![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
PERHATIAN..!
Setelah pertimbangan, revisi alur dilakukan. Kemungkinan besar berbeda dengan audiobook. Jadi maaf dan terima kasih atas pengertiannya^^
*
*
*
Ling Qing Zhu memang dibawa oleh hantu anak-anak ke sebuah ruangan dan sama seperti teman-temannya yang lain, dia pun didandani bagaikan pengantin.
Masalahnya, pakaian yang diberikan oleh hantu ini merupakan pakaian pengantin pria. Dan karena memutuskan mengikuti alur pernikahan tersebut, dirinya pun tidak keberatan sama sekali.
Karakter Ling Qing Zhu tidak banyak bicara, tetapi tangannya hampir saja menarik Baiyi ketika salah satu anak menyentuh rambutnya. Dia bahkan sampai mengepalkan erat tangannya ketika rambut poninya dirapikan. Selama ini... Ling Qing Zhu memang sensitif jika menyangkut tentang rambut miliknya.
Persiapannya tidak berlangsung lama dan Ling Qing Zhu pun dibawa untuk selanjutnya melakukan ritual pernikahan. Dia sebenarnya sudah menyiapkan rencana jikalau dinikahkan oleh mayat, tetapi setelah melihat pengantinnya... Rencana tersebut pun tidak seperlukan.
Sosok dalam balutan pengantin wanita di depannya merupakan subjek yang tidak asing. Dia akrab dengan postur tubuh orang ini dan jujur saja Ling Qing Zhu tidak pernah menyangka akan melihat subjek tersebut memakai pakaian pengantin wanita.
"..............."
Ling Qing Zhu menatap terus pada subjek di depannya. Dia melihat wajah halus dari pasangannya meski terhalang tudung merah tipis. Pemandangan itu agak kabur, tetapi sayang untuk dilewatkan.
Wajah pengantin hantu yang menjadi pasangannya juga sangat menggoda untuk dilihat. Ling Qing Zhu dalam hati berdebar dan ketika mulai membuka tudung merah tersebut---dia sungguh berusaha untuk menahan senyumannya.
"..............."
"..............."
Kejutan ini sangat manis. Subjek yang dia lihat tidak lain adalah suami dan Wali Pelindungnya. Sosok yang menurutnya paling sempurna hingga sulit untuk digantikan. Pemuda yang tidak pernah menjenuhkan dan sangat menyenangkan ini tidak lain adalah Xiao Shuxiang.
Ling Qing Zhu tidak bisa menahannya lagi, dia tersenyum samar ketika bertatapan mata dengan pemuda ini. Dia bukannya ingin menertawai Wali Pelindungnya, dirinya hanya tidak menyangka bahwa sosok seperti Xiao Shuxiang terlihat sangat sesuai dalam balutan apa pun. Sungguh, pemuda ini mempunyai pesona yang luar biasa.
Di sisi lain, Xiao Shuxiang terkejut dengan subjek di depannya tetapi juga merasa malu. Kedua telinganya memerah ketika dia tersenyum, nyaris ingin tertawa sambil menutupi wajahnya.
Bagaimana bisa situasi menjadi seperti ini?
"Langit telah memberkati kita...!" seruan dari pemimpin upacara pernikahan hantu ini kembali terdengar dan menyadarkan Xiao Shuxiang serta Ling Qing Zhu.
Tua Bangka berwajah itu merentangkan tangannya dan berteriak, "Upacara Lengkap! Waktu keberuntungan sudah tiba, memasuki kamar pengantin..! Penyempurnaan akan terjadi..!"
!!!
Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu terkejut. Meski senang dengan pertemuan ini, tetapi bagaimana mungkin mereka melakukan penyempurnaan pernikahan?
Baiklah. Jauh sebelum pernikahan hantu, Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu memang pasangan suami-istri. Mereka sudah menikah, tetapi apa-apaan ini?! Apa mereka harus melakukan penyempurnaan pernikahan di bawah pengawasan para hantu?! Yang benar saja!
Bahkan jika sosok yang bersanding dengannya merupakan ketenangan paling agung sekali dan dia sangat menyukai gadis ini---Xiao Shuxiang pun masih bisa marah.
Ling Qing Zhu memiliki pemikiran yang sama seperti Xiao Shuxiang. Dia benar-benar akan mengacaukan tempat ini jika hal semacam itu dipaksakan kepadanya.
Kedua tangan Xiao Shuxiang terkepal. Biar bagaimanapun, dia mempunyai tanggung jawab melindungi Kucing Putihnya. Bila satu orang yang menatap Ling Qing Zhu dengan niat buruk, maka dia tanpa ragu akan mencongkel mata dari seluruh keluarga orang tersebut. Tua Bangka yang menjadi pemimpin upacara dan para mayat ini... jelas akan menerima hal yang lebih mengerikan lagi.
__ADS_1
Ling Qing Zhu melihat kilatan merah pada mata Wali Pelindungnya. Dia menggenggam erat tangan Xiao Shuxiang dan membuat pemuda itu tersadar.
