![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Setelah melewati hutan, Xiao Shuxiang disambut dengan pemandangan penuh kabut yang entah berasal dari mana. Suasana di sekitarnya berbeda dari yang tadi dan ini membuatnya merasa lebih berhati-hati.
Sebuah kota tiba-tiba muncul di depannya dan ketika memasuki gerbang kota tersebut---dia merasa tempat ini agak tidak asing.
Xiao Shuxiang berkedip, "Apa aku akan melihat sesuatu yang menyebalkan lagi?"
"Tetap lurus saja," pria di samping Xiao Shuxiang tidak peduli untuk melihat-lihat apa pun di sekelilingnya. Dia hanya terus berjalan sambil menyilangkan tangan.
Berbeda dengannya, Xiao Shuxiang nampak menaruh perhatian pada kondisi di sekelilingnya. Dia mengedarkan pandangan dan melihat ada cukup banyak orang yang berlalu-lalang.
"Senior, orang-orang ini ... Tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki wajah," Xiao Shuxiang menjadi sedikit tegang dengan keadaan di sekitarnya. Ini berbeda dari yang waktu itu.
"Tidak perlu dipikirkan, pandang saja ke depan dan tetap berjalan."
"Anda selalu saja mengatakan itu, apa keadaan ini sama sekali tidak mengganggu?"
"Hmph, selama ada aku ... Kau tidak akan dalam masalah."
Meski Xiao Shuxiang mendengar ucapan yang penuh percaya diri itu, dia masih saja tidak bisa tenang. Orang-orang yang dia lihat dan tidak sama seperti orang hidup ini membuatnya merasa aneh. Dia tidak bisa tidak curiga dengan kondisi di sekelilingnya.
Xiao Shuxiang terus mengikuti leluhur dari Bocah Pengemis Gila ini sampai pria bermata hijau alami itu pun memintanya berhenti. Dia mengerutkan kening dan dengan suara pelan bertanya, "Ada apa?"
"Kita sudah sampai. Ini penghalang pertama menuju inti dari Bentang Alam Mimpi ini,"
Xiao Shuxiang menatap ke depan dan kembali mengerutkan kening, "Di sini? Tapi aku tidak melihat ada penghalang apa pun. Senior yakin?"
Pria bermata hijau itu mengulurkan tangan dan seakan mengusap udara di depannya. Dia bisa merasakan telapak tangannya menyentuh permukaan dingin seperti kaca yang tentu saja tidak akan bisa dilihat oleh orang lain.
Xiao Shuxiang yang penasaran mencoba mengulurkan tangannya. Hanya saja apa yang dia rasakan bukanlah permukaan padat yang terasa dingin, tetapi perasaan sakit pada tangannya seakan tersetrum. Dia menyentak tangan dengan tiba-tiba dan merasakan kebas.
Pria itu melihat raut wajah Xiao Shuxiang yang meringis, dia pun tanpa nada berkata, "Kau terlalu ceroboh. Ini adalah jenis penghalang yang tidak bisa kau sentuh dengan mudah, hanya orang sepertiku yang dapat melakukannya."
"Kenapa Senior tidak mengatakannya dari tadi?"
"Karena kau tidak bertanya,"
"Ya Tuhan," Xiao Shuxiang menggeleng dan menghela napas. Jika sosok di depannya adalah Bocah Pengemis Gila, maka dia pasti sudah menjitak kepala orang ini dan merutukinya.
Pria bermata hijau alami itu pun kembali berkata sambil mengusap penghalang di hadapannya, "Kau hanya bisa merasakan penghalang ini jika memiliki kemampuan sepertiku."
"Kemampuan apa? Apa semacam teknik yang tidak kuketahui?"
"Tentu saja kemampuan menarik penghalang," pria bermata hijau alami itu tersenyum dan berkata. "Jika aku serius, aku ini bisa sangat luar biasa tahu."
Xiao Shuxiang tersenyum getir, "Lalu mengapa tidak Senior tunjukkan kekuatanmu."
"Ah ... Kau meragukanku rupanya. Lihat baik-baik dan jangan sampai mulutmu jatuh karena tercengang,"
Xiao Shuxiang menyilangkan tangan dan memperhatikan ketika pria di depannya mulai berekspresi serius.
__ADS_1
"Teknik Pernapasan Naga ... Hembusan,"
!!!
Tidak dengan satu tangan, tetapi hanya dua jari saja yang diayunkan dan Xiao Shuxiang bisa mendengar suara bagai sesuatu yang pecah berkeping-keping. Dia terlihat terkejut bukan main dan bahkan tidak sadar membuka mulut saking kagetnya.
Pria dengan mata berwarna hijau itu tersenyum melihat reaksi Xiao Shuxiang. Dia mengulurkan tangan dan lantas menyentuh dagu pemuda ini sambil berkata. "Lihat dirimu, sudah kubilang jangan sampai tercengang, kan."
