KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
174 - Tidak Datang Sebagai Pahlawan


__ADS_3

Xiao Shuxiang terlihat menghindari serangan Fu Tou yang sangat besar. Beruntung dia bergerak cepat hingga serangan itu hanya mengenai sebuah bangunan.


"..............."


Dia pun menoleh dan melihat bangunan di belakangnya rusak parah. Jika yang terkena serangan itu adalah dirinya, Xiao Shuxiang yakin tubuhnya tidak akan utuh lagi.


"Terlalu banyak menghabiskan waktu .... Akan mempersulitku," Xiao Shuxiang menarik napas dan memandang ke arah Fu Tou dengan ekspresi wajah yang serius.


Pria berotot di hadapan Xiao Shuxiang terlihat menatap tajam ke arahnya. Aura pembunuh yang pria itu keluarkan sangat pekat dan menyesakkan. Belum lagi, tiap gerakan bertarungnya dan kekuatan yang dia keluarkan tidaklah main-main.


Xiao Shuxiang menunjuk musuhnya dan berkata, "Kau lawan yang sulit dihadapi. Tapi kekuatanmu masih belum seberapa,"


"Hmph, angkuh sekali." Fu Tou meludah, "Berani sekali bocah sepertimu bicara begitu di hadapanku. Benar-benar cari mati..!"


Fu Tou kembali melesat dengan ayunan pedang yang kuat. Xiao Shuxiang tidak gentar menerima serangan itu. Pedang pusaka keduanya berbenturan hingga menciptakan suara keras dengan angin kejut yang besar. Pakaian mereka sampai berkibar.


"Jika saja kau bagian dari kami. Aku pasti sudah memujimu..!" Fu Tou menekan pedangnya dan membuat kaki lawannya terdorong.


Xiao Shuxiang sendiri berusaha menahan kekuatan dari tekanan Fu Tou. Tangannya kembali kebas dan kini tubuhnya pun ikut merasakan nyeri.


Jika dilihat dari postur tubuh dan berat badan kedua orang itu, Xiao Shuxiang jelas saja kalah. Dia mempunyai tubuh yang tidak sebesar lawan hingga tekanan yang terasa jauh lebih kuat.


"Aku akan menguburmu di tanah..!" Fu Tou kembali menekan pedangnya saat dia melihat tanah di kedua kaki lawannya retak. Dia menggeram.


"Kau ... Masih perlu seratus tahun lagi untuk melakukannya..!" Xiao Shuxiang menghentakkan kakinya dan kekuatan besar tiba-tiba mendorong lawannya.


Fu Tou terkejut, namun belum sempat berekspresi-----dia lebih dahulu fokus pada posisi menahan tubuhnya. Dia melotot marah karena dibuat berlutut oleh seorang pemuda yang terlihat berusia 23 Tahun.


Fu Tou bahkan belum sempat menarik napas saat serangan kembali datang. Kali ini dia merasakan angin panas yang seakan keluar setiap kali pedangnya berbenturan dengan senjata lawan.


"Orang ini..." Fu Tou menggeram. Dia mengalirkan Qi di sekujur tubuhnya dan membuat kekuatan serta gerakan bertarungnya menjadi meningkat.


Xiao Shuxiang tidak tinggal diam. Dia tahu akan sangat sulit mengalahkan pria berotot ini, apalagi dia juga harus tetap waspada pada serangan yang bisa saja datang dari arah lain secara tiba-tiba.


"Para anggota Sekte Lembah Iblis itu tidak mungkin terus menonton, kan? Wanita itu pun pasti punya rencana lain. Aku juga .... Harus memperhatikan ke mana seranganku mengarah. Akan buruk jika pertarungan ini justru melukai murid yang harusnya diselamatkan."


Xiao Shuxiang berdecak di dalam hati, "Tidak pernah dalam bayangan.... Bahwa aku akan menghawatirkan nyawa banyak orang semacam ini. Biasanya, aku hanya bertarung tanpa peduli seranganku itu mengenai orang awam atau tidak. Tapi kali ini..."


Xiao Shuxiang mendengus dan kemudian mengeluarkan salah satu dari Teknik Pernapasan Api miliknya. Kekuatan dari serangan itu memang tidak sebesar saat praktik kultivasinya tinggi, tetapi serangan itu masih mampu membuat lawan mengeluarkan banyak tenaga untuk menahannya.


Fu Tou jelas saja terkejut. Dia memang berhasil menahan serangan dari Teknik Pernapasan Api itu, tetapi rasa panas tetap bisa dia rasakan lengan dan seluruh tubuhnya. Ini rasa panas yang membakar.


Chu Gu Xiang pun sampai menahan napas saat melihat kekuatan pemuda yang praktik kultivasinya berada di Forging Qi Tingkat 7 itu.


