KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
250 - Kedatangan Yang Mengejutkan


__ADS_3

Sebelumnya, ketika Hu Li dan Bocah Pengemis Gila sedang bertarung dengan para pendekar itu----Di tempat yang sama pun Lan Guan Zhi sedang dalam kondisi bertarung.


Di Alam Kultivasi Atas, tepatnya di jalanan Kota Ye---Awalnya Lan Guan Zhi dan Hei Lian berjalan di jalanan sunyi. Tidak berlangsung lama, kaki Hei Lian seketika ditarik oleh sebuah tangan yang muncul dari dalam tanah.


Lan Guan Zhi bergerak cepat. Dia berbalik dan menangkap Hei Lian yang hampir ditarik ke bawah tanah. Sementara itu, Feng Hao dan Wang Zhao langsung melesat untuk membantu Lan Guan Zhi.


Suasana menjadi tegang. Pedang Feng Hao dan Wang Zhao terhunus, keduanya berekspresi serius saat melihat ada lubang hitam yang aneh dan nampak bergerak di hadapan mereka.


Hei Lian pun terlihat kaget. Keberadaan penyerangnya tadi sama sekali tidak terasa. Dia berkedip dan memperhatikan sosok yang mulai muncul dari dalam lubang hitam itu.


!!


Bukan manusia yang terlihat, melainkan lesatan selendang merah yang merambat menghantam tanah. Hampir saja Feng Hao, Wang Zhao dan Lan Guan Zhi terkena serangan itu andai mereka tidak bergerak cepat untuk menghindarinya.


Hei Lian yang berada dalam gendongan Lan Guan Zhi tanpa sadar mengeratkan pegangannya. Jantungnya berdebar kencang karena merasakan betapa kuatnya serangan yang barusan itu.


".......... Beruntung sekali kalian bisa menghindarinya,"


?!


Hei Lian dan yang lainnya tersentak mendengar suara seorang wanita. Mereka menatap lurus ke arah lubang hitam yang mulai menampakkan sosok manusia berpakaian serba merah.


Mata Hei Lian terbelalak. Sementara Feng Hao menarik Wang Zhao agar mundur karena dia merasakan aura pembunuh yang kuat dari wanita asing di hadapannya.


"Gui ... Hong Yi?" Wang Zhao menahan napas. Dia mengenali sosok wanita yang mempunyai rambut panjang di depannya itu. Gumamannya membuat Feng Hao tersentak.


"Kau kenal dia?" Feng Hao bertanya.


"Dia berasal dari Sekte Lembah Hantu," Wang Zhao berujar. "Aku sebenarnya curiga bahwa dia punya campur tangan dengan penculikan para gadis di kota ini, apalagi bagi mereka yang hendak melangsungkan pernikahan. Tetapi tidak disangka kecurigaanku ternyata benar,"


"Sekte Lembah Hantu ..." Feng Hao pun mengenali perguruan ini dan nampak menarik napas, "Jadi ini Gui Hong Yi yang itu ..."


"..............." Lan Guan Zhi memperhatikan Feng Hao yang sepertinya tahu tentang wanita berpakaian serba merah tersebut. Dia pun sadar dengan posisi yang masih menggendong Hei Lian dan segera menurunkan gadis muda ini.


Hei Lian tentu saja kaget, apalagi ketika dia menatap Lan Guan Zhi----dia melihat pemuda ini memasang ekspresi datar dan binar mata yang seperti tidak suka bersentuhan dengan siapa pun. Rasanya .... Gege yang tampan ini sangat sulit ditaklukkan.


Di sisi lain, Feng Hao mendengus dan menatap ke arah Gui Hong Yi. Dia pun berkata, "Tidak disangka bahwa aku akan bertemu denganmu di tempat ini."


"Hmph, apa aku mengenalmu?" Gu Hong Yi membelai pelan rambutnya. Angin di malam ini membuat helaian rambut dan selendang merahnya berkibar.