Dengan wajah yang tenang, Ling Qing Zhu pun menggeleng pelan sebagai pertanda bahwa pemuda ini harus berusaha mengendalikan emosinya. Xiao Shuxiang bernapas pelan dan kemudian mengangguk. Dia juga menggenggam kuat tangan gadis di sampingnya.
!!
Suara cekikikan terdengar, dua hantu kecil yang sebelumnya mendampingi Xiao Shuxiang datang dan meraih tangannya. Ling Qing Zhu pun juga mempunyai hantu pendamping kecil dan ikut dituntun ke belakang aula.
Di tempat itu, sebuah peti mati berukiran kuno tergeletak. Benda tersebut terbuat dari kayu yang kokoh, lebih besar dari peti mati pada umumnya dan nampak dicat merah hingga membuatnya terlihat mewah.
Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu saling berpandangan sejenak sebelum akhirnya bernapas lega. Malam pernikahan hantu tentu saja akan berbeda dengan malam pernikahan manusia yang masih hidup pada umumnya.
Penyempurnaan Pernikahan tentu sama dengan Penguburan Bersama yang mana mempunyai makna 'Bersama Dalam Kematian Selamanya'.
"Silahkan mempelai wanita memasuki kamar pengantin lebih dahulu,"
!
Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan, dia sekarang sudah tahu perannya dalam upacara pernikahan ini. Dirinya-lah yang menjadi 'Mempelai Wanita'. Haaah, langit sungguh mempermainkannya.
Xiao Shuxiang mengangkat sedikit pakaiannya dan mulai memasuki peti mati, dia berbaring di dalamnya yang mana terlihat sudah menempati lebih dari setengah ruang.
"Selanjutnya mempelai pria memasuki kamar pengantin,"
Xiao Shuxiang berkedip, "Kalian pasti bercanda. Peti ini mana cukup untuk dua orang,"
!!
Ternyata tidak. Ling Qing Zhu meraih ujung peti dengan ekspresi tenang dan ikut menempati ruang di mana Wali Pelindungnya berada.
Para hantu kecil itu kembali cekikikan dan mulai mengitari peti mati sambil bernyanyi seperti sebelumnya. Mereka lalu mendorong tutup peti mati hingga membuat Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu terperangkap dalam kegelapan.
Merasa ini sudah waktunya, Ling Qing Zhu pun dengan segera menggigit telunjuknya dan menggambar sebuah garis pada penutup peti. Sebuah segel penghalang tercipta dan membuat Xiao Shuxiang terkejut.
"Segel Darah?!" Xiao Shuxiang tidak pernah tahu bahwa seorang Ling Qing Zhu belajar tentang Teknik Segel Darah. Ini jelas merupakan informasi yang benar-benar baru untuknya.
"Kucing Putih..."
Keterkejutan di wajah Xiao Shuxiang wajar. Hal itu karena segel darah merupakan segel terkuat yang tidak hanya berfungsi sebagai pengedap suara, penerang, tetapi juga akan menyerang siapa pun orang yang berusaha membuka penutup peti ini. Makhluk seperti hantu... Bisa musnah dan kehilangan jiwa mereka jika berusaha merusak segel ini.
"Kucing Putih..!" Xiao Shuxiang berseru.
"Berisik,"
"Tapi aku kaget. Bukankah itu Segel Darah?! Kau..! Dari mana kau mempelajarinya?!"
"Bukan urusanmu," Ling Qing Zhu bersuara dingin. Dia baru akan bicara ketika peti tiba-tiba bergoyang dan membuatnya berbenturan dahi dengan Wali Pelindungnya.
"Aduh," Xiao Shuxiang meringis, tetapi tidak bisa mengusap dahinya karena ruangan ini terlalu sempit.
"Apa kau tidak bisa geser sedikit?" nada suara Ling Qing Zhu terdengar ketus. Dia merasakan denyut di dahinya karena benturan tadi, apalagi wajah Wali Pelindungnya begitu dekat.
Xiao Shuxiang berkata, "Aku sudah mentok, Kucing Putih. Kau yang harus bergeser sedikit, bukankah situasi ini berbahaya?"
__ADS_1
"Apa maksudmu?"
Xiao Shuxiang memejamkan mata. Sebenarnya sejak dahinya berbenturan dengan dahi Ling Qing Zhu---Dia sudah menutup mata dan tidak berani membukanya hingga sekarang.
Xiao Shuxiang bernapas pelan dan berkata, "Kita terperangkap di tempat yang sempit adalah hal yang berbahaya tahu. Apa kau tidak pernah belajar tentang betapa sensitifnya seorang pria yang harus terkurung dengan lawan jenis--aduh!"
Kepala Xiao Shuxiang membentur kayu pada peti ketika dia bicara. Punggung Ling Qing Zhu juga membentur dinding peti di belakangnya, tetapi dia masih bisa menahan untuk tidak mengeluarkan suara rintihan.
