![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang berkedip saat tiba di sebuah tempat yang diapit oleh dua tebing batu. Dia tidak merasa asing dengan tempat ini, tetapi bukan berarti dia merasa akrab. Bisa dibilang dia pernah kemari sebelumnya.
"Ini..." Xiao Shuxiang ingat dan langsung menepuk dahinya.
"Shuxiang,"
"Aku tahu. Astaga.." Xiao Shuxiang menghela napas. Lokasi ini adalah berada di wilayah Gunung Puncak Setengah Langkah, Benua Tengah.
Lan Guan Zhi menggeleng pelan. Sebelumnya mereka tiba di Istana Seribu Pedang karena datang dari salah satu wilayah di Benua Timur. Dan karena mereka berada di Sekte Lautan Awan ketika ingin pulang, maka tentu saja lokasi kepulangan mereka pun berpindah.
Xiao Shuxiang segera mengeluarkan Cermin Pemindah miliknya. Untung saja dia sekarang sudah bisa memakai benda ini untuk berpindah tempat meski jaraknya jauh, jika tidak---dia dan Lan Guan Zhi pasti akan sangat kerepotan hanya untuk bisa pergi ke Benua Timur.
"Kau harusnya lebih fokus lagi," Lan Guan Zhi buka suara. Dia jelas sedang mengkritik teman baiknya.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Iya. Baiklah. Yang tadi itu memang salahku, maaf saja. Oke?"
"Hmph. Tidak tahu malu,"
Xiao Shuxiang memanyunkan bibirnya saat melihat Lan Guan Zhi mulai berjalan lebih dahulu ke arah Cermin Pemindah miliknya. Dia pun kembali buka suara dengan berkata, "A-Yuan. Aku sebenarnya sudah sejak tadi penasaran dengan sesuatu. Saat itu... Kenapa kau menghentikanku dan malah membiarkan Dao Fang An serta para muridnya mengikuti Liu Wei Lin? Bagaimana jika mereka dijebak seperti yang dilakukan oleh Wang Zhao."
Lan Guan Zhi menghentikan langkahnya ketika satu langkah lagi memasuki Cermin Pemindah. Dia menoleh, menatap teman baiknya sejenak sebelum berkata. "Mereka akan baik-baik saja,"
"Sungguh?"
"Saat terlibat dalam pertarungan atau situasi yang menegangkan... Jika ada dia---rasanya menjadi aman dan seperti mudah diatasi. Dia orang yang seperti itu."
Xiao Shuxiang berkedip, dia memperhatikan sosok di hadapannya ini yang benar-benar tidak biasanya bicara begitu panjang apalagi begitu memuji orang lain. Dia pun bertanya, "Apa kau memiliki penglihatan terkait sifat Liu Wei Lin ini?"
"Aku tidak menggunakannya,"
"Apa?" Xiao Shuxiang tersentak. "A-Yuan, kau ini. Bagaimana jika dia adalah seorang penipu,"
"Tenanglah. Dia benar-benar orang baik dan bisa dipercaya," Lan Guan Zhi berujar tenang. "Dia sama sepertimu,"
?!
Memperhatikan bahwa teman baiknya tidak mengatakan apa-apa membuat Lan Guan Zhi kembali berkata, "Saat kau ada... Rasanya bahwa semua masalah akan bisa teratasi dengan mudah. Aku merasakan hal yang sama pada tuan muda Liu Wei Lin,"
"Be-benarkah?" Xiao Shuxiang menggaruk pelan pipinya yang tidak gatal dan lantas bergumam, "Apa ini semacam pujian dengan tingkatan yang tinggi? Ah... Kurasa aku memang seluar biasa itu. Shh... Bukan kurasa, tapi aku memang sangat luar biasa. Iya, kan?"
__ADS_1
".................." Lan Guan Zhi memperhatikan saat teman baiknya menyilangkan tangan sambil tersenyum bangga. Dia menghela napas dan lupa bahwa seharusnya dia tidak melakukan pujian pada orang paling tidak tahu malu ini.
Lan Guan Zhi melangkah memasuki Cermin Pemindah dan kemudian disusul oleh Xiao Shuxiang. Suasana saat itu langsung berubah dan bahkan senyuman Xiao Shuxiang pun ikut memudar ketika menyaksikan pemandangan di hadapannya.