Wang Zhao berujar pelan kepada Feng Hao. Dia berkata, "Senior. Anda harus berhati-hati. Aku tahu sedikit tentang Gui Hong Yi, selendangnya adalah senjata yang paling kuat dan tajam. Bahkan ada beberapa yang mengandung racun,"


"Mn, terima kasih. Aku tahu dia, tapi tidak tahu bahwa dia adalah ahli racun." Feng Hao memegang kuat pedangnya. Dia sebenarnya tegang, namun berusaha menyembunyikan hal tersebut. Dia tidak bisa membaca praktik wanita berambut panjang di depannya itu dan penjelasan dari Wang Zhao membuatnya agak gusar.


Gui Hong Yi sendiri bisa membaca praktik ketiga pemuda di hadapannya dan tidak ada yang patut diwaspadai. Dia pun menggeleng pelan dan tersenyum, "Apa tidak ada kultivator lain dari Istana Seribu Pedang yang lebih kuat? Kenapa mereka mengirim belalang kecil seperti kalian,"


Feng Hao tersentak dan mengepalkan tangannya. Dia memegang kuat pedang miliknya dan menatap tajam ke arah Gui Hong Yi. Wanita di hadapannya ini sangat angkuh sekali.


Feng Hao baru saja akan bukan suara saat kilauan cahaya melesat dari arah samping tubuhnya dan menerjang Gui Hong Yi. Serangan itu mengejutkan dan Wang Zhao pun sampai kaget karenanya.


!!


Suara keras tercipta, disertai angin kejut. Wang Zhao terbelalak saat tahu bahwa serangan barusan adalah milik Lan Guan Zhi. Dia tidak menyangka bahwa pemuda berpakaian serba putih itu akan langsung menyerang tanpa isyarat terlebih dahulu.

__ADS_1


Pedang Lan Guan Zhi berbenturan keras dengan selendang merah Gui Hong Yi. Serangan itu menciptakan angin kejut dan membuat lawannya berekspresi buruk.


"Cara perkenalan yang buruk," Gui Hong Yi berujar pelan, "Padahal aku sangat suka padamu sejak pandangan pertama. Kebetulan sekali, pria dingin adalah tipeku."


Tanpa bergerak dari tempat berdirinya, selendang-selendang merah Gui Hong Yi berputar dan melesat cepat ke arah Lan Guan Zhi. Wanita itu ingin menangkap lawannya hidup-hidup.


Lan Guan Zhi dengan cepat melompat ke atas, hanya saja selendang Gui Hong Yi mengikutinya dan hampir meraih kakinya andai Feng Hao tidak segera datang menolong.


"..............." Hei Lian tidak mengatakan apa-apa. Dia menyaksikan pertarungan Lan Guan Zhi dan Feng Hao melawan Gui Hong Yi yang entah bagaimana berubah menjadi sengit itu.


Secara sadar, kedua tangan Hei Lian terkepal kuat. Dia menatap tajam ke arah Gui Hong Yi dan jelas terlihat tidak suka dengan wanita itu.


Dibandingkan dengan Wang Zhao, Hei Lian lebih membenci siapa pun yang berasal dari Sekte Lembah Hantu. Dia mempunyai masa lalu yang kurang baik dengan tempat menyebalkan itu.


Hei Lian tidak tahu apa-apa, termasuk ikatan yang terjalin antara Qiao Nuan dan Sekte Lembah Hantu. Jujur saja, Hei Lian tidak mengetahui bahwa dirinya hanya sedang dimanfaatkan.


Wang Zhao menapak di samping Hei Lian dan tanpa menoleh, dia pun berkata. "Kau pergi dan cari tempat yang aman. Akan berbahaya jika kau terus ada di sini,"


Hei Lian tersentak mendengar ucapan pemuda di sampingnya. Urat di dahinya menegang dan dia pun menggertakkan gigi.


Hei Lian membentak, "Memang siapa dirimu! Apa kau pikir aku selemah itu hingga harus melarikan diri, huh?!"


Darah menetes di sela-sela jari Hei Lian karena terluka oleh kuku jarinya sendiri. Gadis muda itu pun menatap tajam ke arah Gui Hong Yi yang sedang bertarung dengan Lan Guan Zhi dan Feng Hao.


