik napas pelan. Dia memejamkan mata dan berusaha untuk memfokuskan diri merasakan Qi di alam secara langsung.
__ADS_1
Hanya saja tidak butuh waktu lama sampai keringat dingin mengampirinya. Dia pun berujar pelan, "Aku... Sangat sulit merasakan energi spiritual di alam secara langsung."
"Tenangkan dirimu," Xiao Shuxiang berjalan dan sedikit menyentuh bahu Wang Zhao. Dia mengalirkan sedikit Qi miliknya untuk mengacaukan aliran darah pemuda tersebut.
Wang Zhao merasakan aliran darahnya menghangat, namun juga agak sakit. Xiao Shuxiang baru berhenti mengalirkan Qi miliknya saat melihat raut wajah Wang Zhao yang mulai agak tenang.
Sebenarnya Qi Xiao Shuxiang sangatlah berbahaya jika sampai masuk ke dalam tubuh manusia. Qi itu dapat merusak aliran darah, membuat organ dalam membusuk dan bahkan sampai mampu meleburkan tulang menjadi debu.
Di masa lalu, andai saja Xiao Shuxiang tidak bangkit dalam kondisi Dantian Cacat----dia pasti sudah membuat Desa Tani menjadi pemakaman massal.
Dan di masa lalu, jika bukan karena dia mendapat Dantian Berakar----dirinya pasti sudah menjadi pembawa kematian di Sekte Pedang Langit. Tidak menutup kemungkinan dirinya mengambil nyawa Lan Guan Zhi. Dia tidak mungkin kalah saat bertarung dengan anak itu. Garis takdirnya pasti akan sangat berbeda.
Kini, meski dantiannya tidak lagi cacat dan bukan lagi dantian berakar----dia masih mempunyai segel. Qi milik Xiao Shuxiang tetap berbahaya saat dialirkan pada tubuh orang lain, tapi tidak lagi mematikan. Meskipun begitu, dia tetap perlu berhati-hati.
Karena bantuan Xiao Shuxiang, Wang Zhao kini bisa merasakan Qi di alam dengan baik. Dia mengumpulkannya di sekitar inti spiritualnya dan melakukan apa yang Xiao Shuxiang jelaskan tadi. Tidak butuh waktu lama sampai dia mulai membuka mata dan mencoba terbang.
"Hmph, dia lumayan juga." Xiao Shuxiang mendengus ketika melihat Wang Zhao berhasil melakukannya dalam sekali percobaan.
"Tuan Xiao...!" Wang Zhao kembali menapak di tanah. Dia terlihat sangat gembira. "Aku berhasil melakukannya..! Hebat sekali...!"
"Yah, kau boleh juga." Xiao Shuxiang tersenyum, dia jadi tertarik mengajarkan hal lainnya pada Wang Zhao. Dia pun mulai menjelaskan lebih banyak lagi teknik-teknik yang sederhana, tetapi cukup berguna.
Saat itu Wang Zhao sibuk berlatih di bawah pengawasan Xiao Shuxiang. Keduanya seperti memiliki kegiatan yang tidak bisa dimasuki oleh orang lain.
Hanya saja di saat yang bersamaan, di Alam Kultivasi Bawah yakni di wilayah Perbatasan Kekaisaran Langit Tengah dengan Kekaisaran Langit Utara----Chu Gu Xiang dan rombongan Sekte Lembah Iblis telah tiba di lokasi yang sama di mana jalan menuju Alam Kultivasi Atas berada.
Hei Lian, perempuan berusia 15 Tahun dan merupakan yang paling muda dalam rombongan tersebut nampak menekuk wajahnya. Dia sudah sejak tadi seperti itu dan sekarang makin memburuk.
Hei Lin bersungut, "Gara-gara Fu Tou Si Keledai Bau, kita jadi terlambat naik ke Alam Kultivasi Atas. Aku membencimu,"
Chu Gu Xiang yang berada di dalam tandu tidak mengatakan apa pun dan hanya fokus memandangi titik-titik putih yang mulai terbentuk di udara, memadat, hingga kemudian memperlihatkan anak-anak tangga yang akan membawanya ke Alam Kultivasi Atas.
Tiān lù yang terlihat sama dengan yang pernah Xiao Shuxiang, Mo Huai dan Ling Qing Zhu naiki. Hanya saja suasana di sekitar Tiān lù itu adalah siang hari.
Bibir Chu Gu Xiang tertarik membentuk senyuman tipis, dia pun mulai turun dari tandunya dan berjalan mendekat. Kain pakaiannya yang bercorak bunga terlihat dilambai-lambaikan angin.
Chu Gu Xiang bertanya pada rekan-rekannya, "Kalian pegang undangannya, kan?"
Hei Lian, Fu Tou dan sepuluh orang yang merupakan bagian dari Sekte Lembah Iblis nampak memperlihatkan sebuah undangan. Setiap orang memegang satu gulungan di tangan.
