KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
294 - Alur Awal (2)


__ADS_3

Pertarungan yang begitu sengit terjadi di antara Bocah Pengemis Gila dan Yan Qi Lou. Satu orang dengan energi spiritual yang luar biasa dan satunya lagi adalah sosok dengan keseimbangan Tenaga Dalam yang melegenda.


Ketidak-percayaan terlihat jelas pada raut wajah Yan Qi Lou. Dia sudah sekuat tenaga mengayunkan senjata miliknya, namun lawan justru begitu mudah menahan serangan tersebut.


Benar! Bocah Pengemis Gila sama sekali tidak menghindari serangan cambuk yang mematikan dari Yan Qi Lou. Pria itu memakai tongkat bambunya untuk menahan serangan yang datang, bahkan tanpa ragu terus bergerak maju agar bisa mempersempit jarak dengan lawan.


Tetua Chen Duan Shan tercengang, dia sudah lama tidak melihat kemampuan bertarung Bocah Pengemis Gila. Sosok itu ternyata masih sangat kuat seperti yang terakhir kali dirinya lihat.


Tetua Chen Duan Shan sangat kagum, tapi rasa kekaguman itu berbeda jauh dari apa yang dirasakan oleh orang lain, utamanya Yan Qi Lou. Wanita dari Sekte Lembah Iblis itu menggeram kesal saat serangan cambuknya tidak ada yang bisa menggores tubuh Bocah Pengemis Gila.


"Sialan! Bagaimana dia bisa terus menahan seranganku?" Yan Qi Lou menggertakkan gigi. Amarah terlihat di seluruh raut wajahnya.


Yan Qi Lou menggeram, nyaris tidak terkendali. "Aku benar-benar ingin mencabik-cabikmu..!"


"Lakukan jika kau bisa," Bocah Pengemis Gila bersuara serius. Dia sebenarnya sangat jarang terlihat seperti manusia normal pada umumnya. Ini merupakan kejadian yang langka dan jujur saja pria itu mempunyai pesonanya sendiri.


Yan Qi Lou kewalahan menghadapi pria yang sedang dilawannya ini. Dia bahkan sudah memakai senjata rahasia berupa jarum beracun, namun tidak satu pun dari senjata itu yang mengenai sosok ini.


"Siapa dia sebenarnya?" Yan Qi Lou bertanya-tanya dalam hati. Dia berpikir tentang bagaimana sosok ini bisa tahu mengenai senjata rahasianya, bahkan sampai bisa menghindar.


"Praktiknya hanya berada di Forging Qi tingkat dua dan dia pun sama sekali tidak memakai energi spiritual, tapi ..." Yan Qi Lou tanpa sadar menahan napas, "Bagaimana bisa dia menyerang selincah dan sekuat ini?!"


Di saat sedang memikirkannya, serangan kembali datang dan kali ini mengagetkan Yan Qi Lou. Wanita itu kesulitan dalam menghindar hingga pijakan kakinya salah dan membuatnya terpental cukup jauh.


Yan Qi Lou tentu saja terkejut dengan Bocah Pengemis Gila. Wanita itu bisa dikatakan kurang memiliki pengetahuan tentang sosok pendekar yang mengolah Tenaga Dalam. Dia pasti tidak akan mengalami kesulitan bila tahu beberapa informasi.


Pendekar bisa dikatakan lebih kuat dari manusia biasa, namun lebih lemah dari kultivator. Hanya saja, itu berlaku bagi pendekar yang fokus mengolah satu atau dua unsur Tenaga Dalam. Jika orangnya seperti Bocah Pengemis Gila dengan keseimbangan 6 unsur Tenaga Dalam----maka kultivator yang bisa sejajar dengan pendekar sepertinya hanya dua atau tiga orang di dunia ini.


Untuk Yan Qi Lou, dia mempunyai teknik hebat, apalagi pengontrolan senjata yang luar biasa. Wanita cantik ini merepotkan lawan dengan tekniknya dan Bocah Pengemis Gila mengakui hal tersebut.


*


*


Pertarungan masih berlanjut. Entahkah itu di tempat Bocah Pengemis Gila, para murid dan patriarch Istana Seribu Pedang, maupun di tempat Wang Zhao.


Suara keras dari pertarungan itu nampak saling bersahut-sahutan satu sama lain dan membuat Zhi Shu yang berada di kediaman Tetua Chen Duan Shan beberapa kali tersentak kaget.


Hu Li yang berjaga di luar kediaman pun terlihat gelisah. Pemuda berambut putih itu menyaksikan bagaimana sambaran petir tercipta di langit dan melihat ada beberapa titik cahaya yang bertabrakan, bahkan dampak dari tabrakan itu adalah petir dan getaran kuat pada tanah.


Yi Wen masih ada di dalam ruangan dan begitu fokus pada Teknik Terlarangnya. Darah segar mengalir di sudut bibirnya sebelum dia mulai terbatuk dan hampir terjatuh andai tidak ditahan oleh Ling Qing Zhu.


