![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Zhi Shu tidak terlalu lama berada di dalam ruangan Lan Guan Zhi. Meski dia sangat senang karena bisa dekat dengan pemuda tampan tersebut, namun dirinya tetap tidak melanggar batas privasi yang ada.
Setelah tujuannya selesai dia utarakan, Zhi Shu berdiri dan pamit pada Lan Guan Zhi. Tidak lupa Zhi Shu kembali berkata bahwa dirinya dapat dimintai bantuan kapan pun itu. Di Istana Seribu Pedang ini, hanya dia seoranglah murid Sekte Kupu-Kupu dan Lan Guan Zhi mengenalnya dengan cukup baik.
Di sisi lain, Tetua Jin Yufeng dan Tetua Murong benar-benar memberi hukuman berat pada para murid mereka. Sayang, Jian Yang tidak ikut mendapat hukuman itu karena masih belum sadarkan diri.
Masalahnya, apa yang dikatakan Zhi Shu benar. Seberat apa pun hukuman yang diberikan pada para murid berandalan itu, mereka tetap saja tidak menyukai Lan Guan Zhi. Ketidak-sukaan mereka justru semakin hari, makin bertambah.
Lan Guan Zhi memang memikirkan ucapan Zhi Shu dan juga melihat kondisi para murid Istana Seribu Pedang. Dia merasa memang perlu untuk menjauh sementara waktu dan membiarkan para murid itu tenang.
Lan Guan Zhi sudah memutuskan untuk pergi ke Pulau Yín Jiàn. Dia bahkan telah diberi izin oleh para tetua dan pergi saat malam hari. Zhi Shu sendiri menunggunya di gerbang Istana Seribu Pedang.
Gadis itu memakai jubah hitam dengan tudung. Dia juga membawa jubah senada di tangan dan menyerahkannya pada Lan Guan Zhi saat pemuda itu telah berada di dekatnya.
Mereka tidak diantar oleh siapa pun. Lan Guan Zhi dan Zhi Shu hanya pergi berdua dan tanpa memberi tahu pada para murid Istana Seribu Pedang. Hanya beberapa tetua yang tahu mereka meninggalkan tempat ini.
Malam itu bulan bersinar cukup terang dan menjadi penerang dari langkah Zhi Shu. Dia bernapas pelan, "Aku sama sekali tidak menyangka akan melakukan ini. Kudengar Alam Kultivasi Atas dekat dengan gerbang roh dan iblis. Dalam buku yang kubaca, kultivator di sini memang hidup berdampingan dengan mereka dan ada waktu-waktu tertentu di malam hari di mana muncul anomali."
Zhi Shu memperingatkan, "Tetaplah berhati-hati, Tuan Muda Lan. Kita tidak tahu kapan anomali itu muncul,"
Lan Guan Zhi mengangguk pelan. Dia sebenarnya juga sudah tahu bahwa Alam Kultivasi Atas dekat dengan dunia roh dan iblis. Tetapi dirinya tidak mengatakan apa pun dan lebih membiarkan Zhi Shu bicara.
Mereka berdua berjalan di dalam hutan. Lan Guan Zhi membawa dua pedang. Yang satu merupakan senjata dari Istana Seribu Pedang dan satunya lagi adalah pedang pusakanya, Shǎndiàn.
Zhi Shu juga membawa sebuah pedang. Busur es-nya sendiri berada di dalam Cincin Spasial yang dia kenakan. Dia pun tidak henti-hentinya menjelaskan tentang Pulau Yín Jiàn yang dirinya ketahui pada Lan Guan Zhi.
"Pulau Yín Jiàn itu sangat ramai. Aku mendengar bahwa banyak kota besar di sana. Entah fakta ini benar atau tidak .... Namun luas pulau itu setara dengan wilayah Kekaisaran Matahari Terbit. Ehm... Tuan Muda Lan? Apa aku terlalu banyak bicara?"
Zhi Shu menjadi tidak enak, "Anda pasti kurang nyaman dengan gadis cerewet sepertiku, yah? Aku sebenarnya gadis yang pendiam, namun saat gugup .... Aku bisa jadi cerewet. Ehm.. Hehe, tolong maafkan aku."
