KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
452 - EXTRA PART (3)


__ADS_3

Xiao Shuxiang terbangun di pagi hari, keadaan di luar sudah cerah dan matahari telah tinggi di langit. Dia berguling dan berkedip, tidak menyangka bahwa Ling Qing Zhu ternyata masih tertidur.


Sosok itu memunggunginya, dengan rambut panjang terurai berwarna seputih salju. Terlihat menyebar longgar di bantal dan tempat tidur. Satu garis membuat lintasan ingatan seakan terbayang di hadapan Xiao Shuxiang.


!!


Ekspresi Xiao Shuxiang mendadak pucat, kedua telinganya memerah saat dia ingat dengan apa yang sudah terjadi malam itu. Rasa tidak percaya nampak jelas di wajah menawannya.


Dia adalah pemuda yang benar-benar kuat dalam minum arak, sama sekali tidak ada yang bisa membuatnya mabuk meskipun meminum puluhan kendi. Tetapi entah bagaimana dia harus menjelaskan insiden semalam.


Xiao Shuxiang berkedip. Ini sebenarnya bukan yang pertama kalinya dia melakukan itu dengan Ling Qing Zhu, insiden di danau adalah awalnya. Tetapi waktu itu dan yang sekarang sangat berbeda. Belum lagi kali ini... Tidak ada yang tersembunyi.


".................." Xiao Shuxiang meyakinkan diri bahwa sebelum gadis di sampingnya bangun, maka dia harus melarikan diri. Kondisi akan sangat berbahaya jika sosok ini membuka mata dan melihatnya.


Niatan Xiao Shuxiang memang begitu, tetapi ketika hendak bergerak---sosok di sampingnya justru mulai mengubah posisi. Pada akhirnya dengan segera Xiao Shuxiang kembali berpura-pura tidur.


".................."


Kelopak mata Ling Qing Zhu mulai bergerak dan perlahan terbuka. Pandangan matanya memburam sebelum akhirnya menjadi jelas. Dia langsung disambut oleh wajah menawan seorang pria yang tertidur dan tak lain adalah Wali Pelindungnya sendiri.


Ling Qing Zhu perlahan bangun, dia mengusap wajahnya dan kemudian mulai meraih selimut. Dia dengan penuh perhatian memperbaiki selimut tersebut dan menutupi tubuh subjek di sampingnya.


Xiao Shuxiang masih menutup mata, dia berpura-pura tertidur dan sejujurnya kaget saat merasakan tangan orang lain memperbaiki selimut untuknya. Padahal sebelumnya dia sudah sangat tegang, khawatir jikalau langsung ditendang dari tempat ini.


Apa yang dilakukan Ling Qing Zhu memang tidak terduga, tetapi bukan itu saja. Xiao Shuxiang kembali terkejut ketika subjek di sampingnya berbaring lagi dan kali ini memeluknya. Dia benar-benar ingin membuka mata untuk melihat dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi.


"Ini..." Xiao Shuxiang tidak berani. Bahkan ketika tangannya diraih dan dibuat seakan memeluk seseorang---dia tidak berani untuk protes. Situasi dan kondisi ini membuatnya luar biasa terguncang.


"Apa dia sedang mabuk..? Kenapa tidak bangun..?" Xiao Shuxiang gugup, tetapi karena dia memang mempunyai detak jantung yang bergerak lebih lambat dari orang biasa---maka bahkan Ling Qing Zhu pun tidak tahu bahwa dia sudah bangun sejak tadi.


!!


"Ba-bagaimana ini...?" Xiao Shuxiang berpura-pura memperbaiki posisinya dan menguatkan pelukan pada subjek di sampingnya. Dagunya menyentuh pucuk kepala Ling Qing Zhu dan karena hal ini--dia pun bisa membuka matanya.


"Kucing Putih tidak menolak?! Astaga..." Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali. Dia sungguh memeluk seorang gadis berambut putih dan benar-benar sosok Ling Qing Zhu. Tetapi yang tidak diduga adalah respon subjek ini sama sekali tidak sesuai dengan bayangannya.


*


*


Xiao Shuxiang awalnya berpura-pura tidur, tetapi karena gadis yang bersamanya tidak kunjung melepaskan pelukan---dia pun justru kembali tertidur pulas. Saat bangun, subjek di sampingnya sudah menghilang entah ke mana.


Xiao Shuxiang berpikir bahwa kejadian sebelumnya mungkin hanya mimpi. Dia mengusap-usap wajahnya dan kemudian berjalan ke arah sekat untuk membersihkan diri.


Tidak berselang lama, Xiao Lu dan Li Qian Xie datang berkunjung. Mereka baru akan menggeser untuk membuka pintu ketika dikejutkan dengan kehadiran Xiao Shuxiang yang sudah berdiri di sana.