"Yi Wen..!" Zhi Shu berseru dan merasa sangat khawatir. Benang yang dialiri oleh energi spiritual dari Yi Wen dan terikat di tangan Xiao Shuxiang serta Lan Guan Zhi terputus tiba-tiba. Dia terkejut bukan main.


"Kau tidak apa-apa?" Ling Qing Zhu buka suara dan mengusap pelan punggung Yi Wen. Dia melihat gadis cantik ini nampak terengah-engah.

__ADS_1


"Aku ... Aku tidak kuat," Yi Wen kembali terbatuk, dia meminta agar Ling Qing Zhu memijat-mijat tengkuknya.


"Yi Wen..!" Zhi Shu menelan ludah, raut wajahnya sangat khawatir. "Bagaimana dengan Saudara Xiao dan Tuan Muda Lan?! Mereka belum bangun, Yi Wen. Kau ... Kau berhasil menyelamatkan mereka, kan?"


Mata Zhi Shu mulai berair, nada suaranya sampai gemetar saat dia menyebutkan nama Xiao Shuxiang. Dirinya menatap Yi Wen dan tidak bisa berhenti gelisah jika gadis ini belum memberikan jawaban.


Yi Wen menggeleng pelan dan dengan suara yang lemah dia pun berkata, "Zhi Shu. Kau harus mulai membuat peti mati sekarang,"


"Apa?" Zhi Shu kaget, "Yi Wen..! Jangan menakutiku. Apa maksudmu? Apa kau tidak bisa menyelamatkan Saudaraku?"


"Yi Wen ..." Ling Qing Zhu membeku. Dia ikut terkejut dan segera mengarahkan pandangan ke tempat di mana Xiao Shuxiang yang masih terbaring tidak sadarkan diri.


"Aku minta maaf," Yi Wen berusaha untuk bicara, "Aku sudah tidak kuat.."


Ling Qing Zhu tidak mau mempercayai ucapan gadis ini. Dia mendekati Wali Pelindungnya dan menepuk pelan tangan Xiao Shuxiang. Suaranya tenang saat dia membangunkan pemuda menawan itu.


"Shuxiang?" Ling Qing Zhu baru saja akan memegang bahu Wali Pelindungnya saat Zhi Shu tiba-tiba menjatuhkan tubuhnya sendiri dan menangis tersedu-sedu.


"Saudara Xiao..!" Zhi Shu memeluk tubuh Xiao Shuxiang, dia menangis keras di dada Saudara Seperguruannya itu dan membuat Ling Qing Zhu tertegun.


"Saudara Xiao..! Kau harus bangun, kau tidak bisa seperti ini..! Aku bahkan belum memberitahumu bahwa aku dilamar." Zhi Shu mengguncangkan tubuh saudaranya dan terisak, "Kau harus bangun. Ayo bangun..! Tolong, kumohon bangun.."


Zhi Shu tersentak saat punggungnya tiba-tiba saja diusap oleh seseorang. Dia menoleh dan mengetahui bahwa sosok yang sedang menenangkannya ini adalah Ling Qing Zhu. Tangisannya kembali keras dan dia berkata, "Nona Ling! Kau juga harusnya menangis! Apa kau tidak sedih melihat saudaraku?"


"............. Aku sedih,"


Zhi Shu menilai dirinya sendiri sebagai gadis yang berhati lembut dan sangat penyayang. Dia bisa mengeluarkan air mata hanya dalam waktu tiga tarikan napas dan menangis sejadi-jadinya. Tapi apa yang dia saksikan ini?!


Ling Qing Zhu jelas-jelas adalah istri dari saudara seperguruannya, tapi jangankan menangis---gadis berambut putih ini bahkan tidak terlihat sedih sama sekali. Satu-satunya yang nampak pada raut wajah sosok di depannya adalah ketenangan dari gunung es yang dingin.


"Kau monster ..." Zhi Shu berujar, "Apa kau tidak bisa memiliki empati sedikit saja dengan Saudara Xiao-ku? Dia sudah ... Sudah pergi."


"Tangan Shuxiang masih hangat," Ling Qing Zhu bersuara tenang. "Kau jangan memeluknya dengan keras. Dia akan kesakitan,"


"Nona Ling ..." Zhi Shu tidak tahu harus berkata apa. Dia terkejut mendengar penuturan gadis ini, namun ada setitik dari hatinya yang seakan kesal pada sosok Ling Qing Zhu.


Di sisi lain, Yi Wen yang melihat situasi ini nampak memperlihatkan wajah yang cemberut. Dia sebenarnya berbohong untuk menyaksikan reaksi Ling Qing Zhu jika dirinya mengatakan bahwa Xiao Shuxiang tidak terselamatkan. Tapi yang terjadi justru di luar eksprektasinya.


Yi Wen ingin melihat Ling Qing Zhu menangis dan merasakan kehilangan yang begitu kuat, tetapi justru reaksi Zhi Shu-lah yang lebih heboh. Di sisi lain, targetnya sendiri nampak sangat tenang.


