![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Tidak ada yang baik bagi para kultivator yang terperangkap di dalam Bentang Alam Mimpi Qiao Nuan, termasuk juga dengan yang terjadi pada Wang Zhao saat ini.
Pemuda itu menghadapi sosok yang sama sekali tidak bisa dikalahkan dengan mudah. Di samping itu, dia pun harus melindungi Tetua Meng Hao Niang yang beberapa kali hampir terkena serangan nyasar dari pertarungannya.
Untuk Qiao Nuan sendiri, dia terlihat begitu kesal sebab Wang Zhao sangat sulit ditangkap. Pemuda di hadapannya ini mempunyai gerakan yang lincah dan meski tempat ini di bawah kendalinya, tetapi posisinya sebenarnya juga tidak terlalu menguntungkan.
Qiao Nuan tidak bisa menjelaskan, tetapi dia merasa bahwa tubuhnya yang lain juga sedang bertarung sengit saat ini. Kedua tangannya sampai gemetar saking marahnya.
"Kurang ajar, ada yang mencoba menggali kelemahanku." mata Qiao Nuan berkilat, energi spiritual terbentuk di langit dan memadat menjadi seekor hewan buas.
Tetua Meng Hao Niang menyaksikan itu dan lantas menyerukan nama Wang Zhao. Pemuda itu pun menghampirinya dan tetap mewaspadai serangan lawan.
"Tetua Meng, ada apa?" napas Wang Zhao begitu tidak beraturan. Dia jelas hampir diambang batasnya, namun situasi memaksanya agar tetap mengayunkan pedang.
"Apa kau bisa mengalikan energi spiritualmu padaku?" Tetua Meng Hao Niang bertanya karena mempunyai satu rencana. Pertanyaannya barusan membuat Wang Zhao menatapnya.
"Tetua Meng..." Wang Zhao masih mengatur napas dan di saat yang sama seruan dari Qiao Nuan mengejutkannya.
Makhluk yang mirip ular besar dengan penampilan mengerikan itu menggeliat di udara dan memberinya tatapan tajam. Wang Zhao tersentak saat hewan itu melesat ke arahnya.
"Wang Zhao, cepatlah! Kau bisa alirkan energi spiritualmu atau tidak?" Tetua Meng Hao Niang merasa bahwa dia dan Wang Zhao akan tewas jika mereka tidak segera melakukan sesuatu.
"Tidak akan kubiarkan kalian melakukan apa-apa, matilah!" Qiao Nuan berseru, bersamaan dengan makhluk besar ciptaannya melesat ke arah Wang Zhao.
Detik saat mulut hewan itu terbuka dan menyemburkan api ke arah lawan---Wang Zhao sudah lebih dahulu mengalirkan energi spiritual miliknya ke tubuh Tetua Meng Hao Niang.
Wanita yang sangat menyukai arak itu terlihat berekspresi serius. Dia memakai energi spiritual Wang Zhao dan berhasil mengeluarkan pedang spiritual miliknya, Yīchén.
Kemunculan senjata spiritual itu disertai dengan suara gemuruh. Makhluk buas yang diciptakan Qiao Nuan mampu untuk dilenyapkan oleh Tetua Meng Hao Niang hanya dalam beberapa gerakan.
__ADS_1
Wang Zhao terkejut. Dia tahu bahwa Tetua Meng Hao Niang sangat hebat, tetapi tidak disangka kemampuan wanita ini akan sangat besar. Bahkan makhluk ciptaan Qiao Nuan yang mengerikan itu bukan apa-apa di hadapannya.
"Tetaplah di dekatku dan lakukan apa yang kuminta padamu," Tetua Meng Hao Niang memberi arahan pada Wang Zhao. Dia melesat, menggunakan kekuatan yang dimilikinya untuk membalas setiap perbuatan Qiao Nuan pada mereka.
Pertarungan yang dahsyat kembali terjadi, namun meski sekarang Tetua Meng Hao Niang bisa ikut bertarung--tapi kondisi belum memihak pada mereka.
Kesulitan yang dialami Wang Zhao sama dengan kesulitan yang dialami oleh para kultivator yang berada di perbatasan wilayah Sekte Lembah Iblis. Mereka adalah para pendekar yang tidak ikut terperangkap ke dalam Bentang Alam Mimpi Qiao Nuan.
Shen Gu dan rekan-rekannya yang masih terikat di pohon terus berusaha untuk bisa membebaskan diri. Mereka sudah banyak mendengar suara pertarungan dan ledakan yang jelas harus segera diakhiri.
Tidak bisa dipungkiri banyak korban berjatuhan dari kedua belah pihak, apalagi saat ini---gelombang kultivator dari aliansi para pendekar itu kembali datang. Mereka mengepung Sekte Lembah Iblis dan menyerang siapa pun yang berani memberikan perlawanan.
Shen Gu tidak pernah meragukan kemampuan para anggota Sekte Lembah Iblis, tetapi bila jumlah penyerang sekte miliknya bertambah semakin banyak--dia jelas merasa bahwa ini akan sangat menyulitkan.
Buruknya lagi, saat ini kondisinya sendiri tidak bisa lepas dari jerat Tali Pengikat Abadi. Shen Gu memberontak, namun usahanya sia-sia belaka.
