![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
"Berpencar?" Bocah Pengemis Gila kaget dengan ucapan Xiao Shuxiang. Dia lantas berkata, "Tempat ini sangat berbahaya. Bagaimana mungkin kau menyarankan agar kita berpencar?"
"Kenapa tidak? Dengan cara ini kita bisa memaksimalkan waktu." Xiao Shuxiang berkata, "Jika kita terus bersama ... Maka kita semua akan tertangkap bila bertemu musuh yang kuat. Kau akan bagaimana setelahnya, huh?"
Bocah Pengemis Gila berkedip dan lalu berkata, "Bagaimana jika kau membuat kami semua bersembunyi di dalam pusakamu yang hebat itu saja?"
"Pusaka?"
"Pusaka yang bisa menyembunyikan orang itu, yang seperti alam lain." Bocah Pengemis Gila bersemangat untuk yang satu ini dan membuat Hu Li berkedip.
Hu Li pun menatap Xiao Shuxiang dan lantas berkata, "Saya rasa dia baru saja menyinggung Gelang Semesta Anda."
"Ah ... Aku sampai melupakan benda itu,"
Hu Li tersenyum pahit, dia juga lupa untuk mengembalikan Gelang Semesta Tuan Muda Xiao-nya. Dia pun berjalan saat Xiao Shuxiang memintanya untuk mendekat.
Hu Li memegang tangan kiri Xiao Shuxiang dan sebuah ukiran kuno berjalan menuruni lengannya yang mana kemudian berpindah ke tangan Tuan Mudanya tersebut.
Liu Wei Lin dan Wang Zhao tidak tahu apa yang sedang terjadi ini. Mereka hanya diam dan merasa hal ini sangat menarik, apalagi keduanya melihat ukiran-ukiran kuno itu naik ke lengan Xiao Shuxiang yang tersembunyi di balik pakaian.
Xiao Shuxiang merasakan hangat di lengan kirinya dan kemudian menatap Bocah Pengemis Gila, "Kau ingin aku menyembunyikan kalian sementara aku harus berjuang sendiri menghadapi para mayat hidup itu? Hmph, jangan harap aku akan membiarkannya."
"Ya ampun, ini adalah rencana yang lebih baik daripada rencana milikmu. Jika kita berpencar, maka kita bisa tertangkap satu per satu. Apa kau mau itu?"
"Kalian tidak akan tertangkap dengan mudah," Xiao Shuxiang berkata. "Apa kau pikir aku meminta kalian ikut bersamaku untuk dijadikan tumbal, hah? Kalian akan baik-baik saja. Percayalah,"
Xiao Shuxiang berkonsentrasi dan lalu mengeluarkan beberapa bungkusan yang berisi pil berharga miliknya. Dia lantas membagi-bagikan kantong tersebut pada teman-temannya, termasuk memberi satu pada Bocah Pengemis Gila.
"Kalian harus pergunakan pil di dalamnya dengan baik. Aku tidak pernah semurah-hati ini sebelumnya, jadi bersyukurlah." Xiao Shuxiang mendesah pelan dan sebenarnya sangat berat untuk membagikan anak-anaknya yang sangat berharga.
Bocah Pengemis Gila mengintip kantong pil yang diberikan padanya dan dia bisa mencium aroma yang manis, sejujurnya ini aroma yang enak. Dia pun kemudian mengeluarkan satu dan berkedip.
Bocah Pengemis Gila berkata, "Baunya harum. Apa ini permen?"
"Itu pil buatanku, harganya sangat tidak ternilai." Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan berkata, "Jangan makan itu sembarangan dan gunakan hanya saat kau benar-benar sekarat,"
Bocah Pengemis Gipa tersenyum getir, "Aku kembalikan. Pil kultivator tidak sesuai dengan tubuh manusia biasa sepertiku. Bahkan bila kau berlatih kultivasi sekali pun, ini masih tidak akan berefek apa-apa."
"Itu benar, pil kultivator tidak berguna bagi tubuh seorang pendekar yang hanya berlatih tenaga dalam sepertimu. Tapi pil buatan Yang Mulia Xiao Shuxiang ini cocok untuk semuanya. Kau benar-benar beruntung dan seharusnya bangga karena berteman dengan orang sepertiku,"
__ADS_1
Bocah Pengemis Gila tersentak ketika tahu bahwa pil ini cocok untuk tubuhnya. Dia pun tidak jadi mengembalikan sekantong pil tersebut dan justru menyimpannya di balik pakaian dengan aman.
Liu Wei Lin dan Wang Zhao sendiri terlihat terkejut. Mereka juga mengampil satu pil dan tidak menyangka pada aroma dan kemurnian pil ini. Bahkan Wang Zhao membandingkan Xiao Shuxiang dengan Tetua Meng Hao Niang.
