![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Memperhatikan bahwa Wang Zhao begitu menyesal membuat Xiao Shuxiang menghela napas. Dia memikirkan sesuatu sebelum pada akhirnya menyimpan kembali Yīngxióng ke dalam Gelang Semesta miliknya.
Wang Zhao masih berdiri di tempat yang sama dan terlihat menundukkan kepala. Pemuda itu masih menangis walau tidak terdengar suara isakan.
Xiao Shuxiang menyilangkan tangan dan lantas menggelang pelan, "Kau sudah dewasa. Kenapa begitu cengeng? Apa kau tidak punya harga diri? Pemuda dewasa mana yang bisa menangis semudah itu, huh? Bahkan para kurcaci di sekteku pun tidak secengeng dirimu,"
"Aku... Aku minta maaf. Ini karena aku sangat menyesal, tolong maafkan aku." Wang Zhao mengusap air yang membasahi pipinya, tetapi masih tertunduk sedih.
Xiao Shuxiang berdecak, "Haiih... Dia ini membuatku tidak nyaman karena terus menangis. Itu sangat menyakiti perasaanku,"
Xiao Shuxiang tidak masalah jika melihat seorang gadis menangis, tetapi yang jadi masalah adalah melihat seorang pemuda melakukannya. Dia jadi membayangkan bahwa bila dia berkata kasar sekali lagi, subjek ini akan mulai meratap keras di tempat.
"Kemarilah," Xiao Shuxiang memanggil. Dia berkata, "Aku mengatakan akan memukulmu sekali, jadi cepat kemari."
Wang Zhao tersentak, dia menatap Xiao Shuxiang dan dengan takut-takut mulai berjalan mendekat. Langkahnya pelan sebab dia menahan sakit pada tubuhnya karena menyegel jalur meridiannya sendiri.
Tenaganya sekarang lebih buruk dari manusia biasa dan setelah semua pertarungan yang terjadi, dia benar-benar sudah kelelahan. Itu terlihat pada keringat dingin yang terbentuk di dahi Wang Zhao dan bagaimana wajah pemuda itu yang nampak sangat pucat seolah akan tumbang hanya dengan hembusan angin.
".................."
Xiao Shuxiang mengepalkan tangan ketika Wang Zhao mulai berdiri di depannya. Dia pun mengayunkan tangan dan tiba-tiba berhenti di udara sebelum menjadikan serangan itu sebagai sentilan di dahi lawannya. Dia membuat Wang Zhao meringis sekaligus terkejut.
!!
Wang Zhao menatap tidak percaya ke arah Xiao Shuxiang. Padahal sebelumnya dia sudah memejamkan mata karena merasa akan dipukul dengan sangat keras. Tetapi subjek di hadapannya hanya menggunakan sentilan yang tidak seberapa.
"Tuan Xiao...?"
"Rasanya aku benar-benar menjadi orang yang baik," Xiao Shuxiang mengembuskan napas. "Walaupun aku tidak membunuhmu, tetapi kau masih harus membayar setiap perbuatanmu. Minta maaf pada mereka yang sudah kau sakiti dan jika mereka ingin menghukummu, kau harus menerima apa pun itu."
"Tuan Xiao..."
"Dan berhentilah menangis. Serius. Kau bahkan lebih cengeng dari Mo Huai,"
Wang Zhao mengangguk pelan, dia mengusap kedua pipinya dan berkata. "Aku tidak akan menangis lagi. Tuan Xiao... Aku-"
Xiao Shuxiang tersentak saat tiba-tiba pemuda ini memeluknya. Dia berkedip dan tidak lantas menghela napas, "Kau ini..."
"Aku benar-benar minta maaf, aku tidak akan melakukannya lagi." Wang Zhao berbicara dengan hati-hati, "Aku akan mendengarkan Tuan Xiao. Aku berterima kasih..."