Yi Wen baru akan buka suara ketika suara bersin dari Xiao Shuxiang yang tiba-tiba itu mengejutkan semua orang. Zhi Shu yang dekat dengan Xiao Shuxiang terkena semburan bersin dari pemuda itu.


Zhi Shu mengusap wajahnya, "Saudara Xiao. Kau ini jorok sekali. Untung saja kau sangat tampan, jika tidak ... Aku pasti akan mencekikmu."


Kedua mata Xiao Shuxiang mulai terbuka perlahan. Pandangan awalnya buram, tapi dia masih bisa mendengar suara dari Zhi Shu. Dirinya pun mulai bisa melihat dengan jelas.

__ADS_1


Kening Xiao Shuxiang sedikit mengerut, dia dibantu untuk bangun oleh Ling Qing Zhu dan kemudian sedikit meringis. Dia keheranan dengan orang-orang yang di sekitarnya.


"Kau baik-baik saja?" Ling Qing Zhu bertanya dengan nada suara yang pelan.


"Mn, tapi kenapa kalian semua ada di sini? Di mana tua bangka-maksudku Tetua Chen sekarang?"


"Saudara Xiao," Zhi Shu buka suara. "Apa kau tidak ingat dengan kejadian yang menimpamu?"


"Apa?" Xiao Shuxiang keheranan.


"Kau hampir mati," Yi Wen mengusap darah di sudut bibirnya sebelum mulai melompat dan memeluk erat tubuh Xiao Shuxiang. Dia membuat Zhi Shu dan Ling Qing Zhu tersentak.


"Aku sangat mengkhawatirkanmu, tahu~" Yi Wen bersuara lemah, "Aku pikir tidak bisa menyelamatkanmu. Kau ... Jika kau tidak ada, aku juga tidak mau hidup."


"Yi Wen, sesak. Tolong menjauh sedikit. Beri aku ruang, oke?" Xiao Shuxiang tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Dia berkata, "Kalian ini sebenarnya sedang melakukan apa di sini?"


"Tentu saja menyelamatkanmu," Zhi Shu berujar. "Jiwamu pergi begitu saja dan untunglah Saudara Wen ada. Dengan bantuannya dan juga bantuan Hu Li, Nona Ling dan Tuan Muda Lan, kau akhirnya bisa kembali lagi."


Zhi Shu tersentak saat menyadari sesuatu, "Ah. Tuan Muda Lan, aku juga harus memeriksa kondisinya,"


Xiao Shuxiang meminjat keningnya, ada beberapa ingatan yang pecah dan tidak jelas. Dia berguman, "Kupikir aku hanya tidur karena kelelahan..."


"Saudara Xiao?" Yi Wen melihat ekspresi wajah Xiao Shuxiang dan merasa gugup jika ternyata Teknik Terlarangnya mempunyai dampak buruk pada pemuda ini.


"Kepalaku hanya sedikit sakit," Xiao Shuxiang meminta agar Yi Wen tidak khawatir dan sebaiknya gadis ini pergi untuk membersihkan diri.


Ling Qing Zhu memberikan air yang dia ambil untuk Wali Pelindungnya. Xiao Shuxiang tersenyum di balik wajahnya yang sedikit pucat dan mengambil air pemberian Kucing Putihnya.


Di sisi lain, Lan Guan Zhi pun mulai sadarkan diri. Kondisinya sedikit mirip dengan Xiao Shuxiang. Dia juga merasa sakit pada kepalanya dan ada beberapa ingatan yang saling tumpang tindih satu sama lain.


Zhi Shu mengambilkan air untuk Lan Guan Zhi dan menanyakan keadaan pemuda berpakaian serba putih itu. Lan Guan Zhi menjawab dengan ramah dan tersentak saat mendengar suara yang begitu keras.


Xiao Shuxiang juga mendengarnya dan lantas bertanya, "Apa yang terjadi di luar?"


Ling Qing Zhu menggeleng pelan, "Tidak tahu. Tetua Chen Duan Shan dan Hu Li pergi mengeceknya, tapi sampai saat ini mereka belum kembali."


Ling Qing Zhu tersentak saat Xiao Shuxiang tiba-tiba bangun, "Kau mau ke mana?"


"Jika tetua Chen dan Hu Li belum kembali, maka pasti ada sesuatu. Aku akan melihatnya,"


Yi Wen tersentak, "Tapi kau masih butuh istirahat."


"Kau pikir aku anak kecil? Aku sudah lebih baik sekarang," Xiao Shuxiang menoleh ke arah teman baiknya dan berkata, "Lan Zhi? Kau baik-baik saja, kan?"


"Mn," Lan Guan Zhi mengangguk pelan dan kemudian bangun. Dia dan teman baiknya berjalan keluar diikuti oleh Yi Wen, Zhi Shu dan Ling Qing Zhu.

__ADS_1


*******


__ADS_2