Ling Qing Zhu memikirkan ucapan Xiao Shuxiang ketika peti kembali bergoyang. Dia yang sejak tadi berusaha untuk bergeser mundur kembali harus menabrak tubuh pemuda ini. Di saat yang sama, dia ingin bergerak ketika kaki kanannya tiba-tiba menyentuh sesuatu yang menusuk dengan kaku ke paha bagian dalam.
Ling Qing Zhu mengira itu adalah gagang pedang dan tanpa ragu mengulurkan tangan untuk mendorongnya ke samping. Dia baru saja menyentuhnya dan suara bagai sambaran petir terdengar di dalam kepalanya dan juga di dalam kepala Xiao Shuxiang.
!!!
*
*
Zhi Shu sebenarnya meninggalkan Istana Seribu Pedang dan pergi ke Pulau Yín Jiàn bersama Lan Guan Zhi. Dia membantu teman baik dari Saudara Xiao-nya ini untuk mencari informasi tentang keberadaan Kitab Pembunuh Matahari.
Perjalanan mereka bisa dikatakan baik, namun juga tidak lancar. Beberapa kendala seperti gangguan dari Demonic Beast dan para bandit juga dialami oleh Zhi Shu. Tetapi pada akhirnya dia dan Lan Guan Zhi tiba di Kota Chenqing.
Pencarian informasi tentang lembaran kitab kuno itu membawa mereka pada keluarga pedagang bermarga 'Chi'. Dari sinilah anomali muncul dan membuat kondisinya menjadi seperti sekarang.
Zhi Shu tidak pernah memikirkan apalagi sampai mempunyai bayangan bahwa dia akan melakukan pernikahan dengan suasana seekstrem ini. Jujur, dia benar-benar merasa terguncang dengan apa yang terjadi. Belum lagi, keterkejutannya bertambah ketika mengetahui bahwa sosok yang dinikahkan olehnya justru adalah pria yang sangat mirip dengan Mo Huai.
!!
Zhi Shu memperhatikan dengan saksama dan benar-benar yakin bahwa orang ini bukan hanya mirip, tetapi sungguhan Mo Huai. Masalahnya, bagaimana bisa pemuda ini ada di Alam Kultivasi Atas dan berada di situasi yang sama dengannya?!
"Tunggu. Jika Saudara Mo ada di sini, maka..." mata Zhi Shu melebar. Pemikirannya pasti tepat. Jika Mo Huai ada di Alam Kultivasi Atas, berarti Xiao Shuxiang pun ada di tempat ini.
Kabar tentang kemunculan Kitab Pembunuh Matahari pasti juga sudah sampai di telinga Xiao Shuxiang. Apalagi, dia pernah mendengar berita bahwa Ling Qing Zhu mendapat undangan dari Alam Kultivasi Atas---jadi tidak mungkin jika Saudara Xiao-nya itu meninggalkan Ling Qing Zhu sendirian.
Kemudian untuk kasus Mo Huai, ada kemungkinan pemuda ini ikut dengan Xiao Shuxiang. Bisa saja, Saudara Xiao-nya mempunyai cara untuk membuat teman-teman mereka yang berada di Benua Tengah ikut naik ke Alam Kultivasi Atas. Zhi Shu percaya bahwa Xiao Shuxiang bisa melakukan apa pun.
Di sisi lain, Lan Guan Zhi tidak tahu kebenaran tentang teman baiknya yang datang ke Alam Kultivasi Atas, apalagi terperangkap dalam situasi Pernikahan Hantu semacam ini. Dia saat ini sedang memikirkan tentang bagaimana kondisinya berakhir di dalam sebuah peti mati bersama seorang pemuda yang jelas-jelas bukan bagian dari mayat hidup.
Lan Guan Zhi membuat sebuah segel hingga peti ini diterangi oleh cahaya dan juga membuat kedap suara. Dengan cara tersebut, dia dan pemuda di sampingnya bisa berbicara lebih leluasa.
"Itu... Ehm.." sosok yang satu peti mati dengan Lan Guan Zhi agak ragu bicara, tetapi pada akhirnya tetap buka suara. Dia berkata, "Namaku Wei Lin dan dari keluarga Liu. Tuan Muda ini, siapa namamu?"
"Lan Guan Zhi,"
"Ah... Kau berasal dari mana?" Liu Wei Lin memegang kuat kipas merahnya. Situasi dan kondisi ini benar-benar sangat memalukan.
"Istana Seribu Pedang," Lan Guan Zhi menjawab dengan tenang. Dia menyadari sesuatu dan lantas buka suara, "Apa punggungmu sakit?"
"Ah, ha ha. Ti-tidak, ini baik-baik saja." Liu Wei Lin canggung. Sejujurnya dia lebih suka jika bersama para hantu daripada harus terkurung dengan pemuda yang memiliki penampilan berwibawa dan aura yang mirip salah satu tetua di sektenya.
Lan Guan Zhi bernapas pelan, dia berkata. "Tuan Muda Liu bisa berbalik. Kita bisa saling membelakangi, dengan begitu punggungmu tidak akan terbentur."
"Benar, aku akan berusaha--aduh!"
__ADS_1
"Hati-hati,"
******