![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Selama perjalanan menuju Istana Seribu Pedang, Ling Qing Zhu terus menjadi pendengar bagi Xiao Shuxiang. Pemuda yang duduk di sampingnya ini terus bicara sepanjang waktu dan sama sekali tidak lelah.
Yang dibicarakan oleh Xiao Shuxiang pun kebanyakan hanya masalah sepele dan rutukan-rutukan yang tidak ada hentinya. Ling Qing Zhu bahkan dipaksa untuk menanggapi setiap kali Xiao Shuxiang selesai bicara.
"Haah .... Aku benar-benar lelah," Xiao Shuxiang mengembuskan napas. "Paling tidak, sekali saja .... Aku bisa menjalani kehidupan yang tenang. Aku ... Dan juga kau, kemudian teman-teman yang lain--ah, tidak. Hanya kau dan aku,"
"..............." Ling Qing Zhu bernapas pelan, ekspresi wajah dan tatapan matanya sama sekali tidak berubah. Hanya saja setelah cukup lama terdiam, dia pun lalu buka suara.
"............. Kupikir hidup yang selalu tenang tidak terlalu baik,"
"Mn?" Xiao Shuxiang menaikkan sebelah alisnya, dia keheranan. "Apa maksudmu? Kau ingin menjalani hidup yang dipenuhi bahaya?"
"............. Sesekali terlibat masalah, tidak apa-apa."
"Ya-yah, itu bisa juga. Biar bagaimanapun menjalani hidup yang selalu monoton pada akhirnya akan membosankan," Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan berkata, "Kau tidak akan punya hal untuk diceritakan pada cucumu nanti jika terus hidup tanpa melakukan sesuatu yang besar,"
"Sebelum memiliki cucu, Nona Ling harus punya anak terlebih dahulu. Bagaimana dia bisa menceritakan banyak hal kepada cucunya jika suaminya sendiri tidak pernah ada untuk memberinya nafkah batin,"
Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu dengan jelas mendengar suara asing itu dan tersentak. Mereka langsung menatap ke arah kusir yang menjalankan kereta kuda ini dan terkejut melihat sosok yang mulai membuka tudung merahnya.
Salah satu kusir yang menjalankan kereta kuda mereka tidak lain adalah Liu Wei Lin, sementara satunya lagi adalah sosok Mo Huai yang menyapa Xiao Shuxiang dengan begitu sopan.
Xiao Shuxiang menggeleng dan lantas berdecak pelan, "Tsk. Saudara Liu, kenapa kau juga ikut? Bukankah aku sedang memusuhimu saat ini, huh?"
"Ayolah, Saudara Xiao~" Liu Wei Lin tersenyum dan lantas melambaikan pelan kipasnya, "Jika belahan jiwaku pergi, bagaimana bisa aku tetap tinggal. Dalam hidup ini .... Sangat sulit untuk menemukan teman yang bisa sehati. Aku tentu tidak akan melepaskannya,"
"Hmph, ucapanmu itu ditujukan padaku atau pada Kucing Putihku?" nada suara Xiao Shuxiang terdengar bagai ledekan.
Liu Wei Lin mengembuskan napas, "Lihat itu. Wajahmu penuh dengan *cuka. Apa yang kulihat ini hanya sandiwara atau sungguhan, huh?"
"Apa maksudmu? Kau mau memulainya lagi, hah?"
"Saudara Xiao. Jika kau benar menyukai Nona Ling, harusnya kau melakukan kewajibanmu sebagai seorang suami. Pria mana yang meninggalkan istrinya sendiri di saat-saat genting? Ah tidak. Aku memperhatikan kau memang selalu meninggalkannya, apa itu bagus dilihat?"
Xiao Shuxiang berkedip, dia merasa bahwa Liu Wei Lin sengaja mencari-cari kesalahannya untuk kembali mengajak dirinya bertengkar. Sayang sekali, dia tidak akan terpengaruh kali ini. Apalagi mengingat pertengkaran di depan Ling Qing Zhu bisa mengancam keselamatannya.
__ADS_1
Xiao Shuxiang bernapas pelan dan bersikap seperti biasa. Dia berkata pada Liu Wei Lin, "Kucing Putih hanya perlu mengatakan satu kata saja dan aku akan mengabulkan apa pun yang dia inginkan,"
"............. Kau yakin?" Ling Qing Zhu buka suara dan terlihat menatap pemuda yang duduk di sampingnya.
Xiao Shuxiang berkedip dan kemudian berkata, "Tentu saja. Bahkan jika kau ingin aku menguliti Saudara Liu saat ini juga, aku akan langsung melakukannya."
"Hei," Liu Wei Li protes. "Bagaimana kau bisa melibatkanku dengan urusan rumah tanggamu?"
Xiao Shuxiang, "Apa kau lupa bahwa kau yang sejak awal mulai melibatkan diri? Haruskah aku mengatakan bahwa kau menggoda istriku?"
"Aku tidak melakukannya," Liu Wei Lin kaget dan langsung membela diri.
Ling Qing Zhu pun ikut bicara. Dia berujar dengan tenang, "............. Aku pun tidak tergoda karena kau masih belum terganti,"
!!
