![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang kembali ke tempatnya dan memfokuskan diri untuk mendengarkan Wang Zhao melafalkan Sutra Pengendali Jiwa, kali ini tidak ada yang mengganggu.
Di tempat lain, Lan Guan Zhi dan Bocah Pengemis Gila mengunjungi kamar Ling Qing Zhu sekaligus melihat keadaan Yi Wen. Li Huanshou dan Jian Yang sendiri mengikut Lan Guan Zhi dan mereka kini dibawa Mo Huai untuk membersihkan diri.
Selagi menunggu para pemuda itu, Bocah Pengemis Gila mengusap-usap tongkat bambunya. Dia duduk di sisi tempat tidur, tepat di dekat Yi Wen yang terbaring dan masih belum sadarkan diri.
Bocah Pengemis Gila memperhatikan Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu secara bergantian. Kedua kultivator itu duduk tenang dan seakan berkomunikasi hanya dengan saling bertatapan mata saja.
Bocah Pengemis Gila berkedip, dia pun menggeleng pelan. "Aku jadi merasa kagum dengan Shuxiang. Anak itu entah bagaimana begitu sanggup berada di antara dua gunung es yang super dingin ini. Jangankan bicara, mereka bahkan tidak saling menggumam satu sama lain."
Bocah Pengemis Gila bernapas pelan, dia merasa sesak duduk berlama-lama di tempat ini. Dirinya baru akan berdiri saat sebuah tangan terulur dan melingkar di pinggangnya. Sontak saja, dia sangat terkejut.
"Saudara Xiao ..." Yi Wen terisak. Matanya masih terpejam, tetapi dia memeluk erat pinggang Bocah Pengemis Gila.
"Yi Wen..! Apa yang kau lakukan?! Lepaskan aku..!" Bocah Pengemis Gila sungguh tidak menduga akan mendapat serangan semacam ini.
Masalahnya, dia kembali dikejutkan dengan tindakan Yi Wen yang memeluk pinggangnya semakin erat. Dia sangat butuh pertolongan saat ini.
"Lan'Er Gege..." mata Bocah Pengemis Gila memerah hendak menangis. Dia tidak berani memegang tangan Yi Wen, namun dia ingin pelukan gadis ini lepas darinya.
Lan Guan Zhi mendengar keributan yang Bocah Pengemis Gila timbulkan dan nampak bernapas pelan. Dia pun mulai berjalan dan membantu Bocah Pengemis Gila untuk lepas dari pelukan Yi Wen.
Ling Qing Zhu ikut membantu dengan membangunkan gadis yang sedang terisak itu. Dia sama sekali tidak mengerti bagaimana Yi Wen bisa berakhir dalam keadaan semacam ini. Rasanya seakan Yi Wen baru saja patah hati.
"....... Nona Wen," Ling Qing Zhu menepuk-nepuk bahu Yi Wen dan gadis itu pun perlahan membuka mata, namun masih terisak.
__ADS_1
"Saudara Xiao..." Yi Wen kembali memeluk erat pinggang Bocah Pengemis Gila.
Sebelum ini, Yi Wen memang sudah banyak menangis dan tanpa sadar tertidur. Sekarang dia bangun dan kembali terisak lagi. Kedua matanya sampai bengkak karena menangis.
"Aduuh, Yi Wen..!" Bocah Pengemis Gila merintih, "Jangan tarik rambut-aduh!"
"Kenapa saudara Xiao-ku keterlaluan sekali..!" Yi Wen menarik-narik rambut dan memukul Bocah Pengemis Gila sebagai pelampiasan. Dia pun memeluk erat pria itu dan membuat Lan Guan Zhi serta Ling Qing Zhu tersentak.
"Yi Wen, to-tolong lepaskan--aduuh!" Bocah Pengemis Gila meringis dan pada akhirnya menepuk punggung tangan Yi Wen. Dia berusaha menenangkan gadis cantik tersebut.
Ling Qing Zhu tidak tinggal diam dan menepuk keras lengan Yi Wen. Dia tanpa nada bersuara, "Nona Wen. Bangunlah, Anda menyakiti orang lain."
Yi Wen tentu saja merintih dan sampai terlonjak kaget. Dia bangun dan langsung menatap sosok yang memukulnya. Tidak disangka seorang Ling Qing Zhu mampu bertindak seberani ini padanya.
Bocah Pengemis Gila dan Lan Guan Zhi tertegun. Mereka menatap gadis cantik bercadar tipis itu dan sebenarnya tidak menyangka bahwa Ling Qing Zhu bisa bicara demikian.
