KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
142 - Permulaan Konferensi


__ADS_3

Tetua Chen Duan Shan, "Kau pergilah. Setelah mendapatkan kabar, segera beri tahu aku."


"Baik, Shizun." murid Istana Seribu Pedang itu menyatukan kedua tangannya dan memberi hormat. Dia pun berjalan pergi.


Tetua Jing Yufeng menatap Chen Duan Shan dan berujar pelan, "Apa Konferensi ini tetap akan dilanjutkan? Rombongan dari tetua Lembah Cahaya Surgawi belum juga tiba,"


"Ini adalah konferensi yang sudah lama ditunggu. Bagaimana aku bisa meminta mereka membatalkannya?" Tetua Chen Duan Shan mengembuskan napas, "Ada atau tidaknya rombongan tetua Lembah Cahaya Surgawi----pertandingan akan tetap berlangsung."


Tetua Chen Duan Shan menatap Tetua Jing Yufeng dan kembali berkata, "Aku ingin meminta bantuanmu."


"Tetua silahkan katakan,"


"Kau pimpin beberapa murid dan cari tahu lebih banyak informasi tentang apa yang disampaikan Tao Ming tadi. Bantu dia dan ajak juga tetua Murong untuk melakukan tugas ini denganmu. Aku benar-benar tidak tenang. Aku merasa ini berhubungan dengan kelompok orang-orang jahat itu,"


Tetua Jing Yufeng mengangguk pelan. Tidak perlu dikatakan siapa orang-orang jahat yang dimaksud Tetua Chen Duan Shan, itu jelas adalah Sekte Aliran Hitam dan yang paling banyak menimbulkan kecurigaan ialah adanya campur tangan dari Sekte Lembah Iblis.


"Kalau begitu aku pamit, Tetua."


"Mn, berhati-hatilah."


"..............." Xiao Shuxiang menelan ludah dan meminum air dengan pelan. Dia agak cemas jika apa yang dipikirkannya benar-benar menjadi kenyataan.


Jujur saja. Terakhir yang Xiao Shuxiang ingat adalah dia menang melawan Tetua Meng Hao Niang dalam pertandingan minum arak. Setelah itu, dia minum beberapa kendi lagi dan mulai tertidur.


"..............." Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan memikirkannya. Dia tertidur cukup lama dan sangat nyenyak, dirinya sampai tidak sadar dibawa pulang oleh Zhi Shu.


Kemudian, yang Xiao Shuxiang ingat. Dia memimpikan beberapa hal yang terkait dengan masa lalunya. Itu mimpi yang menegangkan dan luar biasa.


Sebuah mimpi yang berkaitan dengan masa jayanya yang penuh pertumpahan darah. Xiao Shuxiang bahkan tidak perlu mempedulikan tentang moralitas dan sebagainya. Dia bebas berbuat apa pun dan tidak ada yang berani membicarakan hal buruk tentangnya. Namanya sendiri bahkan terdengar sebagai 'kematian' di telinga orang lain.


Masa-masa yang sangat mengagumkan, tetapi juga sepi dan penuh bahaya. Xiao Shuxiang memang ditakuti, tapi karena hal itu jugalah hingga banyak orang yang bekerja sama dan berusaha membunuh dirinya. Dia bahkan tidak berani menaruh kepercayaan pada siapa pun dan tidak ada orang yang benar-benar bisa membuat Xiao Shuxiang menganggapnya sebagai teman.


"Shuxiang?" Ling Qing Zhu sejak tadi merasa ada yang aneh dengan Wali Pelindungnya. Sejak terbatuk-batuk tadi, pemuda di sampingnya ini tidak lagi mau menyentuh makanan.


"Kau tidak makan?"


"Selera makanku langsung hilang, Kucing Putih." Xiao Shuxiang menjawab pelan dan kembali menuangkan arak pada cawan miliknya.


Xiao Shuxiang memandang ke bawah dan memperhatikan para peserta konferensi. Tatapan matanya pun tertuju pada sosok Lan Guan Zhi yang duduk dengan postur tubuh yang tenang serta penuh wibawa.


Teman baiknya itu terlihat menutup mata dan masih belum membukanya sama sekali. Xiao Shuxiang sebenarnya sudah memperhatikan sebelumnya dan kini yakin bahwa Lan Guan Zhi benar-benar menutup mata agar tidak melihat para penari yang begitu lihai menggerakkan tubuh mereka.

__ADS_1


Di kursi yang lain, Mo Huai nampak menundukkan kepala dan sama sekali tidak berani menoleh atau menengadah ke atas. Pemuda itu seakan tenggelam dalam pikirannya sendiri.