Xiao Shuxiang baru benar-benar sadar ketika pria ini kembali mengajaknya untuk berjalan. Dia berdecak beberapa kali, "Luar biasa ..."
"Kau tidak perlu terlalu memujiku, aku memang sangat mengagumkan. Apa sekarang kau tidak memiliki keraguan lagi, hm?"
Xiao Shuxiang memperhatikan wajah sosok di sampingnya dan kembali berdecak kagum. Dia menyilangkan tangan dan menggeleng pelan, "Teknik Pernapasan Naga benar-benar luar biasa. Aku tidak menyangka teknik itu memang pantas dengan namanya,"
"Apa?!" pria bermata hijau itu tersentak, "Jadi kau hanya kagum dengan Teknik Pernapasan Naga milikku? Bukan kagum padaku? Aah ... Mengesalkan,"
Xiao Shuxiang tertawa dan menepuk punggung sosok di samping, "Kau juga hebat Senior. Aku tidak akan bisa melihat hal yang mengagumkan jika bukan tanpamu,"
"Hmph, jika sudah tahu maka baiklah. Ayo lanjutkan perjalanan kita," pria dengan mata berwarna hijau itu berjalan dan membawa Xiao Shuxiang lebih jauh ke dalam kota.
Xiao Shuxiang awalnya masih baik-baik saja, tidak ada hal mencurigakan meski dia tidak nyaman dengan orang-orang tanpa wajah di sekitarnya. Dia baru saja akan bicara ketika tiba-tiba langkahnya terhenti.
Pria bermata hijau tersebut menyadari langkah pemuda di sampingnya yang terhenti. Dia pun tersentak dan dengan spontan menangkap lengan sosok ini.
"Shuxiang, ada apa denganmu?"
"Kau ingat ucapanku saat kukatakan bahwa kau tidak bisa melangkah lebih dalam? Itu bukanlah sekadar kata-kata. Semakin kita berjalan menuju inti dari Bentang Alam Mimpi ini, maka tekanan yang kau rasakan akan semakin kuat."
"..............." Xiao Shuxiang terdiam. Dia sempat melupakan ucapan dari sosok di sampingnya ini.
Perasaan menekan ini memang tidak biasa, namun dirinya tidak mempunyai pilihan lain. Xiao Shuxiang berkata, "Biar bagaimanapun aku harus tetap pergi ke inti dari Bentang Alam Mimpi ini. Aku harus bisa keluar, kita lanjutkan perjalanan Senior."
"Shuxiang ..." pria bermata hijau alami itu memperhatikan Xiao Shuxiang dan lalu mengikuti di sampingnya. Dia kemudian berkata, "Perbedaan antara kau dan aku sekarang ada pada kemampuanmu. Kau tidak bisa menggunakan energi spiritual di sini dan kemampuanmu yang masih setingkat belalang sembah itu tidak akan dapat bertahan jika kita semakin dekat dengan lokasi penghalang berikutnya."
"Nak ..." pria bermata hijau itu berujar, "Memiliki semangat adalah hal yang bagus, tapi bukan berarti kau bisa melupakan keselamatan nyawamu sendiri."
"Senior, sama sepertiku yang tidak tahu banyak tentangmu---Senior juga tidak tahu orang seperti apa aku ini," Xiao Shuxiang mendengus, "Aku bukan sosok yang akan menyerah hanya dalam situasi seperti ini. Bahkan jika gerbang kematian ada di hadapanku sekarang, aku pasti akan pergi ke inti dari Bentang Alam Mimpi ini."
!!
"Shuxiang, tunggu ...!"
Perjalanan menuju penghalang berikutnya cukup panjang dan setiap langkahnya---Xiao Shuxiang merasakan dadanya seperti ditekan kuat. Dia tidak tahu bahwa situasi ini terjadi karena Bentang Alam Mimpi tersebut tidak ditujukan padanya. Ini merupakan Bentang Alam Mimpi yang dibuat oleh Qiao Nuan untuk memerangkap para kultivator yang berada di halaman istana miliknya.
Ada cukup banyak kultivator yang terperangkap di berbagai tempat dalam Bentang Alam Mimpi. Mereka berada di situasi yang berbeda-beda satu sama lain dan sedang mengalami guncangan psikologis yang sulit dihindari.
Di dalam bentang alam mimpi, hal paling dasar dari penyerangan Qiao Nuan adalah menyerang bagian terlemah dari hati lawannya. Dia membuat mereka berada dalam kondisi yang tanpa sadar menyakiti diri sendiri. Bahkan terlihat ada beberapa kultivator yang dipenuhi rasa penyesalan atas kesalahan masa lalu mereka.
