![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Wen Rouhan, wanita tua yang merupakan salah satu dari kepala pelayan Sekte Lautan Awan terlihat sedang memperhatikan beberapa pemuda yang sedang sibuk membahas sesuatu sambil salah seorang di antara mereka menempa pedang.
Wen Rouhan memegang nampan berisi gelas kayu dan teko. Dia pun berjalan tenang menghampiri para pemuda itu yang nampak sangat serius.
"Aaah..! Kenapa susah sekali..!" seorang pria berdecak kesal dan sampai menjambak rambutnya.
Wen Rouhan menggeleng, "Untuk apa menempa pedang di tempat terbuka seperti ini? Kalian melakukan tindakan yang aneh. Pesan saja pedang jika kalian mau,"
"Nyonya Wen..." Wang Zhao memberi hormat dan segera membantu Wen Rouhan. Dia berterima kasih karena wanita tua ini sudah membawakan air minum untuk mereka.
"Lima hari belakangan ini kalian selalu melakukan hal yang sama. Bukankah itu membuang-buang waktu?" Wen Rouhan memperhatikan pemuda yang tidak lain adalah Jian Yang.
Wen Rouhan kembali berkata, "Pedang pusaka tidak bisa ditempa oleh sembarang orang. Kau tahu, kan?"
Jian Yang mengembuskan napas, dia menatap Wen Rouhan dan berkata. "Mau bagaimana lagi. Kami pergi kota untuk mencari penempa yang hebat, tapi orang itu menyuruh kami menunggu selama 3 bulan."
"Kalau begitu, maka tunggu saja."
"Nyonya Wen," Li Huanshou yang juga ada di tempat tersebut berkata, "Itu terlalu lama dan pedang ini harus segera diperbaiki,"
"Coba kulihat,"
Jian Yang memberikan pedang yang sama sekali tidak mengalami perubahan dari hasil tempaannya pada Wen Rouhan. Dia melihat wanita tua tersebut berdecak beberapa kali.
Wen Rouhan berkata, "Ini pedang milik siapa?"
"Pedang tuan Xiao," Wang Zhao menjawab dan dianggukan juga oleh Jian Yang dan Li Huanshou.
"Apa kalian tidak meminta bantuan tetua sekte untuk memperbaiki benda ini?" Wen Rouhan mengembalikan pedang di tangannya kepada Jian Yang.
"Para tetua masih sibuk dan mereka pun masih dalam kondisi pemulihan. Kami tidak bisa mengganggu mereka sekarang," Jian Yang menjawab dan kembali berkata, "Kami juga sudah meminta bantuan pada nona Yun Qiao Yue, tapi nona Yun berkata dia tidak bisa memperbaiki senjata."
"Sebenarnya aku heran karena saudara Xiao ternyata memakai Pedang Pusaka dan bukannya Pedang Spiritual..." Li Huanshou berujar, "Padahal jika saja ini Pedang Spiritual.... Maka mustahil bisa rusak,"
"Yaah, praktik saudara Xiao kan masih serendah itu. Jadi bagaimana bisa dia memakai Pedang Spiritual," Jian Yang mendesah pelan, "Padahal dia pemuda yang menurutku sangat hebat."
Wen Rouhan baru saja akan bicara saat dia melihat Ling Qing Zhu, Mo Huai dan Lan Guan Zhi yang berjalan ke arahnya. Ketiga orang itu begitu sopan memberi hormat dan menyapanya.
"Mo Huai, bagaimana keadaan saudara Xiao-ku?" Jian Yang bertanya.
Mo Huai menggeleng dan berujar dengan sedih, "Tuan muda Xiao sama sekali tidak membuka pintu kamarnya. Kurasa .... Dia benar-benar terpukul karena kondisi dari pedangnya itu,"
Li Huanshou menggeleng, "Padahal ini hanya pedang pusaka--"
"Yīng xióng bukan pusaka biasa." Lan Guan Zhi menyela, nada suaranya terdengar tidak senang.
__ADS_1
Mo Huai berusaha menjelaskan, "Aku sebenarnya tidak tahu banyak. Tapi .... Yīng xióng adalah pedang yang sangat berharga bagi tuan muda Xiao. Yīng xióng pusaka yang hebat dan tidak ada duanya."
"Tapi .... Sehebat apa pun itu .... Ini tetap bukan Pedang Spiritual," Jian Yang berujar hati-hati dan membuat Ling Qing Zhu, Lan Guan Zhi serta Mo Huai menatapnya.
Mo Huai bertanya, "Memang apa bedanya?"
