![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
PERINGATAN!
Episode mengandung sedikit adegan bromance. Harap selalu bijaklah dalam membaca dan terima kasih sudah mengikuti perjalanan Xiao Shuxiang sampai sejauh ini. ( ´ ▽ ` )ノ
*
*
*
Xiao Shuxiang tersentak saat Lan Guan Zhi memegang tangannya dan menariknya pergi. Yi Wen yang memanggil-manggil mereka pun juga tersentak kaget.
"Mereka mau ke mana? Apa mereka tidak lihat kita di sini?" Yi Wen buka suara dan nampak telah cengang.
Bocah Pengemis Gila yang melihat reaksi Yi Wen, apalagi mulut terbuka gadis itu pun langsung memasukkan salah satu potongan buah semangka. Dia berkata, "Kau tunggu saja di sini. Mereka mungkin sedang lupa sesuatu,"
"Bocah Pengemis Gila..!" Yi Wen kesal dan memukul lengan pria di sampingnya. Dia tidak punya pilihan selain memakan potongan semangka milik subjek ini.
"Nona Zhi Shu, ini.."
"Ah... Terima kasih,"
Yi Wen mendengar suara itu dan menyenggol lengan Bocah Pengemis Gila. Tepat di depan matanya sendiri... Dia menyaksikan bagaimana baiknya Hu Li dalam memperlakukan Zhi Shu.
Pemuda berambut putih yang selama ini selalu setia mengikuti Saudara Xiao-nya itu entah kenapa menjadi begitu perhatian pada Zhi Shu. Lihat saja, bahkan ketika Zhi Shu memakan potongan buah semangka---Hu Li akan dengan tulus mengusap air dari dagu dan bibir gadis cantik tersebut.
"Aiih... Semangka ini rasanya sangat hambar karena semua kemanisan direbut oleh mereka," Yi Wen buka suara. "Lihat itu, bermesraan di depan banyak orang seperti ini... Tidak tahu malu,"
"Bilang saja kau cemburu?" Bocah Pengemis Gila meledek. "Kemesraan yang mereka perlihatkan juga tidak terlalu vulgar, apanya yang memalukan?"
"Kau ini benar-benar yah.." Yi Wen menatap kesal pada pria di sampingnya dan berkata, "Apa kau tidak bisa membelaku sedikit?"
"Tidak,"
"Bocah Pengemis Gila..!"
"Ha ha ha, aduh aduh..! Baiklah, jangan memukul. Lalu kau mau apa? Ingin kusuapi juga? Atau sekalian kuperas satu semangka dan membuatkanmu jus? Kau mau yang mana?"
"Kau menyebalkan sekali, aku tidak mau..!" Yi Wen menggembungkan pipinya. Dia terlihat mendengus dan nampak ngambek pada Bocah Pengemis Gila.
"Kau ini mau apa sebenarnya?" Bocah Pengemis Gila begitu santainya menikmati potongan buah semangka pemberian Nie Shang. Dalam waktu sekedipan mata, dia pun berbincang-bincang dengan Nie Shang tanpa peduli lagi pada gadis di sampingnya.
Yi Wen hanya bisa menggeleng melihat tingkah Bocah Pengemis Gila. Dia sisi lain, dia melihat murid Sekte Pedang Langit juga begitu seru berbincang dengan Siu Yixin dan menyaksikan bagaimana Mo Huai berada di tengah-tengah para kurcaci Sekte Kupu-Kupu.
Lan Xiao entah sejak kapan berubah menjadi harimau bulan seukuran kucing dewasa. Dia duduk tenang sambil menatap Mo Huai dan kemudian menggoyangkan ekornya sampai mulai berguling-guling seakan sedang menarik perhatian.
"Ada apa dengan Lan Xiao? Tingkahnya aneh sekali," Xiao Qing Yan menggeleng pelan. Dia baru akan mengulurkan tangan, namun di saat yang sama harimau kecil itu justru melompat ke arah Mo Huai.
!
Murid Sekte Kupu-Kupu tersentak, tetapi tidak butuh waktu lama sampai mereka tertawa sebab Lan Xiao memanjat di bahu Mo Huai dan naik hingga ke kepala pemuda berwajah manis ini.
"Dia sepertinya sangat menyukaimu," Xiao Qing Yan berkata, "Tidak biasanya Lan Xiao suka bermain-main dengan orang lain dalam wujud harimau kecil seperti ini,"
__ADS_1
"Itu benar," seorang murid Sekte Pedang Langit berkata, "Selain pada Tuan Muda Lan dan Tuan Muda Xiao... Dia tidak pernah seperti ini pada siapa pun."
"Be-benarkah?" Mo Huai tersentak. Dia tentu saja tidak menyangka hal ini.
Xiao Qing Yan memperhatikan bagaimana Mo Huai mengulurkan tangan dan dengan lembut mengambil harimau bulan. Mo Huai terlihat menggendong Lan Xiao dan mengusap pelan kepala harimau kecil tersebut.
"Sebenarnya... Aku sedikit takut dengan kucing," Mo Huai buka suara. Dia berujar pelan dan berkata, "Ini membuatku sangat gugup.."