Jian Yang dan Li Huanshou beda lagi. Mereka nampak sangat menikmati hiburan yang disajikan tepat di depan mata. Sayang sekali minuman yang diberikan pada keduanya bukanlah arak, melainkan teh hijau. Ini mungkin karena mereka nantinya akan bertanding hingga tidak baik bila diberikan meminum arak.


Jian Yang merupakan murid yang dipilih Tetua Zhang Shan, sementara Tetua Xia Long Hua memilih Li Huanshou sebagai perwakilan murid yang akan mengikuti pertandingan konferensi ini.


Perwakilan murid Istana Seribu Pedang yang lainnya adalah Hu Yutian. Seorang laki-laki yang merupakan murid langsung dari Tetua Chen Duan Shan. Kemudian ada Yi Shisi, gadis cantik yang dipilih oleh Tetua Murong Xun. Mereka merupakan murid-murid berbakat di samping sifat mereka yang berbeda-beda.


Lan Guan Zhi sendiri juga mewakili murid dari Istana Seribu Pedang. Dia adalah sosok yang dipercaya oleh Tetua Jing Yufeng untuk ikut dalam pertandingan konferensi ini.


"..............."


Bahkan saat Lan Guan Zhi diam pun, dirinya masih tetap menjadi topik perbincangan para wanita dari berbagai sekte.


Meskipun suara-suara itu ditekan sangat rendah dan tersamarkan oleh lantunan musik, namun beberapa kultivator masih bisa mendengarnya. Hanya saja mereka berpura-pura tidak mendengarkan apa-apa.


Setelah sesi hiburan, tetua besar dari Menara Bintang Suci kembali bersuara dan resmi membuka pertandingan konferensi. Para peserta yang berasal dari berbagai sekte nampak gugup ketika mulai berjalan menghampiri portal cahaya.


Mereka melesat dan memasuki portal itu secara berkelompok, terlepas dari sekte mana mereka berasal. Lan Guan Zhi yang memperhatikan setiap murid memasuki portal pun mulai bernapas pelan.


"Tuan Muda Lan...! Berjuanglah..!" Zhi Shu berseru keras sampai suaranya agak melengking. Dia merupakan salah satu penonton yang akan terus mendukung serta menyemangati teman-temannya.


Lan Guan Zhi melihat Zhi Shu dan mengangguk pelan sebagai pertanda bahwa dia mendengar seruan dari gadis cantik itu. Dirinya pun lantas menoleh ke arah lantai tertinggi untuk bertemu pandang dengan teman baiknya.


"Wang Zhao...! Mo Huai...! Kalian juga berjuanglah...!" Zhi Shu menyemangati Wang Zhao dan Mo Huai. Seruannya membuat penonton lainnya juga ikut menyerukan nama saudara mereka dan seakan tidak mau kalah dari Zhi Shu.


Papan pengumuman kini mulai memperlihatkan nama-nama murid dari peringkat pertama hingga seratus besar. Nama-nama itu berganti dan berganti setiap waktu.


Hanya murid di-10 besar yang namanya berwarna emas cemerlang dan saat ini yang menempati posisi pertama adalah nama dari karakter 'Fang Yimin', diikuti oleh angka 'Tiga Belas'. Itu berarti Fang Yimin sudah membunuh 13 Demonic Beast dan mengumpulkan Demonic Core-nya.


Fang Yimin sendiri adalah murid laki-laki dari Menara Bintang Suci. Dia merupakan murid terbaik dari Tetua Wang Haoran.


Di tempat kedua adalah Zhang Xiao Lian dari Sekte Lautan Awan, gadis cantik itu sukses mengumpulkan 9 Demonic Core.


Di tempat ketiga ada Hu Yutian dari Istana Seribu Pedang dengan 8 Demonic Core, kemudian disusul oleh Xiao Qing dari Sekte Bunga Surga dengan 7 Demonic Core. Selisih perolehan yang sangat tipis.


Ada beberapa layar seperti giok putih yang terbentuk di udara dan gambaran tentang kondisi para peserta konferensi dapat dilihat. Masing-masing peserta ada di lokasi yang berbeda dan kalau pun ada yang sama, maka itu tidak lain hanyalah keberuntungan.


Zhi Shu yang duduk di kursi penonton menjadi tegang sendiri. Nama Hu Yutian, Zhang Xiao Lian, Fang Yimin dan Xiao Qing nampak saling mengejar peringkat bahkan sampai bertukar tempat. Hanya saja di antara keempat nama ini----Angka Fang Yimin yang paling besar.


