![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Raut wajah Tetua Wang Jing Li teramat pucat, perutnya seakan diaduk-aduk saat ini. Dia meringis dan kemudian muntah lagi. Ada aroma busuk yang dia cium dan anehnya, itu seakan berasal dari dalam dirinya. Taiyang Hao pun merasakan hal yang serupa.
"Tetua Wang...! Anda---Cepat berikan air!" salah seorang murid meminta air pada rekannya yang lain.
"Tetua Wang, tolong minum ini."
"Saudara bela diri Taiyang, kau juga minumlah..!"
Tetua Wang Jing Li dan Taiyang Hao berusaha untuk meminum air yang diberikan kepada mereka. Hanya saja, meski meminum air cukup banyak----aroma tidak enak ini tetap saja tercium.
Tidak hanya bau busuk ini, tetapi yang membuat keduanya juga sangat terkejut adalah mereka tidak bisa merasakan aliran Qi di dalam diri sendiri. Meridian keduanya seakan tertutup rapat.
Lan Guan Zhi melihat bahwa warna mata dari Tetua Wang Jing Li dan Taiyang Hao sudah kembali seperti semua. Itu berarti keduanya telah pulih dan tidak lagi dalam pengaruh ilusi.
Xiao Shuxiang menyaksikan Lan Guan Zhi menghampiri Tetua Wang Jing Li dan Taiyang Hao, teman baiknya itu terlihat menyentuh punggung keduanya dan tidak butuh waktu lama sampai aliran Qi dalam tubuh Tetua Wang Jing Li dan Taiyang Hao kembali.
Xiao Shuxiang berkedip sebelum mulai mengembuskan napas kecewa karena Lan Guan Zhi terlalu cepat membantu kedua pria itu. Padahal, dia masih ingin melihat Tetua Wang Jing Li dan Taiyang Hao sedikit lebih tersiksa lagi. Sekarang, dengan kembali terasanya aliran Qi di dalam diri kedua orang itu----Tetua Wang Jing Li dan Taiyang Hao akan mulai bisa mengurangi termasuk menghilangkan aroma dari pil bau miliknya.
Tetua Wang Jing Li bernapas pelan-pelan dan baru menyadari posisinya sekarang ini. Dia pun mengedarkan pandangan dan menatap para peserta konferensi yang sedang mengelilinginya.
"Tetua Wang, bagaimana perasaan Anda sekarang? Apa tetua sudah membaik?"
"Kalian .... Kalian sendiri bagaimana?" Tetua Wang Jing Li melihat ada di antara para murid yang pakaiannya terkoyak dan dengan wajah yang sedikit kotor, pertanda pernah mengalami beberapa pertarungan.
"Kami baik-baik saja, Tetua."
Tetua Wang Jing Li mengembuskan napas, dia mencoba mengingat-ingat apa yang sudah terjadi semenjak dirinya memasuki portal cahaya dan tiba di Ngari Xiling.
"Aku ingat .... Ada seorang murid dari Istana Seribu Pedang yang berlari sambil meminta pertolongan. Dia mengatakan sedang dikejar-kejar oleh Demonic Beast yang aneh dan memang benar karena aku melihat mereka dengan jelas."
"Tetua Wang, apa yang Anda lihat bukan hal sebenarnya. Tetua Wang terkena ilusi yang membuat para peserta konferensi jadi terlihat seperti Demonic Beast di mata Anda."
Tetua Wang Jing Li tersentak mendengar penuturan dari seorang murid laki-laki di depannya. Taiyang Hao yang saat ini sudah lebih baik pun ikut tersentak, dia juga ingat telah melihat Demonic Beast dengan wujud yang aneh.
"Senior bela diri Taiyang. Kau baik-baik saja, kan?" seorang murid perempuan nampak menyentuh pundak Taiyang Hao, dia terlihat khawatir.
"Mn, aku sudah lebih baik. Terima kasih--"
"Kau bilang .... Melihat murid dari Istana Seribu Pedang?" Xiao Shuxiang menyela dan membuat semua orang langsung mengarahkan pandangan kepadanya.
Xiao Shuxiang masih berdiri cukup jauh dari kerumunan. Pertanyaan yang dia lontarkan barusan membuat para murid menepi, seakan-akan mereka memberi ruang bagi Tetua Wang Jing Li untuk melihat siapa yang baru saja bicara.
