![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang hampir jatuh dari kursinya. Dia menghampiri Kucing Putihnya dan memegang kedua bahu gadis tersebut. Ling Qing Zhu secara sadar berdiri dan merasa heran dengan tindakan pemuda di hadapannya.
"Shuxiang--"
"Kucing Putih, kau pernah pergi ke tempat bordil untuk mencari pria?! Kapan itu terjadi? Kenapa aku tidak tahu?!" Xiao Shuxiang memegang erat kedua bahu Ling Qing Zhu.
"Mn... Kurasa sekitar 5 Tahun yang lalu. Sebelum aku bertemu denganmu," Ling Qing Zhu bersuara tenang. "Aku pernah... Pergi ke tempat itu,"
Xiao Shuxiang tertegun sebelum bicara, "Kau ternyata tidak sepolos yang kukira..."
Pemuda itu meraih tangan Kucing Putihnya dan menariknya untuk bicara di tempat lain.
Itu adalah serambi yang terdapat di bagian belakang kamar Ling Qing Zhu. Mereka berada di luar sambil ditemani oleh suara dari binatang malam.
"Ceritakan, bagaimana kau bisa pergi ke tempat bordil apalagi sampai mencari pria tampan? Apa kau pernah melanggar aturan sektemu?" Xiao Shuxiang duduk dan menarik Ling Qing Zhu untuk duduk di sampingnya. Dia memang tidak pernah mendengar banyak tentang kehidupan istrinya.
Ling Qing Zhu berkedip dan kemudian memandang lurus ke depan. Dia tidak menyangka reaksi Wali Pelindungnya akan berlebihan seperti ini.
Dengan tenang, Ling Qing Zhu berkata. "Aku hanya penasaran dan kebetulan sedang menjalankan misi. Aku pergi ke tempat itu. Sama sekali tidak melanggar aturan,"
"Jadi bagaimana dengan pria tampan yang kau cari?"
"Tidak ada. Sangat disayangkan,"
Xiao Shuxiang berkedip, dia hampir kesulitan berkata-kata. "Kau benar-benar serius mencari pria tampan untuk diajak bermain... Di tempat bordil?!"
"Mn,"
"Tunggu. Kucing Putih, kau tahu kata 'bermain' yang kumaksud kan? Bermain yang seperti 'itu'."
"Memang itu juga maksudku."
!!
Xiao Shuxiang syok berat, "Kau... Aku tidak tahu kau bisa sedewasa ini. Kau sungguh tidak sakit, kan?"
"Kau yang kekanak-kanakan."
"Aku mendalami peranku sebagai orang yang penuh semangat masa muda." Xiao Shuxiang menatap gadis di sampingnya, dia pun mengembuskan napas dan kini suaranya agak terdengar sedih. "Tapi... Kau sungguh tidak masalah, kan?"
"Mn?" Ling Qing Zhu menatap Wali Pelindungnya, "Apa maksudmu?"
Kali ini Xiao Shuxiang terlihat serius, "Terikat dalam hubungan pernikahan denganku pasti memberatkanmu..."
"......"
"Saat berjalan di Tiān lù. Kau pasti merasakan penyesalan itu, kan?"
!?
Ling Qing Zhu tersentak dan spontan menatap Wali Pelindungnya. Tatapan matanya tidak bisa berbohong bahwa dirinya tak merasa terkejut.
"Kau sungguh menyesal, kan?" Xiao Shuxiang mencoba tersenyum, "Meski di mata orang awam kita memiliki usia yang tidak jauh berbeda, tapi kau sendiri tahu kebenarannya. Dalam hatimu pasti---"
"Benar." Ling Qing Zhu menyela dan membuat Wali Pelindungnya tersentak, "Aku menyesal tapi bukan karenamu. Itu karena akulah yang merasa tidak pantas mengikat hubungan ini denganmu. Kau... Apakah akan baik-baik saja?"
Xiao Shuxiang menggeleng pelan, "Aku malah jadi ingin memelukmu."
"Menjauhlah," Ling Qing Zhu mendorong pelan Wali Pelindungnya.
Xiao Shuxiang tersenyum dan lantas menengadah untuk menatap langit malam. Dia hanya mengatakan kata-kata semacam itu tanpa pernah bertindak melebihi yang seharusnya.
__ADS_1
Dia tidak pernah memeluk Ling Qing Zhu jika gadis itu tidak mau. Dan bila dipikir-pikir lagi, Xiao Shuxiang memang tidak pernah memeluk Kucing Putihnya bahkan setelah mereka menikah.
Xiao Shuxiang, "Kurasa... Ini pertama kalinya aku duduk bersamamu dalam waktu yang lama."
"........." Ling Qing Zhu mendengarkan ucapan pemuda di sampingnya tanpa mengatakan apa-apa.