"Sudahlah," Xiao Shuxiang mengulurkan tangan dan mengusap pelan punggung pemuda ini. "Dia anak yang punya banyak masalah. Aku yakin kesulitan hiduplah yang membuatnya jadi seperti ini. Dan mengingat bahwa Yīngxióng tidak menganggapnya jahat... Maka aku akan mencoba percaya,"
Wang Zhao dengan perlahan melepaskan pelukannya. Dia memegang kedua tangan Xiao Shuxiang dan berkata, "Apa aku boleh... Memanggilmu Shizun?"
"Kau sudah melakukannya tadi. Untuk apa bertanya lagi?"
"Mn, Tuan Xiao sangat baik. Aku benar-benar merasa bersalah karena melakukan hal yang buruk padamu.." Wang Zhao memejamkan mata sejenak sebelum dengan suara pelan berkata, "Perbuatanku... Harusnya tidak menerima pengampunan seperti ini. Tapi Tuan Xiao membuktikan bahwa kau... Lebih baik dariku."
"Sudahlah, aku tidak ingin kau menangis lagi-!" Xiao Shuxiang kaget saat tiba-tiba pemuda di depannya memuntahkan darah. Dia segera menahan tubuh Wang Zhao yang hampir tumbang.
"Kau baik-baik saja?" Xiao Shuxiang menjadi panik. Dia merasakan tubuh subjek di depannya gemetar dan wajah orang ini begitu pucat seolah sedang menahan sebuah luka dalam yang parah.
"Tidak apa, Tuan Xiao..." Wang Zhao dengan suara lemah berkata, "Aku.. Sebenarnya tidak tahu cara menyegel jalur meridian. Ja-jadi.. Kuputuskan semuanya,"
!!!
Xiao Shuxiang terkejut bukan main. Ucapan barusan terdengar bagai sambaran petir baginya dan dia kembali kaget sebab tubuh Wang Zhao terasa semakin berat.
"Nak!" Xiao Shuxiang berkata, "Kenapa kau lakukan hal gila semacam itu?! Memutuskan jalur meridianmu?! Apa kau mau mati, hah?! Dia ini tidak waras.."
"Tidak masalah..." Wang Zhao melihat kekhawatiran nampak di wajah subjek di depannya. Suara lemah saat berkata, "Aku ingin menebus kesalahanku... Aku minta maaf karena sudah melibatkan Tuan Xiao ke dalam banyak masalah."
"Wang Zhao," Xiao Shuxiang syok. Wang Zhao kembali memuntahkan darah dan tangan pemuda ini pun semakin dingin.
Memutuskan jalur meridian sama artinya dengan menghancurkan praktik kultivasi. Tidak mungkin ada orang yang berani mengambil tindakan semenakutkan ini, tetapi Xiao Shuxiang melihatnya sekarang.
"Wang Zhao! Hei..!" Xiao Shuxiang memeriksa denyut nadi pemuda ini yang semakin lemah. "Wang Zhao, kau jangan seperti ini. Jangan membuatku takut, hei..! Nak!"
__ADS_1
Xiao Shuxiang cemas. Dialah yang sudah meminta pemuda ini agar menyegel meridiannya sendiri. Dia sekarang tahu bahwa Wang Zhao benar-benar ingin meminta maaf, tetapi apa yang harus dia lakukan jika orang ini menggunakan tindakan yang paling nekat.
"Wang Zhao, bertahanlah Nak..!"
"Shizun..." napas Wang Zhao semakin lemah, tetapi dia masih memperlihatkan senyuman tipis pada Xiao Shuxiang sebelum pandangan matanya menjadi gelap.
"Wang Zhao?" Xiao Shuxiang melebarkan matanya. Dia tidak percaya bahwa pemuda ini akan tiada dengan cara seperti ini. Dadanya menjadi sangat sesak dan perasaannya bahkan lebih buruk dari sebelumnya.
"............ Wang Zhao," mata Xiao Shuxiang terpejam cukup lama. Perasaan bersalah menyelimuti hatinya dalam sekejap. Dia tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya. Ini merupakan rasa bersalah yang tidak pernah dia rasakan, bahkan di masa lalu.