"Kau ...." Tetua Wang Jing Li ingat dengan Xiao Shuxiang, pemuda ini yang memiliki masalah dengan muridnya. Hanya saja, memang bukan waktu yang tepat untuk membahas hal itu.
Tetua Wang Jing Li berkata, "Benar. Aku bertemu murid Istana Seribu Pedang,"
"Kau bertemu dengannya sebelum melihat Demonic Beast yang aneh itu?"
"Mn. Ada apa dengan anak ini? Cara bicaranya tidak sopan sekali," Tetua Wang Jing Li mengerutkan kening. Andai sekarang dia berada dalam kondisi terbaiknya, maka pemuda yang dia lihat ini pasti sudah mengalami patah tulang sekarang.
"Siapa murid yang Tetua Wang temui?"
"Hmph, sekarang dia baru menyebutku 'Tetua'." Wang Jing Li mulai berdiri dan menatap Xiao Shuxiang. Dia menjawab dengan suara yang dingin, "Jika aku tidak salah.... Dia adalah murid tetua Murong. Memangnya ada apa?"
"Jika Tetua Wang masih melihat murid itu sebagaimana mestinya, maka aku bisa menyimpulkan bahwa tidak semua tempat di hutan yang menarik kultivator dalam ilusi..." Xiao Shuxiang menarik napas, "Berarti memang benar ada yang sedang bermain-main dengan konferensi ini."
__ADS_1
"Aku tahu ada yang salah sejak melihat perubahan pada layar giok dan teriakan murid di dalamnya." Tetua Wang Jing Li bernapas pelan, "Jika aku yang jelas-jelas merupakan Tetua saja bisa masuk dalam perangkap ilusi, maka musuh pasti bukan kultivator biasa."
"Tetua Wang, ada banyak yang ingin kami tanyakan.." Seorang murid berujar, namun Wang Jing Li dengan cepat menyela.
"Tidak ada waktu untuk bicara, aku harus pergi ke menara komando agar tahu lebih jelas tentang situasi yang sedang kita alami ini."
"Menara komando?" Mo Huai sepertinya baru tahu bahwa ada menara komando di dalam Ngarai Xiling. Murid di sisinya tanpa rasa keberatan mulai menjelaskan.
Xiao Shuxiang sendiri memberi arahan, "Kalian semua sebaiknya ikut dengan Tetua Wang. Lan Zhi, kau dan Mo Huai juga ikut bersama mereka. Aku akan mencari Wang Zhao,"
"Tuan Muda Xiao---" Mo Huai menahan napas saat Xiao Shuxiang pergi begitu saja setelah mendapat anggukan pelan dari Lan Guan Zhi. Dia sekarang tidak punya pilihan selain mengikuti orang-orang ini. Rasa ketegangan langsung menyelimutinya.
Tetua Wang Jing Li mengerutkan kening karena Xiao Shuxiang yang tiba-tiba pergi dan seakan memiliki urusan yang lebih penting. Dia pun mengajak belasan murid yang bersamanya untuk pergi ke lokasi salah satu menara komando yang ada di dalam Ngarai Xiling. Lan Guan Zhi dan Mo Huai juga ikut.
*
*
Yi Shisi menusuk punggung seorang murid dari belakang dengan memakai pedangnya. Murid itu tidak lain adalah anak didik dari Tetua Chen Jia Zhen, Zhu Yihua dari Menara Bintang Suci.
Zhu Yihua merupakan murid perempuan yang cukup disegani. Dia mempunyai kemampuan berpedang yang diakui oleh para tetua meski kemampuanya belum menyamai Fang Yimin. Hanya saja, ketika dalam pengaruh ilusi----dia menarik pedangnya dan mulai menyerang para peserta konferensi yang dia temui.
Sama seperti murid lainnya yang juga ikut terpengaruh, mereka pun berakhir bertarung sengit hingga mati-matian. Hanya saja ketika tersisa Zhu Yihua dan tiga murid lainnya-----mereka langsung diserang dari belakang.
Dua orang murid terlempar dan kepala mereka-lah yang lebih dahulu menabrak batang pohon dengan keras hingga keduanya tewas seketika. Sementara satu orang mengalami luka tebasan di bagian leher dan ikut tewas tanpa bisa mengutarakan kata-kata terakhir.