"Bukankah kita sepakat untuk tidak mengucapkan maaf dan terima kasih? Jadi Nona Shu tidak perlu merasa tidak enak,"
Zhi Shu berkedip, dia tertegun cukup lama dan ngotot yakin bahwa dirinya barusan sama sekali tidak mendengar suara gumaman. Lan Guan Zhi bicara dengan nada yang santai dengannya. Ini terlalu indah untuk jadi kenyataan!
!!
__ADS_1
Zhi Shu menarik tudungnya agar wajah cantiknya yang bersemburat kemerahan tersembunyi. Dia menjadi salah tingkah dan berkata, "Tu-Tuan Muda Lan tidak boleh bicara sesantai ini denganku. A-aku benar-benar akan berpikir bahwa Anda menyukaiku. Ja-jadi bicara yang biasa saja,"
"Aku tidak membenci Nona Shu."
"Tuan Muda Lan. Ini benar-benar Anda, kan? Aku sangat gugup sampai tidak tahu lagi apa jantungku ada di dalam dada atau di telinga. Aku benar-benar gugup,"
Lan Guan Zhi berkedip dan menyingkap tuduh pada jubahnya. Ekspresi wajahnya tenang saat dia menoleh ke arah Zhi Shu. Dia pun berkata, "Nona Shu gadis yang jujur...."
Lan Guan Zhi melanjutkan dan kali ini nada suaranya terdengar dingin, "Apa kau ingin aku bicara seperti ini?"
Zhi Shu tersentak mendengarnya dan spontan mengangguk, "Itu jauh lebih baik. Tuan Muda Lan bisa bicara padaku sama seperti Anda bicara pada saudara Xiao. Itu akan jauh lebih nyaman untukku,"
"Tapi ...." Lan Guan Zhi dengan tenang berkata, "Aku selalu lembut pada Shuxiang,"
Zhi Shu nyaris tersandung akar pohon karena mendengar ucapan Lan Guan Zhi barusan. Dia bahkan tidak merasakan detakan jantungnya lagi. Rasanya seperti organ dalamnya itu runtuh dengan suara 'gedebuk' yang keras.
"Tuan Muda Lan ...." Ekspresi wajah Zhi Shu agak pucat, "Aku sebenarnya tidak ingin menanyakan ini. Tapi jika tidak kulakukan, seumur hidup aku akan terganggu. Anda .... Dan saudara Xiao-ku, kalian tidak punya hubungan yang seperti 'itu', kan?"
"Mn? Hubungan yang seperti apa?" Lan Guan Zhi fokus kembali melihat jalan di depannya. Di dekatnya Zhi Shu masih nampak pucat.
"Nona Shu terlalu melebih-lebihkan."
"Tapi memang itu kenyataannya. Di Benua Timur, mulai dari masyarakat di Kekaisaran Matahari Terbit hingga Kekaisaran Matahari Terbenam tahu mengenai hubungan Anda dengan saudaraku. Kemudian di Benua Tengah, para murid Sekte Pagoda Langit tidak ada yang tidak mengetahuinya. Belum lagi di Benua Utara, dua Kekaisaran Salju tidak luput membicarakan kalian." Zhi Shu menarik napas dan mengembuskannya pelan, "Itulah sebabnya aku merasa tidak enak. Rasanya jika aku bersama Tuan Muda Lan.... Aku seperti telah berkhianat pada saudaraku."
Lan Guan Zhi mengembuskan napas dan entah mengapa merasakan denyut sakit di keningnya. Dia tahu bahwa para murid Sekte Kupu-Kupu nakal dan sangat suka bertindak seenaknya. Tapi sungguh, apa Zhi Shu benar-benar menganggap rumor tentangnya dan Xiao Shuxiang adalah sungguhan?
"Tuan Muda Lan? Anda sungguh tidak memiliki hubungan terlarang dengan saudara Xiao-ku, kan?" Zhi Shu bersuara pelan, "Aku benar-benar merasa bersalah jika kalian ternyata memilikinya,"
Lan Guan Zhi yakin, memang ada yang salah dengan isi kepala gadis cantik di sampingnya ini. Zhi Shu jelas-jelas tahu kebenarannya, tetapi masih menanyakan hal yang sudah jelas jawabannya.
Lan Guan Zhi tidak ingin mengatakan apa pun. Dia tidak mau menjawab pertanyaan Zhi Shu. Rasanya jika dia memberikan pembelaan, gadis ini kemungkinan akan mengartikannya lain. Sekte Kupu-Kupu itu .... Diisi oleh murid yang tidak tahu malu.
