![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang berada cukup lama di dalam kamar Ling Qing Zhu. Dia berbaring di lantai dengan kedua tangan sebagai bantalan kepala dan lutut kirinya menjadi penopang dari kaki kanannya.
Xiao Shuxiang menatap langit-langit kamar dan sesekali memejamkan mata. Ling Qing Zhu sendiri terlihat masih duduk tenang sambil menulis apa yang dia pelajari seharian ini.
"........."
Tidak ada percakapan lagi antara Ling Qing Zhu dengan Xiao Shuxiang. Gadis berambut putih itu bahkan tidak percaya bisa mendapat waktu yang tenang meski saat ini bersama Wali Pelindungnya. Ini sesuatu yang tidak biasa, padahal dia tahu benar Xiao Shuxiang merupakan pemuda yang tidak bisa diam.
"........."
Ling Qing Zhu menoleh dan sejenak menatap pemuda yang terlihat berbaring sambil menutup mata. Dia pun kembali memandang tulisannya dan kemudian berujar pelan. "Jangan tidur di lantai, punggungmu akan kedinginan."
Bulu mata Xiao Shuxiang bergetar sebelum mulai terbuka. Tidak disangka suara dari Kucing Putihnya begitu indah. Dia benar-benar sangat lambat dalam menyadarinya.
Meski sedikit dari ujung telinga Xiao Shuxiang memerah, namun dia masih bisa mengontrol ekspresi dan nada suaranya. Dia pun berkata, "Ini lebih baik. Aku tidak bisa tidur di tempat yang nyaman. Aku pasti akan tertidur sangat lelap jika melakukannya,"
Ling Qing Zhu menoleh, dia melihat Wali Pelindungnya masih berbaring tanpa mengubah posisi. Dia bicara tanpa nada, "Bukankah itu baik?"
Xiao Shuxiang tidak menatap gadis berambut putih itu ketika menjawab, "Sama sekali tidak baik..."
Xiao Shuxiang menarik napas dan mengembuskannya dengan pelan, "Entah bagaimana menjelaskannya padamu tapi... Aku tidak boleh sampai tertidur lelap. Jika itu terjadi, seseorang atau mungkin sekelompok orang akan menghadapi kematian yang mengerikan."
Ekspresi wajah Ling Qing Zhu tetap tenang, namun tidak dengan tatapan matanya yang mengandung rasa penasaran. Dia jelas bertanya-tanya tentang maksud dari ucapan Wali Pelindungnya barusan.
"........."
Anehnya, meski Ling Qing Zhu menunggu penjelasan----tetapi Xiao Shuxiang sama sekali tidak mengatakan apa pun lagi. Dia menunggu dan menunggu, namun tidak ada respon sama sekali. Apa mungkin pemuda ini menunggu dia mengajukan pertanyaan?
"Shuxiang---"
"Apa yang harus dilakukan sambil menunggu pagi?"
".........."
Baru saja Ling Qing Zhu hendak bicara, namun tiba-tiba terpotong oleh gumaman Wali Pelindungnya. Dia pun hanya dapat memperhatikan dan mendengar ucapan pemuda mempesona ini.
"Kucing Putih, apa kau punya sesuatu yang bisa dimakan? Aku diam sejak tadi untuk memberimu waktu belajar, tapi kini aku tidak dapat lagi menahannya. Aku sekarang lapar,"
"Kau tidak diberi makan?"
"Aku melatih Wang Zhao seharian ini dan belum makan sama sekali. Aku memang berlatih 'inedia', tapi praktikku sekarang jujur sangat merepotkan. Tubuhku bisa dikatakan butuh energi tambahan."
Suara Xiao Shuxiang sekarang terdengar lemah, dia memanggil Ling Qing Zhu. "Kucing Putih, berikan aku makan."
"Hmph, aku bukan ibumu."
"Tapi kau istriku. Ayo buatkan makanan, kau kan bisa memasak. Apa kau ingin melihat 'Suamimu' yang mempesona ini memiliki tubuh sekurus ranting pohon?"
"Bukankah kau bisa memasak sendiri?"
__ADS_1
"Kucing Putih, apa kau tidak pernah mendengar ungkapan ini. 'Masakan seorang istri jauh lebih enak daripada masakan sendiri'. Setidaknya perlakukan aku dengan baik meski hanya sekali,"
".........."