"Oh, jantungku..!" Xiao Lu mengusap-usap dadanya. Dia menampar lengan Xiao Shuxiang dan membentak, "Kau membuatku terkejut tahu!"


"Aku juga kaget..!" Xiao Shuxiang berkata, "Kalian kenapa diam-diam seperti itu? Ah... Kalian ingin mengintip?"


"Ti-tidak, mana mungkin." Xiao Lu mencoba mengelak dan dibantu oleh Li Qian Xie.


Xiao Shuxiang yang baru saja selesai mandi dan mengganti pakaiannya pun berkata, "Di mana Kucing Putihku?"


"Mn? Apa nona Ling tidak ada di dalam?" Xiao Lu justru balik bertanya dan membuat Xiao Shuxiang menggeleng sebagai jawaban.


Xiao Lu berkedip, "Kupikir nona Ling ada di sini.. Ya sudah, jika demikian. Kami mau pergi saja,"


"Apa? Hei..!" Xiao Shuxiang tidak sanggup untuk berkata-kata melihat tingkah Xiao Lu dan Li Qian Xie yang pergi meninggalkannya begitu saja. Kedua wanita itu... Mereka sangat aneh.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan kemudian berjalan untuk mencari Kucing Putihnya. Tetapi setelah mengelilingi istana, dia sama sekali tidak menemukan Ling Qing Zhu.


Lelah mencari membuat Xiao Shuxiang pada akhirnya bertanya pada salah satu pelayan. Dia menepuk dahinya ketika pelayan itu justru tahu bahwa Ling Qing Zhu pergi ke Sekte Pedang Langit. Andai saja sejak awal dia bertanya, maka tidak mungkin akan semerepotkan ini.


Xiao Shuxiang mengeluarkan cermin pemindah yang membuatnya bisa tiba di Sekte Pedang Langit dengan cepat. Saat itu masih ada sedikit perbaikan di beberapa bangunan sekte.


Seorang murid Sekte Pedang Langit yang membawa balok kayu nampak tersentak ketika melihat Xiao Shuxiang. Dia pun menghampiri pemuda berpakaian putih itu dan menyapa.

__ADS_1


Murid Sekte Pedang Langit berkata, "Tuan Muda Xiao? Apa Anda datang mencari tuan muda Lan?"


Xiao Shuxiang berkedip. Dia tersenyum dan menjawab, "Sebenarnya aku kemari untuk--"


"Tuan muda Lan ada di bangunan yang baru itu. Saat ini Pagoda Tingkat Sembilan dalam perbaikan. Tuan Xiao ke sana saja, tuan muda Lan pasti senang melihatmu."


"Tapi..."


"Aku harus pergi dulu, ada banyak pekerjaan. Sampai nanti~"


"................" Xiao Shuxiang tersenyum getir melihat betapa gembiranya murid Sekte Pedang Langit tersebut. Dia mengembuskan napas dan menggeleng pelan. "Padahal aku mencari Kucing Putih. Tapi kenapa selalu dilibatkan dengan Lan Zhi..?"


Xiao Shuxiang menggelembungkan pipinya dan bergumam, "Setiap kali kemari... Selalu saja Lan Guan Zhi. Seakan-akan aku kemari hanya karena dia. Memang Lan'Er itu siapa? Istriku juga bukan, hmph."


Xiao Shuxiang merutuk sepanjang jalan, tetapi tetap saja datang ke tempat yang dikatakan oleh murid Sekte Pedang Langit yang tadi. Dia tidak mengetuk pintu dan langsung membukanya sambil memanggil nama teman baiknya.


"Mn? A-Yuan?" Xiao Shuxiang mengedarkan pandangan. Dia tidak menemukan siapa pun di dalam ruangan ini, tetapi yakin bahwa dirinya tidak salah tempat.


"Aroma kayu cendana dan tampilan ruangan ini... Aku sama sekali tidak salah. Ini memang kamar A-Yuan, tetapi di mana dia?" Xiao Shuxiang berjalan ke arah sekat dan kembali memanggil, "Lan'Er..! Lan Zhi..! A-Yuan? Tsk, tsk, tsk... Ke mana dia..? LanLan..!"


Xiao Shuxiang memegang rambut poni depannya sebelum hendak melangkah pergi. Hanya saja ketika baru beberapa langkah, pintu ruangan terbuka dan seseorang melangkah masuk.


Sosok itu tidak lain adalah Lan Guan Zhi. Pemuda yang semakin hari memiliki aura luar biasa itu nampak membawa nampan berisi sesuatu. Xiao Shuxiang berkedip dan lantas mendekat karena merasa penasaran.


