KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
392 - Persiapan


__ADS_3

Kota Awan Dingin merupakan kota yang lumayan padat oleh penduduk. Keluarga dadi murid Sekte Kupu-Kupu yang berasal dari Desa Tani tinggal di kota ini, termasuk kedua orang tua Zhi Shu.


Gadis cantik itu benar-benar membawa Hu Li untuk diperkenalkan kepada kedua orang tuanya. Zhi Shu terlihat bahagia, namun rasa gugup jelas menghampiri hati Hu Li.


"Hu Li, ayo masuk. Jangan diam di pagar saja. Ayo," Zhi Shu menarik tangan Hu Li dan lantas membawa pemuda berambut putih itu untuk masuk ke kediaman milik keluarganya.


Rumah keluarga Zhi Shu sederhana. Ditinggali oleh orang tuanya dan dua orang pelayan. Zhi Shu buka suara, "Ayahku bekerja sebagai pedagang, tapi kuharap hari ini dia ada di rumah. Aku yakin dia akan senang melihatmu,"


"Sa-Saya sangat gugup,"


"Tidak apa-apa, santai saja." Zhi Shu tersenyum dan kemudian berseru, "Ayah..! Ibu..! Fang Bing..! Aku membawa calon suamiku kemari..!"


Hu Li tercengang dengan sikap Zhi Shu yang begitu terang-terangan. Padahal harusnya gadis ini yang lebih patut merasa malu-malu untuk mengenalkan dirinya, tetapi yang ada justru Zhi Shu begitu heboh.


!!


Pintu bangunan di hadapan Hu Li terbuka lebar dan ada seseorang yang bergegas keluar. Dia tersentak mengetahui bahwa orang itu adalah sosok wanita berpakaian hijau dengan corak bunga. Dari penampilannya, jelas bahwa sosok ini adalah nyonya rumah.


"Shu'Er?! Kau datang, Nak?! Dan apa yang kau bilang barusan?"


"Ibu, Ibu..! Aku membawa calon suamiku. Ibu mengenalnya. Dia Hu Li," Zhi Shu menghampiri ibunya dan terlihat sangat senang.


Wanita berusia 42 Tahun dengan tahi lalat di bawah bibir bagian kanannya itu bernama Zhuang Laoyan. Dia sosok yang cantik dan mempunyai kemiripan dengan Zhi Shu apalagi pada bagian garis wajahnya.


"Tuan Muda Hu Li?!" Zhuang Laoyan kaget, dia tersenyum dan menatap tidak percaya ke arah Zhi Shu. Dia pun berkata, "Aku sangat terkejut. Bukankah ini Tuan Muda Hu Li?! Yang selalu bersama Tuan Muda Xiao Shuxiang, kan?"


Hu Li perlahan menyatukan kedua tangannya dan memberi hormat. Dia berkata, "Apa kabar Nyonya Zhuang? Saya harap Nyonya selalu sehat,"


"Ibu, dia memang Hu Li-nya Saudara Xiao-ku." Zhi Shu dengan bangga berkata, "Dia berkata akan menikahiku. Aku juga menyukainya. Aku datang untuk mengenalkannya sebagai calon suamiku. Di mana ayah?"


"Ya ampun.." Zhuang Laoyan mulai menutup mulutnya sedikit dengan tangan, "Putriku benar-benar sudah besar sekarang.."

__ADS_1


Zhuang Laoyan lantas berseru, "Yunxi Sayang..! Cepat kemari dan lihat putrimu..! Dia datang dengan calon suaminya. Ayo masuk, Nak. Yunxi Sayang, kemari cepat..!"


Kediaman Zhi Shu seketika heboh, apalagi saat ayahnya--Zhi Yunxi datang. Fang Bing yang merupakan salah satu pelayan di kediaman ini bahkan sampai berlari keluar dan menyebarkan kabar bahagia ini.


Selain kehebohan di tempat Zhi Shu. Di lokasi lain pun juga sama riuhnya. Itu adalah kedai daging ayam yang merupakan kediaman keluarga Yi Wen. Kedatangan gadis cantik bertubuh Bagus tersebut telah membuat kedai yang sebelumnya sudah ramai, kini semakin sesak.


Kehadiran Yi Wen disambut dengan hangat oleh orang tuanya. Bocah Pengemis Gila yang ditarik paksa ke tempat ini hanya bisa tersenyum. Dia benar-benar pasrah dengan kondisinya yang sekarang meski dalam hati dirinya sangat ingin bersembunyi.


Yi Wen memperkenalkan Bocah Pengemis Gila sebagai calon suaminya dan itu membuat kedua orang tua gadis tersebut terkejut bukan main, belum lagi banyak orang yang menjadi saksi sehingga dalam sekejap---Bocah Pengemis Gila langsung menjadi pusat perhatian.


"Yi Wen benar-benar serius." Bocah Pengemis Gila menelan ludah untuk kesekian kalinya. Keringat dingin membasahi punggungnya dan dahinya, "Gawat. Ini akan sangat bahaya. Bagaimana mungkin aku dan Yi Wen..."


