KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
315 - Bentang Alam Mimpi (2)


__ADS_3

"Shuxiang, kemana kita akan pergi?" Bocah Pengemis Gila memandang ke sekitaran dan kembali merangkul lengan Xiao Shuxiang. Padahal sebelumnya dia masih normal, sekarang penyakit tidak warasnya mulai kambuh lagi.


"Bocah Pengemis Gila, apa kau tidak bisa menggunakan Tenaga Dalammu untuk mendeteksi pusat dari mimpi ini? Pakai indera penciuman atau pendengaranmu. Aku tidak mau selamanya terperangkap di tempat ini,"


"Jika aku bisa, maka sudah kulakukan sejak tadi. Aku paling tidak suka tempat semacam ini, apalagi orang-orangnya bahkan tercipta dari ilusi."


"Kalau begitu jangan ganggu aku dan biarkan aku berpikir,"


"Ah! Berpikirlah. Tidak akan kuganggu, aku tidak akan ganggu." Bocah Pengemis Gila memang bicara seperti itu, tetapi dia tidak melepaskan rangkulannya di lengan Xiao Shuxiang.


Bocah Pengemis Gila menengadah dan melihat warna langit di atasnya tidak biasa. Apa yang dia lihat adalah kabut putih tebal dan bahkan tidak ada matahari di atas sana, padahal suasana di sekitarnya sekarang ini seperti siang hari.


"Kalian sepertinya tersesat, apa butuh bantuan?"


Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila terkejut sampai berhenti melangkah. Kedua orang itu mendengar suara asing yang sangat jelas, mereka pun spontan berbalik.


Ada seorang pria berpakaian seperti orang biasa dan nampak duduk di sebuah bangku di depan salah satu kedai. Dia memegang cawan keramik dan terlihat tersenyum ramah.


Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila tertegun beberapa saat sebelum salah satu di antara mereka menelan ludah. Dengan suara yang sedikit gemetar, Bocah Pengemis Gila mulai berbicara.


"Kau ba-barusan bicara dengan ka-kami?"


"Memangnya siapa lagi?" pria asing itu tersenyum dan mengulurkan tangan untuk mempersilahkan kedua pemuda yang dilihatnya agar duduk.


Bocah Pengemis Gila merasa berkedip beberapa kali. Dia ragu untuk melangkah dan merasa perlu mencurigai pria asing ini. Xiao Shuxiang pun begitu, tetapi dia berani mendekat dan mulai duduk di depan pria berpakaian layaknya orang biasa di hadapannya.


Bentang alam mimpi ini penuh dengan ilusi dan ada banyak orang yang Xiao Shuxiang temui. Mereka nampak seperti orang biasa pada umumnya, tetapi tidak ada di antara mereka yang bisa diajak bicara. Sosok di hadapannya ini jelas bukan bagian dari ilusi itu.


"Kau ini siapa?" Xiao Shuxiang bertanya. Dia mengerutkan kening karena baru saja memperhatikan wajah pria di depannya.


Sosok ini mempunyai garis wajah yang sama sekali berbeda dengan penduduk Benua Timur dan juga bukanlah wajah seperti penduduk Benua Tengah pada umumnya.


Bocah Pengemis Gila mulai ikut duduk. Dia juga memperhatikan pria ini dan langsung tertarik pada bekas luka di pipi sebelah kanannya. Dia pun terkesan melihat warna mata hijau alami dari sosok tersebut. Belum lagi, pria ini mempunyai aura yang begitu maskulin dan entah bagaimana dia sama sekali tidak merasakan adanya bahaya.


Pria itu kembali meminum teh di cawan miliknya sebelum menatap ke arah Xiao Shuxiang. Dia berkata, "Sebelum menanyakan identitas seseorang. Kau harusnya memberitahukan identitasmu terlebih dahulu, ini namanya bentuk dari kesopanan."


Xiao Shuxiang tersentak, dia baru akan protes ketika mengingat kondisinya saat ini. Dia pun mengembuskan napas dan kemudian berkata, "Aku Xiao Shuxiang dan ini Bocah Pengemis Gila-"

__ADS_1


"Mu Chen, namaku Mu Chen." Bocah Pengemis Gila menyela dan membuat Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali.


"Mu Chen?" Xiao Shuxiang jelas saja keheranan. Bukankah di Alam Kultivasi Atas pria tidak waras ini dikenal dengan nama Shén Lóng? Lantas siapa lagi Si Mu Chen ini?


Xiao Shuxiang tertegun saat melihat tanda dari kedipan mata teman di sampingnya dan menggeleng pelan. Dia pun mengembuskan napas dan lantas berkata, "Yaah ... Seperti itulah. Intinya kami sedang tersesat dan ingin keluar dari tempat ini,"


"Tidak ada yang bisa kalian lakukan. Ilusi semacam ini akan hilang sendiri dan hanya butuh menunggu waktu saja."


"A-apa?" Bocah Pengemis Gila tersentak, "Tapi kami harus segera pergi. Bentang Alam Mimpi ini dibuat oleh Iblis Mimpi, kami tidak mungkin duduk dan hanya menunggu."