Xiao Shuxiang dengan hati-hati membaringkan tubuh Wang Zhao kemudian berdiri. Ekspresi wajahnya rumit. Dia tidak pernah tahu bahwa dirinya bisa mengambil nyawa orang lain dengan cara yang tidak terbayangkan.
Xiao Shuxiang selalu membunuh dengan memakai pedang atau pun langsung menarik jantung lawan dengan tangannya sendiri, dia tidak pernah membunuh orang hanya dengan kata-kata.
"................."
Angin berhembus membawa perasaan yang sangat tidak menyenangkan. Xiao Shuxiang baru akan buka suara ketika mendengar bunyi ledakan. Dia ingat pada pertarungan Lan Guan Zhi dan berniat untuk pergi ketika sesuatu tiba-tiba terjadi.
?!
Ada tali setipis benang yang melilit kedua pergelangan tangan Xiao Shuxiang dan bahkan melilit tubuhnya. Tali ini bahkan baru terasa ketika mengencang. Dalam sekejap, ekspresi Xiao Shuxiang berubah dingin.
"Jebakan yang merepotkan. Kau luar biasa," Xiao Shuxiang menyindir subjek yang terbaring tidak bernyawa di hadapannya, sebelum mulai melihat segaris senyuman terbentuk pada sosok yang seharusnya sudah mati itu.
Wang Zhao perlahan membuka matanya. Dia menatap lembut pada Xiao Shuxiang dan mengembuskan napas, "Bukankah sangat menyenangkan bermain peran denganku?"
"Yah.. Kurasa tidak ada penjahat yang bisa melakukan hal semacam ini selain dirimu," Xiao Shuxiang memperhatikan pemuda itu yang perlahan bangun.
"Baiklah. Aku sudah memperkirakannya. Ini memang tali yang kuat," Xiao Shuxiang tidak berusaha melepaskan tali yang melilit tubuhnya sebab ingin tahu apa rencana Wang Zhao yang sebenarnya.
"Rasanya masih sakit..." Wang Zhao meringis sebelum mulai menyeringai, "Tetapi aku sangat senang. Tindakanku... Membuatku bisa merasakan pelukan hangat dari Shizun-ku ini,"
"Kau benar-benar iblis b*jingan b*ngsat sialan."
"Aku memang lahir di Sekte Lembah Iblis," Wang Zhao merapikan pakaiannya dan bahkan menepis debu yang menempel. Dia pun lantas menggerakkan tangannya dan mulai terlihat tali tipis yang tersambung dengan tali yang melilit tubuh Xiao Shuxiang.
!!
Xiao Shuxiang tersentak saat Wang Zhao berjalan sambil menarik tali yang dipegangnya. Dia pun terpaksa mengikuti langkah pemuda ini dan dengan ekspresi yang terlihat sangat kesal.
"Tuan Xiao pasti sangat marah," Wang Zhao menoleh ke arah Xiao Shuxiang dan tersenyum, "Tidak kusangka Sang Bintang Penghancur begitu mudahnya tertipu. Aku benar-benar menikmati ekspresi rasa bersalahmu tadi. Itu pemandangan yang menyenangkan,"
"..................."
"Ha ha ha, Tuan Xiao. Kau sudah hidup lama bukan? Kenapa masih begitu polos, hm? Aku jadi tidak yakin kau adalah Xiao Shuxiang Sang Bintang Penghancur yang terkenal itu."
"..................." Xiao Shuxiang tetap diam dan sama sekali tidak membalas ucapan pemuda ini. Hanya saja di dalam hati, dia begitu serius.
Xiao Shuxiang tentu tidak sepenuhnya percaya pada Wang Zhao, hanya saja firasatnya yang tidak nyaman sebenarnya bukan karena pemuda ini---melainkan karena Bocah Pengemis Gila yang tidak pernah terlihat.
Dia tahu bahwa Bocah Pengemis Gila dan Yi Wen berjalan-jalan di Kota Awan Dingin, tetapi semenjak kekacauan terjadi dan bahkan saat dirinya datang ke tempat ini---Bocah Pengemis Gila maupun Yi Wen tidak datang menemuinya.
