KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
254 - Kuil Xiang Yu


__ADS_3

"Ada apa dengan warga kota itu?" Xiao Shuxiang mendesah pelan dan kemudian menggeleng, dia saat ini menaiki pedang terbang bersama Lan Guan Zhi.


Bilah pedang teman baiknya itu dapat melebar hingga Xiao Shuxiang bahkan bisa duduk. Pemuda berpakaian putih itu nampak memain-mainkan Seruling Giok Putih di tangannya.


Di sisi lain, Feng Hao dan Hei Lian terlihat menaiki pedang terbang bersama Wang Zhao. Mereka mendengar Xiao Shuxiang merutuki para warga Kota Ye sejak tadi.


"Jika saja mereka tidak bersikap sangat menyebalkan, aku pasti akan mengobati mereka yang terluka. Tapi melihat betapa angkuhnya mereka .... Aku benar-benar bersyukur tidak membuang-buang waktu di sana terlalu lama,"


Feng Hao menatap Xiao Shuxiang dan lalu bernapas pelan. Dia pun berkata, "Warga Kota Ye sebenarnya orang-orang baik. Hanya saja mereka sudah lama diselimuti ketakutan. Itulah sebabnya--"


"Aku tidak mau tahu," Xiao Shuxiang menyela. "Meski mereka diselimuti ketakutan karena Gui Hong Yi, tidak seharusnya kita menjadi pelampiasan dari amarah mereka."


Xiao Shuxiang berkata, "Kalian sudah mempertaruhkan nyawa, tapi apa yang mereka berikan sebagai balasan? Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang kulihat tadi,"


"..............." Feng Hao tidak mengatakan apa pun lagi setelah mendengar ucapan Xiao Shuxiang. Di sisi lain, Wang Zhao pun nampak tertunduk dan bernapas pelan.


Hei Lian menyilangkan tangan dan tanpa nada berkata, "Warga Kota Ye memang seperti itu. Tidak perlu menyembunyikan apa pun tentang mereka. Aku sudah tahu semuanya,"


Hei Lian mendengus, "Aku masih ingat apa yang mereka katakan. Katanya kita harus memancing Gui Hong Yi di tempat yang lapang? Hah. Jika itu sangat mudah dilakukan, maka tidak perlu meminta bantuan Istana Seribu Pedang. Mereka harusnya bisa melakukan itu sendiri, sialan."


Xiao Shuxiang menatap gadis kecil yang duduk di bilah pedang Wang Zhao. Dia pun berkata, "Kau terlalu banyak berkata kasar. Tapi aku setuju denganmu. Orang-orang itu tidak tahu diri, mengesalkan sekali."


Hei Lian mengangguk, dia kembali menyampaikan pendapatnya tentang warga Kota Ye dan sepertinya memiliki kesamaan dengan Xiao Shuxiang. Entah ini disadari atau tidak, tapi mereka terlihat begitu akrab.


Lan Guan Zhi sendiri yang sejak tadi diam pun mulai buka suara. Dia bertanya tanpa nada, "Di mana markas Gui Hong Yi?"


Hei Lian tersentak dan kemudian berujar, "Itu berada tidak jauh dari Sekte Lembah Hantu. Sebuah lokasi bernama Kuil Xiang Yu, tapi kita tidak bisa ke sana dengan menaiki pedang terbang. Kuil itu tidak akan terlihat dari atas sini dan sangat berbahaya bila menggunakan pedang terbang."


Hei Lian berkata, "Apa kita sungguh akan pergi ke sana? Tempat itu berbahaya, jadi sebaiknya lupakan saja."


"Kita perlu memastikan keadaan para gadis yang diculik,"


"Tapi wilayah itu masih bagian dari Sekte Lembah Hantu. Banyak yang menjaga di sana. Kita tidak akan selamat bila nekat,"


"..............." Xiao Shuxiang memperhatikan Hei Lian dengan saksama. Keputusannya tepat untuk membiarkan anak ini tetap hidup. Hei Lian meski sangat hebat, tapi tetap saja dia anak perempuan yang polos. Bahkan informasi seperti ini pun dengan mudah lolos dari bibirnya.