!!!
Xiao Shuxiang memperhatikan sekelilingnya dan semuanya telah ditutupi api. Dia tersentak dan spontan menarik lengan Lan Guan Zhi ketika sebuah puing bangunan jatuh. Nyaris saja benda itu mengenai teman baiknya.
"Kau baik-baik saja, A-Yuan?"
"Mn, bagaimana denganmu?"
"Aku tidak apa-apa,"
Lan Guan Zhi memperhatikan sekitarnya dan bertanya, "Kau tidak membawa kita ke tempat yang salah lagi, kan?"
Xiao Shuxiang kembali memperhatikan sekitarnya dan menahan napas saat berkata, "A-Yuan. Saat ini... Aku lebih berharap bahwa aku membawamu ke tempat yang salah,"
Lan Guan Zhi bisa merasakan ketegangan dan rasa cemas di mata teman baiknya. Mereka berada di antara bangunan yang terbakar dan lokasi ini adalah Kota Awan Dingin. Suasana di sekitar semuanya dipenuhi oleh api dan udara pun terasa amat panas.
"A-Yuan, ayo!" Xiao Shuxiang melesat. Firasat tidak enaknya ketika berada di Alam Kultivasi Atas benar-benar terjadi. Hanya saja dia tidak menyangka bahwa kondisi akan seburuk ini.
Xiao Shuxiang menggunakan memakai Teknik Pernapasan Air miliknya untuk memadamkan api yang membakar beberapa bangun di depannya. Dia terkejut saat melesat lebih jauh dan melihat ada banyak mayat yang dalam kondisi sangat mengenaskan.
Tujuan pertama Xiao Shuxiang adalah Sekte Kupu-Kupu. Detakan jantungnya berpacu lebih cepat dan langkahnya terasa semakin sulit ketika dia makin dekat dengan tempat tinggal ibunya tersebut. Dia pun berhenti ketika melihat bahwa tempat itu sudah bukan lagi Sekte Kupu-Kupu seperti sebelumnya.
"Ibu? Ibu...!"
"Shuxiang, kau-" Lan Guan Zhi terkejut saat Xiao Shuxiang menggunakan kekuatan yang besar untuk menggunakan Teknik Pernapasan Air. Kali ini itu sampai membentuk hujan buatan yang benar-benar deras.
Setiap bangunan di Sekte Kupu-Kupu terbakar hebat dan ketika terkena hujan deras---semua terjatuh, menyisakan beberapa balok kayu yang bahkan bisa dihancurkan hanya dengan sentuhan tangan yang ringan.
Lan Guan Zhi tahu bagaimana perasaan teman baiknya sekarang, dia pun ikut merasakan hal yang sama. Selain bangunan, ada banyak mayat yang sudah tidak bisa dikenali lagi. Mereka seperti telah terkena luka tebasan dan kemudian dibakar.
"Ibu...!" Xiao Shuxiang tidak peduli menginjak mayat siapa saat ini. Dia hanya mencari ibunya dan seakan tidak mau menerima bahwa dirinya sudah terlalu terlambat sekarang.
Di sisi lain, Lan Guan Zhi menggunakan kemampuan mata cermin bintang dan bisa melihat setidaknya beberapa hal tentang situasi ini sekarang.
Dalam penglihatannya, sosok pria berjubah hitam langsung memberikan serangan besar dan meledakkan bangunan gerbang utama Sekte Kupu-Kupu. Bahkan serangan berikutnya meledakkan gedung besar sekte ini hingga melukai beberapa murid.
__ADS_1
Walaupun para murid Sekte Kupu-Kupu bekerja sama dan menyerang orang itu, tapi mereka tetap saja kalah. Penglihatan Lan Guan Zhi terhenti saat dia menolak untuk melihat akhir tragis dari murid yang menyerang pria itu.
Lan Guan Zhi pun berusaha untuk melihat yang lain, apalagi ketika dia terus mendengar suara dari teman baiknya yang memanggil ibunya dan juga Ling Qing Zhu. Hanya saja ketika baru akan melakukannya, tiba-tiba temannya itu melesat dari arah samping tubuhnya.
"Ayo ke tempat Wali Kota," Xiao Shuxiang belum menyerah. Dia tidak mau memikirkan hal yang buruk meski kenyataan berada tepat di depan matanya.