"A-Yuan, kau dari mana saja dan apa yang kau bawa itu?" Xiao Shuxiang mengikuti Lan Guan Zhi ke sebuah meja duduk dan terpukau saat tahu bahwa nampan yang dibawa teman baiknya adalah semangkuk bubur hangat.


"Apa itu sarapanmu? Tapi matahari sudah tinggi untuk sarapan pagi..?" Xiao Shuxiang duduk di seberang meja dan menggeleng karena mencium aroma bubur yang begitu enak.


Lan Guan Zhi memperhatikan teman baiknya dan berujar pelan, "Kau mau? Aku yang membuatnya."


"Apa?" Xiao Shuxiang tersentak, "Be-benarkah? Kau yang masak?"


"Mn. Cobalah,"


"Waah..." Xiao Shuxiang berkata, "Aku tidak meminta yah. Kau yang menawarkan. Rezeki tidak boleh ditolak,"


"Mn," Lan Guan Zhi melihat betapa sumringah teman baiknya ini. Dia memang sengaja pergi ke dapur untuk membuatkan bubur karena sudah tahu akan kedatangan tamu.


Xiao Shuxiang berkata, "Bubur putih bersalju dengan hiasan daun bawang. Daging suwir yang lezat dan tampak indah. Lalu..."


Xiao Shuxiang mencobanya sesendok dan berdecak kagum, "Waah... Bahkan irisan jahenya tipis dan dalam jumlah yang tepat. Bagaimana kau bisa membuat keajaiban seperti ini padahal hanya dengan semangkuk bubur? Jika seperti ini, aku jadi tidak bisa menemukan kekurangan dari seorang Lan Guan Zhi? Kau luar biasa,"


Mendengar pujian yang berlebihan dari subjek di depannya membuat Lan Guan Zhi tersenyum tipis dan menggeleng pelan. Dia berkata, "Jika kau menyukainya... Bagaimana jika kubuatkan hal-hal baru setiap hari?"


"Uhuk!" Xiao Shuxiang tersedak. Dia terbatuk dan kemudian menatap teman baiknya.


Xiao Shuxiang berkata, "A-Yuan. Ucapan yang kau berikan pada istrimu, tidak seharusnya kau lemparkan padaku. Aku kaget sekali,"


"Hmph, ini yang seharusnya kau lakukan."


"Apa?" Xiao Shuxiang menatap Lan Guan Zhi dan berkedip. "Ma-maksudmu bagaimana?"


Lan Guan Zhi bernapas pelan, "Nona Ling. Lakukan hal yang sama padanya,"


Xiao Shuxiang menaikkan sebelah alisnya, dia cukup lama mencerna ucapan teman baiknya dan akhirnya paham. "Oh! Waah...! A-Yuan, kawanku..! Aku mengerti..!"


Xiao Shuxiang menghabiskan bubur buatan Lan Guan Zhi dan kemudian bangun dari tempat duduknya. Tanpa peringatan, dia pun langsung melompati meja dan memeluk teman baiknya dengan gemas.


!!!


"Shuxiang--"


"A-Yuan, kau yang terbaik! Cucuku yang terbaik! Aku mencintaimu..!" Xiao Shuxiang mencium pipi subjek di sampingnya dan dengan senang berkata, "Kalau begitu aku pergi dulu. Doakan aku, kawan. Oke?"


Lan Guan Zhi membeku, tentu saja syok dengan apa yang diperbuat oleh Xiao Shuxiang. Dia menyaksikan teman baiknya itu bergegas pergi seolah tidak sadar dengan apa yang baru saja terjadi.


"..............." Lan Guan Zhi berkedip. Tangan kanannya terulur dan menyentuh pelan pipinya. Xiao Shuxiang benar-benar tidak tahu malu..! Keterlaluan sekali.

__ADS_1


Lan Guan Zhi bernapas pelan. Beruntung tidak ada orang lain yang melihat tindakan tidak terduga dari teman baiknya itu. Jika sampai ada yang melihat, entah akan jadi sebesar apa kabar tersebut.


*


*


"Aiya, aku lupa menanyakan keberadaan Kucing Putih pada A-Yuan tadi..." Xiao Shuxiang berdecak. Dia menghela napas dan baru akan kembali menemui Lan Guan Zhi ketika dia melihat Xiao Qing Yan.


"Kucing Hitam..! Kemari..!" Xiao Shuxiang memanggil dan membuat anak perempuan itu menoleh.


Xiao Qing Yan berkedip dan menghampiri Xiao Shuxiang. Dia berdecak, "Bisakah kau berhenti memanggilku seperti itu? Aku ini punya nama, tahu!"


"Kau juga datang, kan. Jadi siapa yang peduli,"


"Kau..!" Xiao Qing Yan menjadi kesal, seharusnya dia tidak menoleh ketika bukan namanya yang disebut. Ini semua karena dia sudah terbiasa dengan panggilan 'Kucing Hitam' dari pemuda menawan ini.