__ADS_1


"Seperti apa Kuil Xiang Yu itu?" Xiao Shuxiang akhirnya ikut bersuara. Dia membuat Hei Lian menatapnya.


"Itu seperti kuil pada umumnya. Namun lokasinya berada di tengah hutan dan mempunyai penjaga. Tempat itu sangat menakutkan, penuh dengan racun dan bukan tempat untuk manusia hidup."


Hei Lian kembali berkata, "Aku memberi peringatan pada kalian. Jangan pergi ke sana. Tempat itu dipenuhi racun. Jadi jika Gui Hong Yi menculik para gadis pun, itu tidak akan mengubah apa-apa. Mereka semua pasti sudah mati sekarang,"


Lan Guan Zhi mendengarnya dan lantas berujar tenang, "Setidaknya mayat para gadis itu harus dipulangkan."


Hei Lian tersentak dan sama sekali tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Tidak disangka bahwa pemuda tampan ini masih bersikukuh untuk pergi ke Kuil Xiang Yu.


Xiao Shuxiang menyadari raut wajah Hei Lian dan berkata, "Ada yang belum kau ceritakan, bukan? Tentang kuil itu ..."


Wang Zhao dan Feng Hao menoleh. Mereka melihat ke arah Xiao Shuxiang sebelum mengarahkan pandangan kepada Hei Lian. Keduanya mendengar anak perempuan itu yang mulai bicara.


Hei Lian berkata, "Aku sudah mengatakan tentang kuil itu dan bahayanya. Apa lagi yang kau inginkan?"


Xiao Shuxiang, "Jika hanya tampilan yang menakutkan dan beracun bahkan bukan tempat manusia hidup .... Maka itu sama sekali tidak cukup untuk mencegahku."


Xiao Shuxiang berkata, "Tidak ada tempat yang bisa membuatku takut. Dan tentang racun, aku ahli dalam hal itu hingga tidak perlu merasa khawatir. Jadi jika ada yang lebih berbahaya lagi, sebaiknya katakan saja."


Hei Lian memperlihatkan ekspresi wajah yang sulit ditebak, sebelum akhirnya dia berkata. "Sudah kubilang, kuil itu dekat dengan Sekte Lembah Hantu. Ini berarti ada banyak dari anggota sekte itu yang berkeliaran. Mereka sangat kuat dan ada yang bahkan melebihi kekuatan Gui Hong Yi,"


Masa lalu Hei Lian tidak pernah diungkit, bahkan Wang Zhao pun tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada Hei Lian hingga anak perempuan itu pergi dari Sekte Lembah Hantu. Dia hanya pernah mendengar bahwa Hei Lian merupakan anak yang lahir di luar nikah dan lantas dibuang oleh ibunya sendiri.


Hutan tempat Hei Lian ditinggalkan adalah hutan kabut beracun dan tempat tinggal para hantu tidak bernama, namun sangat ganas. Kemungkinan besar, tidak ada yang akan mengira bahwa dia bisa bertahan hidup sampai sekarang.


Diingat-ingat lagi, Wang Zhao bertemu Hei Lian ketika gadis kecil ini berusia tujuh tahun. Ayahnya-lah yang membawa Hei Lian ke Sekte Lembah Iblis ketika pulang dari Hutan Kabut Beracun. Di saat itu pula, Hei Lian menjadi bagian dari keluarganya.


Wang Zhao bernapas pelan, dia sama sekali tidak pernah mencari tahu lebih banyak tentang masa lalu gadis kecil ini karena sebenarnya itu sesuatu yang menyakitkan. Dia jelas merupakan sosok yang berhati lembut untuk seukuran kultivator dari Aliran Hitam.