Ling Qing Zhu berkedip, pemuda tampan ini sangat pandai berdalih agar tidak disuruh pergi memasak sendiri. Sama seperti saat dia dahulu memintanya belajar menerapkan beberapa aturan----Wali Pelindungnya benar-benar memiliki banyak alasan untuk menghindarinya.
".........."
Ling Qing Zhu menyerah untuk mendebat Xiao Shuxiang. Dia pun mengembuskan napas pelan dan meminta pemuda itu untuk menunggu. Dia berdiri dan berjalan menuju pintu.
Xiao Shuxiang mendengar suara pintu itu dan mulai bangun ketika yakin bahwa Ling Qing Zhu sudah keluar dari kamar ini.
Meski butuh waktu lama, namun pergerakan yang alaminya membuat dia sama sekali tidak dicurigai.
Xiao Shuxiang dengan segera mengambil beberapa kertas kosong dan memakai kuas Ling Qing Zhu untuk menulis. Dia mencatat setiap kata yang sebelumnya telah dirinya lihat dari dua lembaran Kitab Pembunuh Matahari. Xiao Shuxiang terlihat sangat fokus menulis.
"Aku tidak tahu di mana dan bagaimana kondisi Qian Kun sekarang ini. Tetapi aku yakin makhluk itu juga mengincar Kitab Pembunuh Matahari. Meski di hari itu Bocah Pengemis Gila berkata dia tidak akan mengangguku selama beberapa tahun ke depan, tapi Qian Kun tetap berbahaya. Dia makhluk yang sangat licik, mustahil dia akan membiarkanku hidup tenang."
Gerakan tangan Xiao Shuxiang dalam memainkan kuasnya nampak sangat lembut. Namun biar bagaimanapun gaya tulisannya sama sekali tidak ada perubahan. Dia memiliki tulisan tangan yang mustahil dapat dibaca oleh manusia normal.
Di saat Ling Qing Zhu kembali ke kamarnya sambil membawa sebuah nampan makanan----di saat itu juga Xiao Shuxiang telah menyelesaikan tulisannya.
Koki Alkemis itu bahkan dengan cepat menyimpan dua kertas hasil tulisan tangannya ke dalam Cincin Spasial dan kembali berbaring seperti sebelumnya.
Timing-nya sangat tepat dan membuat Ling Qing Zhu sampai tidak mengetahui apa yang baru saja dilakukan oleh Xiao Shuxiang.
"Kau kembali...?" ekspresi wajah Xiao Shuxiang terlihat tidak sabaran ketika dia bangun dan memperhatikan makanan yang dibawa oleh Kucing Putihnya.
"Aku tidak akan menganggu. Kau baik sekali~" Xiao Shuxiang tersenyum senang dan dengan gembira memakan pangsit di hadapannya.
".........."
Melihat betapa senangnya pemuda ini membuat Ling Qing Zhu merasa tenang. Meski terlihat fokus menulis, nyatanya beberapa kali dia memperhatikan Wali Pelindungnya yang sedang makan.
Beberapa menit diam membuat Ling Qing Zhu secara spontan memulai sebuah pembicaraan. Dia bertanya tanpa nada, "Kau tidak kembali ke kamarmu?"
"Aku ingin menghabiskan banyak waktu denganmu," Xiao Shuxiang menjawab secara spontan. "Pangsit buatanmu benar-benar enak, luar biasa."
Xiao Shuxiang tidak menyadari bahwa responnya barusan membuat tangan Ling Qing Zhu yang tengah menulis berhenti.
Ucapan Xiao Shuxiang barusan sama sekali tidak ada niatan menggoda atau mempermainkannya. Itu adalah ucapan yang secara spontanitas dikeluarkan dan membuat Ling Qing Zhu sampai tertegun.
Hati gadis itu serasa sedang disentuh, tapi dia berpura-pura santai dan menjaga ketenangannya. Dia bergumam singkat sebagai bentuk respon dari pujian yang dilontarkan Wali Pelindungnya ini.
Xiao Shuxiang menghabiskan waktu semalaman itu di dalam kamar Kucing Putihnya. Dia baru kembali ke gubuk bambunya saat cahaya matahari pagi mulai terlihat. Pelatihan Wang Zhao kembali dimulai setelah Xiao Shuxiang membersihkan dirinya.