"Baiklah, sekarang karena kalian sudah mengambil perbekalan masing-masing maka aku akan ke sini." Xiao Shuxiang menjelaskan, "Bocah Pengemis Gila akan lewat sana. Hu Li, kau tetap bersama Lan Zhi dan Wang Zhao, kau bersama dengan Liu Wei Lin. Mengerti? Ayo pergi."
"Shuxiang, tunggu dulu..!" Bocah Pengemis Gila bermaksud bicara lebih banyak pada Xiao Shuxiang saat pemuda itu sudah pergi meninggalkannya.
Lan Guan Zhi melihat ada tiga ekor kupu-kupu bersayap putih yang terbang di hadapannya. Dia pun mengajak Hu Li pergi dan mulai mengikuti kupu-kupu itu.
Bocah Pengemis Gila melihat Lan Guan Zhi. Mulutnya terbuka untuk bicara, tapi tidak ada suara yang keluar karena sosok yang tampan itu sudah pergi menjauh. Dia pun melihat Liu Wei Lin dan Wang Zhao yang juga pergi dengan diikuti oleh beberapa kupu-kupu.
"Astaga ... Kenapa aku selalu ditinggal sendirian..?" Bocah Pengemis Gila mendesah pelan dan tidak punya pilihan selain mengikuti empat ekor kupu-kupu milik Xiao Shuxiang yang menjadi lampu penerangnya.
Mereka semua memasuki lorong yang berbeda-beda dan menghilang di antara gelapnya malam. Hanya saja untuk sesaat, bayangan hitam melesat ke lorong yang sebelumnya di masuki oleh Xiao Shuxiang.
Lorong yang dijelajahi oleh teman baik Lan Guan Zhi itu sangat gelap, sebenarnya lebih dikenal dengan nama *Shī lián ǒu. Dia berjalan maju dalam keheningan mutlak dan tidak butuh waktu lama sampai terdengar suara napas seseorang.
^^^*Shī lián ǒu (尸莲藕) : Ini adalah tempat yang digunakan oleh pemimpi Sekte Lembah Iblis saat ini, termasuk Qiao Nuan untuk membuang kultivator yang membantah perintahnya atau pun berkhianat.^^^
Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya dan berhenti berjalan. Dia menahan napas dan mempertajam pendengarannya. Suara itu lebih mirip napas seseorang yang sekarat dan baru saja akan memikirkan sesuatu, dia pun melihat subjek sekarat itu.
Ada lima mayat yang mendekat dengan jeroan yang keluar dari tubuhnya. Belum lagi keadaan dua mayat di antara mereka nampak lebih mengerikan dengan kepala yang menggantung di leher, rasanya seakan-akan hanya tertahan oleh kulit saja.
Pemandangan itu terpampang nyata di depan Xiao Shuxiang dan sampai membuat tangannya gemetar. Pemuda itu bahkan kesulitan untuk mengambil napas.
Xiao Shuxiang tidak takut meski terlihat tubuhnya gemetar, tetapi memang kondisinya tidak baik. Dia berusaha mengatur penapasan, mencoba untuk menenangkan desiran darah dan juga detakan jantungnya. Dia sudah lama tidak merasakan hal semacam ini.
"Tahan ... Tidak boleh di sini," Xiao Shuxiang menggeleng dan berusaha untuk tidak memikirkan hal-hal yang gila.
Yīng xióng berdenyut dan dengan cepat menarik Xiao Shuxiang untuk menyerang mayat-mayat itu. Xiao Shuxiang tidak menolaknya dan bergerak dengan pedang yang terayun kuat.
Hanya butuh beberapa gerakan, Xiao Shuxiang menusuk para mayat itu dan menjadikan mereka tulang-belulang. Dia menghabisi mereka dengan cepat, sama sekali tidak mempunyai waktu untuk melakukan hal yang mengerikan.
Di tempat lain, Lan Guan Zhi dan Hu Li terlihat bertarung dengan beberapa Demonic Beast yang bahkan satu di antara mereka begitu kuat.
Lan Guan Zhi tidak bisa menggunakan Shǎndiàn karena pedang pusakanya itu tidak sesuai dipakai untuk bertarung di ruangan tertutup. Namun bukan berarti tanpa Shǎndiàn, Lan Guan Zhi akan mengalami kesulitan.
Pemuda berpakaian putih dengan pita di dahi itu sudah berlatih selama ini dan praktiknya pun telah meningkat. Dia tidak akan dalam bahaya hanya karena harus bertarung dengan beberapa Demonic Beast. Apalagi Hu Li pun ada di tempat ini dan membantunya.
