![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
"Aku suka pemuda yang tampan, tapi tidak menyukai bila mereka bukan sosok yang penurut!" Gui Hong Yi mengibaskan kedua tangannya dan belasan selendang merah muncul dari dalam tanah.
Xiao Shuxiang dan Hei Lian tersentak. Mereka langsung melompat naik dan menapakkan kaki di atap bangunan sebelum kembali melompat.
Setiap kali kaki mereka berpijak pada satu tempat, maka tempat tersebut langsung diterjang oleh selendang merah Gui Hong Yi. Itu membuat Xiao Shuxiang dan Hei Lian dipaksa mengambil langkah mundur.
Bangunan yang diterjang oleh serangan Gui Hong Yi hancur dengan sangat parah. Jika yang terkena serangan itu adalah makhluk hidup, maka meski praktinya sangat tinggi pun----dia pasti tidak akan selamat.
"Kau harus berhati-hati," Hei Lian berujar tanpa kehilangan kewaspadaan. Dia memperingati Xiao Shuxiang, "Selendang Gui Hong Yi bisa melunak dan menajam. Itu seperti benda hidup dan merupakan bagian tubuhnya. Bahkan selendang itu pun mengandung racun mematikan,"
"........... Kenapa kau mengatakan hal ini padaku?" Xiao Shuxiang bersuara tanpa nada.
Hei Lian mendengus, "Itu karena rasa benciku padanya lebih besar dari aku membenci kalian."
Xiao Shuxiang menatap Hei Lian sejenak dan lalu berkata, "Ini berarti kita bisa bekerja sama. Benar, kan?"
"Kau pikir apa yang saat ini sedang kita lakukan? Minum teh?!" Hei Lian kesal dan kemudian melesat ke arah Gui Hong Yi. Di udara, tubuhnya mulai diselimuti aura aneh dan dengan cepat dia berubah menjadi kepulan asap merah yang mengandung racun.
Dalam kekacauan pertempuran yang terjadi, Lan Guan Zhi dan kedua rekannya berusaha membuat para warga Kota Ye untuk segera meninggalkan kediaman mereka. Ada juga yang mendengar suara keributan itu dan segera menyelamatkan diri meski tanpa diberi tahu oleh siapa pun.
Wang Zhao terlihat menapak di tanah dan segera merobek kain pakaiannya. Dia menghampiri seorang pria separuh baya dan membalut tangan kanan pria itu yang terkena serangan dari selendang Gui Hong Yi.
"Ini akan menahan penyebaran racunnya. Anda segeralah pergi dari sini dan cari bantuan..! Pergi ke arah barat,"
"Apa yang sebenarnya terjadi?" pria tua tersebut berusaha menahan erangannya. Pergelangan tangannya tertebas dan darah masih mengalir meski Wang Zhao sudah membantunya.
Wang Zhao berkata, "Aku tidak bisa menjelaskan banyak untuk sekarang. Anda hanya perlu tahu bahwa orang yang membuatmu terluka adalah dalang dari penculikan para gadis di kota ini,"
"Apa?" pria setengah baya itu tersentak. Dia baru akan bicara saat Wang Zhao kembali berkata.
"Cepatlah pergi,"
"Tapi jika ini beracun, maka aku pasti akan mati. Aku ha-harus ke mana? Siapa yang harus kutemui?" pria setengah baya itu nampak takut. Dia sebenarnya adalah seorang kultivator, namun praktiknya biasa-biasa saja dan tidak terikat pada sekte mana pun. Bisa dikatakan, dia mempunyai kemampuan yang payah.
Wang Zhao baru akan bersuara saat melihat Lan Guan Zhi menapak lembut di tanah, tepat di tempatnya berada. Dia memperhatikan pemuda itu yang melangkah mendekat.
"Tuan Muda Lan," Wang Zhao segera buka suara, "Tolong bantu Paman ini. Serangan Gui Hong Yi mengandung racun dan aku tidak bisa mengobatinya,"
"Mn, bantu saja yang lain." Lan Guan Zhi mengulurkan tangan dan kemudian mengalirkan energi spiritual untuk mengeluarkan racun melalui aliran darah pria setengah baya di hadapannya. Dia pun membantu pria tersebut untuk pergi ke tempat yang lebih aman.