Wen Rouhan menjawab. "Pedang Pusaka bisa rusak, sementara Pedang Spiritual hanya akan rusak jika pemiliknya telah tiada."
Jian Yang mengangguk pelan, penjelasan Wen Rouhan benar-benar langsung pada intinya. "Tidak banyak kultivator yang bisa membuat Pedang Spiritual. Ini juga bergantung pada bakat orang tersebut,"
"Itu benar," Li Huanshou menambahkan, "Ada kultivator yang meskipun praktik kultivasinya tinggi----namun dia tidak bisa membuat Senjata Spiritual. Tetapi ada juga yang hanya murid biasa, namun sudah memiliki Senjata Spiritual."
"Semua memang tergantung pada bakat dan keberuntungan setiap orang. Karena memang Senjata Spiritual ini hanya bisa dibuat oleh kultivator untuk dirinya sendiri," Wen Rouhan menambahkan.
Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu baru tahu tentang Senjata Spiritual. Sebelum ini, mereka hanya mengetahui bahwa tingkatan senjata di bagi dalam tiga jenis. Pertama dan yang paling rendah adalah Senjata Biasa. Kedua, merupakan Pusaka Bumi dan yang ketiga serta paling langka yang pernah ada ialah Pusaka Langit.
Ada pun untuk Lan Guan Zhi sendiri, dia mempunyai Shǎndiàn yang merupakan jenis Pusaka Abadi. Tentu senjatanya itu berbeda dengan Pusaka Spiritual karena Shǎndiàn memiliki wujud bagai pedang tua karatan dan hanya bisa digunakan oleh Lan Guan Zhi seorang.
Mo Huai sendiri baru akan bicara kembali saat dia melihat Yan Tianhen berjalan mendekat. Pemuda itu terlihat membawa sebuah benda berbentuk bata yang membuat Mo Huai menyipitkan matanya.
"Saudara Yan," Jian Yang berujar saat melihat Yan Tianhen.
"Aku membawanya. Besi ini cukup sulit ditemukan, tapi akhirnya aku berhasil." Yan Tianhen memberikan benda di tangannya pada Jian Yang. Dia terlihat tersenyum karena berhasil mendapatkan benda yang sudah lama mereka cari.
"Ini memang milik Shizun-ku," Yan Tianhen mengembuskan napas, "Aku berhasil mencuri--maksudku mengambilnya tanpa seizin Shizun. Ini menegangkan sekali,"
Wen Rouhan mendengar kata 'mencuri' sebelumnya dan dia memperhatikan sosok pemuda di hadapannya. "Kau Tuan Muda Yan Tianhen, kan? Kau adalah murid nomor satu Gunung Puncak Sheng. Bagaimana bisa kau mencuri benda milik Shizun-mu?"
Lan Guan Zhi, Ling Qing Zhu dan Mo Huai pun tidak habis pikir Yan Tianhen akan melakukan tindakan yang begitu berani.
Ling Qing Zhu, "Sebaiknya dikembalikan."
"Mn, tidak baik memakai benda curian untuk memperbaiki pedang Shuxiang." Lan Guan Zhi berpendapat dan disetujui oleh Mo Huai.
Jian Yang berkata, "Ini bukan masalah. Lagipula yang kita perbaiki adalah pedang milik saudara Xiao. Tetua Wang Jing Li pasti tidak akan keberatan,"
"Mn," Yan Tianhen mengangguk setuju. "Meskipun terlihat tegas dan berwajah menyeramkan, tapi Shizun-ku adalah pria yang baik. Apalagi, saudara Xiao sudah banyak menolong sekte ini. Jadi ini sama sekali bukan masalah besar,"
"Bagaimana jika tetua Wang Jing Li mencari besi hitam itu?" Mo Huai berujar gugup, "Aku .... Bukannya tidak percaya, tapi .... Aku khawatir jika tuan muda Xiao malah terlibat masalah karena sepotong besi hitam itu."
Wang Zhao mengangguk setuju, "Ada baiknya kita tanyakan dulu pada tetua Wang. Jika mendapat izin, maka baru dipakai."
Jian Yang dan Li Huanshou menghela napas berat. Kedua pemuda itu merasa bahwa teman-teman baru mereka adalah anak yang terlalu baik.
Yan Tianhen mengembuskan napas, dia sudah bersusah payah mengambilnya secara diam-diam dan justru Wang Zhao malah memintanya agar menemui Shizun-nya untuk meminta izin.
__ADS_1
Yan Tianhen memang pemuda yang sebenarnya mempunyai sikap berwibawa dilihat dari penampilan dan wajahnya. Tapi fakta membuktikan bahwa dia merupakan murid yang bisa juga melakukan tindakan tidak terduga seperti ini.
