![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang membersihkan dirinya dan mengganti pakaian dengan yang lebih baik.
Dia memakai tiga lapis pakaian. Bagian terdalam berwarna merah, lalu putih dan yang terluar adalah hitam.
Dia mengencangkan pita rambutnya yang berwarna merah dan mengambil jubah hitam bercorak sayap kupu-kupu miliknya serta Seruling Giok Putihnya sebelum dia melangkah keluar kamar.
?!
Di luar kamarnya sudah ada Bocah Pengemis Gila. Pria itu bersandar pada sebuah pilar kayu dan menatap ke arahnya.
"Hai, kau akan pergi?"
"......."
Xiao Shuxiang tidak menjawab dan hanya melangkah begitu saja.
Wajahnya terlihat ditekuk dan ini membuat Bocah Pengemis Gila merasa tidak nyaman.
Pria yang selalu membawa tongkat bambu itu mengikuti Xiao Shuxiamg. Dia melihat bahwa raut wajah Koki Alkemis ini masih pucat dan sepertinya telah memaksakan diri memakai energi spiritual untuk sampai ke kamarnya dengan cepat.
Jujur sebenarnya... Kamar Ling Lang Tian berada di jarak yang lumayan jauh dari kamar milik Xiao Shuxiang. Bocah Pengemis Gila bahkan menggunakan Tenaga Dalam Udara untuk sampai di depan kamar pemuda ini dengan cepat.
"Nak, yang harus kau ketahui adalah wilayah Pulau Terapung itu sangat jauh dari kota ini..." Bocah Pengemis Gila berjalan di samping Xiao Shuxiang.
Dia melanjutkan, "... Bila naik kereta, kau bisa menghabiskan waktu sekitar 20 hari atau lebih. Belum lagi perjalananmu tidak akan mungkin semulus paha Yi Wen. Aku bisa menjaminnya,"
Xiao Shuxiang tersentak dan segera menoleh ke arah Bocah Pengemis Gila. Dia menatap pria di sampingnya lekat-lekat, "Kau bilang apa tentang Yi Wen tadi?"
"Mm..." Bocah Pengemis Gila berkedip. Dia menahan diri untuk tidak tersenyum saat ini. Xiao Shuxiang memang orang yang paling mudah untuk dibujuk. Koki Alkemis ini tidak memiliki bakat untuk marah terlalu lama.
"Aku hanya..." Bocah Pengemis Gila berujar pelan, "... Terkadang tidak sengaja menatap bagian kaki Yi Wen. Ini bukan salahku! Aku tidak salah apa pun! Dia... Dia sendiri yang kadang bertingkah memalukan. Aku benar-benar tidak sengaja melihatnya,"
"Hah, apa aku terlihat memojokkanmu?" Xiao Shuxiang menggeleng dan lalu mengembuskan napas pelan, "Kau mau melakukan apa dengan Yi Wen itu bukan urusanku. Tapi... Bagaimana keadaannya sekarang?"
"Ehm... Dia sehat dan liar seperti biasa. Hanya saja dia masih tidak mau pergi ke Benua Barat meski sudah kujelaskan apa yang wajib dirinya lakukan sebagai salah satu dari Pilar Dunia."
Xiao Shuxiang melihat Bocah Pengemis Gila tertunduk, dia pun bersedekap dan lalu bertanya. "Memang apa yang kau katakan padanya?"
"Aku mengatakan bahwa Benua Barat dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Mereka butuh penolong dan untuk kondisi ini----Hanya Yi Wen seorang yang dibutuhkan. Tapi gadis itu sama sekali tidak berpikir dua kali untuk menolaknya."
Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas, "Dia tidak mau mendengar aku membicarakan apa pun tentang Benua Barat. Bahkan mendengar nama benua itu pun----dia sama sekali tidak mau. Yi Wen seperti tidak peduli dengan akan menjadi apa benua itu tanpa sosok sepertinya."
"Yaah... Menurutku hanya ada satu alasan kenapa dia bersikap begitu,"
__ADS_1
Bocah Pengemis Gila menatap Xiao Shuxiang. Keduanya terlihat berjalan bersama dengan tujuan ke gerbang terluar Sekte Pagoda Langit.
Bocah Pengemis Gila berkata, "Alasan apa yang dia gunakan untuk bisa bertingkah seperti itu? Dia merupakan salah satu dari pemegang perubahan dunia. Sudah sepantasnya bagi seorang pilar untuk menyelamatkan tanah tempat kelahirannya sendiri."
Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Kau sudah hidup sangat lama, tapi masih saja polos. Kau tahu kan bahwa Yi Wen dan keluarganya adalah pelarian dari Benua Barat?"
Melihat Bocah Pengemis Gila hanya menatapnya tanpa menjawab membuat Xiao Shuxiang melanjutkan ucapannya. "Ada satu alasan kenapa Yi Wen dan keluarganya pergi. Mereka... Tidak diinginkan lagi."
Bocah Pengemis Gila tersentak, namun masih mendengar Xiao Shuxiang bicara. Meski suara pemuda di sampingnya biasa-biasa saja... Namun dari tatapan mata tersebut dia tahu----Xiao Shuxiang sangat berpengalaman dalam hal ini.
Xiao Shuxiang, "Kau tahu Yi Wen merupakan salah satu 'Pilar Dunia' menggantikan pilar sebelumnya, jadi tentu saja orang tuanya memiliki tanggung jawab melindunginya. Dan hubungannya dengan yang kukatakan tadi ialah... Nyawa mereka terancam di Benua Barat."
Bocah Pengemis Gila memikirkannya dan mulai mengerti, namun sebelum dia bicara----Xiao Shuxiang kembali melanjutkan.
"Jika saja ada orang di Benua Barat yang mau melindungi mereka, mungkin Yi Wen dan keluarganya tidak akan pergi. Dia dan orang tuanya mustahil melarikan diri ke tempat yang sangat jauh dan asing. Jadi saat yang kau katakan bahwa Benua Barat membutuhkan pertolongan dari Yi Wen... Tentu saja gadis itu menolak. Untuk apa dia harus membantu tanah yang sudah mengusirnya?"
"Tapi Yi Wen tidak diusir. Dia... Dan orang tuanya pergi sendiri,"
Xiao Shuxiang menatap Bocah Pengemis Gila sebelum menggeleng pelan, "Benar-benar bodoh. Kenapa ada orang sepolos dirimu yang bisa hidup sangat lama..?"
Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Jika sudah tidak ada tempat berlindung dan tidak seorang pun yang berniat membantumu----maka secara tidak langsung kau telah diusir. Itu artinya kau tidak dinginkan lagi."
"......."
"Bocah Pengemis Gila, orang-orang punya masalahnya sendiri..."
Xiao Shuxiang memain-mainkan Seruling Giok Putihnya, "Kau tahu? Bila dilihat dari mata orang sepertiku... Sifat Yi Wen jujur saja baik. Jika dia pergi ke sana, masa lalunya akan langsung terbayang. Dia mungkin tidak akan menolong siapa pun, tetapi justru akan membuat tempat itu semakin kacau. Mungkin kata yang tepat dari ini adalah, 'Pembalasan Dendam' seperti biasanya. Itulah sebabnya dia tidak ingin pulang ke tanah kelahirannya. Yi Wen tidak mau sampai memiliki pemikiran membalas dendam. Bukankah dia gadis yang baik?"
Bocah Pengemis Gila memang tidak akan mengerti dengan jalan pikiran orang-orang seperti Xiao Shuxiang. Di satu sisi ucapan pemuda ini seperti mendukung keputusan Yi Wen, tetapi di sisi lain juga terdengar egois. Hanya saja dia belum mampu memutuskan apakah harus setuju atau tidak.
"Shuxiang... Jadi menurutmu Yi Wen sebaiknya tidak pergi? Tapi kalau dia tidak pergi... Orang-orang di Benua Barat akan--"
"Kalau saja Yi Wen adalah aku, mungkin aku akan pergi ke Benua Barat." ucapan Xiao Shuxiang membuat pria yang berjalan di sampingnya tersentak.
Xiao Shuxiang tersenyum tipis sebelum kembali melanjutkan. "Tentu saja aku tidak akan pulang sebagai sosok yang melindungi mereka. Pasti akan kubuat kehidupan di benua itu lebih buruk dari yang terburuk. Akan kulampiaskan semuanya sampai seorang pun tidak akan berharap untuk hidup. Siapa suruh mereka tidak peduli padaku dan juga keluargaku? Ini aku loh, bukan Yi Wen."
Xiao Shuxiang menepuk pundak Bocah Pengemis Gila, "Kalau untuk gadis itu... Cobalah terus membujuknya. Yi Wen bisa saja tidak memiliki pikiran yang buruk sepertiku. Dia hidup di lingkungan orang-orang yang baik. Andai dia mempunyai Hati Giok Hitam sekali pun... Itu tidak mungkin sekelam milikku."
"Shuxiang..." Bocah Pengemis Gila terkesan.