Di sisi lain, Xiao Shuxiang seakan tahu tempat pengungsian para warga Kota Ye. Dia menyerang Gui Hong Yi dan membuat tempat pertarungan mereka semakin menjauh dari wilayah pengungsian.
Hanya saja meski demikian, jangkauan serangan Gui Hong Yi tetap saja meluas dan walau berusaha dipersempit oleh Hei Lian-----itu masih belum seberapa.
Tidak ada pembicaraan antara Xiao Shuxiang dengan lawannya, mereka seakan sangat fokus untuk melakukan serangan dan bahkan tidak peduli pada dampak dari pertarungan itu.
Gaya bertarung Xiao Shuxiang tidak banyak berubah. Namun bila diperhatikan baik-baik, tetap ada yang sedikit berbeda. Hei Lian sendiri yang sedang bekerja sama dengan Xiao Shuxiang pun sadar akan hal tersebut.
__ADS_1
"Apa-apaan orang ini?" Gui Hong Yi menggertakkan giginya dan kali ini semakin mempercepat terjangan dari selendang-selendang miliknya.
Senjata Gui Hong Yi menghancurkan bangunan dan membelah tanah. Ledakan demi ledakan tercipta dan Kota Ye yang sebelumnya begitu rapi dan tertata dengan indah-----telah berantakan hanya dalam waktu yang amat singkat.
Hei Lian yang berwujud awan merah menyala bahkan kesulitan mengimbangi kecepatan dari Gui Hong Yi. Asam yang berasal dari kemampuannya memang mampu mengatasi selendang-selendang itu, tetapi jujur saja Hei Lian kalah dalam hal kecepatan.
"Dia tidak berperasaan sama sekali," Xiao Shuxiang bernapas pelan dan seketika itu juga----Seruling Giok Putih di tangannya telah berganti menjadi sebuah pedang yang tidak lain adalah Yīng xióng.
Kaki Xiao Shuxiang menyentuh helaian daun dan detik itu juga----dia melesat dengan kecepatan yang membelah udara. Suara nyaring memekakkan telinga berasal dari pergerakannya yang luar biasa itu.
Gui Hong Yi yang berada dalam jarak cukup jauh dari lawan-lawannya nampak terkejut. Padahal sebelumnya, pemuda tampan yang dia incar hanya mempunyai kecepatan yang sama seperti milik Hei Lian.
"Tidak mungkin..!" Gui Hong Yi nampak berekspresi tidak percaya.
Dia merupakan kultivator wanita dan salah satu dari sepuluh 'kecepatan' terbaik di Alam Kultivasi Atas. Dia telah membunuh banyak orang dan termasuk menghancurkan banyak tempat. Tingkat kultivasinya bahkan adalah misteri yang mendalam. Siapa yang mengira bahwa dia berhadapan dengan lawan yang amat mengejutkan?!
Memikirkan posisinya sekarang membuat mulut Gui Hong Yi dipenuhi kepahitan. Dia tertawa dan berkata, "Ini pertama kalinya ada orang yang bisa membuatku bertarung sekuat tenaga. Kau melampaui harapanku!"
Selendang merah Gui Hong Yi meraung seperti gelombang panas. Dia memakai Teknik Seribu Serangan dan menghadang Xiao Shuxiang mendekat. Hanya saja kecepatan sudah bukan miliknya setelah menyaksikan gerakan lawannya ini.
Gui Hong Yi kehilangan akal, "Bagaimana mungkin..! Bagaimana mungkin..!"
Suara nyaring memekakkan telinga bukan hanya efek dari kecepatan Xiao Shuxiang yang membelah udara, tetapi juga berguna mengacaukan konsentrasi lawan dan memberinya keuntungan.