"Lian'Er! Kau mau ke mana?!" Wang Zhao terkejut saat Hei Lian tiba-tiba saja pergi. Gadis muda itu nampak dipenuhi Aura Pembunuh yang pekat.


"Lian'Er!" Wang Zhao terlambat, Hei Lian sudah lebih dahulu melesat dan lalu masuk ke dalam pertarungan Lan Guan Zhi.


"..............." kupu-kupu yang selama ini mengawasi Hei Lian nampak hinggap di sebuah dahan pohon. Dia tak melakukan gerakan apa pun dan hanya menyaksikan pertarungan yang terjadi.


Tepat setelah itu, serangan yang tidak pernah dibayangkan terjadi.


!!!


Selendang-selendang Gui Hong Yi mengeluarkan suara desisan dan detik itu----lambaiannya menghantam bangunan dalam jarak 15 meter bahkan sampai membuat tanah terbelah.


Serangan itu penuh dengan kekuatan dan ledakan yang tidak main-main. Lan Guan Zhi yang hanya bisa menangkis satu dan tidak mampu menghentikan yang lainnya.


Wang Zhao terkejut bukan main, terlihat ada beberapa gedung yang terbelah dua dan beberapa yang langsung roboh. Hal paling mengerikannya adalah di dalam bangunan itu masih dihuni oleh manusia.


Aaaah..!


Aaaakh...!


!!


Lan Guan Zhi mendengar banyak suara dan ketika menoleh, dia pun terkejut. Ada beberapa warga kota yang mengalami luka parah seperti kehilangan sebelah dari tangannya. Tidak sedikit yang tewas tertimpa bangunan dengan kondisi tubuh yang tertebas.


Gui Hong Yi sama sekali tidak merasa bersalah dengan apa yang dia perbuat. Tanpa nada, dia berkata. "Aku tidak akan melukai wajah tampanmu, jadi sebaiknya kau kemari dan menjadi pelayanku."


Lan Guan Zhi mengepalkan tangannya dan di saat yang sama----Hei Lian pun datang sambil melesatkan serangan yang tidak kalah besar. Gui Hong Yi mengibaskan tangan dan selendang-selendang merah mengelilinginya seperti sebuah perisai.


Ada yang sangat berbeda saat ini. Hei Lian bisa menggunakan kekuatannya tanpa merasakan sakit di perutnya. Dia terkejut dan penasaran, namun bukan itu yang penting saat ini----musuhnya ada di hadapannya.

__ADS_1


Hei Lian melirik sedikit ke arah Lan Guan Zhi dan kemudian berkata, "Pergi dan biar aku yang menghadapinya. Kalian bukan lawan yang sebanding dengannya,"


Gui Hong Yi mendengar ucapan gadis kecil di hadapannya dan mendengus, "Apa-apaan ini? Kau sekarang berbalik dan menjadi bagian dari mereka? Apa sekarang kau menjadi pengkhianat?"


"Pengkhianat apa maksudmu?" Hei Lian membentak, "Aku tidak punya hubungan apa pun denganmu dan kau tidak berhak ikut campur dalam urusanku!"


"Lian'Er, kau harusnya tidak menghalangi. Qiao Nuan sudah menjalin aliansi dengan kami,"


Hei Lian tersentak dan menjadi semakin kesal. Dia tidak mendengar suara lainnya dan hanya menatap ke arah Gui Hong Yi. Hei Lian pun berkata, "JieJie tidak akan mungkin menjalin hubungan apa pun dengan kalian! Kau berbohong!"


"Hmph, bukan masalah jika kau tidak percaya. Lagipula Qiao Nuan tidak peduli dengan nyawamu, jadi sebaiknya kau mati saja di sini..!"


Serangan dari selendang-selendang merah Gui Hong Yi kembali datang dan di saat yang bersamaan-----Hei Lian pun lalu mengeluarkan energi spiritual yang besar.


Lan Guan Zhi menyadari pertarungan ini akan membuat jatuhnya banyak korban. Dia pun membuat segel penghalang yang bisa mengalihkan sebagian serangan Gui Hong Yi yang tidak bisa ditahan oleh Hei Lian.