"Ayo segera naik," Chu Gu Xiang yang lebih dahulu melangkah.
Hei Lian dan Fu Tou mengikut di belakang wanita cantik itu. Sementara yang lainnya juga satu per satu berjalan di belakang mereka.
__ADS_1
Tiān lù sebenarnya adalah jalan utama menuju Alam Kultivasi Atas, tetapi bukan berarti Chu Gu Xiang dan rombongannya akan langsung tiba di Sekte Lautan Awan.
Undangan di tangan Chu Gu Xiang dan yang lainnya merupakan undangan dari Sekte Lembah Iblis yang berada di Alam Kultivasi Atas. Tentu saja mereka akan tiba di lokasi di mana undangan itu berasal.
Hei Lian terlihat melompat-lompat dari satu anak tangga ke anak tangga yang lain, dia bertingkah seperti bocah yang baru saja melihat tempat menyenangkan.
Hei Lian menoleh dan menatap Chu Gu Xiang, "JieJie. Kudengar Tiān lù ini sangat sulit dinaiki, tapi kenapa rasanya tubuhku justu semakin ringan?"
Fu Tou, "Tidak hanya sulit dinaiki, tetapi juga akan memberimu hukuman. Setiap kali kau melangkah, maka rasa penuh penyesalan akan menghampirimu. Jika tidak bisa menghadapinya, kau akan langsung merasakan sakit yang tidak terhingga hingga berharap lebih baik mati saja."
Chu Gu Xiang, "Benar. Tiān lù adalah meninggalkan segala bentuk penyesalan dunia. Rasa penyelasan akan membuat langkahmu semakin berat. Selain itu, sifat buruk yang kau miliki juga akan menyulitkan langkahmu."
Hei Lian, "Hmm? Tapi kenapa aku masih baik-baik saja? Sudah banyak orang yang mati di tanganku. Aku juga bukan anak yang baik, tapi kenapa Tiān lù ini tidak menghukumku, JieJie?"
Chu Gu Xiang tersenyum tipis, "Alam Kultivasi Atas bukan hanya dekat dengan jalan menjadi dewa, tetapi juga dekat dengan gerbang Iblis. Bila salah melangkah, seseorang akan langsung jatuh ke dalam kubangan Iblis."
Hei Lian mengerutkan keningnya, dia memasang wajah yang tak percaya. "Kupikir Alam Kultivasi Atas itu dihuni oleh para manusia setengah dewa. Apa di sana benar-benar ada Iblis yang tinggal?"
Fu Tou menjawab, "Tentu saja. Kau kan Iblis,"
Hei Lian tersentak kaget, apalagi setelah jawaban dari Fu Tou----tawa dari rekan-rekannya langsung pecah. Dia terlihat menggelembungkan pipi karena merasa ditertawakan.
"Ha ha ha, Lian'Er. Kau jangan melupakan identitasmu. Kau berasal dari Sekte Lembah Iblis, dari namanya saja sudah ketahuan tempat apa itu." seorang pria berpakaian hitam meledek.
"Udara di luar lembah sepertinya sudah mencuci otaknya,"
"Bukankah itu karena Tanghulu yang dia makan?"
Tawa kembali pecah. Pipi Hei Lian kian menggelembung dan nampak memerah. Dia kesal, "Kalian menyebalkan! Apa sangat bagus menggoda anak remaja, hah?!"
Chu Gu Xiang tersenyum namun tatapan matanya tetap dingin. Tidak salah juga dia memilih Hei Lian untuk ikut dalam rombongannya. Anak perempuan ini selain dapat diandalkan menjadi penyerang di baris depan juga bisa mengusir sedikit rasa jenuh saat dia dan rekan-rekannya bosan selama perjalanan.
Chu Gu Xiang dan Fu Tou menoleh dan saling berpandangan sejenak, mereka tersenyum penuh makna sebelum kembali melihat ke depan. Keduanya seakan baru saja memikirkan hal yang sama.
Chu Gu Xiang, "Ada yang mengatakan bahwa jalan menuju neraka itu sangat mudah. Ternyata memang benar. Buktinya Tiān lù ini sama sekali tidak berkutik menghadapi kita."
"Kesulitan di Tiān lù ini hanya berlaku pada pendekar yang ingin menjadi dewa. Sementara orang yang sama sekali tidak pernah mengusir iblis di dalam hatinya pasti akan sangat mudah menapaki Tiān lù ini."
******
-
-
Catatan Penulis :
__ADS_1
Surry Minna San, Dasha ketiduran ppi (⌒▽⌒)wkwkwk. Penulis sudah lumayan baikan, tapi masih perlu banyak istirahat. Terima kasih sudah mau mampir, jumpa lagi di Episode berikutnya! ( ´ ▽ ` )ノ