Ketika berada di penghalang berikutnya, pria yang bersama Xiao Shuxiang mulai memecahkan penghalang tersebut dengan memakai Teknik Pernapasan Naga miliknya. Dia melakukannya tanpa kesulitan sama sekali, tetapi ekspresi wajahnya nampak tidak biasa.
__ADS_1
Pria dengan mata hijau itu menatap Xiao Shuxiang dan berkata, "Sebelum kita melangkah lebih jauh ... Aku ingin bertanya sekali lagi, apa kau yakin tetap akan melanjutkannya?"
"Aku tidak pernah seyakin ini, Senior. Aku akan pergi,"
"Shuxiang, aku sebenarnya tidak tahu apa yang sudah kau persiapkan untuk melawan Iblis Mimpi, tapi dengan kondisi yang sekarang ... Kau mungkin saja bisa mati bahkan sebelum kau bertemu dengannya."
"Senior," Xiao Shuxiang menatap serius pria di sampingnya dan berkata, "Apa aku terlihat seperti orang yang akan mati sia-sia? Aku bahkan pernah menentang kematian dengan racun, jadi mana mungkin akan menerima kematian karena terperangkap dalam ilusi semacam ini."
"Yang Mulia Xiao Shuxiang ini akan menentukan kematiannya sendiri. Tentu saja hal yang pasti adalah ... Yang Mulia ini tidak akan memberikan kesempatan luar biasa itu kepada musuhnya."
"..............." pria bermata hijau tersebut bisa merasakan ambisi yang besar dan kepercayaan diri yang kuat dari sosok di hadapannya.
Sambil menarik napas, pria itu mulai melepaskan jubah luarnya dan lantas memakaikannya pada Xiao Shuxiang. Dia membuat pemuda yang bersamanya itu terkejut bukan main.
"Se-Senior?"
"Aku sebenarnya tidak mau memberikan ini karena merasa aneh memberikan jubah pada laki-laki. Tapi yaah ... Melalui pertimbangan--aku pun memberikannya padamu. Jubah ini bisa melindungimu dari tekanan yang akan semakin berat nantinya,"
Xiao Shuxiang berkedip, dia menatap sosok di hadapannya dan sampai tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Jujur, dia sangat tercengang dengan situasinya saat ini.
Baru saja akan buka suara, tiba-tiba saja Xiao Shuxiang mendengar suara keras. Bahkan pria bermata hijau alami di depannya pun lantas menoleh ke asal suara yang dia dengar.
"Senior,"
"Mn, sepertinya ada seseorang yang sedang bertarung. Ayo ke sana dan melihatnya,"
Xiao Shuxiang mengangguk dan bersama dengan pria ini---mereka pun berlari menuju asal suara yang mirip seperti benturan keras senjata itu.
Keduanya memasuki sebuah lorong dan kemudian berbelok. Mereka tiba di belakang sebuah gedung dan tersentak saat menyaksikan ada manusia berwajah menyeramkan yang sedang bertarung dengan seseorang berpakaian serba putih yang memegang pedang di tangan kanannya.
Langkah Xiao Shuxiang terhenti dan dia tertegun beberapa saat sebelum bibirnya bergerak. Dia tidak berkedip ketika mulai buka suara, nadanya pelan, "Dia ..."
Pria bermata hijau alami itu mendengar suara pemuda di sampingnya dan menoleh. Dia bisa melihat raut wajah Xiao Shuxiang yang sepertinya tidak menyangka dengan pemandangan di hadapannya.
"Lan'Er? Apa itu kau?" Xiao Shuxiang kembali buka suara dan kali ini membuat sosok yang sedang bertarung melawan makhluk berwajah menyeramkan itu berbalik.
Mata Xiao Shuxiang melebar. Apa yang dia lihat memang adalah laki-laki dengan pakaian putih dan juga berpita dahi. Aura serta tatapan mata yang menenangkan itu benar adalah milik temannya. Sosok yang dia lihat jelas adalah Lan Guan Zhi.
"Shuxiang?"
Xiao Shuxiang tersentak, ucapan dari laki-laki yang dia lihat sudah menjadi bukti bahwa sosok tersebut mengenal dirinya. Orang ini benar merupakan teman baiknya.
"Lan Zhi ..!" Xiao Shuxiang berjalan, ekspresi wajahnya masih nampak tersentak. "Ini benar-benar kau?! Tapi ..."
Sesuatu yang mengubah ekspresi wajah Xiao Shuxiang bukan karena saat ini dia bertemu dengan teman baiknya, tetapi karena sosok Lan Guan Zhi yang dia lihat sangat jauh berbeda dari yang selama ini dirinya temui.
Lan Guan Zhi yang berada di hadapannya sekarang merupakan Lan Guan Zhi yang berusia 14 Tahun. Sekali lagi. Ini adalah teman baiknya dengan usia 14 Tahun dan dia sangat terkejut!
******
__ADS_1