Lan Guan Zhi melihat Zhi Shu menunduk sambil berjalan, dia pun berkata dengan suara yang rendah. "Nona Shu merasa tidak enak karena takut dekat denganku? Atau takut aku adalah orang yang aneh?"
Zhi Shu terkejut mendengarnya dan spontan menengadah. Dia membeku saat melihat ada kesedihan yang samar pada tatapan mata Lan Guan Zhi. Dia yang sadar langsung terperangah dan lalu menutup mulutnya.
__ADS_1
Zhi Shu menggeleng dan melambaikan tangan, "Bu-bukan seperti itu..! Aku sama sekali tidak berpikir bahwa Tuan Muda Lan adalah pemuda yang aneh..! Tolong jangan salah paham. Aku menyukai Anda dan saudara Xiao...! Mau hubungan kalian seperti apa pun, aku tetap suka! Aku ini sangat mengagumi kalian..!"
"Oh ...."
"Tuan Muda Lan," Zhi Shu hampir menangis saat mendapat respon demikian dan melihat Lan Guan Zhi berjalan mendahuluinya, "Tunggu...! Aku tidak bermaksud menyakiti Anda,"
".........." Lan Guan Zhi tidak merespon dan kembali memasang tudungnya. Dia membuat Zhi Shu semakin kelabakan.
"Tuan Muda Lan, aku tidak akan bicara hal yang aneh-aneh lagi. Tolong jangan sakit hati karena ucapanku. Aku suka pada Anda, jadi jangan membenciku. Kita berteman, kan? Iya, kan? Aku tidak pandai membujuk, tapi katakan apa pun yang Tuan Muda Lan inginkan asalkan Anda tidak lagi membenciku," Zhi Shu kelabakan karena tidak bisa meminta maaf disebabkan kesepakatan antara dirinya dengan pemuda tampan ini.
Di sisi lain, Lan Guan Zhi hanya fokus pada jalan di depannya. Dia sebenarnya sengaja ingin memberi pelajaran pada gadis ini agar merasa bersalah. Hanya ini cara yang paling efektif untuk mengatasi murid dari Sekte Kupu-Kupu.
Lan Guan Zhi dan Zhi Shu membutuhkan waktu hingga matahari terbit untuk keluar dari hutan wilayah Istana Seribu Pedang. Mereka kembali memasuki hutan dan benar-benar berhasil keluar setelah dua hari perjalanan. Beruntung tidak ada anomali yang mereka temukan meski perjalanan itu sedikit diganggu oleh Demonic Beast berwujud serigala.
Lan Guan Zhi dan Zhi Shu tentu bisa dengan mudah mengalahkan Demonic Beast tersebut. Mereka sama sekali tidak terluka. Keduanya bahkan bisa bekerja sama dengan baik.
Di Sekte Lautan Awan sendiri, saat hari keberangkatan para murid ke Konferensi Aliansi Abadi semakin dekat----Para Tetua Gunung Puncak Suci mengadakan rapat bersama murid terbaik masing-masing, Mo Huai pun diikutkan.
Lokasi mereka mengadakan rapat tentu di kediaman para Tetua Gunung Puncak Suci sehingga Sekte Lautan Awan berada dalam kekosongan pengawasan para Tetua.
Hal ini biasa terjadi dan sebelumnya tidak ada masalah, lagipula rapat itu juga tidak berlangsung lama. Hanya saja, tidak seharusnya mereka lengah. Kondisi yang terlalu damai selalu menjadi awal mulai dari sebuah bencana.
"Mm...? Jadi ini, Sekte Lautan Awan?"
Suara samar seorang gadis terdengar. Sebuah langkah ringan terlihat menapak keluar dari dalam hutan Sekte Lautan Awan bagian timur.
Sosok tersebut mempunyai kaki yang putih mulus dengan lukisan ular kalajengking pada paha kanannya. Pakaian berwarna ungu gelap miliknya nampak mengombak diterpa angin.
Gadis itu mempunyai mata yang indah. Dia memperhatikan dua murid Sekte Lautan Awan yang sedang berjaga di depan sebuah pintu gerbang. Perlahan, segaris senyum terlihat di wajah cantiknya.
"Kalian. Bunuh mereka,"
Lesatan cahaya hitam mengiringi nada suara yang cantik itu dan langsung menyerang murid Sekte Lautan Awan yang tengah berjaga.
******
__ADS_1