"Tsk, menyebalkan sekali." Xiao Qing Yan berdecak dan kemudian membentak, "Ada apa kau memanggil?! Aku ini sedang sibuk!"


"Ya ampun, kasar sekali." Xiao Shuxiang mengusap-usap dadanya dan berkata, "Nak. Kau tidak boleh bersikap seperti itu. Saat dewasa nanti, tidak akan ada pemuda yang menikahimu."


"Terserah aku. Jika kau hanya meledek, sebaiknya menjauh..! Aku ini punya banyak pekerjaan,"


"Hmph, berlagak sibuk." Xiao Shuxiang mencibir, dia pun lantas berkata. "Aku sedang mencari Kucing Putih, apa kau melihatnya?"


"Maksudmu nona Ling?" Xiao Qing Yan menyilangkan tangan berujar, "Aku melihat nona Ling Qing Zhu baru saja selesai bicara dengan Patriarch Lan Xu Jian. Dia sekarang sedang pergi beristirahat di... Ah! Dia ada di bangunan yang di sana itu."


Xiao Shuxiang mengikuti arah dari jari telunjuk Xiao Qing Yan. Dia melihat bangunan tersebut merupakan Balai Peristirahatan. Dirinya pun mengangguk pelan, "Baiklah. Kau lanjutkan pekerjaanmu,"


Xiao Shuxiang pergi ke Balai Peristirahatan, tetapi tidak melewati pintu depan. Dia masuk lewat pintu belakang yang merupakan tempat terdekat menuju dapur.


!


"Kakek Janggut Panjang?!" Xiao Shuxiang melihat seorang pria tua yang nampak sedang memotong-motong daging ayam. Sosok itu berdiri di atas dua kotak kayu yang ditumpuk karena tinggi badannya yang tidak sampai ke meja dapur.


"Oh, Bocah Nakal. Lama tidak berjumpa,"


"Aku ini sudah menikah. Aku pria dewasa, Kakek." Xiao Shuxiang berjalan mendekat dan menggeleng pelan. "Haiih... Kupikir kau sudah menjadi bangkai, tidak disangka kau masih bernapas."


"Kurang ajar, apa kau sedang menyumpahi Gurumu ini?" Duan Den mencibir, "Harusnya kau itu memberi hormat dan melakukan salam yang sopan. Bukan seperti anak berandalan,"


Duan De berkata, "Apa yang sedang kau lakukan? Kau mau mencuri makanan lagi?"


"Astaga.. Kapan aku melakukannya?" Xiao Shuxiang berkata, "Aku ingin meminjam dapur untuk membuatkan istriku makan siang. Ayo beri ruang,"


"Tsk, awas jika kau membuat dapur berantakan."


"Iya, aku akan hati-hati. Kau seperti tidak tahu Xiao Shuxiang saja,"


Duan De memperhatikan Xiao Shuxiang yang terlihat fokus memotong-motong sayur. Sudah lama dia tidak melihat pemuda menawan ini dan aura yang terpancar pada subjek tersebut begitu berbeda.


Duan De menarik napas dan kembali pada kegiatannya memotong daging ayam. Tanpa menoleh, dia pun buka suara.


Duan De berkata, "Ada banyak hal yang sudah terjadi... Apa sekarang kau baik-baik saja?"


Ayunan pisau di tangan Xiao Shuxiang terhenti sejenak sebelum kembali memotong-motong sayuran. Dirinya pun dengan tenang berkata, "Kau melihat aku masih bernapas, kan? Tentu aku baik-baik saja."


".............." Duan De menggeleng pelan. Dia menatap Xiao Shuxiang dan dengan serius berkata. "Kau sungguh tidak mengerti apa yang kumaksud?"


Xiao Shuxiang menoleh. Dia mengembuskan napas dan tersenyum, "Aku baik-baik saja. Sungguh, Kakek tidak perlu khawatir."


"Kudengar dari Senior... Kau memiliki musuh yang sulit dihadapi. Dan saat ini kau sedang memikirkan cara melawannya,"


".............." ekspresi Xiao Shuxiang berubah. Dia tahu siapa 'Senior' yang disebutkan oleh Duan De dan memang hanya orang itu yang akan sangat dihormati oleh Kakek Janggut Panjang ini.


Xiao Shuxiang menarik napas dan mengangguk pelan. Dia tersenyum dan berkata, "Aku memang sedang memikirkan beberapa hal. Tetapi untuk saat ini aku ingin fokus pada Kucing Putihku dulu,"


"Shuxiang. Bagaimana jika kau belajar... penguasaan Enam Unsur Tenaga Dalam?"

__ADS_1


!!!


******


__ADS_2