KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
48 - Identitas Baru


__ADS_3

Xiao Shuxiang tersentak, dia baru saja sampai dan sekarang sudah diperintah?! Oh, Astaga...! Jika saja bukan demi bisa pergi ke Alam Kultivasi Atas, mungkin saat ini Tua Bangka tersebut telah kehilangan jantungnya.


Tangan Xiao Shuxiang agak bergetar ketika hendak menyentuh pegangan gerobak. Namun sebelum benar-benar menyentuhnya, tangan Xiao Shuxiang berhenti di udara.


"Aku punya Cincin Spasial, kenapa harus membuat diriku terlihat semakin rendah?"


"Hei, hei... Bocah." pria tua itu menyela, dia seperti tahu apa yang dipikirkan Xiao Shuxiang. "Sebaiknya kau jangan berbuat yang bukan-bukan, apalagi sampai menghilangkan gerobak dan sayurku."


Xiao Shuxiang tersentak, dia langsung protes. "Aku tidak menghilangkannya, Kakek Tua. Aku memasukannya ke dalam pusaka milikku. Itu memudahkan pekerjaanmu,"


"Tidak, kau tidak boleh melakukannya. Bahan makanan yang diperoleh dari tenaga sendiri itu lebih enak dimasak. Meski bukan aku yang menanamnya, tapi mendorongnya dengan gerobak ini juga memakai tenaga. Membawanya dengan cara yang kau lakukan itu akan merusak rasanya, jadi kau harus dorong gerobak ini. Gunakan otot-otot lenganmu. Cepat!"


"Kau--"


"Apa?" pria tua itu menyela, "Ah... Aku baru ingat. Kau sepertinya Tuan Muda yang manja. Aku saja yang sudah tua ini masih kuat mendorong gerobak menaiki gunung, tapi kau.... Tsk, tsk, tsk."


!!


Urat terbentuk di dahi Xiao Shuxiang. Ini penghinaan! Usianya jauh lebih tua dari kakek berlidah tajam ini, tapi baru saja dia merasa terhina.


"Haah... Anak muda zaman sekarang memang memiliki fisik yang lemah. Mereka malas bekerja, tapi ingin berhasil. Mereka bahkan kalah dengan seorang kakek tua--"


"Cukup, Tua Bangka. Aku mendorong gerobaknya sekarang, lihat ini!" Xiao Shuxiang tidak mau mendengarnya lagi. 


Hu Li sendiri hanya bisa diam dan memperhatikan bagaimana Tuan Mudanya bersungut-sungut ketika mendorong gerobak. Dia mengulum senyum melihat Tuannya.


Xiao Shuxiang menggeleng, "Haiih... Selama sepuluh kehidupan... Ini adalah pertama kalinya aku mendorong gerobak. Benar-benar yang pertama dalam hidup Xiao Shuxiang, jadi berbanggalah!"


"Tidak perlu banyak bicara," pria tua itu menepuk bokong Xiao Shuxiang hingga membuat pemuda tersebut terlonjak kaget. Dia sendiri justru terlihat tidak berdosa ketika berkata, "Ayo jalan!"


"Di-dia... Tua Bangka itu...! Be-berani sekali...!!"


*


*


*


"Tuan Gao, Anda yakin tidak mau? Aku bisa mengenalkanmu pada banyak gadis cantik, bagaimana dengan itu?" Nie Shang membuka dan menutup kipas lipat di tangannya, dia menggunakan gerakan yang ringan.

__ADS_1


Sudah lama dia dan Siu Yixin membujuk Gao Shan. Berbagai cara telah dilakukan, bahkan sampai tingkat yang memalukan untuk Nie Shang----tetapi kultivator ini memiliki pendirian yang sangat kuat.


"Apalagi yang harus kutawarkan padamu..." Nie Shang bergumam sambil mengembuskan napas. Dia menoleh dan sontak mengerutkan kening kala melihat Xiao Shuxiang datang sambil mendorong sebuah gerobak.


!?


Siu Yixin juga melihatnya. Dia dan Nie Shang sampai tersentak karenanya, mereka berkedip beberapa kali.


"Saudara Xiao? Tidak kusangka kau ternyata bisa mendorong gerobak sayur juga," suara Nie Shang bernada biasa saja, tetapi entah mengapa itu terdengar bagai ledekan di telinga Xiao Shuxiang.


"♬♪ Yo, aku baru melihatnya. Kau ternyata sangat cocok membawa gerobak yo! ♬♪"


Nah. Itu baru ledekan yang sebenarnya. Xiao Shuxiang meniup keras rambut poni depannya karena perkataan Siu Yixin. Dia baru akan merutuki pria itu ketika suara Nie Shang kembali terdengar.


"Saudara Xiao, gerobakmu tidak seperti gerobak sayur biasa. Rasanya sekarang itu terlihat berwibawa,"


"Saudara Nie? Tentu saja. Gerobak ini disentuh oleh seorang Xiao Shuxiang. Jelas sangat berbeda karena aku luar biasa,"


"Tapi Saudara Xiao, pfft.. Kau memang serasi dengan gerobak itu..."


"Nie Shang. Kau meledekku? Keterlaluan,"


"Hmph, seorang Tua Bangka sedang kesulitan. Meskipun aku bukan orang yang baik, tapi Xiao Shuxiang ini tetap memiliki hati nurani. Jadinya aku berakhir dengan tidak elegan seperti ini---Ah!"


Xiao Shuxiang spontan merintih ketika Kakek Tua di sampingnya kembali menepuk bokongnya. Dia kaget dan menatap geram Tua Bangka itu. "Kenapa kau terus saja melakukannya pada bokongku? Kau mau kusebut Pria Tua Mesum, hah?!"