Gui Hong Yi terus bergerak dan menjaga jarak sejauh mungkin agar lawannya tidak sampai mendekat. Hanya saja ini sama sekali tidak berguna dan itu membuatnya makin frustrasi.
Xiao Shuxiang menebas selendang yang datang kepadanya. Di sisi lain, Hei Lian membantunya mengatasi selendang yang berbelok arah dan ingin menyerang dirinya dari belakang.
Gui Hong Yi semakin frustrasi karena lawannya bahkan tidak terpengaruh dengan racun miliknya sama sekali. Dia baru akan mengumpat saat pandangan matanya tiba-tiba melihat sekelebat cahaya yang melintas.
!!!
Xiao Shuxiang menapakkan kakinya di tanah, jubah putihnya terlihat berkibar. Dia berekspresi tenang, namun dengan sorot mata yang tajam. Pemandangan lantas terarah pada pedang di tangannya.
Di ujung bilah pedang Xiao Shuxiang, terlihat sebuah gumpalan daging yang berwarna hitam--kemerahan. Benda itu berdetak dan ada yang menetes darinya. Di sisi lain, bilah pedang itu nampak berkilat dan memantulkan wajah penuh pesona dari pemiliknya.
"..............."
Gui Hong Yi sendiri berkedip. Dia melihat selendang-selendangnya melayang dan dalam keadaan yang terkoyak menjadi potongan-potangan kain yang kecil. Dia pun berbalik dan menyaksikan punggung pemuda yang berpakaian serba putih itu.
!!
Gui Hong Yi memuntahkan darah saat hendak bersuara. Dia terkejut dan mulai mengulurkan tangan untuk menyentuh dadanya. Gui Hong Yi baru tersadar jika dia telah mendapat serangan yang kuat.
"............ Aku sebenarnya ingin bicara denganmu dan menanyakan sesuatu. Tapi sungguh disayangkan .... Kau ternyata sangat lemah."
Suara pemuda di hadapannya membuat Gui Hong Yi terbelalak. Dia pun melihat gumpalan daging yang berdetak di ujung pedang pemuda itu meledak dan detik berikutnya----dia mulai merasakan sakit yang tidak terbantahkan.
__ADS_1
Suara pekikan yang menusuk telinga terdengar, bersamaan dengan kulit wajah dan tubuh Gui Hong Yi yang meleleh. Dalam waktu beberapa tarikan napas, yang tersisa darinya hanyalah pakaian dan tulang-belulang yang terbakar.
Kepulan asap merah menyala mulai membentuk tubuh seseorang yang tidak lain adalah Hei Lian. Gadis kecil tersebut tidak bisa menyembunyikan ekspresi wajahnya. Dia benar-benar terkejut dan masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.
Hei Lian sulit menelan ludah. Dia menatap punggung Xiao Shuxiang dan tanpa sadar menahan napas, "Gui Hong Yi adalah orang yang paling sulit untuk dikalahkan dan racun miliknya pun terlalu mematikan. Aku bahkan sangat berhati-hati saat melawannya tadi, tapi dia ..."
Hei Lian, "Siapa sebenarnya orang ini? Aku masih bisa membaca praktiknya yang berada jauh di bawahku, tapi dia bahkan mampu menghabisi Gui Hong Yi. Tidak bisa dipercaya,"
"..............." Xiao Shuxiang bernapas pelan. Pedang di tangannya mulai berubah menjadi butiran cahaya dan kemudian menghilang. Dia pun melihat ada sedikit darah di ujung jari tangannya.
Kening Xiao Shuxiang mengerut dan nampak tidak suka. Dia berdecak, "Tsk. Tanganku jadi kotor, benar-benar tidak bagus dilihat."
Xiao Shuxiang berbalik dan kemudian menatap Hei Lian. Dia membuat gadis kecil itu tersentak dan menjadi tegang. Tanpa ekspresi, Xiao Shuxiang lantas berjalan menghampiri gadis muda itu.
Hei Lian tidak bergerak dari tempatnya berdiri. Dia sebenarnya ingin mengambil langkah mundur, tetapi kakinya saat ini terasa sulit untuk melangkah.
