![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
PERHATIAN!
Episode mengandung sedikit adegan dewasa, kekerasan dan moralitas yang dipertanyakan. Harap bijaklah dalam membaca dan terima kasih sudah mampir.^^
*
*
*
Ada seorang pemuda yang mengenakan pakaian serba hitam. Sosok itu memiliki wajah menawan, seindah batu giok dengan kilau mata yang luar biasa dingin.
Benar, orang itu!
Ling Qing Zhu meski berekspresi tenang, tetapi dalam pikirannya sangat kalut. Dia bahkan berhati-hati saat mengambil napas.
Pemuda ini akrab, tetapi juga asing di saat yang sama. Ling Qing Zhu merasa anggota tubuhnya kaku dan seakan napasnya tertahan di tenggorokan.
XIAO SHUXIANG. Itu jelas adalah Xiao Shuxiang! Tetapi dia tidak seperti Xiao Shuxiang yang selama ini dikenal oleh Ling Qing Zhu.
Sosok di hadapannya memiliki ekspresi wajah yang dingin dengan senyuman setajam pisau. Berjalan mendekat dan menyebarkan rasa yang sama sekali tidak menyenangkan.
Itu memang Xiao Shuxiang, namun merupakan versi dewasa yang berusia 32 Tahun. Laki-laki yang bahkan mampu menghentikan suara tangisan bayi hanya dengan namanya.
"Tidak kusangka akan kedatangan kucing tersesat malam-malam begini,"
Ling Qing Zhu menegang dan tidak percaya. Suara barusan terdengar sangat dingin dan tajam, bahkan dia tidak tahu bahwa Xiao Shuxiang bisa memiliki ekspresi mata yang seperti pembunuh.
Ini ...
Orang ini bukan Xiao Shuxiang-nya. Sosok ini bukan Wali Pelindungnya yang menyenangkan dan tidak tahu malu. Dia tidak mengenal orang ini.
Ling Qing Zhu ingin pergi dengan segera dari tempat ini, namun kakinya seakan melekat di lantai dan sulit digerakkan. Dia tidak bisa berada di dekat sosok ini karena Xiao Shuxiang yang ada di hadapannya misterius dan sejujurnya sangat menakutkan.
"Tidak diduga. Lentera yang kupasang menarik perhatian kumbang kecil ini,"
!
Kedua tangan Ling Qing Zhu terkepal. Entah bagaimana pria ini sudah berada di depannya dengan jarak yang cukup dekat. Dia tidak menyukai situasi dan orang ini.
Ling Qing Zhu takut, tetapi dia punya kebiasaan yang jika merasakan takut kepada orang lain---maka dia akan memperlihatkan tatapan mata yang tajam. Benar-benar seperti kucing yang memperlihatkan cakarnya.
__ADS_1
Suara Xiao Shuxiang terdengar lagi, tapi dengan nada mencemooh. "Sepertinya aku kedatangan tamu yang menarik,"
Tatapan mata itu seperti bintang yang dingin, dipenuhi dengan aura yang sangat mengintimidasi. Senyumannya yang penuh kelicikan itu bahkan tiada taranya. Ling Qing Zhu tidak tahu, dia ragu bisa mengatasi situasi ini.
Membujuk Xiao Shuxiang kecil yang polos dan manis tentu bukan hal yang besar, tetapi Xiao Shuxiang dewasa ini sudah menghitam. Bagaimana dia yakin melakukannya jika sosok ini memiliki tatapan yang mengartikan bahwa dunia bahkan telah berhutang banyak padanya.
Dia tidak bisa. Situasi ini terlalu buruk. Tetapi sebelum memikirkan cara untuk pergi, tiba-tiba sebuah tangan terulur dan mencengkeram kerah pakaiannya hingga robek. Dia bahkan sampai tidak sadar mengeluarkan sedikit suara.