Yi Wen menatap Ling Qing Zhu dan masih dalam kondisi terisak. Dia pun berkata, "Apa kau tahu kenapa aku bisa sesedih ini? Semua karena saudara Xiao-ku yang menikah dengan Tuan Muda Lan. Aku ...."
Yi Wen kembali terisak dan kemudian berujar, "Sebelumnya aku merelakan saudaraku menikah denganmu. Tapi kenapa dia juga harus menikahi Tuan Muda Lan?! Kenapa dia harus melakukan itu dan menyakiti hatiku?!"
Ling Qing Zhu berkedip saat gadis di hadapannya kembali menangis. Dia pun dengan tenang berkata, "Itu bukanlah keinginan Shuxiang--"
"Aku tidak peduli," Yi Wen menyela. "Yang kuinginkan adalah aku mau melihat Tuan Muda Lan menikah dengan saudara Xiao-ku. Aku ingin melihat mereka melakukan ritual pernikahan, tapi--"
"Tunggu," Bocah Pengemis Gila menyela dan memberi tatapan horor pada Yi Wen. Dia pun berujar, "Kau sedih karena tidak melihat Lan'Er Gege dan Shuxiang me-menikah?!"
__ADS_1
Yi Wen menggelembungkan pipinya, dia sedikir tertunduk dan berkata. "Aku suka pada saudara Xiao-ku. Aku menyukainya dari lubuk hati terdalam, tapi .... Dia selalu mengatakan bahwa dirinya tidak akan menikahi saudara seperguruan. Aku ... Sungguh sangat sedih,"
Bocah Pengemis Gila menatap Yi Wen dan berkata, "Kau sedih hanya karena itu? Hah, menyebalkan. Sadarlah Yi Wen! Shuxiang sudah menikah, untuk apa kau masih berharap padanya?!"
Bocah Pengemis Gila berkata, "Kau lebih aneh dariku. Kau bahkan ingin melihat pernikahannya dengan Lan'Er Gege. Kau ini .... Sungguh gadis yang tidak waras,"
"Aku menyukai saudara Xiao-ku dan mengagumi Tuan Muda Lan. Kedua orang yang sangat kusayangi bisa menjadi pasangan dalam hubungan pernikahan---siapa yang tidak suka? Aku ..." Yi Wen kembali terisak, "Aku hanya sedih karena tidak bisa melihat upacara pernikahan mereka,"
Bocah Pengemis Gila kini yakin bahwa Yi Wen adalah gadis yang sungguhan tidak waras. Jika itu dirinya, tentu saja ini akan menjadi hal wajar mengingat dia terkenal sebagai sosok pria dengan perilaku yang menyimpang. Tetapi bahkan Yi Wen pun kini ikut-ikutan.
Bocah Pengemis Gila merasa pucat, dia menelan ludah dan merasa tidak enak. Dirinya bernapas pelan, "Apa itu benar ... Bahwa penyakit 'menyimpang' bisa menular? Tapi ... Kenapa rasanya aneh jika yang terkena adalah perempuan? Yi Wen seakan mendukung Lan'Er Gege-ku bersama dengan Shuxiang,"
"Nona Wen," Ling Qing Zhu bersuara. "Tuan Muda Lan dan Shuxiang tidak mempunyai hubungan seperti yang kau pikirkan. Mereka menikah pun dalam keadaan terpaksa,"
"Aku tidak meminta pendapatmu," Yi Wen bersuara ketus. Dia mengusap air di hidungnya dan kembali berkata, "Kau dan saudara Xiao-ku pun menikah karena terpaksa. Jika bukan karena saudaraku menghabisi nyawa pamanmu----dia tidak mungkin akan terperangkap dan menjadi Wali Pelindungmu."
"Nona Wen," Lan Guan Zhi bersuara. Dia merasakan adanya cibiran dari gaya ucapan Yi Wen. Dia pun bahkan bisa melihat ada perubahan pada sorot mata Ling Qing Zhu.
Yi Wen tidak berhenti, justru dia menatap gadis bercadar tipis di hadapannya dan kembali mencibir. "Kau sangat beruntung karena bisa menikah dengan saudara Xiao-ku, tapi saudaraku itu sangat sial karena harus memiliki orang sepertimu sebagai istrinya. Jika itu aku, maka pasti akan kutinggalkan kau dan mencari gadis yang lain. Apa gunanya hanya memiliki istri yang cantik di wajah saja?"
Yi Wen berkata, "Kau sama sekali tidak menganggap saudara Xiao-ku. Bahkan tidak memperlakukannya sebagai layaknya suami, aku .... aku tidak suka padamu!"
!!?
******
__ADS_1