Chu Gu Xiang tidak berkedip. Dia terus menyaksikan pertarungan dahsyat yang terjadi antara rekannya dengan pemuda bernama Xiao Shuxiang tersebut. Chu Gu Xiang bereskpresi buruk, "Dia tidak hanya memiliki pedang pusaka yang bagus. Tetapi juga teknik pernapasan yang belum pernah kulihat sebelumnya,"


"Nona Chu," salah seorang pria dari Sekte Lembah Iblis bersuara. "Sepertinya kita perlu membantu Tuan Fu,"

__ADS_1


Chu Gu Xiang menoleh dan kemudian berujar dingin, "Apa kau meragukan kemampuan Fu Tou?"


Saat Chu Gu Xiang berkata demikian, di detik itu juga Xiao Shuxiang dan Fu Tou menghantam sebuah bangunan dengan keras. Mereka berdua terkena serangan masing-masing meski yang mengalami luka dalam yang cukup para sebenarnya adalah Xiao Shuxiang.


"Tulang rusukku sepertinya ada yang retak," Xiao Shuxiang meringis. Dia berusaha untuk bangun dan menahan rasa sakit di tubuhnya.


Pedang di tangan Xiao Shuxiang sendiri tidak lain adalah Yīng xióng. Dia sudah sangat mahir mengayunkannya dan harusnya dia bisa menggores sedikit dari kulit tubuh Fu Tou. Sayangnya, entah mengapa begitu sulit melakukan hal itu.


"Sialan," Fu Tou mengumpat. Dia bisa merasakan ada tulang punggung yang retak akibat pertarungannya melawan Xiao Shuxiang.


Fu Tou menggertak dan mengepalkan tinjunya hingga puing-puing bangunan di sekitarnya meledak. Dia bangun dengan perasaan marah dan kembali menerjang lawannya. Saat itu, Chu Gu Xiang yang menyaksikan pertarungan tersebut mulai menyadari sesuatu.


"Pertarungan mereka semakin lama makin menjauh dari para murid Sekte Lautan Awan..." Chu Gu Xiang menatap Xiao Shuxiang tanpa ekspresi apa pun. Dia lantas mendengus, "Hmph. Jadi ini rencananya. Pemuda itu menjaga jarak agar pertarungannya dengan Fu Tou tidak sampai melukai para murid,"


Chu Gu Xiang tertawa kecil, dia melirik salah seorang dari rekannya dan mereka pun mulai menyeret tubuh para murid Sekte Lautan Awan yang masih hidup. Chu Gu Xiang dan anggota Sekte Lembah Iblis yang lain mengumpulkan tawanan mereka ke satu titik dan di saat yang bersamaan----itu menarik perhatian Xiao Shuxiang.


Fu Tou menyadarinya dan menyeringai, "Aku mengakui kau punya teknik yang hebat. Tapi sekuat apa pun kultivator Aliran Putih, mereka masih saja memiliki kelemahan yang besar."


!!


Fu Tou mengambil jarak yang jauh dan menapak di depan Chu Gu Xiang berada. Dia meraih seorang murid wanita dari Sekte Lautan Awan yang ternyata adalah Zhao Lu Si.


"Tu-Tuan Muda Xiao ...." Zhao Lu Si bersuara lirih. Rambutnya dicengkeram dan ditarik kuat oleh Fu Tou. Dia sama sekali tidak bisa memberontak.


Xiao Shuxiang menapak di tanah. Dia mengatur napasnya sambil menatap ke arah Fu Tou yang tertawa keras. Pria berotot itu jelas sedang meledeknya.


"........... Apa sekarang kau menyerah bertarung denganku?" Xiao Shuxiang bertanya tanpa ekspresi.


"Tu-Tuan Muda Xiao ...."


Xiao Shuxiang melihat betapa pucatnya wajah Zhao Lu Si. Dia tahu bahwa gadis itu sangat kesakitan sekarang, tetapi dia tidak bisa mendekat secara gegabah.


Chu Gu Xiang dan para anggota Sekte Lembah Iblis yang lain tersenyum melihat Xiao Shuxiang yang berdiri tanpa bisa melakukan apa-apa. Mereka tahu benar bahwa kultivator seperti Xiao Shuxiang tidak akan mampu menghadapi mereka dengan kekuatan penuh. Ini karena merekalah yang memegang kendali di tempat ini.


Xiao Shuxiang sendiri masih memasang wajah tanpa ekspresi. Dia berkata, "Apa seperti ini cara kalian menghadapi Tua Bangka itu? Kalian menggunakan nyawa murid Sekte Lautan Awan agar Kakek Tua itu tidak berani mengambil tindakan,"


Fu Tou tertawa, "Jika benar .... Lalu kenapa? Jangan bilang bahwa kau merasa bahwa ini tindakan yang tidak adil, hm?"


"..............." Xiao Shuxiang mengembuskan napas. Seulas senyum mulai terlihat di wajah tampannya. Dia pun memegang erat pedang pusakanya dan berjalan selangkah ke depan.


Zhao Lu Si tidak bisa melihat wajah Xiao Shuxiang dengan jelas dan dirinya sangat kesulitan berbicara. Hanya saja di dalam hati Zhao Lu Si, dia berharap agar Xiao Shuxiang pergi menyelamatkan diri dan tidak perlu mempedulikan nyawanya.


"Tuan ..... Xiao ....."