Zhi Shu melihat di layar giok tentang bagaimana pertarungan para murid di dalam sana. Dia berdecak kagum saat melihat teknik berpedang Lan Guan Zhi yang dengan cepat mampu menumbangkan seekor Demonic Beast.

__ADS_1


Xiao Shuxiang yang duduk dan ikut menyaksikan pertarungan tersebut mulai menoleh ke arah papan pengumuman. Nama dari teman baiknya ternyata ada di angka 30-an, kemudian ada nama Wang Zhao yang berada di peringkat ke-89.


Xiao Shuxiang berkedip saat melihat nama yang ada di peringkat 100 adalah Liu Wei Lin. Dia tidak menyangka teman barunya itu bisa menduduki posisi paling terakhir dan hanya butuh waktu sejenak sebelum nama Liu Wei Lin digantikan oleh nama orang lain.


Xiao Shuxiang tersentak, begitu pula dengan Ling Qing Zhu yang tidak percaya ini. Nama Liu Wei Lin sudah tidak ada di papan peringkat dan itu berarti sosok tersebut kini tidak masuk dalam 100 besar lagi.


"Apa yang sebenarnya dilakukan Saudara Liu di dalam sana?!" Xiao Shuxiang jadi gemas sendiri. Dia pun mengedarkan pandangan dan mencari layar giok yang menampilkan Liu Wei Lin.


Zhi Shu yang duduk jauh dari Xiao Shuxiang pun nampak fokus mencari posisi Liu Wei Lin dan pada akhirnya ditemukan. Zhi Shu tercengang saat melihat Liu Wei Lin tidur-tiduran pada sebuah dahan pohon sambil melambai-lambaikan kipasnya.


"Apa yang dilakukannya?!" kultivator yang duduk di samping Zhi Shu pun tersentak melihat tingkah Liu Wei Lin.


"Orang itu sebenarnya niat atau tidak bertanding?!"


"Hei..!! Ayo bangun..!"


"Suaramu tidak didengar tahu..!"


Para kultivator di sekitar Zhi Shu nampak gemas sendiri. Mereka merutuki Liu Wei Lin yang hanya duduk sambil bersandar manis pada sebuah batang pohon dan memain-mainkan kipasnya. Pemuda itu bahkan berani membaca puisi yang entah mengapa semakin membuat riuh penonton menjadi-jadi.


Sementara itu, di beberapa layar giok memperlihatkan gambaran-gambaran pertarungan hebat dari para peserta. Wen Gao Chong terlihat sengit bertarung melawan dua monster level tinggi secara sekaligus dan berhasil membuat darah penonton mendidih.


Di sisi lain, pertarungan Yan Tianhen dan Jian Yang juga begitu luar biasa. Xiao Shuxiang yang melihatnya sampai berdecak kagum. Dia pikir kedua pemuda itu hanya mengandalkan kesombongan dan pandai menindas saja tanpa punya bakat yang hebat, tetapi ternyata tidak.


"Mereka lumayan," Xiao Shuxing meminum arak di cawannya dan kembali fokus melihat pertarungan para peserta.


Ling Qing Zhu yang duduk di sampingnya nampak mengangguk dan menggumam pelan. "Teknik mereka dapat dipelajari,"


"Benar. Inilah salah satu manfaat dari menjadi penonton pertandingan. Mereka bisa mempelajari teknik berpedang para murid terbaik dari berbagai sekte, tapi...."


"..........?" Ling Qing Zhu menoleh saat Xiao Shuxiang menggantung ucapannya. Wali Pelindungnya ini terlihat tersenyum.


"Ada apa?" Ling Qing Zhu bertanya.


"Hmph, mereka tidak bisa mempelajari teknik berpedang Lan'Er. Lihat itu,"


Ling Qing Zhu melihat salah satu layar giok yang memperlihatkan bagaimana Lan Guan Zhi hanya memakai tiga gerakan untuk menumbangkan seekor Demonic Beast dan membuat Demonic Beast lainnya meringkuk ketakutan.


Ling Qing Zhu berkedip, dia tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi. "Tuan muda Lan sangat hebat,"


"Mn, anak itu .... Entah bagaimana dia punya aura dari Tiga Roh Pusaka Langit." Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan menyilangkan tangannya, "Karena sekarang praktikku menurun, indra penciumanku semakin sensitif. Aku sangat hafal dengan aura dari Pusaka Langit karena ketiganya cukup lama bersamaku."

__ADS_1


Ekspresi Xiao Shuxiang terlihat serius, "Tapi sepertinya ini bukan hanya sekadar aura saja. Rasanya tubuh Lan'Er memang dibentuk dari Tiga Pusaka Langit entah sejak kapan. Kurasa lain kali aku akan menanyakannya,"


******


__ADS_2