Xiao Shuxiang merasa bahwa tidak terlihatnya Bocah Pengemis Gila mempunyai hubungan dengan Wang Zhao. Pemuda ini mungkin melakukan sebuah trik untuk menjebak orang lain dan dia sudah membuktikannya sekarang.
Sebenarnya Xiao Shuxiang dalam hal ini hanya berpura-pura masuk ke jebakan Wang Zhao agar dia bisa tahu tujuan sebenarnya dari orang ini. Mungkin saja... Dia akan dibawa ke tempat di mana Bocah Pengemis Gila berada.
"Aku harus menemukan orang itu bagaimanapun caranya. Bocah Pengemis Gila meski sangat menyebalkan, tetapi dia adalah pendekar yang hebat. Dia juga mempunyai hubungan dengan Alam Kultivasi Atas dan itu berarti dia tahu banyak tentang orang ini. Jika Bocah Pengemis Gila sampai tertangkap, berarti pemuda di depanku ini mempunyai rencana yang besar dan tidak main-main."
Xiao Shuxiang bernapas pelan, "Tidak masalah jika harus terikat. Aku bisa meledakkan tubuh ini dan bangkit kembali dengan Roh Phoenix Api. Yang terpenting sekarang... Mari kita ikuti permainanmu, Wang Xuan Zhao."
"Kau ingin bermain sandiwara, huh?" Xiao Shuxiang tetap menjaga ekspresi wajahnya ketika membatin. "Yang Mulia ini akan memperlihatkannya padamu,"
*
*
"Sudah hari ke berapa sekarang?" ini sudah kesekian kalinya Yi Wen mengajukan pertanyaan yang sama.
__ADS_1
Di tempat ini... Selain pemuda yang tidur begitu santai di sampingnya dan jeruji yang dialiri petir itu---tidak ada lagi yang lain. Bahkan entah bagaimana nasib Mo Huai sekarang. Dia merasa bahwa pemuda itu kemungkinan sudah tewas di suatu tempat mengingat dia pernah mendengar suara teriakan pemuda tersebut.
"Yi Wen, apa tidak ada makanan?"
Yi Wen menoleh mendengar suara ngantuk yang rupanya berasal dari Bocah Pengemis Gila. Pria yang begitu santainya tidur ini baru saja bangun dan membuatnya kesal.
"Kupikir kau sudah mati," Yi Wen meledek. Dia tersentak ketika subjek di sampingnya dengan begitu santai menendangkan kaki ke arahnya. Dia menatap sosok ini dan membentak, "Kau ini sangat tidak sopan!"
"Siapa duluan yang memulainya?" Bocah Pengemis Gila mengusap matanya perlahan meski kedua tangannya masih terikat. Dia pun menguap sebelum akhirnya berkata, "Aku ini lapar Yi Wen. Sudah setahun aku tidak makan,"
"Setahun bokongmu?!" Yi Wen merutuk, "Kita baru beberapa hari di sini dan jika kau sungguh ingin keluar---maka coba berusahalah untuk melepaskan ikatanmu. Kau kan Pilar Dunia,"
"Terlepas dari gelar semacam itu.. Aku ini hanya pendekar biasa." Bocah Pengemis Gila mulai bangun dan memperbaiki posisi duduknya. Dia menghela napas, "Kau pikir aku tidak berusaha? Asal tahu saja, aku ini adalah orang yang paling tidak suka harus terkurung lama bersama makhluk sejenis dirimu."
Yi Wen tersentak, bibir atasnya bergerak saat dia berkata. "Kau mulai lagi,"
Yi Wen menggeleng pelan dan berkata, "Seharusnya aku yang bilang begitu. Aku ini sama sekali tidak suka harus terperangkap hanya berdua dengan seorang pria. Kau bisa saja mengambil keuntungan dari tubuhku,"
Bocah Pengemis Gila merinding, "Siapa juga yang mau?! Kau membuka baju dan melebarkan kaki pun aku tidak akan tertarik. Maaf saja, kau bukan tipeku."