"Aku akan menemanimu," Lan Guan Zhi menawarkan diri untuk membantu Yan Tianhen untuk pergi ke tempat tetua Wang Jing Li. Dia pun berjalan dan disusul juga oleh Wang Zhao.
Selama ini, Yan Tianhen, Lan Guan Zhi dan yang lainnya termasuk juga Ling Qing Zhu sedang berusaha untuk memperbaiki pedang Xiao Shuxiang.
Mereka sebelumnya sudah berulang kali pergi ke kamar Xiao Shuxiang dan membujuk pemuda itu untuk keluar. Tapi jangankan menampakkan wajahnya, Xiao Shuxiang bahkan jarang menyahut ketika dipanggil. Teman-temannya yakin, dia memang sedang merajuk.
Ling Qing Zhu pernah membawakan pangsit buatannya untuk Xiao Shuxiang, namun Wali Pelindungnya itu memintanya agar meletakkan makanan tersebut di depan pintu.
Tentu saja, sikap Wali Pelindungnya ini membuat Ling Qing Zhu syok dan merasa tidak nyaman. Jika hanya sehari, dia bisa mentolerir ini-----tapi pemuda itu sudah lebih dari seminggu mengurung diri di dalam kamar. Bahkan dibujuk Lan Guan Zhi pun sama sekali tidak memberikan pengaruh. Rasa-rasanya, Xiao Shuxiang sedang patah hati dan seperti kehilangan bagian dari jiwanya.
Teman-teman Xiao Shuxiang tidak tahu, bahwa sebenarnya dia mengurung diri bukan karena Yīng xióng----tetapi karena hal yang lain.
Xiao Shuxiang memang sedikit sedih karena kehilangan pedang yang sudah menemani perjalanannya selama ini, tapi kesedihan itu hanya beberapa saat sebelum dia fokus pada masalah lain.
"..............."
Selama mengurung diri di dalam kamar, Xiao Shuxiang fokus pada pemulihan luka-luka di tubuhnya dan sekaligus mempelajari lembaran dari Kitab Pembunuh Matahari yang dia dapatkan.
"..............."
Ada satu bab yang lengkap di tangannya saat ini dan itu dia dapatkan dari markas Nyonya Upacara saat dia dahulu pernah terlibat dalam sebuah Festival Hantu.
Kupu-kupu dengan sayap putih terlihat hinggap di atas sebuah kuas, tepat di meja Xiao Shuxiang. Teman Kecilnya itulah yang menemaninya selama ini.
"..... Sudah seminggu lebih aku membaca gulungan ini dan sampai sekarang masih tidak percaya bahwa ini adalah tulisan tangan manusia,"
"Tuan, apa Anda akan memperlajarinya? Anda pernah mengatakan .... Tidak akan mempelajari benda itu,"
"Aku tahu, Teman Kecil. Aku memang pernah berkata bahwa aku tidak akan mempelajari kitab ini sebelum lengkap. Tapi kondisi yang waktu itu dengan yang sekarang sangat berbeda."
"Tuan...."
"Aku tahu kekhawatiranmu. Aku akan berhati-hati." Xiao Shuxiang berujar pelan, "Kitab ini sangat berbahaya dan jika aku berhasil mempelajarinya----Hidupku tidak akan bisa sedamai ini lagi. Tapi kau tahu, bukan waktunya memikirkan hal itu. Lagipula, hidupku memang jarang sekali bisa berjalan dengan damai."
Xiao Shuxiang mengembuskan napas. Ekspresi wajahnya tenang, tetapi sorot matanya tajam. "Pria itu kuat. Yīng xióng saja bisa dengan mudah dikalahkan. Jika aku bertemu lagi dengannya dan kami terlibat pertarungan----keadaan pasti tidak akan menguntungkan bagiku."
"Tapi jika Anda mempelajari gulungan itu dan orang lain tahu bahwa itu adalah bagian dari Kitab Pembunuh Matahari--"
"Aku akan diincar oleh seluruh kultivator di Alam Kultivasi Atas ini," Xiao Shuxiang menyela. "Tidak masalah. Siapa pun yang datang dengan niatan ingin memiliki benda ini----maka jangan harap dia akan mengalami kematian yang mudah."
Xiao Shuxiang mengepalkan tangannya, "Aku memang berusaha memperbaiki diri dan sebisa mungkin menjadi manusia yang lebih baik. Tapi jika ada yang berani mengusik Xiao Shuxiang, maka jangan salahkan jika aku kembali membuat kekacauan."
******
__ADS_1