Xiao Shuxiang melanjutkan, "Kurasa... Ini juga pertama kalinya kau banyak bicara. Itu sebenarnya hal yang bagus, kau harus selalu melakukannya."
"Aku bicara saat aku ingin." Ling Qing Zhu mengembuskan napas pelan dan lantas memandang ke depan. "Apa kau ingin tinggal?"
Xiao Shuxiang, "Kucing Putih. Apa kau tidak bisa menanyakan hal yang lain? Kau bicara seperti itu rasanya seakan aku sedang diusir."
"Tidak mungkin,"
"Itu benar. Kata dari 'Apa kau ingin tinggal?' terdengar seperti, 'Jika kau ingin tinggal, maka tetap di sini. Dan jika kau tidak mau, maka cepat pergi'. Intinya kau ingin mengatakan padaku, 'Shuxiang. Kau mau pergi atau tidak? Jika tidak ingin tinggal maka pergilah! Kau penganggu!'"
Ling Qing Zhu menatap pemuda di sampingnya dan tertegun. Dia pun bersuara pelan, "Kau pintar."
Xiao Shuxiang tersentak, dia awalnya hanya asal bicara. Tapi siapa yang tahu itu memang maksud dari ucapan Ling Qing Zhu padanya. Dia bahkan sampai tidak tahu harus berkata apa.
Ekspresi wajah Ling Qing Zhu tidak pernah berubah, "Jadi bagaimana?"
Xiao Shuxiang menggelembungkan pipinya sebelum akhirnya bicara, "Aku sangat ingin tinggal. Tapi apa benar bisa? Kau tidak akan dalam masalah karenaku, kan?"
"Tidak tahu. Aku belum mengatakan tentangmu kepada para guru di tempat ini. Mungkin akan jadi masalah,"
"Kalau begitu aku akan kembali ke gubuk bambuku, tapi aku akan datang setiap malam. Tolong jangan hanya menyiapkan teh, aku juga ingin makanan. Mengerti?"
"Hmph, tidak tahu malu."
"Meskipun tidak tahu malu, tapi aku masih tetap tampan mempesona. Baiklah, sampai jumpa lagi...!"
!!
"........"
Padahal hari masih belum terlalu larut dan Xiao Shuxiang malah sudah pergi. Pemuda itu memang sangat suka datang dan pergi seenaknya. Sungguh tidak sopan.
"........"
Ling Qing Zhu terdiam cukup lama dan kemudian mengembuskan napas pelan.
Ekspresi wajahnya tetap sama bahkan tatapan matanya pun demikian. Hanya saja walau samar, dia sepertinya sedikit sedih.
"........."
Barangkali, Ling Qing Zhu sebenarnya masih ingin seseorang duduk lebih lama di sisinya. Namun gadis itu terlalu menjaga wibawa hingga tidak pernah jujur pada perasaan dan keinginannya sendiri.
Di sisi lain, ada orang yang sebenarnya sangat suka menghabiskan waktu untuk membahas banyak hal. Namun dia juga sangat suka membuat orang merasa jengkel padanya.
Xiao Shuxiang menapakkan kakinya di sebuah dahan pohon dan kembali melesat. Dia tersenyum tipis ketika membayangkan Ling Qing Zhu sedang memikirkan tindakannya yang pergi begitu saja.
"Gadis seperti Kucing Putih memang harus diberi sedikit pelajaran. Siapa suruh dia meninggalkanku tanpa mengatakan apa-apa. Sekarang biarkan Xiao Shuxiang membalasmu pelan-pelan, tapi biar bagaimanapun aku tetap harus berhati-hati supaya tidak keterlaluan padanya,"
*
*
*
Pagi harinya, Xiao Shuxiang kembali melaksanakan tugasnya mencabuti rumput. Dia sudah disapa beberapa kali oleh murid-murid perempuan Sekte Lautan Awan.
__ADS_1
Mo Huai baru saja datang dengan keranjang berisi pakaian yang siap dijemur. Dia melihat Xiao Shuxiang begitu tekun mencabuti rumput dan berkedip karenanya.
Tidak disangka seseorang yang memiliki julukan luar biasa kini menjadi seorang yang tingkatannya bahkan lebih rendah dari pelayan.
Mo Huai menggeleng pelan dan lalu berjalan menghampiri Xiao Shuxiang. Saat berada di dekat pemuda itu, dia pun memanggilnya. "Tuan Muda Xiao?"
Xiao Shuxiang sedikit menengadah, "Mn? Ada apa?"
"Apa kau tidak masalah diperlakukan seperti itu? Aku merasa kasihan melihatmu. Benar-benar tidak tega,"
"Mau bagaimana lagi...? Tua Bangka menyebalkan itu mengawasiku dari jauh sejak tadi," Xiao Shuxiang menggunakan tatapan matanya untuk menunjuk Dao Fang An yang sedang menyapu tidak jauh dari tempatnya berada.