Liu Wei Lin terkejut mendengarnya. Mo Huai yang ikut mendengar hal serupa pun nampak tersentak dan kemudian berbalik untuk menatap gadis yang baru saja bicara itu. Mereka jelas tidak menyangka seorang Ling Qing Zhu akan bicara demikian.
"Kucing Putih ...." Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali dan langsung memeluk gemas gadis di sampingnya. Tindakan yang spontan itu membuat Ling Qing Zhu terkejut.
Liu Wei Lin tanpa sadar terperangah saat melihat Xiao Shuxiang mengusap-usap kepala Ling Qing Zhu dan memeluk gadis itu dengan sangat erat, rasanya seakan-akan Xiao Shuxiang ingin meremukkan tubuh Nona Ling Qing Zhu.
"Saudara Xiao, apa kau berniat untuk membunuh Nona Ling?!" Liu Wei Lin akhirnya buka suara. Mo Huai pun tidak bisa menyembunyikan ekspresi pucat di wajahnya.
"..............." Ling Qing Zhu sebenarnya ingin sekali memukul Xiao Shuxiang, tetapi bahkan kedua tangannya tidak bisa digerakkan. Dia dipeluk terlalu erat.
"............. Shuxiang, apa kau tidak malu?" Ling Qing Zhu akhirnya buka suara.
"Aku memeluk istri sendiri, apanya yang memalukan dari itu?"
"Jangan banyak bergerak, kita bisa jatuh." Ling Qing Zhu mengingatkan.
"Tidak masalah. Jika jatuh, aku akan menangkapmu."
Mo Huai menggeleng pelan melihat tingkah Xiao Shuxiang. Jika pemuda itu sudah bersama dengan Ling Qing Zhu----orang lain akan seperti udara hampa.
__ADS_1
Ini pun berlaku ketika Xiao Shuxiang sedang bersama dengan Lan Guan Zhi. Rasanya, ada batasan tidak terlihat yang menghalangi tokoh-tokoh figuran seperti mereka untuk bisa masuk ke dalam dunia Xiao Shuxiang.
"..............."
Perjalanan menuju Istana Seribu pedang memakan waktu yang tidak sebentar dan sebenarnya cukup berbahaya. Liu Wei Lin dan para kultivator yang lain di kereta kuda itu seharusnya merasa waspada.
Namun seperti yang terjadi, dibandingkan dengan rasa tegang----perjalanan itu justru sangat menyenangkan. Bahkan Liu Wei Lin sendiri tidak merasakan bahaya sejauh kuda-kuda ini menarik kereta yang dia tumpangi bersama teman-temannya.
Jujur saja, itu sebenarnya bukanlah hal yang mengejutkan. Termasuk bagi Xiao Shuxiang. Pemuda mempesona itulah yang sudah mengubah suasana menjadi begitu bersahabat.
"..............."
Beberapa bahaya sebenarnya pernah ada yang mengincar kereta Liu Wei Lin dan teman-temannya. Tetapi mengurungkan niat saat melihat sosok Xiao Shuxiang yang duduk di atap kereta kuda.
Benar bahwa praktik dari Sang Bintang Penghancur itu sedang lemah sekarang akibat kekuatannya disegel. Namun aura yang membuat hati gentar masih sangat pekat keluar dari dirinya. Hanya makhluk dengan insting kuat-lah yang tahu betapa menakutkannya pemuda yang sedang mereka perhatikan.
Xiao Shuxiang mungkin terlihat biasa saja dan seakan lebih fokus pada Ling Qing Zhu, tapi yang sebenarnya adalah dia mengawasi kondisi sekitarnya dan tahu bahwa bahaya lain yang lebih kuat ada di dalam kereta kudanya sendiri.
"..............."
Itu bukanlah sosok yang asing, bahaya tersebut tidak lain adalah Hei Lian. Gadis kecil itu sudah memperoleh kembali semua ingatannya.
Hei Lian awalnya terkejut karena dia bisa sedekat ini dengan Wang Zhao, padahal harusnya dia menghabisi nyawa pemuda ini dan mencari keberadaan Meng Hao Niang. Tugasnya hanya membunuh dua orang yang entah bagaimana begitu sulit melakukannya.
Di saat Hei Lian ingin melancarkan aksinya, tiba-tiba saja sesuatu yang tidak enak terjadi. Dia merasakan sakit pada perutnya dan itu bukanlah rasa sakit yang biasa.
"..............."
Hei Lian selalu merasakan hal semacam ini jika dia ingin mengeluarkan tekniknya. Dia pun hanya bisa berpura-pura ketika Wang Zhao menanyakan kondisinya.
Hei Lian terpaksa harus mengurungkan niat dan mencoba mencari waktu untuk kembali melakukan sesuatu. Dia benar-benar kesal karena selama perjalanan ke Istana Seribu Pedang, dirinya tidak bisa bertindak sesuka hati.
Kening Hei Lian mengerut, dia membatin. "Apa yang sebenarnya sudah dilakukan oleh orang itu kepadaku? Kenapa setiap kali aku ingin mengeluarkan teknik---perutku seperti sedang diaduk-aduk kuat. Ini .... Sebenarnya apa yang terjadi?! Sialan."
******
__ADS_1