KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
274 - Desakan (2)


__ADS_3

Ling Qing Zhu bisa merasakan bagaimana Wali Pelindungnya nampak sangat terkejut. Dia juga melihat anak laki-laki berusia 14 Tahun itu dan bahkan tatapan mata bocah tersebut benar-benar seperti pembunuh berdarah dingin.


"Mn? Hah, aku tahu siapa kau." anak laki-laki itu tersenyum dan kemudian berkata, "Katakan padaku, dengan cara apa kau ingin dibunuh? Hm?"


Melihat bahwa bocah kecil di depannya sama sekali tidak bicara membuat anak laki-laki itu tertawa. "Apa kau takut? Apa kau masih bernapas, hah? Ha ha ha, tenang saja. Namaku Chen, dari keluarga Jiang. Siapa namamu?"


"Xiao ... Shuxiang,"


"Pfft ha ha ha, suaramu gemetar. Apa aku sangat menakutkan?"


Anak laki-laki bernama Jiang Chen tersebut tertawa keras dan lalu menggeleng pelan. "Haaah ... Apa sambutanku terlalu menakutkan? Kau tidak pipis di celana, kan? Jika itu kau lakukan, maka tidak ada laki-laki yang mau menikahimu."


"Apa itu ...?" Xiao Shuxiang sama sekali tidak mengerti. Dia hanya bisa menjawab bahwa dia tidak pipis di celana.


"Ayo kemari," Jiang Chen menepuk bahu anak berusia lima tahun ini dan lantas mengajaknya duduk bersama.


Jiang Chen berkata, "Aku tidak pernah satu ruangan dengan anak perempuan sebelumnya, bahkan mungkin aku tidak pernah satu ruangan dengan orang lain."


Jiang Chen tersenyum, "Tentu saja selain karena dengkuranku yang keras ... Aku juga sering memukul mereka yang protes dengan dengkuranku. Tapi karena kau anak yang manis, maka aku mungkin bisa sedikit lunak padamu. Hm? Bagaimana?"


"Aku ..." Xiao Shuxiang menatap Jiang Chen dan bersuara pelan, "Aku bukan perempuan."


"Apa?" Jiang Chen terkejut. Dia barusan tidak salah dengar dan bahkan sampai berjongkok untuk memperhatikan anak kecil di hadapannya.


Jiang Chen mendengus, "Tidak mungkin. Kau punya wajah manis dan suara yang menggemaskan. Bagaimana aku bisa salah menilai orang? Kau pasti sedang bercanda, kan?"


"Ehm ... Tapi aku benar-benar bukan anak perempuan. Aku laki-laki,"


"Tidak ..." Jiang Chen berkedip beberapa kali dan kemudian bertanya dengan nada yang serius, "Apa kau punya pisang?"


"Pisang? Aku tidak membawa buah seperti itu,"


Ling Qing Zhu tersentak. Dia melihat Jiang Chen mengembuskan napas dan tanpa tahu malu menjelaskan hal yang tidak main-main dengan Xiao Shuxiang kecil itu.

__ADS_1


Jiang Chen berkata, "Organ vital laki-laki. Kau bisa membuatnya mengalami kematian yang menyakitkan jika kau menebasnya. Tidak hanya memberikan kematian yang buruk, kau akan bisa memutuskan keturunannya. Kau harus ingat ini,"


Jiang Chen mengembuskan napas dan menjelaskan, "Untuk tubuhmu yang kecil ini ... Kau akan kesulitan memegang senjata. Namun karena tubuhmu kecil, maka latihan yang harus kau jalani adalah membentuk kelincahan gerakmu dan menyerang bagian paling vital dari lawan."


Xiao Shuxiang menelan ludah, dia pun dengan hati-hati berkata. "Aku ... Tidak datang kemari untuk bertarung. Ibuku yang membawaku ke tempat ini,"


"Aku juga dibawa oleh ibuku," Jiang Chen duduk bersila di lantai dan berkata, "Aku dibawa kemari saat berusia 9 Tahun. Sekarang usiaku 14 di tahun ini,"


Xiao Shuxiang tersentak, dia pun duduk di depan Jiang Chen dan berkata. "Apa ... Ibumu tidak pernah datang dan membawamu pergi?"


"Hmph," Jiang Chen mendengus dan berkata, "Mudah untuk masuk ke dalam Arena Hidup dan Mati, namun sangat sulit untuk bisa keluar dari sini. Kau tidak bisa membayangkan kebebasan selain dari kematian,"


Jiang Chen berkata, "Kau sangat muda. Apa nama sektemu?"