Xiao Shuxiang mendengus, dia meraih rahang gadis muda di depannya dan mempersempit jarak. Dia menyeringai, "Suara yang indah. Bagaimana jika kau menangis untukku?"
Ling Qing Zhu tersentak, apalagi dengan sebuah jari menyentuh bibir bagian bawahnya. Dia yang tidak terima pun langsung menggigit jari tersebut.
Xiao Shuxiang terkejut, ada sebuah kebencian yang muncul di matanya. Dia menjilat jari yang digigit oleh Ling Qing Zhu dan dengan keras mencengkeram pinggang gadis itu.
Ling Qing Zhu tidak sempat bereaksi ketika tubuhnya ditarik dan ditekan ke dalam dada orang lain. Penglihatannya kabur, dai ingin memberontak dan buka suara ketika tidak punya kesempatan karena mulutnya digigit.
Matanya terbuka lebar, tetapi segera kesadarannya kembali dan berusaha mendorong dengan tangannya hanya untuk dicengkeram kuat, nyaris dipatahkan.
Apa yang terlintas di kepala Ling Qing Zhu berikutnya adalah sebuah ucapan tentang 'membayar lebih dari yang seharusnya'.
Dia sudah mengigit jari subjek lain, jadi karena itu 'membayar lebih dari yang seharusnya' adalah bahwa tubuhnya ditekan dalam pelukan dengan mulut yang dikuasai hingga berdarah.
Buruknya, tangan subjek lain tergelincir dengan sengaja ke sisi pinggangnya dan mulai membelai kasar, meraba dengan membawa dendam dan kebencian.
Xiao Shuxiang mendengar suara langkah kaki dan sebuah helaan napas. Dia tanpa ekspresi melihat ke arah luar sambil mendorong kasar Ling Qing Zhu hingga gadis itu terjatuh ke dalam sebuah ruangan.
Xiao Shuxiang menggeser pintu untuk menutupnya. Dia mengulurkan punggung tangan kanan, mengusap darah yang ada di bibirnya sambil melihat siapa yang datang.
Ada seorang pria dengan tubuh berotot dan memiliki rambut berwarna merah menyala. Wajah sosok itu garang, tapi mempunyai pesona yang juga sangat mematikan.
"Haah ... Aku tidak menemukan gadis cantik di desa. Kupikir mereka sudah lari ke hutan. Apa yang kau lakukan di sini?"
Sosok itu bukan musuh. Dari nadanya, dia jelas adalah rekan Xiao Shuxiang. Pria dengan tempramen yang sangat gila ini tidak lain adalah Mu Zan.
"Kau sudah lihat, kenapa bertanya?" Xiao Shuxiang buka suara sambil menatap ke arah lentera yang menerangi rumah tua ini.
Mu Zan berdecak, "Kau serius akan tidur di sini? Ada banyak penginapan, kau hanya perlu menunjuknya."
"Aku tidak punya uang,"
"Astaga," Mu Zan menggeleng pelan, "Xiao Shuxiang. Sejak kapan uang menjadi kendalamu? Ayo pergi. Jangan terlihat seperti penjahat kesusahan di tempat ini,"
__ADS_1
Xiao Shuxiang menghela napas dan lalu berjalan pergi. Mu Zan mengikut, tepat di sampingnya. Mereka terlihat seperti dua sosok tirani yang bisa membawa dunia pada kesunyian yang mematikan.
Di tempat lain, Ling Qing Zhu menahan tenggorokannya yang tersengal-sengal. Tatapan matanya mengandung rasa tidak percaya. Seluruh tubuhnya bergidik dan wajahnya memucat.
Dia pernah sekali berada dalam situasi tidak berdaya seperti ini. Itu adalah ketika dia diculik oleh Gong Zitao dan merasa dipermalukan. Dan sekarang dia berada dalam situasi yang hampir sama.
Xiao Shuxiang yang dia lihat mempunyai karakter arogansi yang kuat, seorang tirani dengan aura membunuh yang sungguh mematikan. Rasanya lebih menakutkan daripada hantu jahat dan ganas sekali pun.
