KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
426 - Ling Qing Zhu (13)


__ADS_3

Melihat bahwa yang datang adalah Kucing Putihnya membuat Xiao Shuxiang bergegas dan langsung memeluk gadis berambut putih itu. Ling Qing Zhu Gadis sendiri nampak terkejut, tetapi tidak menolak.


"Kucing Putih, kau baik-baik saja? Kau tidak terluka, kan?" Xiao Shuxiang memperhatikan wajah Kucing Putihnya yang tertutup cadar sebelum kembali memeluk lagi.


Ling Qing Zhu mengulurkan tangan dan lalu mengusap pelan punggung pemuda ini. Dia menurunkan pandangan sebelum bernapas pelan. Sebenarnya... Dia benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa sekarang karena sangat terguncang.


Bukan disebabkan dengan kehadiran Xiao Shuxiang, tetapi karena situasi yang dialaminya selama beberapa hari belakangan ini. Ling Qing Zhu tidak ingin mengakuinya, tetapi sebenarnya dia tidak tahu harus melakukan apa. Dia takut bertindak karena bisa saja ada yang mati lagi.


"Shuxiang..." Ling Qing Zhu memegang tangan Wali Pelindungnya saat pelukan pemuda ini perlahan dilepaskan. Dia menatap Xiao Shuxiang dan kemudian buka suara.


Suara Ling Qing Zhu pelan, "Aku... Minta maaf. Tidak bisa kuselamatkan semua. Aku.."


"Tidak apa-apa," Xiao Shuxiang mengusap bahu gadis berambut putih ini dan berkata, "Kau sudah melakukannya dengan baik. Terima kasih karena tidak terluka,"


Ling Qing Zhu menurunkan pandangan dan mengangguk pelan. Dia sebenarnya sudah menahan kesedihannya selama ini, tetapi bukan saat yang tepat untuk semua hal itu walau rasanya begitu berat. Dia menarik napas dan berusaha agar tetap tegar. Dalam situasi yang buruk sekali pun, dia tidak ingin terlihat lemah.


"Kucing Putih, sebenarnya apa yang terjadi? Di mana ibu dan ayahku?" Xiao Shuxiang kembali bertanya dan membuat Ling Qing Zhu menatap wajahnya.


Gadis berambut putih itu lantas mengarahkan pandangan pada Lan Guan Zhi sejenak sebelum mulai buka suara. Ling Qing Zhu berkata, "Beberapa hari yang lalu... Tiba-tiba saja terjadi ledakan di alun-alun Kota Awan Dingin. Aku dan beberapa murid Sekte Kupu-Kupu datang untuk melihatnya, tetapi berikutnya serangan lain datang dan mengenai gerbang utama sekte."


Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi tersentak. Ling Qing Zhu kembali bicara, "Ada orang yang datang. Aku tidak melihat wajahnya, tetapi dia begitu kuat. Murid-murid yang melawannya... Tidak bisa melakukan banyak hal. Ibu yang turun tangan pun ikut terluka dan dibawa pergi,"


"Ibuku dibawa pergi?" Xiao Shuxiang terkejut. Dia mengepalkan tangannya dan mendengar gadis di hadapannya menjelaskan kembali.


"Semuanya kacau. Warga kota juga... Ada banyak yang tidak selamat. Hu Li dan Zhi Shu..." Ling Qing Zhu meremas kuat pakaian miliknya dan ini disadari oleh Xiao Shuxiang.


"Di mana kalian tinggal sekarang?" Xiao Shuxiang bertanya dan membuat Ling Qing Zhu menarik tangannya.


Gadis berambut putih panjang itu membawa Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi untuk memasuki hutan lebih jauh. Ada sebuah gubuk sederhana di antara lebatnya pepohonan. Xiao Shuxiang terkejut saat hanya melihat delapan murid Sekte Kupu-Kupu, bahkan kondisi mereka begitu memprihatinkan.

__ADS_1


"Ini...."


Ling Qing Zhu menurunkan pandangan matanya. Dia memejamkan mata sejenak dan merasa sangat kesulitan, bahkan untuk bernapas. "Aku... Minta maaf,"


Beberapa murid Sekte Kupu-Kupu melihat Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi, namun mereka tidak mengatakan apa-apa. Pandangan mata mereka terlihat kosong dan seakan tidak ada lagi yang memiliki semangat, bahkan untuk bicara.


"Keadaan mereka seperti itu," Ling Qing Zhu buka suara, "Tidak ada yang mau bicara meski kutanya apa pun. Aku tidak bisa melakukan apa pun,"


Xiao Shuxiang berjalan mendekat. Dia melihat murid Sekte Kupu-Kupu hanya memberinya tatapan kosong sebelum menggeser tubuh mereka dan mencari tempat lain untuk bersandar. Suasana di tempat ini sangat menyesakkan dada hingga terasa sakit.