*
*
__ADS_1
Di pinggiran hutan, di tempat yang biasa. Xiao Shuxiang menatap Wang Zhao dan memukul sebuah batang pohon yang ada di sampingnya. Terlihat binar pada kedua matanya, "Targetmu adalah sepuluh hari dimulai dari hari ini. Kita akan pergi ke Aliansi Abadi sepuluh hari lagi."
!!
Wang Zhao terkejut mendengarnya. Dia memberi tatapan tidak percaya pada Xiao Shuxiang. "Ba-bagaimana itu mungkin? Aliansi Abadi tidak bisa diikuti oleh sembarangan orang. Ki-kita... Untuk apa kita ke sana?"
Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya, "Tentu saja untuk meninggalkan tempat ini. Kau ingin mencari lima jenis petir agar bisa menghilangkan Dantian Berakarmu, kan? Jadi selain mencari lima jenis petir itu, kita juga akan menghadiri Aliansi Abadi. Atau... Kau tidak mau ikut?"
!!
Mendengar suara terakhir Xiao Shuxiang yang tiba-tiba dingin membuat Wang Zhao tersentak. Dia sampai kesulitan menelan ludah.
Wang Zhao mencoba bicara meski suaranya sedikit bergetar, "Aku... Sudah memberi tahu Shizun tentang tempat dengan lima jenis petir. Ini... Adalah peta yang Shizun berikan padaku,"
Xiao Shuxiang mengambil sebuah gulungan yang diberikan Wang Zhao padanya. Dia memperhatikan dengan seksama isi dari gulungan tersebut.
Wang Zhao berkata, "Shizun sudah memberi tanda berupa lingkaran di lima lokasi berbeda. Namun yang bertanda silang adalah tempat terlarang dan sangat berbahaya,"
Xiao Shuxiang, "Yang kulihat di sini lebih banyak tanda silangnya. Peta ini pun rasanya seperti hanya sebagian,"
"Memang benar. Alam Kultivasi Atas itu sangat luas. Shizun pernah mengatakan bahwa luas alam ini mencapai tiga benua. Pertama, adalah Benua Timur. Kedua, adalah Benua Tengah dan yang terakhir merupakan Benua Mati."
Xiao Shuxiang tersentak, "Benua Mati yang kau maksud itu... Apakah Benua Selatan?"
Wang Zhao mengangguk, "Benar. Tapi di tempat ini lebih umum menyebutnya Benua Mati, walau ada juga yang menamainya 'Benua Hunian Iblis' meski aku tidak yakin kenapa diberi nama seperti itu."
"........."
Xiao Shuxiang tahu benar sebabnya, Benua Selatan memang dihuni oleh Iblis. Dahulu dia pernah membawa Xiao Qing Yan untuk menguatkan segel di benua itu agar iblisnya tidak bangkit. Meskipun pada akhirnya mereka tidak bisa melenyapkan iblis tersebut selamanya.
"Xiliang? Tempat apa ini?" Xiao Shuxiang bertanya ketika membaca salah satu tulisan yang diberi tanda berupa lingkaran."
Wang Zhao menjawab, "Itu adalah salah satu kota yang berada di sebuah Pulau Yín Jiàn. Wilayahnya dekat dengan Istana Seribu Pedang, tempat di mana Aliansi Abadi diadakan."
"Baiklah, kalau begitu kita akan ke tempat ini lebih dahulu."
Wang Zhao tersentak, "Tuan Xiao? Kau coba perhatikan lagi. Ada tempat yang lebih dekat sebelum Pulau Yín Jiàn. Shizun sudah memberi tanda tentang jalan mana yang harus dilewati lebih dahulu."
"Maksudmu tandanya adalah garis yang mirip ular kesemutan ini? Tidak, tidak. Kita tidak akan pergi lewat jalan ini. Kita akan pergi ke Pulau Yín Jiàn."
******
*
*
Catatan Penulis :
Hai, Terima kasih karena sudah mampir Minna-Sama. Hari ini tidak bisa update sebanyak kemarin. 'Penulis' sedang kurang sehat (′︵‵。)
__ADS_1
Sakit membuat Dasha menyadari bahwa Dasha hanyalah mamalia biasa. **
*****