"Sekte Serigala Iblis,"


"Oh!" Jiang Chen terkejut, "Itu sekte yang terkenal..! Kau hebat sekali,"


Pandangan Xiao Shuxiang agak tertunduk saat dia berkata, "Jika itu sekte yang hebat .... Kenapa orang-orang seperti tidak menyukainya? Aku ... Mereka bahkan melempariku,"


Jiang Chen berkedip, "Siapa yang kau maksud? Siapa orang yang telah berani mencari masalah dengan Sekte Serigala Iblis? Orang itu pasti sudah tidak waras,"


"Itu ... Saat aku menuruni gunung-"


"Hei, Bocah." Jiang Chen buka suara, "Bukan berarti sektemu dikagumi lantas tidak ada yang membencinya. Kau harus tahu, dalam wilayah Aliran Hitam---Sekte Serigala Iblis adalah yang paling bengis dan kejam, juga merupakan sekte yang mempunyai banyak musuh."


"Tapi ... Aku tidak melakukan apa pun,"


"Meski bukan kau yang melompat ke dalam sungai, tapi karena kau berdiri di pinggirnya----kau pasti akan terkena cipratan. Sekte Serigala Iblis itu terkenal dengan pembunuhan yang kejam. Kau berjalan-jalan dengan seragam sektemu pun, semua orang pasti meninggalkanmu dan melarikan diri."


"Apa ... Seburuk itu?"


"Tentu saja. Tidak ada pembunuhan bersih yang pernah dilakukan oleh para murid Sekte Serigala Iblis. Bahkan di tempat seperti ini pun, aku masih bisa mendengar tentang sepak terjang mereka."

__ADS_1


Ling Qing Zhu berpikir bahwa Jiang Chen dan Xiao Shuxiang akan menjadi teman di tempat ini. Apalagi Jiang Chen terlihat begitu banyak bicara dan nampak seperti anak yang berterus-terang.


Dia sempat berpikir, Jiang Chen adalah anak yang baik. Namun pandangan Ling Qing Zhu berubah ketika menyaksikan bagaimana Jiang Chen bertarung di atas arena dan menebas lawannya dengan cara paling tidak manusiawi.


Kemudian, sesuatu yang paling tidak ingin dibayangkan oleh Ling Qing Zhu terjadi ketika dia melihat Xiao Shuxiang kecil dipaksa oleh seorang pria tua untuk mengambil pertarungan selanjutnya.


"Aku tidak mau..! Aku tidak mau melakukannya..!" Xiao Shuxiang tentu saja memberontak. Apalagi ketika dia harus saling membunuh dengan seorang anak yang seusianya.


Ling Qing Zhu mengepalkan kedua tangannya. Darahnya mendidih melihat Xiao Shuxiang dilempar ke arena, diberi belati sebagai senjata dan dipaksa untuk bertarung mempertaruhkan nyawanya.


Anak yang menjadi lawan Xiao Shuxiang terlihat sangat pengecut dan hanya bisa memegang belati dengan gemetar di kedua tangannya.


Saat hanya ada dirinya dan Xiao Shuxiang, anak laki-laki itu pun berseru, memejamkan mata dan berlari dengan belati yang terhunus hendak menusuk lawannya.


Xiao Shuxiang tentu saja bisa menghindar karena gerakan anak ini mudah dibaca. Hanya saja dia tidak mencoba untuk melakukan serangan balasan. Dia bahkan melempar jauh-jauh belatinya sendiri.


"Hei..! Xiang'Er..! Bukan seperti itu cara kerjanya! Kau harus menyerangnya!" Jiang Chen berseru di luar arena. Masih ada bekas darah di pipi, leher dan juga punggungnya.


Lawan Xiao Shuxiang yang merupakan anak laki-laki itu nampak bersuara gemetar ketika berkata, "Jika kau tidak ingin melawanku. Ma-maka matilah dan biarkan aku saja yang hidup! Dengan begitu mereka akan membebaskanku..!"


Xiao Shuxiang kecil baru akan buka suara ketika tiba-tiba anak yang menjadi lawan untuknya tumbang begitu saja. Dia sama sekali tidak melakukan apa-apa, namun sangat terkejut saat melihat ada belati yang menancap, tepat di bagian leher belakang anak tersebut.


"Apa begini caraku mengajarimu?"


Xiao Shuxiang tersentak mendengar suara berat dan dingin itu. Dia pun menatap ke atas dan terkejut melihat ada seorang pria berjubah hitam yang memberinya pandangan merendahkan.


Suara Xiao Shuxiang gemetar saat dia bicara, "A-Ayah ..."


"Aku tidak punya anak yang tidak berguna."


Ling Qing Zhu melihat pria itu. Dia baru saja akan buka suara saat ada sesuatu yang dijatuhkan oleh pria itu dan menghantam lantai, tepat di depan Xiao Shuxiang.


******

__ADS_1


__ADS_2