Salah seorang anggota Sekte Lembah Iblis bermaksud melesatkan belati yang dia sembunyikan di balik pakaiannya. Ini merupakan siasat yang sudah pernah dia lakukan pada Dao Fang An sebelumnya ketika Tua Bangka itu juga berada di posisi Xiao Shuxiang.


Fokus Dao Fang An waktu itu terbagi dan terdapat keraguan dalam diri Tua Bangka itu. Jelas sekali bahwa Dao Fang An lebih mempedulikan nyawa dari para muridnya hingga serangan belati tersebut tidak mampu dia tangkis.

__ADS_1


Anggota dari Sekte Lembah Iblis, termasuk Fu Tou menganggap bahwa Xiao Shuxiang akan melakukan tindakan yang sama. Namun tiba-tiba saja sesuatu yang mengejutkan terjadi.


Belati itu melesat, tetapi tidak mengenai Xiao Shuxiang. Pemuda tampan tersebut seakan menghilang dan muncul di depan Zhao Lu Si hingga mengagetkan semua orang termasuk Chu Gu Xiang.


Mata Fu Tou terbelalak, begitu pula dengan Zhao Lu Si. Semua orang terkejut menyaksikan tindakan Xiao Shuxiang yang rupanya telah menusuk perut Zhao Lu Si dengan memakai pedangnya.


!!!


Darah segar mengalir di kedua sudut bibir Zhao Lu Si, sebelum memuntahkan darah yang banyak dan membuat orang lain semakin terkejut hingga tanpa sadar menahan napas.


Zhao Lu Si perlahan mulai melihat jelas wajah Xiao Shuxiang. Pemuda tampan itu memperlihatkan garis senyum yang seolah bagaikan seringaian jahat. Dia tidak pernah menyangka akan mendapat perlakuan yang seperti ini.


Fu Tou pun tidak menyangka, dia sampai terbata ketika bertanya. "A-apa yang kau---"


"Kau pikir aku datang hanya untuk main-main denganmu?" suara Xiao Shuxiang dingin. Dia mendengus, "Jangan salah. Aku tidak seperti tua bangka bau tanah itu. Aku tidak datang sebagai pahlawan. Aku jauh lebih peduli pada kematianmu!"


Xiao Shuxiang menarik keras pedangnya dan Zhao Lu Si kembali memuntahkan darah. Pandangan gadis itu nyaris gelap dan debaran jantungnya semakin cepat. Zhao Lu Si tidak bisa lagi mendengar suara apa pun selain daripada detakan jantungnya sendiri.


Xiao Shuxiang mengayunkan pedang pusakanya dan berhasil menggores lengan Fu Tou. Dia hampir saja menebas lengan pria berotot itu andai Fu Tou tidak segera melepaskan Zhao Lu Si dan melompat mundur.


"Tuan ...." suara Zhao Lu Si sangat lemah, dia berada dalam pelukan Xiao Shuxiang.


"..............."


Belum hilang rasa terkejut Chu Gu Xiang dan Xiao Shuxiang langsung melempar tubuh Zhao Lu Si ke udara. Pemuda itu lantas mengeluarkan Teknik Pernapasan Angin dan melesat menyerang Fu Tou.


Dampak dari lesatan Xiao Shuxiang menciptakan angin kejut yang dahsyat hingga tubuh Zhao Lu Si yang dilempar ke udara kembali terpental begitu jauh. Bahkan, beberapa puing bangunan juga ikut terhempas.


!!!


Xiao Shuxiang benar-benar tidak main-main. Dia melesat dan sama sekali tidak peduli dampak dari Teknik Pernapasan Anginnya melempar tubuh muris Sekte Lautan Awan, baik mereka yang sudah tewas maupun yang masih sekarat.


"Sialan! Apa-apaan orang itu..!"


Salah satu anggota Sekte Lembah Iblis mengumpat. Dia memakai lengan kanannya untuk menghalangi debu yang beterbangan karena ulah Xiao Shuxiang.


Saat itu, bahkan Chu Gu Xiang mengerti bahwa pemuda yang datang kemari tidak dengan niatan untuk menyelamatkan nyawa para murid Sekte Lautan Awan yang mereka tawan, melainkan pemuda itu datang karena benar-benar mengincar nyawa mereka.


"Dia tidak waras...!"


"Lihat, dia bahkan membelah tubuh mayat murid Sekte Lautan Awan yang menghalangi jalannya..!"


"Pemuda itu sangat gila...!"


"Nona..! Bagaimana sekarang?!" salah seorang murid bertanya pada Chu Gu Xiang. Dia menoleh dan tersentak saat Chu Gu Xiang ternyata nampak terengah-engah.


Chu Gu Xiang mengusap lengannya dan binar pada matanya begitu cerah. Napasnya masih tidak beraturan dan suaranya gemetar, namun dia masih memperlihatkan senyuman yang aneh.

__ADS_1


"Pemuda itu ..." Chu Gu Xiang berujar pelan, "Dia hebat~ Aku .... Aku menyukainya! Aku menyukai pemuda itu~ Dia harus menjadi milikku..!"


******


__ADS_2