Kakek Tua itu dengan santai berkata, "Karena aku tidak mau memukul kepalamu. Apa yang kau ucapkan tadi? Bukankah kau yang meminta bantuan, hm? Yang dalam kesulitan adalah kau, kenapa jadi aku?"


"Aiya, kau yang menawariku pekerjaan Kakek Tua. Bukan aku yang memintanya,"


Nie Shang menggeleng. Bahkan kepada orang tua sekali pun, Saudara Xiao-nya ini tidak mau mengalah. Hanya saja entah kenapa dia merasa heran sebab bagaimana mungkin ada Kakek Tua di tempat seperti ini.


Tidak seperti Nie Shang yang bingung---Gao Shan di sisi lain justru kaget karena melihat Kakek Tua tersebut. Dia sampai berkedip dan mengerutkan kening saking tidak percayanya. Dia memperhatikan dengan seksama Kakek Tua itu dan yakin bahwa pria tersebut memang orang yang dirinya kenal.


"Saudara Xiao? Kau tidak curiga kenapa bisa ada Kakek Tua di tempat ini?" Nie Shang tidak bisa menyimpan perasaan curiganya lagi.


"Ah... Dia pelayan dari Alam Kultivasi Atas," Xiao Shuxiang menatap Tua Bangka di sampingnya dan kembali berkata, "Dia datang untuk menyiapkan bahan makanan bagi para tamu undangan. Sepertinya Kultivator Alam Atas itu hanya makan awan, angin, udara. Iya, kan?"


Nada suara Xiao Shuxiang terkesan meledek, tetapi Nie Shang justru percaya bahkan bibirnya membentuk 'O' sempurna. Jika dugaan temannya ini memang benar, maka sudah sewajarnya menyiapkan bahan makanan.

__ADS_1


Para kultivator umumnya berlatih 'Inedia'. Mereka bisa bertahan beberapa hari tanpa makanan, namun tetap saja akan ada batas waktunya. Apalagi di antara tamu undangan ada orang-orang seperti Mo Huai yang tidak hanya memiliki praktik lemah, tetapi juga sulit untuk tidak bergantung pada makanan.


"Kau juga sekarang adalah pelayan. Statusmu bahkan lebih rendah dariku," pria tua itu juga tidak mau kalah dalam memberi ledekan pada Xiao Shuxiang, "Kau bawahan, jadi mulailah bekerja dan angkat keranjang itu naik ke atas sana."


!!


Nie Shang dan Siu Yixin terkejut. Mereka tidak percaya jika tidak mendengarnya. Xiao Shuxiang sekarang memiliki profesi baru dan itu adalah pelayan.


"Waah... Ini berita yang besar," Nie Shang sampai kagum karenanya.


Xiao Shuxiang, "Sebaiknya rahasiakan hal ini, Saudara Nie. Aku tidak mau namaku yang luar biasa ternodai."


"Ha ha ha, dirahasiakan dari apa Xiao Shuxiang? Aku sudah mendengarnya." seorang kultivator yang juga merupakan tamu undangan dari Alam Kultivasi Atas menyela, dia terlihat begitu senang.


"Kau sangat pantas dengan gerobak dan sayur itu. Memang sangat cocok untukmu!" Kultivator yang lain tidak tinggal diam untuk meledek Xiao Shuxiang.


"Tuan Muda Xiao... Jangan ambil hati ucapan mereka," Hu Li menenangkan Tuan Mudanya. "Sabar... Ini ujian... Tarik napas yang dalam dan hembuskan.."


"Aku baik-baik saja, Hu Li." Xiao Shuxiang tidak marah, dia juga tidak kesal. Tapi tentu dia akan ingat hutang ini. Xiao Shuxiang pasti akan membayarnya.


Xiao Shuxiang pun mulai menatap isi gerobak yang memiliki sekitar enam keranjang besar tersebut. "Apa kau ingin aku membawa semua keranjang sayur ini menaiki tangga itu secara sekaligus?"


"Ambil yang bisa kau bawa. Sisanya tinggalkan di sini, aku akan menunggu sampai Tuan Muda Gao selesai dengan pekerjaannya,"


Xiao Shuxiang menatap pria tua itu, "Untuk pertama kalinya kau baik padaku. Haah... Baiklah, aku akan membawa yang ini."


Hu Li membantu Tuan Mudanya ketika Xiao Shuxiang hendak menggendong sebuah keranjang yang lumayan besar di punggungnya. Tuannya juga mengambil keranjang agak kecil untuk di bawa dengan cara dipeluk dari depan. Aah.. Meski membawa barang-barang semacam ini namun Xiao Shuxiang terlihat mempesona.


"Oh, aku sampai lupa..." pria tua itu merogoh saku pakaiannya. Dia mengeluarkan sebuah token kayu berwarna hitam dan menyelipkan benda tersebut di keranjang yang digendong Xiao Shuxiang.


"Apa itu--" baru saja Xiao Shuxiang ingin bertanya, tiba-tiba seseorang melesat di belakangnya dan membuat tersentak semua orang.


!!


Ada kultivator yang memanfaatkan kesempatan untuk menaiki tangga yang menuju ke Alam Kultivasi Atas. Dia melesat secepat mungkin, namun ketika kakinya menapak pada sebuah anak tangga----dengan segera tubuh kultivator itu tertarik kuat ke bawah. Berikutnya, teriakan panjangnya terdengar.


Xiao Shuxiang baru berkedip melihat kejadian yang berlangsung sepersekian detik tersebut. Kultivator yang entah siapa itu terjatuh begitu saja. Bahkan tangga yang dipijaknya bagaikan tidak nyata.


******

__ADS_1


__ADS_2