"Oh, benarkah? Lalu siapa yang dua hari lalu memelukku dalam tidurnya, bahkan sampai mengigau. Apa kau lupa?"
"Tidak mungkin! Ba-bagaimana bisa--" Bocah Pengemis Gila kaget. Dia protes, "Aku bukan orang yang seperti itu tahu!"
"Hah, apa aku harus membongkar semua aibmu selama beberapa hari ini?" Yi Wen menatap Bocah Pengemis Gila dan membuat pria itu kembali berbaring serta pura-pura tidur.
Melihat tingkah subjek ini membuat Yi Wen menggeleng dan menghela napas. Dia pun berkata, "Kau harusnya membantuku berpikir. Bocah Pengemis Gila? Apa kau serius akan tidur lagi?!"
"Ini caraku untuk menahan lapar. Jangan ganggu,"
"Kau terus tertidur dalam waktu lama. Kau membuatku terus berjaga. Setidaknya bangun dan temani aku bicara. Apa pun itu, aiih.."
"..................."
"Bocah Pengemis Gila, kau sangat keterlaluan. Menyebalkan!"
Mata Bocah Pengemis Gila terbuka tiba-tiba, kilat berwarna keemasan terlihat di matanya ketika dia kembali bangun dan menatap ke arah jeruji besi yang dialiri petir tersebut.
"Aku mendengar suara," ekspresi serius nampak di wajah Bocah Pengemis Gila dan membuat Yi Wen tegang.
"Apa orang-orang berjubah hitam itu kembali?"
"Ini... Langkah kaki dua orang,"
!!
Yi Wen menelan ludah. Dia sebelumnya sudah banyak mendengar suara samar-samar yang seperti pertarungan, namun suara itu terasa jauh sekali. Dia tidak tahu apa yang terjadi di luar gua ini, tetapi kondisi sepertinya tidak baik-baik saja.
Suara langkah kaki itu semakin dekat dan Yi Wen pun berusaha berdiri. Dia berjalan sedikit lebih dekat, namun tidak bisa melihat sosok yang berjalan itu. Belum lagi, suara langkah kaki tersebut kian menjauh.
"Tunggu--Hei..! Keluarkan kami dari sini..!" Yi Wen berseru, berusaha memanggil-manggil siapa pun yang berjalan di luar tadi. Dia sangat kesal dan sedih di saat yang bersamaan.
"Ba-bagaimana ini. Mereka pergi.." Yi Wen berbalik dan melihat Bocah Pengemis Gila yang hanya duduk tanpa melakukan apa pun. Urat menegang di dahi Yi Wen ketika dia merutuk, "Apa aku harus terkurung di tempat ini selamanya? Dengan orang gila sepertinya?! Tsk, apa tidak ada sesuatu yang bisa dipakai di sini?"
Yi Wen berjalan dan mencari semacam pintu rahasia atau apa pun yang bisa merubah situasinya sekarang. Dia sudah melakukannya ini berulang kali, tetapi masih belum menyerah.
Bocah Pengemis Gila memperhatikan Yi Wen dan buka suara. Dia berkata, "Hentikanlah apa pun yang kau lakukan dan duduk saja di sini dengan tenang. Kau memeriksa setiap sudut tempat ini pun, tidak akan menemukan apa-apa."
"Kau ingin aku menerima takdir terkurung di sini selamanya?!" Yi Wen protes, "Aku tidak akan pernah mau. Aku pasti akan keluar dari tempat ini meskipun harus mati,"
"Tenanglah, Yi Wen. Kita akan keluar dan itu tidak akan lama lagi,"
Yi Wen tersentak dan menoleh ke arah Bocah Pengemis Gila, "Apa maksudmu? Apa kau sudah menemukan caranya?!"
"................ Tunggulah. Firasatku tidak pernah salah. Seseorang akan segera datang,"
******
__ADS_1