Mo Huai baru menyadari bahwa Kakek Tua itu memang sesekali menoleh dan seakan memastikan agar Xiao Shuxiang tetap mencabut rumput seperti yang seharusnya.
Mo Huai pun mengembuskan napas, "Tapi apa kau tetap menerima perlakuan seperti ini? Kau serius tidak marah?"
"Anggap saja aku sedang mengumpulkan amal kebaikan. Lagipula, Tua Bangka itu tidak terlalu mengekangku. Aku masih bisa istirahat dan melanjutkan mencabut rumput setelahnya. Dia sama sekali tidak marah,"
Mo Huai menatap dalam ke arah Xiao Shuxiang, ekspresi wajahnya sulit diartikan.
Dia sebenarnya tidak suka jika Xiao Shuxiang diperlakukan seenaknya, dia juga jujur ingin memarahi pemuda mempesona tersebut. Kalau itu dirinya, dia pasti sudah mengamuk.
Ekspresi wajah Mo Huai sedikit menggelap. "Tuan Muda Xiao, jika kau terus seperti ini... Kau bisa menjadi figuran. Aku tidak akan menerimanya,"
Xiao Shuxiang sedikit tersentak. Untuk pertama kalinya dia mendengar suara Mo Huai yang begitu dingin. Dia berkedip melihat pipi Mo Huai menggelembung, dia sama sekali tidak mengerti maksud dari 'figuran' yang disebutkan tadi.
"Mo Huai, apa kau marah?"
"Aku akan menyelesaikan pekerjaanku dengan cepat dan akan membantumu. Kedua tanganmu terlalu bagus untuk mencabut rumput,"
!!
Xiao Shuxiang terkejut dengan tingkah Mo Huai yang pergi sambil menghentak-hentakkan kakinya. Dia tersenyum kala menyaksikan tindakan pemuda itu yang menurutnya lucu dan menggemaskan.
"Aiya... Mo Huai memiliki senyuman yang manis. Diberi latihan sedikit, tubuhnya akan mulai terbentuk indah sepertiku." Xiao Shuxiang kembali pada kegiatannya, namun sesekali dia memikirkan kondisi tubuh Mo Huai yang otot-ototnya belum terbentuk sempurna.
Mo Huai masih berada di praktik Forging Qi tingkat dua. Tubuhnya masih seperti manusia biasa dan bagai pemuda yang sangat lemah. Xiao Shuxiang yakin sekali pemuda itu bahkan masih gemetar ketika memegang pedang, apalagi jika diminta mengayunkannya.
Dao Fang An memperhatikan pekerjaan Xiao Shuxiang sejak tadi. Dia yang telah selesai menyapu akhirnya menghampiri pemuda itu.
Hanya saja belum sempat Dao Fang An mendekati pemuda itu, sesuatu tiba-tiba saja terjadi pada Xiao Shuxiang.
!!
Ada tiga orang pemuda berpakaian merah yang lewat di dekat Xiao Shuxiang dan secara tidak sengaja salah satu di antara mereka menendang anyaman bambu berisi rumput yang sudah susah payah Xiao Shuxiang cabut dan kumpulkan.
Bukannya meminta maaf, pemuda itu justru dengan sangat arogan menatap Xiao Shuxiang dan memarahinya. "Dasar pelayan tidak tahu diri. Apa kau tidak lihat aku sedang berjalan, hah?!"
Dao Fang An berwajah buruk. Ini tidak bagus. Orang yang memarahi Xiao Shuxiang adalah Yan Tianhen. Baginya, dia merupakan salah satu sosok yang mengerikan di Sekte Lautan Awan.
"Hei, bodoh! Apa kau punya telinga?! Kenapa kau diam saja seperti batu. Cepat minta maaf pada Tuan Muda Yan!"
Pemuda lain yang bersama Yan Tianhen turut mengeluarkan kata-kata yang kasar pada Xiao Shuxiang. Dia baru saja akan kembali bicara ketika tiba-tiba hembusan angin entah dari mana menghempaskan dirinya dengan keras.
!!
Yan Tianhen belum sempat bereaksi dengan keadaan rekannya yang sudah terpental sangat jauh----saat tubuhnya sendiri ambruk seperti ditekan oleh sesuatu.
Mata Dao Fang An terbuka lebar dan tanpa sadar dirinya menahan napas. Dia tidak tahu apa yang terjadi, bahkan kedua kakinya seakan tidak bisa digerakkan. Dia melihat Xiao Shuxiang sudah duduk di perut Yan Tianhen sambil mencengkeram leher pemuda itu.
"Kau bilang apa?" suara Xiao Shuxiang tenang, namun tatapan matanya amatlah menakutkan. "Kau yang harusnya minta maaf padaku. Apa matamu itu hanya pajangan, huh? Jika kau tak memakainya untuk melihat, maka lebih baik dicongkel saja."
__ADS_1
!!
******