Zhi Yihua sendiri terkena tusukan pedang pada bagian punggung dan menembus ke dadanya, tepat di bagian jantung. Dia masih bisa bernapas, namun ketika pedang itu ditarik kuat----pandangannya seketika menghitam saat itu juga.
Yi Shisi tersenyum tipis karena berhasil mengambil nyawa banyak orang dalam waktu yang bahkan belum mencapai tengah malam. Ini masih hari pertama konferensi dan sudah tidak terhitung jumlah peserta yang tewas karena ulahnya.
Hanya saja di waktu bersamaan, seorang pemuda yang membawa pedang kayu berbungkus kain putih memergokinya melakukan tindakan kejahatan tersebut. Pemuda itu tidak lain adalah murid dari Sekte Lautan Awan, Wang Zhao.
"Nona Yi Shisi...!? Apa yang Anda lakukan?!"
Seruan Wang Zhao membuat Yi Shisi terkejut dan langsung menoleh, ekspresi wajahnya begitu dingin dan dengan tatapan mata yang tajam. Tidak disangka ada orang yang berani menghentikan kesenangannya.
Yi Shisi memperbaiki posisi berdirinya dan memperhatikan sosok pemuda di hadapannya. Dia bisa membaca praktik pemuda ini yang begitu lemah, sama sekali tidak membuat dirinya merasa terancam.
"Nona Yi Shisi, apa yang sedang anda lakukan?!" Wang Zhao mengulang pertanyaannya lagi. Dia teramat syok menyaksikan kejadian di hadapannya.
"Hmph, hanya bocah lemah yang tidak tahu tempat." Yi Shisi menatap tidak suka pada Wang Zhao, dia bersuara dingin. "Berani sekali kau bertanya padaku,"
!!
Tiga akar menjalar seketika muncul dari tanah dan mengejutkan Wang Zhao. Dia spontan melompat dan menapak pada sebuah dahan pohon sebelum kembali melentingkan tubuhnya di udara.
"Nona Yi Shisi...!?" Wang Zhao tidak tahu apa kesalahannya hingga diserang oleh Yi Shisi. Dia bahkan baru menyapa gadis ini dan sama sekali tidak melakukan tindakan pelecehan. Apakah mungkin caranya dalam menyapa perempuan yang tidak benar?
Yi Shisi mengibaskan tangan kanannya dan akar-akar menjalar kembali muncul di tanah.
!!
Benda yang bagai hidup itu menyerang Wang Zhao, namun dengan cepat dia menghindarinya. Wang Zhao pun mulai menarik pedang kayunya dan menangkis serangan dari akar-akar menjalar milik Yi Shisi.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa gadis ini menyerangku?" Wang Zhao mengerutkan kening. Dia baru saja akan berpikir saat Yi Shisi melesat dengan pedang yang terayun kuat.
__ADS_1
Mata Wang Zhao terbelalak. Tubuhnya bergerak lebih cepat daripada pikirannya dan dia menahan serangan Yi Shisi dengan pedangnya.
Benturan dari dua senjata mereka telah menghasilkan suara yang keras, namun bila diperhatikan dengan baik-----Wang Zhao-lah yang disudutkan meski pedang miliknya lebih besar dari pedang Yi Shisi.
Kedua kaki Wang Zhao menjadi penahan dari berat badan serta serangan kuat yang penuh tenaga dari Yi Shisi.
Wang Zhao berusaha sangat keras, dia jujur saja terkejut karena gadis yang sedang menyerangnya ini mempunyai tenaga yang besar.
Yi Shisi tidak bodoh. Serangan yang dia lakukan dengan memakai pedangnya kini ditahan sekuat tenaga oleh Wang Zhao dan bahkan membuat pemuda tersebut menggunakan dua tangan.
Kesempatan ini tidak disia-siakan. Tiga akar menjalar milik Yi Shisi muncul di tanah, tepat di belakang Wang Zhao. Kali ini, pemuda di hadapannya tidak akan bisa berbuat apa-apa untuk menghindar.
"Mati kau--" Yi Shisi menggeram dan baru saja akan tersenyum ketika sesuatu tiba-tiba saja terjadi.