__ADS_1
Kerja sama mereka sangat baik, kedua pemuda itu berhasil melawan monster yang mengerikan tanpa mengalami luka sedikit pun. Kupu-kupu bersayap indah milik Xiao Shuxiang terus menjadi penerang jalan bagi langkah Lan Guan Zhi dan Hu Li.
Di sisi lain, kondisi yang berbeda dialami oleh Liu Wei Lin dan Wang Zhao. Kedua pemuda itu berjalan tenang, bahkan tidak ada yang buka suara selama beberapa menit.
Liu Wei Lin melambaikan kipasnya dan terus berjalan. Wang Zhao sendiri terlihat membawa pedangnya yang terbalut kain putih di punggung dan berjalan sambil menyilangkan tangan. Mereka diterangi oleh cahaya dari kupu-kupu bersayap putih milik Xiao Shuxiang.
Ekspresi Liu Wei Lin kadang berubah, apalagi saat mereka menemukan ada mayat yang dalam kondisi busuk. Dia bahkan menahan diri untuk tidak muntah dan akhirnya tidak tahan lagi.
Liu Wei Lin berkata dengan nada yang ketus, "Sebenarnya apa yang sudah dilakukan anggota sektemu ini? Apa mereka tidak bisa mengubur mayat, hah? Tempat ini benar-benar buruk,"
Wang Zhao mendengarnya dan lantas mendengus, "Kau pikir aku menyukainya? Aku sama sekali tidak tahu hal ini, jadi bisakah kau diam saja?"
"Oh, benarkah? Kau tidak tahu?" suara Liu Wei Lin terkesan meledek, "Aroma busuk yang pekat di tempat ini tidak mungkin muncul hanya dalam semalam. Jelas sekali bahwa ini sudah terjadi selama bertahun-tahun dan aku curiga sekte milikmu melakukan praktik terlarang."
Wang Zhao mengembuskan napas dan menggeleng pelan, dia berkata. "Aku sudah meninggalkan sekte ini selama bertahun-tahun. Dan terakhir kali yang kulihat, bahkan tempat ini pun tidak ada. Apa kau masih menuduh bahwa aku yang melakukan ini?"
Liu Wei Lin melambaikan kipasnya dan memasang ekspresi yang meragukan. Dia berkata, "Kau bisa saja berbohong."
"Hmph, Tuan Muda Liu yang 'baik hati' ... Aku bukan orang yang sama sepertimu. Aku bukan orang yang menyembunyikan sifat asli dari kata 'baik hati'. Dibanding denganku, kau ... Lebih ahli dalam berbohong."
Wang Zhao melangkah lebih dulu. Dia dan Liu Wei Lin terus berbicara dengan nada yang penuh ledekan. Bahkan tidak ada seorang pun dari mereka yang mau mengalah.
Wang Zhao baru akan bicara lagi saat mendengar suara geraman yang seakan berasal dari arah depan. Dia dan Liu Wei Lin langsung memasang posisi untuk bertarung.
Liu Wei Lin tersentak melihat ada mayat hidup mendekat. Mereka muncul dari kegelapan dan berjalan dengan pelan.
Tubuh kurus mereka bergoyang dengan setiap langkah yang diambil dan hal tidak terduga dari penampilan mayat-mayat itu adalah mereka mempunyai beberapa pasang mata.
Liu Wei Lin bernapas lambat dan nampak menelan ludah, mayat-mayat ini tidak sama seperti yang tadi. Apa yang dia lihat saat ini bahkan lebih mengerikan dari sebelumnya.
"Wang Zhao ..."
Wang Zhao mendengar Liu Wei Lin memanggilnya. Dia pun menahan napas dan dengan hati-hati mulai menarik pedangnya dari lilitan kain. Dia menelan ludah melihat bagaimana mayat-mayat itu mengejar kupu-kupu milik Xiao Shuxiang seakan sangat tertarik dengan cahaya.
"Oh tidak, itu mayat yang ganas." Liu Wei Lin melihat pergerakan aneh dari mayat tersebut yang seakan terprovokasi oleh cahaya. Dia bisa melihat bagaimana mereka menerjang dan berusaha menangkap serangga terbang tersebut.
Wang Zhao menarik napas dan kemudian melesat. Pedang pusakanya diselimuti oleh asap merah yang ketika menebas lawan---mampu melelehkan daging dan tulang mereka.
Liu Wei Lin melihat bagaimana Wang Zhao tanpa gentar menghadapi para mayat itu. Dia merasa bahwa pemuda ini sudah tidak lagi menjadi sosok yang penakut seperti sebelumnya.
__ADS_1
Dia bahkan tidak perlu turun tangan untuk memberi bantuan, Wang Zhao sudah bisa mengatasinya seorang diri.
******