Nyawn~
"Tapi Lan Xiao terlihat sangat menyukaimu," salah seorang murid Sekte Kupu-Kupu berkata, "Kau jangan takut... Dia bukan kucing, tapi harimau bulan."
"Ah... Mm," Mo Huai mengangguk pelan. Dia tidak hanya gugup menggendong Lan Xiao, tetapi juga canggung karena berada di antara murid Sekte Kupu-Kupu dan murid Sekte Pedang Langit.
Para murid ini adalah kultivator yang hebat dan merupakan pahlawan. Mo Huai yang tidak bisa membantu apa pun tentu saja merasa sangat terbebani berada di antara orang-orang ini. Hanya saja dia tidak tahu bagaimana harus menyelamatkan diri sendiri dalam situasi seperti sekarang.
Mo Huai melihat ke arah Hu Li dan Zhi Shu yang duduk sedikit lebih jauh dari tempatnya berada. Kedua orang itu terlihat memiliki dunia pribadi mereka sendiri dan seolah tidak ingin diganggu.
Sementara di sisi lain, Mo Huai melihat Siu Yixin bersama dengan Ling Qing Zhu, Nie Shang, Yi Wen, dan Bocah Pengemis Gila. Pandangannya pun turun saat menghela napas pelan. Dia baru akan buka suara ketika tiba-tiba dikejutkan oleh sesuatu.
"Lan Xiao..!" Xiao Qing Yan kaget, begitu pun dengan yang lainnya. Awalnya semua baik-baik saja, tetapi entah bagaimana Lan Xiao tiba-tiba menggigit jari tangan Mo Huai.
"Kau tidak apa-apa?!" Xiao Qing Yan panik.
"Iya, ini bukan salah Lan Xiao." Mo Huai berkata, "Aku yang kaget dan langsung menarik tanganku. Aku terkejut Lan Xiao memasukkan jariku ke mulutnya,"
"Ya ampun, tapi itu berdarah..." Xiao Qing Yan menggeleng dan menatap ke arah harimau bulan. Dia berkata, "Lan Xiao.. Kau jangan seperti itu lagi,"
Xiao Qing Yan mengambil harimau bulan itu dengan hati-hati. Dia mengusap-usap kepala demonic beast tersebut dan berkata, "Kenapa kau tidak berubah menjadi manusia, hm? Ayo minta maaf pada Paman Mo Huai."
"Aku... Permisi sebentar..." Mo Huai bangun dari tempat duduknya dan berjalan pergi untuk mengobati lukanya. Jari tangannya terlihat masih berdarah.
"Biarkan aku membantumu, Senior..!" seorang murid Sekte Kupu-Kupu bergegas menghampiri pemuda yang memiliki gigi taring manis itu.
"Terima kasih.." Mo Huai tersenyum. Meski murid Sekte Kupu-Kupu begitu liar dan brutal saat bertarung, tetapi di luar itu mereka adalah anak-anak yang ramah, setia, dan penuh semangat. Dia yang termasuk biasa-biasa saja ini pun merasa sangat dihargai.
*
*
Xiao Shuxiang didorong ke sebuah batang pohon dan kaget ketika tangan Lan Guan Zhi disandarkan pada batang pohon serupa, seolah mencegahnya untuk melarikan diri. Belum lagi, satu tangannya masih dipegang oleh subjek ini dan sama sekali tidak ada tanda-tanda akan dilepaskan.
"Tunggu dulu. Adegan ini... Situasi ini... Mengapa secara misterius membuatku tidak nyaman?" darah Xiao Shuxiang menjadi dingin. Dia membeku dan bahkan tanpa sadar menahan napas.
Apa yang ingin dilakukan Lan Guan Zhi dengan memojokkannya di tempat yang sunyi sepi, dan remang-remang seperti ini?! Xiao Shuxiang tidak bisa untuk tidak memikirkan adegan klasik, 'karena gadis itu menolak... Pria yang mendominasi pun memaksakan kehendaknya.'
Xiao Shuxiang tegang dan baru akan buka suara ketika subjek ini semakin dekat padanya. Dia menatap wajah sosok di hadapannya dengan baik. Berusaha mencari tahu kenapa teman baiknya ini bisa bertindak demikian.
Sinar bulan yang mengintip dari celah-celah dedaunan membuat fitur sosok Lan Guan Zhi seperti pahatan patung giok, sangat indah tanpa bandingan. Subjek ini begitu luar biasa.
Xiao Shuxiang sendiri mungkin melupakan bahwa sosoknya pun adalah subjek dengan keindahan yang sulit digambarkan. Melihat dua sosok menawan yang mempunyai keagungan masing-masing dan di waktu bersamaan pun merupakan hal yang sangat luar biasa.
"A-Yuan..." Xiao Shuxiang baru buka suara saat posisinya mulai mengkhawatirkan. Apalagi subjek di depannya semakin mencondongkan tubuh ke arahnya. Situasi ini bukan lagi absurd, tetapi mulai masuk dalam ranah bahaya..!
