![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi kembali ke Sekte Lautan Awan. Mereka sebenarnya lega sebab para murid Sekte Lautan Awan dan juga Tetua Dao Fang An terlihat baik-baik saja, padahal sebelumnya mereka khawatir karena cukup lama meninggalkan orang-orang ini.
Dao Fang An sendiri juga merasa bersyukur sebab Xiao Shuxiang sudah kembali dan kondisi Lan Guan Zhi pun yang terlihat baik. Dia lega sebab kedua pemuda ini datang dalam keadaan yang sehat.
Xiao Shuxiang menghampiri Dao Fang An yang saat itu sedang bersama Liu Wei Lin. Dia baru akan buka suara ketika Liu Wei Lin menoleh dan berseru memanggilnya.
"Saudara Xiao!" Liu Wei Lin memegang kedua bahu Xiao Shuxiang dan menghela napas lega. "Syukurlah kau baik-baik saja, Saudaraku."
"...................." Xiao Shuxiang memperhatikan Liu Wei Li yang begitu mengkhawatirkannya. Dia pun menyentuh tangan sosok di depannya dan kemudian mulai buka suara.
"Saudara Liu... Bagaimana aku mengatakan ini..." Xiao Shuxiang menarik napas dan berujar pelan, "Setelah mengetahui kebenaran Wang Zhao dari Lan Zhi.. Aku jadi bertanya-tanya tentang apakah kau juga... Menyembunyikan sesuatu?"
"Apa?" Liu Wei Lin berkedip. Keningnya mengerut saat bertanya, "Apa maksudmu Saudara Xiao?"
Dao Fang An yang juga ikut mendengarnya pun melangkah mendekat. Dia sama keheranannya dengan Liu Wei Lin karena ucapan pemuda ini barusan. Bahkan beberapa murid Sekte Lautan Awan yang ada di sekitar mereka ikut merasa heran.
"Kalian tidak tahu?" Xiao Shuxiang menaikkan sebelah alisnya dan kemudian berkata, "Wang Zhao itu... Dialah dalang dari semua yang terjadi."
"Sa-Saudara Xiao..." Liu Wei Lin tersentak.
"Lan Zhi melihat bagaimana wajah asli dari Wang Zhao. Pemuda itu memanfaatkan orang seperti kalian untuk menyerang Sekte Lembah Iblis. Lan'Er, katakan pada mereka."
Lan Guan Zhi menatap Dao Fang An dan berkata, "Semua warga yang selamat ketika penyerangan Sekte Lembah Iblis dahulu... Mereka semua dibantai. Sekarang... Tidak ada satu orang pun yang tersisa,"
Liu Wei Lin terkejut, "Bagaimana mungkin?! Wang Zhao... Tapi dia-"
"Aku sebelumnya juga tidak bisa percaya," Xiao Shuxiang menyela. "Tetapi inilah kebenarannya. Ketika sekte ini diserang oleh Paviliun Teratai Naga pun---Lan Zhi bertarung dengan Wang Zhao dan terluka. Lan'Er terkena Racun Iblis,"
Dao Fang An menurunkan pandangan. Dia benar-benar tidak menyangka akan mendengar sesuatu seperti ini, bahkan Liu Wei Lin pun terlihat syok. Tidak hanya itu, bahkan para murid Sekte Lautan Awan yang lain nampak terguncang dengan fakta ini.
Liu Wei Lin menggeleng pelan, "Maafkan aku Saudara Xiao... Tapi sebelumnya Wang Zhao datang kemari bersamaku. Dia sama sekali tidak melakukan pergerakan yang aneh apalagi mencurigakan. Dia... Aku..."
"Aku dan Lan Zhi datang dari arah kau pergi meninggalkan Istana Seribu Pedang. Saat itu, banyak sekali jebakan di jalanku. Bahkan hampir saja aku dan Lan Zhi terkena jebakan itu, apa kau tidak merasakan apa pun?"
?!
Liu Wei Lin menggeleng, tetapi kemudian mulai memegang kuat kipas miliknya. Dia berkata, "Aku sebenarnya masih tidak percaya jika Wang Zhao bisa seperti itu, tetapi aku pun tidak mengabaikan ucapanmu. Apalagi saat kuingat... Waktu aku dan Tuan Muda Lan berada di Sekte Lembah Iblis.."
Liu Wei Lin menarik napas dan berkata, "Ada murid Sekte Lembah Iblis yang mengatakan bahwa Wang Zhao tidak seperti yang terlihat. Saat itu... Kami sedikit meragukannya dan karena dia begitu yakin... Kami jadi curiga dan hendak memastikan kebenaran. Tetapi..."
__ADS_1
"Keadaan sama sekali tidak memungkinkan," Liu Wei Lin menatap Lan Guan Zhi dan berkata, "Sekarang setelah mendengarnya langsung... Aku tidak memiliki keraguan lagi,"
"Tapi bagaimana bisa Wang Zhao menjadi orang seperti itu?" salah seorang murid Sekte Lautan Awan buka suara. Dia berkata, "Wang Zhao orang yang baik dan bahkan terlalu baik. Dia itu mempunyai hati selembut tahu, tidak mungkin dia menjadi seperti itu?"