Wang Zhao yang tahu keadaan ini akan semakin runyam pun melesat untuk ikut membantu. Hanya saja dia menyadari sesuatu dan langsung melesat ke arah Lan Guan Zhi.


"Tuan Muda Lan, menjauh dari sana!" Wang Zhao berseru. Dia tepat waktu memperingatkan Lan Guan Zhi hingga pemuda itu bisa melompat mundur.


Serangan Hei Lian berbenturan dengan selendang-selendang Gui Hong Yi. Efek dari serangan gadis muda itu membuat kabut menyebar dengan sangat cepat dan melelehkan apa pun yang tersentuh olehnya.


Feng Hao yang kini sudah kembali langsung menggunakan energi spiritual miliknya untuk menciptakan angin yang cukup kencang hingga kabut itu tidak sampai membunuh warga kota.


Feng Hao berseru kepada Wang Zhao dan Lan Guan Zhi, "Bantu aku untuk memberi tahu semua orang. Warga kota ini harus segera mengungsi..!"


Gui Hong Yi bersuara dingin, "Kalian pikir akan pergi ke mana, huh? Kalian sudah terlambat!"


Sekali kibasan tangan, lambaian dari selendang-selendang Gui Hong Yi kembali datang. Benda itu melesat dengan kecepatan yang mengerikan dan bahkan jangkauannya lebih luas dari yang sebelumnya. Wanita itu seperti monster.


Di tengah-tengah serangan, Gui Hong Yi berkata. "Sudah kubilang ... Kalian hanya belalang. Ini bahkan tidak bisa untuk menjadi teman latihanku!"


!!!


Kecepatan ini tidak bisa ditahan oleh Hei Lian. Gerakan selendang Gui Hong Yi lebih cepat dari efek merapuhkan milik kabut beracun Hei Lian. Di sisi lain, baik Lan Guan Zhi, Wang Zhao, maupun Feng Hao tidak ada yang mempunyai praktik tinggi dan sejajar dengan Gui Hong Yi. Wanita yang menjadi lawan mereka sangat gila!


Di saat serangan selendang Gui Hong Yi yang nyaris membuat separuh Kota Ye berantakan-----sebuah cermin besar tiba-tiba saja muncul di udara dan menarik selendang-selendang itu ke dalamnya.


Hei Lian, Lan Guan Zhi, Wang Zhao dan Feng Hao tidak ada yang mengeluarkan jurus rahasia hingga cermin yang muncul di udara itu mengejutkan mereka semua.


"..............." Lan Guan Zhi merasakan jantungnya berdebar. Perasaan ini tidak asing baginya. Dia mengenali teknik cermin itu.


Di sisi lain, Gui Hong Yi pun nampak terkejut dengan kehadiran cermin besar di udara, apalagi benda itu menarik selendang-selendang miliknya. Dia pun terpaksa menarik kembali serangannya, padahal dia hampir saja menghancurkan separuh kota dengan sekali serangan.


Wang Zhao tanpa sadar menahan napas, dia kesulitan menelan ludah sebab merasa ada musuh lain yang datang. Feng Hao dan Hei Lian pun merasakan hal yang sama.


Berbeda dengan mereka, Lan Guan Zhi jelas merasakan hal yang lain. Kupu-kupu bersayap putih yang sangat indah mulai keluar dari dalam cermin dan berkumpul pada sebuah titik di udara.


Lan Guan Zhi melihat serangga terbang itu mulai membentuk sesosok pemuda berpakaian serba putih dengan rambut panjang yang terurai indah. Pita merah yang menghiasi rambut pemuda itu berkibar bersamaan dengan jubah dan rambutnya.


Wang Zhao melotot dan tanpa sadar terperangah. Dia juga melihat perubahan pada kupu-kupu cantik itu. Pemuda yang dia lihat bukanlah musuh, tetapi sosok yang sangat dikenalnya.


"Tu-Tuan Xiao ...?" suara Wang Zhao terbata. Pemuda yang dia lihat tidak lain dan tidak bukan adalah Xiao Shuxiang.

__ADS_1


******


__ADS_2