Bila saja dia memegang pedangnya, Baiyi. Maka meski tidak yakin akan menang, dia pasti akan melawan. Hanya saja jangankan pedangnya itu, dia bahkan tidak bisa merasakan Qi sama sekali.
Yang tadi itu... Sosok yang barusan itu bukanlah Xiao Shuxiang. Pria itu bukan Wali Pelindungnya!
Selama ini saat bersama Xiao Shuxiang, dia tidak pernah berada dalam perasaan yang seperti terintimidasi dan takut. Xiao Shuxiang yang dikenalnya adalah sosok ramah, bersahabat dan menghargainya.
Ling Qing Zhu mengusap air yang jatuh membasahi pipinya. Dia sangat syok sampai tidak tahu kapan dirinya mulai menangis. Tubuhnya gemetar dan detakan jantungnya masih berpacu kencang.
Butuh waktu yang lama sampai Ling Qing Zhu bisa bergerak. Dia perlahan mulai berdiri dan dengan agak ragu menggeser pintu. Ingatan tentang kejadian yang sebelumnya terlintas di hadapannya dan membuat jantungnya kembali berdebar kuat.
Kakinya mulai melangkah perlahan. Dia ingin pergi, setidaknya bisa menjauh dari sosok yang menakutkan itu. Hanya saja tujuannya adalah Xiao Shuxiang dan jelas harus kembali mencari sosok pria arogan yang tanpa ragu menggigit seperti akan memakannya hidup-hidup.
Ling Qing Zhu melangkah keluar dari rumah tua itu dan kondisi di sekitarnya dalam sekejap langsung berubah. Dia tersentak ketika melihat pakaiannya berubah dengan Baiyi yang melingkar seperti sabuk di pinggangnya.
Wajahnya pun juga ikut tertutupi cadar seperti sedia kala. Dan berjaga-jaga pada situasi yang gila lagi, Ling Qing Zhu terus memegang Baiyi dengan kuat. Air mata masih menggenang di pelupuk matanya, tetapi dia menguatkan diri untuk berjalan.
Ling Qing Zhu berada di depan sebuah kedai minum yang ramai dikunjungi orang-orang. Bulan menggantung indah di atas sana, tetapi tidak mampu untuk menenangkan hatinya yang masih syok.
Ling Qing Zhu berdiri membeku saat pandangan matanya menangkap sosok pria yang membuatnya takut. Dia tanpa sadar menahan napas dan ragu untuk berjalan mendekat.
Ling Qing Zhu tidak mau lagi, tetapi rasa penasarannya justru mengalahkan rasa takutnya dan akhirnya dia mengambil beberapa langkah mendekat. Dia ingin memastikan apakah sosok ini adalah Xiao Shuxiang yang dia kenal atau bukan.
Dia ingin memastikan mana dari diri Xiao Shuxiang yang asli. Pikirannya kacau dan hatinya gelisah karena ingin bertanya.
Mungkinkah sifat Xiao Shuxiang yang begitu bersahabat, ramah, narsis dan dengan segala ketidak-tahu-maluannya itu adalah sandiwara?
Mungkinkah Wali Pelindungnya yang semakin tampan ketika tersenyum itu juga sebuah kebohongan?
Ling Qing Zhu tidak tahu. Dia tidak mengerti mana dari sifat Xiao Shuxiang yang mencerminkan karakter pemuda itu yang sebenarnya.
Rasanya seakan-akan Wali Pelindungnya adalah sosok dengan sifat seperti dua sisi koin. Seolah Xiao Shuxiang bisa memberimu bunga dengan tangan kanannya sambil tersenyum dan mengambil nyawa orang lain dengan tangan kirinya tanpa berkedip.
Dia seakan ingin bertanya--Xiao Shuxiang, manakah dirimu yang sebenarnya?
__ADS_1
*****