"Benar. Mungkin saja dia dalam pengaruh," murid lainnya ikut angkat suara.
Liu Wei Lin melambaikan kipasnya dan lantas menoleh pada dua saudara seperguruannya ini. "Justru kau harus curiga pada orang yang terlalu baik dan yang nyaris tanpa celah. Sosok seperti ini biasanya sangat ahli dalam sesuatu yang berhubungan dalam manipulatif,"
Liu Wei Lin menarik napas dan kemudian menatap Dao Fang An. Tangannya terulur dan memegang tangan pria tua itu. Tindakannya sangat mengejutkan, bahkan bagi Xiao Shuxiang.
Suara Liu Wei Lin lembut saat berkata, "Tetua. Maaf atas tindakanku yang tidak sopan ini. Aku memang bukan berasal dari aliran putih, tetapi tidak ada yang paling kuanggap keluarga selain Tetua dan semua orang di Sekte Lautan Awan. Tempat ini sudah dua kali diserang dan aku benar-benar tidak bisa menahannya lagi,"
Liu Wei Lin menarik napas dan berkata, "Ini adalah permintaanku yang egois. Ikutlah denganku ke Sekte Lembah Iblis. Tempat itu mungkin tidak sebaik ini, tetapi bisa kupastikan itu adalah tempat teraman hingga situasinya membaik. Aku tidak ingin.... Ada lagi yang terluka,"
"Wei Lin..." Dao Fang An tentu saja terkejut. Dia memperhatikan Liu Wei Lin dengan saksama dan kemudian berkata, "Selama ini kau tidak pernah membahas tentang tempat itu. Kenapa sekarang..."
"Karena aku tidak ingin keluargaku merasa tidak aman," Liu Wei Lin berkata. "Shizun... Tidak ada hal yang lebih berharga dari hubunganku dengan kalian semua. Aku tidak bisa tinggal diam,"
"Saudara Liu," salah seorang murid Sekte Lautan Awan mendekat dan berkata, "Kami menghargai niat baikmu. Tetapi kau sudah lama tidak tinggal di Sekte Lembah Hantu. Kami khawatir jika berada di sana dan hal yang buruk terjadi,"
"Tidak ada yang bisa menyerang kalian," Liu Wei Lin berkata, "Anggota Sekte Lembah Hantu yang bekerja sama dengan Sekte Lembah Iblis telah terusir. Siapa pun yang keluar dari lembah dan mengabaikan perintahku, mereka tidak akan bisa masuk kembali. Itu adalah mutlak dan yang melanggar akan terusir selamanya,"
Liu Wei Lin berujar, "Walaupun nama sekte itu terdengar menakutkan, tapi tempat itu tidak seperti yang kalian bayangkan. Sejujurnya, di sana... Lebih banyak ditinggali anak kecil."
"Itu...." Liu Wei Lin bukannya malu, dia hanya canggung tetapi berusaha untuk memberikan penjelasan. "Anggota sekte itu lebih banyak anak-anak dan usia mereka tidak bisa bertambah jika terus di dalam wilayah sekte. Aku tidak menemukan belahan jiwa di antara para kurcaci itu, jadi aku keluar."
"Shizun," Liu Wei Lin menatap Dao Fang An dan berkata, "Aku percaya pada Saudara Xiao dan Tuan Muda Lan. Aku pun tahu bagaimana pemikiran kultivator aliran hitam itu, apalagi sosok yang memiliki sifat manipulatif seperti Wang Zhao. Tempat ini... Sudah tidak aman lagi,"
Liu Wei Lin menurunkan pandangan dan berkata, "Jika Shizun mempunyai tempat lain yang lebih aman, maka itu akan lebih baik. Aku sendiri berasal dari aliran hitam, jadi tentu saja sulit bagi Shizun untuk mempercayaiku."
"Kau ini bicara apa," Dao Fang An menepuk bahu Liu Wei Lin dan berkata, "Aku selalu percaya padamu."
Xiao Shuxiang tersentak. Dia menatap Dao Fang An dan menyilangkan tangan. Dirinya baru akan mengatai tua bangka itu, tetapi Lan Guan Zhi lebih dulu menepuk bahunya dan memberi isyarat agar dirinya tidak melakukan apa pun.
Xiao Shuxiang berkedip dan kembali melihat Liu Wei Lin. Kali ini beberapa murid Sekte Lautan Awan yang juga nampak percaya pada pemuda itu. Dia mengembuskan napas dan merasa tidak percaya pada situasi ini.
Liu Wei Lin sendiri pun tidak menyangka bahwa Dao Fang An dan para murid Sekte Lautan Awan berada di pihaknya. Dia jujur saja sudah memiliki pemikiran bahwa orang-orang ini bisa saja berbalik dan membencinya, tetapi ternyata...