Xiao Shuxiang menarik napas dan bersuara tanpa nada, "Saat ini aku dan teman-temanku sedang dalam misi. Kami mempunyai masalah dengan Iblis Mimpi, jadi tidak bisa tinggal lama di tempat ini. Ada hal yang harus kami lakukan,"


Xiao Shuxiang menyilangkan tangan dan berkata, "Aku sudah memberitahukan namaku padamu. Jadi kau ini ... Siapa?"


Pria asing dengan bekas luka di pipinya itu berujar ramah, "Aku hanya potongan jiwa yang ditarik ke tempat ini. Namaku adalah Bian dari keluarga Sui,"


Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila seperti sedang mengingat-ingat tentang kenalan mereka di masa lalu, tetapi tidak ada orang yang bernama semacam itu.


Melihat bahwa kedua pemuda ini tidak tahu sedang dikerjai membuat pria dengan mata indah itu mengulum senyum. Dia pun kembali menuangkan teh pada cawan keramik miliknya.


"Kalian lama sekali menyadarinya,"


Bocah Pengemis Gila berkedip dan menggaruk pelan pipinya. Sementara Xiao Shuxiang mengusap-usap dahinya dan sedikit memalingkan pandangan. Dia merasa malu karena baru menyadarinya sekarang.


"Kau menyebutkan nama samaran, untuk apa melakukan itu?" Xiao Shuxiang buka suara dan membuat pria di depannya dengan ramah menjawab.


"Bukankah kalian juga memakai nama samaran. Jadi kulakukan hal yang sama,"


Xiao Shuxiang berkedip, "Nama yang kusebutkan asli. Berbeda dengan orang ini, dia sangat pandai berbohong dan sering memalsukan identitasnya."


"Itu untuk melindungi diri," Bocah Pengemis Gila melakukan pembelaan.


Pria dengan mata berwarna hijau alami itu mengangguk pelan, "Memakai nama samaran juga bagus. Bisa mencegah hal yang tidak diinginkan, itu adalah pilihan yang tepat."


Pria asing itu berkata, "Namaku Kai. Roh yang ditarik ke tempat ini karena orang di sampingmu."


!!

__ADS_1


Xiao Shuxiang terkejut dan langsung menoleh ke arah Bocah Pengemis Gila. Di saat yang sama, pria dengan tongkat bambu itu pun juga terlihat terkejut.


"A-aku?" Bocah Pengemis Gila menunjuk diri sendiri dan tidak menyangka akan mendengar hal tersebut.


"Teknik Pernapasan Naga, bukankah itu mengagumkan? Aku hanya tidak percaya bahwa teknik pernapasan itu bisa dipakai oleh orang aneh sepertimu. Serius. Apa kau keluar rumah dengan tepung roti di wajahmu?"


!!!


Bocah Pengemis Gila baru saja diomeli oleh seseorang yang bahkan tidak dia kenali. Lalu Teknik Pernapasan Naga?! Apa hubungannya orang ini dengan teknik pernapasan yang dia miliki.


Xiao Shuxiang menyenggol lengan Bocah Pengemis Gila dan berkata, "Kurasa kau sekarang bertemu leluhurmu. Cepatlah bersujud dan memberinya hormat,"


"Kau ini bicara apa? Aku masih hidup, tapi memang lebih tua sedikit daripada dia."


Xiao Shuxiang kaget saat kata 'masih hidup' terdengar. Dia menjadi tegang untuk hal ini karena baginya---usia Bocah Pengemis Gila sendiri sudah terlalu mengerikan, apalagi sekarang dia bertemu monster lainnya lagi.


Pria dengan warna mata hijau alami itu berujar pelan, "Iblis Mimpi sekarang ini sedang meningkatkan praktiknya. Dia membuat Bentang Alam Mimpi sebagai perlindungan diri dan menarik pendekar yang praktiknya berada di tingkatan tertentu."


Pria itu meminum kembali teh di cawan miliknya dan berkata, "Jika aku yang ditarik kemari maka itu adalah hal yang sangat normal. Tapi aku heran sebab kalian yang praktiknya masih berada di tingkatan belalang sembah ini kenapa bisa sampai kemari,"


"Be-belalang apa kau bilang?!"


Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila nyaris jantungan mendengar penuturan pria di hadapan mereka. Kedua orang itu merasakan panas di telinga mereka.


"Belalang sembah apa maksudmu? Kau mau mati?" Xiao Shuxiang membentak dan membuat pria di depannya berkedip.


Bocah Pengemis Gila juga terlihat kesal. Bagaimana bisa dia yang merupakan salah Pilar Dunia dan sudah lama hidup disebut mempunyai praktik seperti belalang sembah. Dia yang seharusnya lebih pantas bicara demikian, oke!


Lawan bicara Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila nampak tersenyum. Dia pun berkata, "Kalian bahkan tidak bisa memakai energi spiritual di tempat ini. Bagaimana bisa melawanku?"


!!!


Energi spiritual keluar dengan deras di seluruh tubuh pria di depan Xiao Shuxiang. Energi itu bahkan membentuk kepala naga yang luar biasa besar dan sangat menakutkan. Mata Bocah Pengemis Gila melebar saat sebuah ingatan terlintas, tepat di depannya.


"Dia ...."


******

__ADS_1


__ADS_2