Wang Zhao terkejut, punggungnya terasa hangat dan sekarang dia bahkan sudah bisa merasakan debaran dalam dadanya. Tanah tempatnya berpijak bergetar dan belum sempat menoleh-----dia melihat siluet rambut panjang yang mengombak di sudut matanya.
Tiga akar menjalar yang nyaris saja melukai Wang Zhao tertebas dan Wang Zhao pun tidak lagi menahan serangan dari Yi Shisi. Gadis itu mendapat sebuah tendangan dari sosok asing hingga membuatnya terpental jauh.
Seorang pemuda berdiri tidak jauh di depan Wang Zhao. Jubah hitamnya terlihat mengombak bersamaan dengan rambutnya yang tergerai panjang. Wang Zhao tertegun beberapa lama dan baru tersadar ketika mendengar suara sosok tersebut.
"Sepertinya aku datang tepat waktu,"
"Kau ...." Wang Zhao menahan napas dan berkedip. Dia tahu sosok yang tersenyum tipis itu. Dia sangat mengenalnya. Sosok di hadapannya tidak lain adalah Xiao Shuxiang.
"Tuan Xiao...?!"
"Hmph, perjuangan juga untuk bisa menemukan lokasimu." Xiao Shuxiang mendengus pelan dan meludahkan darah. Dia sebenarnya menggunakan Teknik Pernapasan Angin dan Qi yang langsung dari alam untuk menambah kecepatan dalam pergerakannya.
Praktik kultivasi Xiao Shuxiang memang lemah dan regenerasi tubuhnya pun juga terhambat, tetapi indra penciumannya tidak pernah mengecewakan.
Xiao Shuxiang bisa mengenali aroma Wang Zhao dan selain itu----dia paling tidak bisa dipisahkan dengan aroma darah segar.
Seluruh hutan sebenarnya sudah diselimuti oleh aroma darah. Namun aroma darah yang bercampur dengan aroma tubuh Wang Zhao meski sangat samar bisa tetap dicium oleh Xiao Shuxiang. Hanya saja memang, beberapa hal bisa menjadi penghambatnya.
Xiao Shuxiang tidak bisa menjamin ketepatan dalam langkahnya untuk sampai ke tempat Wang Zhao. Dia juga bisa salah lokasi, apalagi jika aroma tubuh Wang Zho ditutupi oleh aroma darah yang justru lebih pekat.
Karena itulah merupakan keberuntungan sebab tebakan pertamanya langsung membuat Xiao Shuxiang tiba di tempat ini. Dia bahkan berhasil menolong Wang Zhao yang nyaris tewas karena jurus lawan.
"Tuan Muda Xiao?! Bagaimana Anda bisa sampai kemari---"
"Wang Zhao, bicaranya nanti saja. Kau pergilah dan cari tempat yang aman. Biar aku yang mengatasi perempuan itu,"
"Tuan Xiao, tapi---"
Wang Zhao belum sempat menyelesaikan kata-katanya saat Xiao Shuxiang melesat dan menerjang Yi Shisi yang baru saja berdiri. Suara yang bagai ledakan itu membuat Wang Zhao spontan memejamkan mata dengan perasaan tegang.
Saat suara ledakan itu berhenti, Wang Zhao membuka matanya dan nampak sangat khawatir. Dia hanya bisa melihat pepohonan yang bergoyang keras, beberapa pohon tumbang dan tidak sedikit yang sampai meledak hingga terbakar.
Wang Zhao tidak bisa mengikuti pertarungan Xiao Shuxiang melawan Yi Shisi. Dua orang itu terlalu cepat hingga yang nampak di udara hanyalah percikan-percikan api serta suara yang keras setiap kali dua pedang berbenturan.
Ekspresi Wang Zhao teramat pucat, dia sampai menahan napas dan sulit untuk menelan ludah. "Kenapa .... Kenapa jadi seperti ini?!"
!!!
Wang Zhao kembali dikagetkan dengan suara debaman keras yang lain. Itu berasal dari sisi lain hutan tempatnya berada sekarang. Dia berusaha menenangkan diri, tetapi tidak bisa. Rasa-rasanya selain Xiao Shuxiang yang bertarung melawan Yi Shisi----ada kultivator lain yang juga terlibat dalam pertarungan sengit.
__ADS_1
******