"Kalian..."
__ADS_1
"Saudara Liu," salah satu murid Sekte Lautan Awan berkata, "Paviliun Teratai Naga datang dan membuat kacau di tempat ini karena mereka berpikir bahwa Sekte Lautan Awan telah menyimpang dari jalannya. Tetapi aku sekali tidak peduli karena kau lebih penting daripada pendapat orang lain."
"Itu benar, kita sudah hidup selama bertahun-tahun. Kau adalah Saudara Seperguruan kami. Jika sejak awal kami membencimu hanya karena kau berbeda, maka sekte ini tidak mungkin diserang." murid lainnya menyilangkan tangan dan tersenyum. Dia berkata, "Mereka menginginkanmu, tetapi tidak mungkin bagi kami untuk menyerahkan anggota keluarga sendiri."
"Meskipun puisi Saudara Liu sangat aneh dan aku tidak mengerti, tetapi orang yang menyukai seni bukanlah orang jahat." murid lainnya ikut menambahkan dan membuat Liu Wei Lin terkejut.
"Shizun..."
"Lihat, mereka percaya padamu." Dao Fang An mengusap lengan Liu Wei Lin dan kemudian menoleh ke salah satu muridnya. Dia pun berkata, "Beritahu para tetua yang lain. Minta mereka untuk mengumpulkan para murid. Kita akan pergi ke Sekte Lembah Hantu sekarang,"
".................." Xiao Shuxiang memperhatikan Dao Fang An. Pria ini bukankah terlalu mudah percaya pada orang lain? Harusnya setelah pengkhianatan Wang Zhao---tua bangka ini menjadi lebih berhati-hati untuk mempercayai orang lain, apalagi Liu Wei Lin.
Masalahnya, entah mengapa Lan Guan Zhi seperti mendukung Dao Fang An dan seakan berada dipihak Liu Wei Lin. Dia jelas merasa sangat penasaran.
Kesampingkan tentang hal itu terlebih dahulu, Xiao Shuxiang saat ini sedang keheranan sebab Wang Zhao tidak melakukan apa-apa tentang sekte ini. Padahal seharusnya pemuda itu sudah menyerang Sekte Lautan Awan dan membuat wilayah ini menjadi kacau-balau.
"Kira-kira di mana Wang Zhao sekarang?" Xiao Shuxiang berguman pelan dan pertanyaannya itu dapat didengar oleh Liu Wei Lin.
!!
Tentu Liu Wei Lin terkejut, dia pun menjawab. "Saat baru datang kemari... Kami langsung berpisah. Aku memintanya untuk ke tempat yang aman, entah di mana dia sekarang..."
"Aku rasa karena kedoknya sudah terbongkar, makanya dia pergi--!" Xiao Shuxiang tersentak saat menyadari sesuatu, dia menoleh ke arah Lan Guan Zhi.
Xiao Shuxiang berkata, "Wang Zhao ingin membunuhmu, kan? Kau melihatnya jadi dia ingin menghabisimu agar tidak ada saksi. Tapi karena saat itu aku datang di waktu yang tepat, rencananya pun berantakan. Jadi..."
Xiao Shuxiang tersentak, begitu pula dengan Lan Guan Zhi. Mereka saling menatap dan seakan mempunyai pemikiran yang sama. Xiao Shuxiang menatap Tetua Dao Fang An dan lalu buka suara.
"Kami harus pulang sekarang,"
Dao Fang An tersentak, sementara Liu Wei Lin nampak mengerutkan kening. Pemuda dengan lambaian kipas di tangannya itu pun mulai menatap Xiao Shuxiang dan berkata, "Kau ingin pulang? Ta-tapi kenapa?"
"Ini merupakan hal yang pribadi. Tidak bisa dijelaskan sekarang, intinya kami harus segera pulang. Aku khawatir... Ini sudah beberapa hari dan tidak ada pergerakan dari Wang Zhao. Jika aku benar, maka..."
Dao Fang An sendiri mengangguk pelan. "Ketiga muridku akan membantu agar kalian bisa pulang kembali,"
"Baiklah, terima kasih." Xiao Shuxiang berkata, "Ah, hampir lupa. Jika melihat alkemis Zhou Yan, tolong katakan padanya bahwa aku dan Lan Guan Zhi pulang lebih dulu."
"Alkemis Zhou Yan?" Dao Fang An ingat. Orang yang dia kenal sebagai Zhou Yan hanya satu dan sosok itu pun seorang alkemis. Apalagi setelah melihat Lan Guan Zhi... Dia pun jadi tahu bahwa alkemis yang dimaksud Xiao Shuxiang adalah orang yang dikenalinya.
__ADS_1
Ketiga murid Sekte Lautan Awan membentuk segel secara bersamaan. Dalam waktu singkat, tubuh Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi mulai diselimuti cahaya putih sebelum akhirnya tubuh mereka menghilang.
******