__ADS_1
"Apa dia dalam pengaruh roh pusaka langit lagi? Chi Yue An?! Aku bersumpah akan membanting dan memukulnya jika sampai dia berani bertindak yang aneh-aneh."
"................."
Saat Xiao Shuxiang sedang berkompromi di dalam pikirannya---tidak jauh dari tempatnya berada terlihat dua orang murid perempuan dari Sekte Kupu-Kupu.
Kedua gadis itu bernama Yue Lin dan Wu Mian. Mereka terlihat membawa masing-masing sebuah keranjang berisi buah semangka berukuran sedang. Keduanya pun nampak sedang mengobrol.
Yue Lin berkata, "Aku benar-benar tidak habis pikir dengan senior Yi Wen. Bukankah buah ini lebih Bagus dimakan saat cuaca panas? Bagaimana bisa dia ingin memakannya di malam hari? Dan anehnya... Teman-teman senior Yi Wen bahkan tidak keberatan. Tsk, tsk, tsk.."
Wu Mian berkedip dan menggumam pelan. "Apa mungkin... Buah ini memang lebih enak di makan saat malam hari?"
Mendengar pertanyaan aneh dari temannya membuat Yue Lin mendengus. Dengan nada mengejek, dia pun berkata. "Oh, sekalian saja kau makan buah itu saat sedang hujan. Tsk, kau ini.."
"Aku kan hanya bertanya--!" Wu Mian hendak membalas ucapan temannya ketika mendadak matanya dikejutkan oleh sesuatu. Dia spontan menghentikan langkahnya dan membuat rekan di sampingnya keheranan.
Yue Lin baru akan bertanya ketika dia melihat apa yang disaksikan oleh teman dekatnya ini. Matanya melebar saat melihat ada dua orang berpakaian putih yang salah satunya dipojokkan ke sebuah pohon.
!!!
Walau dalam kondisi cahaya bulan yang redup, tetapi Yue Lin dan Wu Mian bisa mengenali bahwa corak pakaian salah satu sosok yang mereka lihat merupakan corak gelombang air, itu adalah seragam milik Sekte Pedang Langit.
Keyakinan mereka bahkan lebih besar lagi saat melihat salah satu subjek memakai pita dahi yang dengannya nampak melambai lembut dimainkan angin. Kedua gadis itu benar-benar syok ketika mengetahui bahwa sosok berpita dahi itu tidak lain adalah subjek yang paling berpengaruh di Sekte Pedang Langit.
Yue Lin menelan ludah, dia masih syok saat buka suara. "Bu-bukankah itu Tu-Tuan Muda Lan..?"
"Iya, kau benar. Ta-tapi siapa yang bersamanya..?" Wu Mian pun sama syoknya. Dia dan rekannya berada di jarak yang tidak terlalu dekat untuk bisa melihat gadis mana yang berhasil mencuri hati seorang kebanggaan Sekte Pedang Langit ini, bahkan hingga membuat seorang Lan Guan Zhi berani bertindak impulsif seperti itu.
Yue Lin dan Wu Mian memiringkan kepala hendak mengintip saat mereka terkejut dengan gerakan Lan Guan Zhi yang semakin dekat, seolah memperpendek jarak dengan subjek yang menjadi tahanannya.
!!!
"Astaga--" Wu Mian kaget. Nyaris berteriak andai tangannya tidak segera diraih oleh Yue Lian.
"Ayo pergi.." Yue Lian bergegas. Dia tahu temannya terguncang dan dirinya sendiri pun merasakan hal yang sama. Apalagi dia memiliki rasa takut jika sampai Lan Guan Zhi menyadari keberadaan mereka.
"Hei, apa kau melihatnya barusan?" Wu Mian buka suara ketika dia dan rekannya sudah berada jauh dari tempat Lan Guan Zhi berada.
"Pelankan suaramu," Yue Lian masih sangat berdebar-debar. Tidak seperti temannya yang mendadak menjadi heboh sendiri.
Dengan semangat Wu Mian berkata. "Tuan Muda Lan menciumnya...! Kau lihat, kan?"
"Ya ampun~" Wu Mian menepuk pelan pipinya yang terasa panas, "Aku sama sekali tidak menyangka Tuan Muda Lan memiliki sisi seperti itu. Astaga~"
Wu Mian menepuk lengan temannya dan dengan semangat berkata, "Hei. Kira-kira siapa gadis itu? Oh, harusnya kita melihat lebih dekat. Dia pasti gadis yang luar biasa~ aku iri sekali..."
"Ssttt... Kau ini. Tidak boleh seperti itu. Jika Tuan Muda Lan mendengarnya, akan sangat gawat untuk kita."
"Apa maksudmu? Bukankah ini kabar yang bagus. Aku yakin Senior Besar Xiao tidak tahu tentang hal ini,"
"Tu-tunggu. Kau ingin melakukan apa--hei..!" Yue Lian berusaha mengejar temannya. Sayang sekali dia terlambat sebab sebelum mereka bahkan tiba lebih dekat ke tempat Yi Wen---Wu Mian sudah berseru lebih dahulu.
"Senior...! Senior Yi Wen...!"
__ADS_1
?!
******