Bocah Pengemis Gila merinding. Dia tidak berani membayangkan hal-hal absurd seperti menikahi gadis seperti Yi Wen. Dia bahkan tidak punya bayangan untuk menikah dalam waktu dekat ini.


"................."


Bocah Pengemis Gila menurunkan pandangan matanya. Meski dia berteman dengan Yi Wen atau Xiao Shuxiang, dan meski dia selalu bertingkah layaknya orang tidak waras---tetapi dia tidak pernah lupa pada identitasnya.


Usia Bocah Pengemis Gila terhenti saat dia menjadi Pilar Dunia. Sejak saat itu, kematian benar-benar membencinya. Dia bahkan tidak pernah bisa menua.


?!


Bocah Pengemis Gila mengerutkan kening saat mendengar orang berbicara tentangnya. Meski itu samar di telinga yang lain atau kurang jelas, tetapi untuknya---dia sungguh bisa memahami ucapan tersebut dengan baik. Dia mempunyai Indra pendengaran yang sangat tajam jika sedang memfokuskan diri.


"Kau serius akan menikah dengannya?! Pemuda itu?"


"Wen'Er, bukannya bibi tidak setuju. Tapi... Coba lihat dia. Tepung apa yang ada di wajahnya itu,"


"Ah..." Yi Wen menoleh. Sebelumnya dia sudah berusaha mencegah agar Bocah Pengemis Gila tidak memakai riasan aneh di wajahnya, tapi entah bagaimana pemuda tetap bisa melakukannya.


Yi Wen menggeleng pelan. Jika tidak ingin pemuda itu melakukan hal yang aneh, maka dia harus selalu berada di sampingnya. Bocah Pengemis Gila ini sering memakai riasan jika tidak diawasi.

__ADS_1


"Sebenarnya itu..." Yi Wen berusaha memikirkan kata-kata yang tepat dan kemudian berujar, "Dia sangat tampan. Benar! Karena terlalu tampan, dia merasa tidak nyaman dan menggunakan riasan untuk menutupi wajahnya."


"Xiao Shuxiang juga sangat tampan, tapi tidak menutupi wajahnya. Temanmu itu..."


"Bukan teman, tapi calon suami." Yi Wen tersenyum dan menatap ke arah Bocah Pengemis Gila. Dia pun mengedipkan sebelah matanya dan membuat pria tersedak napasnya sendiri hingga terbatuk beberapa kali.


Lain dengan kedua gadis itu, lain pula dengan Mo Huai. Pemuda tersebut tidak mempunyai anggota keluarga seperti ayah dan ibu, tetapi dia masih memiliki paman. Bahkan warga Kota Awan Dingin yang tersisa kini menjadi kerabat paling dekat yang dimilikinya sekarang.


Mo Huai baru saja mengunjungi salah satu kediaman warga kota awan dingin. Dia sekadar menyapa dan menanyakan kondisi orang-orang yang dianggapnya keluarga ini. Dia pun ikut disambut dengan sangat hangat dan meriah.


Mo Huai makan bersama dengan semuanya. Sesekali mereka akan menanyainya dengan apa saja yang sudah dia lakukan. Tentu saja Mo Huai menceritakan banyak hal, dia tidak pernah sungkan berbagi kisah apalagi jika itu tentang betapa beruntung dirinya karena dapat menyaksikan kehebatan Xiao Shuxiang.


Orang-orang yang duduk dan makan bersama Mo Huai sangat mengagumi Xiao Shuxiang. Karena itulah apa pun yang mereka dengar dan merupakan hal baik tentang Koki Alkemis itu, maka mereka bersemangat mendengarkan.


Xiao Shuxiang adalah pelindung, seorang pahlawan di mata mereka. Bakatnya yang luar biasa membuat dirinya pantas untuk semua pujian. Mo Huai tidak menambah atau pun mengurangi jika dia berbicara tentang Xiao Shuxiang. Dia selalu mengatakan apa pun sesuai yang dirinya lihat.


Cukup lama Mo Huai tinggal, dia bahkan baru berpamitan saat hari mulai sore. Sebenarnya dia dibiarkan untuk menginap, tetapi masih ada banyaK pekerjaan yang harus diurus.


Mo Huai baru saja berjalan keluar beberapa langkah saat tanpa peringatan, sesuatu langsung memberinya totokan yang membuat tubuhnya lemas. Dia pun menjadi tidak sadarkan diri.


Butuh waktu yang lama bagi Mo Huai untuk bisa sadar kembali. Ketika membuka mata, dia terkejut dengan ruangan yang dipenuhi dinding batu. Tempat luas ini bahkan hanya diterangi oleh dua lentera yang jelas tidak cukup menjadi penerang ruangan.


??


Mo Huai mengerutkan kening. Dia pun lantas terkejut saat melihat kedua tangannya berada dalam kondisi yang sedang diikat. Belum lagi, posisinya saat ini dipaksa untuk berdiri .


!!


"Si-siapa di sana?!" Mo Huai menjadi tegang saat mendengar suara langkah kaki yang semakin lama kian mendekat.


"Mm.. Bukankah ini Mo Huai. Alkemis yang hebat itu?"

__ADS_1


!!?


******


__ADS_2