Xiao Shuxiang tanpa nada berkata, "Kau punya sapu tangan?"
"Apa?" Hei Lian tentu saja kaget dengan apa yang baru saja dia dengar.
Xiao Shuxiang berujar, "Tidak dengar yang kukatakan? Sapu tangan. Bersihkan tanganku, cepatlah."
Hei Lian berkedip dan dengan agak ragu mengeluarkan sapu tangan bersulam daun bambu di balik pakaiannya. Dia pun membersihkan tetesan darah yang ada di jari tangan kanan Xiao Shuxiang. Jujur saja, itu hanya sedikit darah.
"..............." Hei Lian ingat saat dia menjadi mata-mata di Sekte Lautan Awan. Dia menyaksikan dengan jelas Xiao Shuxiang bertarung melawan para pengikut Chu Gu Xiang sampai kedua tangan dan pakaian pemuda ini basah karena darah.
Hei Lian juga ingat saat pertarungan Xiao Shuxiang melawan Chu Gu Xiang untuk kedua kalinya dan ketika melawan Fu Tou. Pemuda ini sama sekali tidak peduli jika pakaian dan tangannya kotor karena darah. Namun kali ini entah bagaimana kepribadian Xiao Shuxiang berubah jauh dari yang biasanya.
"Haaah .... Tempat ini kacau sekali," Xiao Shuxiang mengembuskan napas saat mulai memperhatikan kondisi di sekitarnya. Dia pun berjalan dengan diikuti oleh Hei Lian yang sedang dalam pikiran sendiri.
Entah Hei Lian menyadari ini atau tidak, tetapi saat pertama kali Cermin Pemindah Xiao Shuxiang muncul di udara dan pemuda itu menapakkan kakinya di tanah-----dia sudah melepaskan salah satu pil buatannya yang paling baru.
Pil itu bernama Enam Harmoni, memiliki efek yang memperlambat racun lawan dengan jangkauan yang sangat luas. Pil itu akan langsung lebur saat terkena udara hingga tidak seorang pun yang sadar tentang hal ini.
Meski Pil Enam Harmoni masih termasuk uji coba, namun Xiao Shuxiang sudah lumayan puas dengan hasil yang dia lihat. Setidaknya para warga yang terkena serangan Gui Hong Yi tidak segera tewas seperti yang seharusnya. Mereka sedikit tertolong dengan bantuan pil ini.
".......... Serangan terakhir yang membuat wanita itu menjadi tulang-belulang bakar lumayan juga. Kau ternyata cukup berguna," Xiao Shuxiang buka suara dan membuat Hei Lian menoleh ke arahnya.
"Su-sudah kubilang aku membencinya. Jadi tentu saja tidak akan kulepaskan dia,"
Hei Lian berusaha bersuara tenang meski sebenarnya dia sedang mengatur napas sekarang. Ini karena selain pertarungan yang menguras banyak energi barusan, dia pun gugup berada di dekat pemuda berpakaian putih di sampingnya.
"Ka-kau ..." Hei Lian mencoba bicara, "Bagaimana kau bisa tahu kami di sini? Dan bagaimana kau bisa mengalahkan Gui Hong Yi seperti itu..!?"
Xiao Shuxiang menoleh sejenak dan lalu berkata tanpa nada, "Karena Yang Mulia ini mengagumkan, mempesona, terbaik dan sangat luar biasa. Oh ya ampun--"
Xiao Shuxiang mendesah pelan, "Aku harus memuji diriku. Kata-kata pujian barusan sudah terdengar kurang sesuai untuk menggambarkan Yang Mulia Xiao Shuxiang ini. Aku sungguh sangat luar biasa..! Benar-benar luar biasa..!"
__ADS_1
"..............." Hei Lian tertegun. Dia tidak tahu harus berekspresi seperti apa saat melihat pemuda berpakaian serba putih ini yang mulai memuji diri sendiri. Dia memberikan pandangan aneh pada Xiao Shuxiang dan secara sadar mengambil satu langkah menjauh.
******