Xiao Shuxiang melihat seorang pria dewasa terbaring tidak sadarkan diri. Dia duduk dan mulai mengulurkan tangan, menyentuh pipi orang ini sambil bergumam pelan.


"Ayah...? Kau bisa mendengarku..?" suara Xiao Shuxiang nyaris tidak terdengar. Dia menatap wajah yang begitu pucat ini dan berusaha menahan sesuatu di tenggorokannya. Rasanya begitu tidak enak ketika menelan ludah.


Tangan yang dia pegang begitu dingin dan meski sudah memanggil-manggil orang ini beberapa kali... Sosok yang terbaring di depannya sama sekali tidak merespon sedikit pun.


"Shuxiang..." tangan Ling Qing Zhu terhenti di udara ketika ingin menyentuh bahu Wali Pelindungnya. Dia tidak bisa melihat ini lagi dan membalikkan tubuh. Kedua tangannya mencengkeram kuat pakaiannya.


Lan Guan Zhi sendiri bisa merasakan perasaan yang dialami oleh Xiao Shuxiang. Dia sendiri merasakan mati rasa yang lambat dan lalu merambat naik dari bagian bawah kakinya. Seluruh tubuhnya terasa membeku.


"Maafkan aku..." nada suara Ling Qing Zhu terdengar goyah. Gadis berambut putih itu menahan isakannya dan berkata, "Aku... Sudah mengobatinya, tapi... A-Ayah... Dia... Telah pergi."


Ucapan itu bagaikan guncangan dan gemuruh yang menggelegar di telinga Lan Guan Zhi. Di sisi lain, Xiao Shuxiang justru tidak bicara sama sekali. Seluruh tubuhnya teras dingin dan dia seperti tidak memahami kata-kata itu.


Xiao Shuxiang mendengus, ada rasa sakit saat dia buka suara. "Pergi? Apa maksudnya dengan 'pergi'? Pergi ke mana? Siapa yang pergi..!!"


Lan Guan Zhi terkejut dengan teriakan pemuda ini yang tiba-tiba. Dia tahu dan memahaminya, ada kebencian serta ejekan, dan ada rasa sakit yang berkecamuk pada tatapan mata subjek lain.


"Tidak mungkin..." tenggorokan Xiao Shuxiang terasa sakit seperti dicekik, suaranya bergetar ketika dia berbicara. "Ini tidak mungkin... Bagaimana bisa..."

__ADS_1


Xiao Shuxiang mengusap wajahnya dan mengembuskan napas berat, "Tidak bisa seperti ini..."


Lan Guan Zhi tersentak saat melihat teman baiknya berdiri. Xiao Shuxiang menatap punggung Ling Qing Zhu dan kembali buka suara.


Xiao Shuxiang bertanya, "Di mana orang itu membawa ibuku?"


Ling Qing Zhu tidak berbalik ketika menjawab, "Aku tidak tahu. Tapi dua hari yang lalu aku mendengar... Ledakan dari arah Sekte Pedang Langit,"


!!!


Lan Guan Zhi terkejut dan andai ada yang memperhatikan---Xiao Shuxiang lebih kaget lagi daripada saat melihat Kota Awan Dingin dalam kobaran api.


Xiao Shuxiang menepuk bahu Ling Qing Zhu, "Tetaplah di sini. A-Yuan, ayo pergi..!"


"Shuxiang, tapi--" Lan Guan Zhi menatap teman baiknya yang jauh lebih khawatir daripada dirinya sendiri.


Xiao Shuxiang menatap para murid Sekte Kupu-Kupu yang hanya beberapa orang itu dan lantas berkata, "Kalian jaga Kucing Putihku. Dia tidak boleh terluka,"


"................."


"................."


Para murid Sekte Kupu-Kupu itu menatap Xiao Shuxiang tanpa mengatakan apa-apa. Mereka menurunkan pandangan dan sama sekali tidak memberikan respon apa pun. Rasanya bahwa anak-anak itu tidak lagi peduli, bahkan untuk melindungi orang lain.


Xiao Shuxiang sendiri setelah memberikan perintah seperti itu---dia langsung melesat pergi sambil diikuti oleh Lan Guan Zhi. Mereka menggunakan kecepatan tinggi dan kini bisa melihat kekacauan yang tidak hanya ada di Kota Awan Dingin serta Sekte Kupu-Kupu.


Di bawah langit itu, Kota Bintang Biduk pun dipenuhi oleh api. Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi yang masih melesat di udara nampak mendengar teriakan serta jeritan dari para manusia di bawah mereka.


Sosok yang menjadi dalang dari kekacauan ini tidak lain adalah orang yang juga membuat Alam Kultivasi Atas kacau. Dia merupakan orang yang menyukai kerusakan dan dengan tanpa memakai tangannya sendiri. Dia adalah orang yang luar biasa licik---Wang Zhao.

__ADS_1


******


__ADS_2