Dia menatap lekat pemuda di sampingnya, "Kau... Ternyata sangat tahu diri. Entah kenapa ucapanmu justru terdengar bijaksana di telingaku. Kau seperti... Sudah berubah. Sekarang terlihat lebih dewasa..."
"......."
__ADS_1
Bocah Pengemis Gila mengusap-usap dagunya, "Sssh.. Mm.. Apa karena model rambutmu yang bergelombang itu jalan pikiranmu juga ikut terpengaruh? Apa mungkin aku harus menemui Ling Qin Qi dan memintanya mengubah gaya rambutku juga? Biasanya kau selalu punya solusi yang buruk, tidak jauh-jauh dari 'baku hantam'. Jika Shuxiang yang kukenal selama ini, dia tidak akan menyuruhku membujuk Yi Wen secara baik-baik,"
Xiao Shuxiang malah tertawa, "Oh. Jadi kau ingin solusi yang luar biasa, eh? Baik. Baiklah, akan kuberikan. Kau ikat kaki Yi Wen, gantung dia secara terbalik di tebing dan jika dia masih tidak ingin pergi ke Benua Barat, maka panggil saja aku. Akan kubantu kau memeriksa isi kepala anak itu. Mungkin saja otaknya perlu dicuci atau--"
"Sudah, sudah, sudah! Arah pembicaraan tentang mencuci otak yang kau maksud itu bukan--"
"Xiao Shuxiang ini seorang Alkemis, kau lupa? Tentu saja maksudku 'Mencuci Otak' yang sebenarnya."
!!
Seringaian itu...! Bocah Pengemis Gila tidak akan pernah lupa. Ini Xiao Shuxiang yang sebenarnya! Tampan, begitu mempesona dengan wajah seperti pemuda yang baik hati. Hanya saja pemikirannya benar-benar turunan dari iblis.
"Ya ampun..." hati Bocah Pengemis Gila serasa berdenyut, "Tidak bisakah kau tak menunjukkan seringaian jahat itu? Aku merasa ucapanmu akan kau wujudkan sebentar lagi,"
"Tenanglah, saat ini aku belajar menjadi selembut teratai putih.." Xiao Shuxiang tersenyum sebelum mengembuskan napas, "... Lagipula aku masih harus membiasakan diri dengan kekuatanku yang lemah ini."
Senyuman itu terlihat bersahabat, namun tatapan matanya menyembunyikan hal yang lain.
Siapa pun tahu bahwa Xiao Shuxiang memiliki prinsip hidup. Dia selalu jujur pada setiap ucapannya dan pemikiran buruk yang dia ungkapkan pada Bocah Pengemis Gila barusan merupakan keinginan Xiao Shuxiang yang terpendam. Entah pria bertongkat bambu itu menyadarinya atau tidak.
"......."
Xiao Shuxiang menghentikan langkahnya saat sudah berhadapan dengan gerbang ter-luar Sekte Pagoda Langit.
Dia menjadi teringat dengan ucapan Ling Lang Tian yang mengatakan bahwa semua orang sudah tahu tentang kekuatannya yang disegel.
"Bocah Pengemis Gila, apa menurutmu kakak dari Kucing Putih membohongiku?"
"Ehm... Kau bukannya bisa mencium aroma kebohongan? Bagaimana menurutmu?"
Xiao Shuxiang menggeleng pelan, "Dia sama sekali tidak berbohong."
"Aku juga..." Bocah Pengemis Gila berujar pelan, "Selama kau tidak sadarkan diri, aku pergi ke rumah makan dan ke pasar. Semua orang membicarakanmu. Kurasa berita ini tersebar dengan sangat cepat. Beberapa pendekar yang kulihat di kedai pun... Nampak bersemangat ingin segera bertemu denganmu."
Xiao Shuxiang mendengus, "Mn.. Kurasa aku punya banyak penggemar. Mereka pasti datang untuk tanda tangan Xiao Shuxiang ini."
"Kau tidak bisa menghadapi mereka... Kekuatanmu yang sekarang--" bibir Bocah Pengemis Gila ditekan oleh Seruling Giok Putih Xiao Shuxiang. Koki Alkemis ini menghentikannya bicara.
"Kau akan lihat apa segel ini bisa menghalangiku menghajar mereka atau tidak," Xiao Shuxiang tersenyum dan mulai mengambil posisi.
Dia mengepalkan tangannya dan langsung memberi hantaman pada gerbang Sekte Pagoda Langit hingga terdengar bunyi debaman yang keras.
!!
__ADS_1
******