Di sisi lain, ada beberapa kultivator yang berhasil sampai di Istana Teratai Hitam. Mereka pikir akan bertarung melawan para prajurit istana, tetapi siapa yang akan menyangka bahwa para kultivator itu secara mengejutkan menghilang .
Wang Zhao sekarang ini terlihat begitu pucat, darah mengalir di sudut bibirnya dan penglihatannya pun memburam. Tetua Meng Hao Niang berusaha agar dia tetap terjaga dan fokus, tetapi memang melawan sosok seperti Qiao Nuan membutuhkan tenaga yang lebih besar lagi.
"Kuakui kalian hebat, tetapi ini masih belum cukup untuk melawanku." Qiao Nuan buka suara. Dia terlihat sangat merah dan serangannya kali ini tidak bisa dihindari lawan.
Tetua Meng Hao Niang dan Wang Zhao terkena serangan itu. Mereka sampai jatuh menghantam tanah dan bahkan hampir terjatuh ke dalam tanah yang penuh lahar panas.
Qiao Nuan merentangkan kedua tangannya dan kemudian memfokuskan diri. Dalam waktu beberapa tarikan napas, tanah kembali bergetar dan bergeser semakin lebar.
"Wang Zhao!" Tetua Meng Hao Niang bergerak cepat dan berhasil meraih pergelangan tangan Wang Zhao sehingga pemuda itu tidak langsung terjatuh ke dalam lahar yang panas.
Sesaat setelah serangan itu, seseorang melesat menerjang Qiao Nuan. Wang Zhao yang sedang kesulitan ikut dibantu hingga akhirnya dia bisa bernapas lega.
__ADS_1
"Kau ..." Tetua Meng Hao Niang terkejut dengan seseorang yang membantunya. Sosok di hadapannya ini tidak lain adalah Xiao Shuxiang dan kehadiran pemuda ini merupakan sesuatu yang tidak terduga baginya.
Orang lain yang saat ini menghadapi Qiao Nuan adalah leluhur dari Bocah Pengemis Gila. Pria bermata hijau itu berhasil memecahkan setiap penghalang di jalannya dan bahkan membawa Xiao Shuxiang ke tempat ini. Dia mempunyai kemampuan yang luar biasa.
Qiao Nuan menggeram, sama sekali tidak merasa takut dengan siapa pun orang yang dihadapinya. Hanya saja ketika hendak melesatkan serangan lagi, sesuatu tiba-tiba saja terjadi.
Lan Guan Zhi yang saat ini bersama teman baiknya nampak tersentak melihat Qiao Nuan yang memuntahkan darah, padahal wanita itu tidak terkena serangan dari pria asing bermata hijau ini.
Xiao Shuxiang yang ada di tempat kejadian juga terlihat mengerutkan keningnya. Dia merasa bahwa Qiao Nuan menghadapi situasi yang sama seperti orang-orang kuat hadapi selama ini, itu adalah luka dalam karena tubuh yang tidak bisa menampung kekuatan besar.
Xiao Shuxiang sering melihat situasi semacam itu, namun apabila mengingat bahwa Qiao Nuan memiliki kemampuan membelah diri untuk mengatasi situasi semacam ini, maka ada kemungkinan tubuh lain dari wanita itu sedang ikut terluka sekarang.
Qiao Nuan menyeringai. Dia mendengus dan berkata, "Kalian sepertinya mulai menggunakan rencana menyerang. Tapi bagaimana ya ... Ini masih belum cukup,"
"Kurasa keangkuhanmu sudah harus berakhir sekarang,"
!!
Qiao Nuan langsung menoleh saat mendengar suara itu. Matanya melihat ke arah pemuda yang berekspresi tenang dan nampak melangkah seakan mendekat ke arahnya itu.
Urat-urat menegang di leher dan dahinya. Qiao Nuan menatap tajam pemuda di hadapannya sebelum dia mulai berseru memanggil nama orang itu.
"Xiao Shuxiang..!!" ada kemarahan pada suara Qiao Nuan, rasanya seakan-akan dia sudah lama memendamnya.
Tetua Meng Hao Niang, Wang Zhao dan Lan Guan Zhi tersentak dan spontan menatap pemuda yang namanya diserukan oleh Qiao Nuan. Mereka tidak tahu apa yang sudah dilakukan pemuda ini hingga Qiao Nuan bisa bereaksi seperti itu.
"Benar sekali ... Kau memang Xiao Shuxiang," napas Qiao Nuan tidak beraturan, tetapi ini karena rasa marah yang memuncak di dalam dirinya. Dia sampai mengepalkan kedua tangan hingga aliran darah mengalir di sela-sela jarinya.
Wang Zhao melihat reaksi berlebihan dari Qiao Nuan dan kemudian menoleh ke arah Xiao Shuxiang. Dia berujar pelan, "Tuan Xiao? Kau ... Ada hubungan apa kau dengan Qiao Nuan hingga dia terlihat begitu membencimu?"
__ADS_1
Tetua Meng Hao Niang dan Lan Guan Zhi serta pria bermata hijau alami itu mendengarnya. Mereka menatap Xiao Shuxiang dan seakan-akan menunggu reaksi dari pemuda mempesona ini.
******