Tidak memikirkan lebih banyak, Wang Zhao mempercepat lesatan dari pedang terbangnya. Dia dan Lan Guan Zhi bergerak membelah udara dengan membawa teman-teman mereka.


Perjalanan itu lumayan memakan waktu. Wang Zhao terkadang bergantian dengan Feng Hao untuk mengendalikan pedang terbangnya, begitu pula dengan Lan Guan Zhi yang juga bergantian dengan Xiao Shuxiang.


*

__ADS_1


*


Sekte Lembah Hantu tidak selamanya dihuni oleh para roh jahat tidak berwujud, ada juga yang seperti Gui Hong Yi meski wanita ini bisa dikatakan sudah bukan lagi manusia.


Teknik Kultivasi Iblis membuat Gui Hong Yi mempunyai kemampuan memisahkan rohnya dengan tubuhnya sendiri. Wanita itu berhasil melakukan hal yang mustahil dan sangat tidak bisa dipercaya.


"..............."


Kuil Xiang Yu tersembunyi di tengah hutan yang penuh dengan tanaman beracun. Bahkan pepohonan lebat yang terlihat juga mampu mengeluarkan kabut beracun.


!!


Angin berhembus. Menerbangkan daun- daun dan melambaikan kain merah yang menghiasi Kuil Xiang Yu. Suara derik dari papan yang bergesekan dan sinar bulan di atas sana membuat tampilan kuil itu benar-benar mencekam.


?!


Ada suara yang terdengar. Sebuah napas ketakutan dan isakan tangis. Pintu dari Kuil Xiang Yu tiba-tiba terbuka oleh angin dan membuat suara keras. Selendang merah yang menghiasi bagian dalam kuil itu berkibar dan sampai menjatuhkan salah satu tiang tempat penerangan berada.


Bagian dalam kuil itu luas, penuh dengan aroma dupa dan ada sebuah patung dewi di tengahnya. Bila diperhatikan baik-baik, masih ada banyak dupa yang menyala di bawah patung dan bunga persembahan yang bertebaran.


Patung dewi itu terlihat bersih dan indah, sosok yang menunjukkan keanggunan serta kebaikan. Tangan kanannya yang memegang bunga teratai merupakan lambang dari kemurnian, umur panjang, kehormatan dan kerendahan hati.


Tidak ada yang terlihat aneh dengan patung itu, namun sesuatu yang berbeda ada pada bentuk selendang pada patung tersebut yang nampak timbul kepala-kepala manusia. Apalagi terdapat patung burung gagak yang tepat bertengger pada bunga teratai yang dia pegang.


Jika diperhatikan dari atas, lantai kuil itu penuh dengan tulang-belulang dan bunga persembahan yang menutupinya.


"..............."


Ada satu sudut di mana terlihat belasan patung wanita berpakaian pengantin, lengkap dengan kain penutup pada kepala mereka. Di sudut lainnya dan digelapnya malam, samar-samar terlihat empat orang yang meringkuk saling berpelukan. Suara isakan berasal dari empat orang yang tidak lain adalah manusia yang masih hidup.


Angin kuat yang berhembus membawa kabut beracun masuk ke dalam kuil dan keempat sosok yang terisak dan nampak ketakutan itu mulai merasakan sesak. Tidak butuh waktu lama sampai suara jeritan memekakkan telinga terdengar.


Suara geraman yang aneh menyusul setelahnya dan ada suara lainnya lagi. Semua saling sahut-sahutan dan justru menambah suasana mengerikan dalam kuil itu. Pintu kuil tertutup dan terbuka dengan keras karena angin. Di saat itu juga, suara gemuruh terdengar dan titik air mulai turun dari langit.


Entah sejak kapan bulan sudah tidak terlihat, namun di saat yang sama---rombongan Xiao Shuxiang mulai turun dan mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

__ADS_1


Saat menapak di tanah, Xiao Shuxiang tiba-tiba saja merasakan firasat aneh. Seakan-akan ada yang mengawasi dan menunggunya.


******


__ADS_2