"Shuxiang..." Lan Guan Zhi menatap punggung subjek itu dan mengikutinya. Dia sudah tahu, tapi ketika seseorang masih memiliki harapan untuk hal yang sebenarnya sia-sia, dia merasa akan sangat terluka jika mematahkan harapan itu.
Lan Guan Zhi melesat dan mengikuti Xiao Shuxiang. Hanya saja saat berada di tempat Wali Kota Awan Dingin---semuanya pun telah terbakar dalam api. Tidak ada yang tersisa selain abu dan bau dari daging yang terbakar.
"Ayah..!" Xiao Shuxiang memanggil ayahnya dan menggeleng, "Tidak mungkin tidak ada orang. Di mana mereka semua,"
"Shuxiang..." Lan Guan Zhi melihat pemuda ini kembali memadamkan apinya dengan Teknik Pernapasan Air, bahkan karena menggunakan kekuatan yang besar---darah mengalir di sudut bibirnya.
Lan Guan Zhi tidak tahan lagi dan menarik tangan teman baiknya, "Berhenti. Sudah cukup,"
"A-Yuan, apa maksudmu?" Xiao Shuxiang memegang kuat tangan Lan Guan Zhi dan berkata, "Kita perlu menemukan ayah atau ibuku. Kalau bisa bantu aku mencari Kucing Putih juga,"
".................." Lan Guan Zhi merasakan tangan subjek ini gemetar ketika memegangnya. Dia tahu bahwa Xiao Shuxiang menyadari situasi sekarang yang telah terlambat, namun masih melakukan usaha terakhir.
Lan Guan Zhi memejamkan mata sejenak sebelum mengangguk pelan. Dia akan percaya bahwa masih ada yang selamat selama tidak menemukan mayat orang-orang yang dikenal oleh teman baiknya ini. Dia memperhatikan sekitarnya dan kembali menggunakan mata cermin bintang untuk mencari petunjuk.
Dalam penglihatan itu, Lan Guan Zhi juga melihat pemandangan yang serupa. Orang yang menyerang Sekte Kupu-Kupu sama dengan sosok yang mengacaukan tempat tinggal Wali Kota Awan Dingin.
Lan Guan Zhi melihat Yang Hao bertarung dengan sosok tersebut dan dibuat tersudut. Bahkan dalam penglihatannya, Yang Hao tidak bisa melakukan serangan balasan dan kalah. Di saat dia ingin menghentikan penglihatannya, Lan Guan Zhi tiba-tiba melihat Ling Qing Zhu.
Dalam pemandangan yang sudah kacau itu, Ling Qing Zhu terlihat menyelamatkan Yang Hao dan dibantu oleh beberapa orang murid Sekte Kupu-Kupu. Meskipun sangat sulit dan bahkan sampai ada yang mati, namun Ling Qing Zhu berhasil membawa Yang Hao pergi walau gadis itu sendiri terlihat terluka.
!!
"Shuxiang, di sini." Lan Guan Zhi melesat dan membuat Xiao Shuxiang mengikutinya. Dia membawa teman baiknya mengikuti jejak dari Ling Qing Zhu dan rupanya itu mengarah pada sebuah tempat di luar Kota Awan Dingin.
Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang melesat dengan kecepatan yang tinggi hingga mereka tiba di sebuah hutan. Tempat itu sebagian besar pepohonannya telah mati dan beberapa tempat seakan pernah terkena serangan nyasar dari pertarungan beberapa orang.
Bahkan ketika kaki Lan Guan Zhi mulai menapak di tanah, dia melihat ada mayat yang terbakar dengan jubah berpola seperti sayap kupu-kupu. Dia menoleh kearah Xiao Shuxiang, namun pemuda itu sepertinya tidak peduli pada hal yang lain.
"Ayah..!" Xiao Shuxiang kembali memanggil Yang Hao dan sambil berlari. Dia diikuti oleh Lan Guan Zhi dari belakang dan sebuah suara gemerisik di antara semak membuat kakinya langsung berhenti.
Lan Guan Zhi ikut menghentikan langkahnya. Dia melihat seseorang berlari seakan datang karena mendengar suara Xiao Shuxiang barusan. Sosok itu tidak lain adalah Ling Qing Zhu.
__ADS_1
!!
******