![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
"Aku masih belum bisa percaya kau benar-benar ada di tempat semacam ini," Xiao Shuxiang berjalan di samping Lan Guan Zhi dan memperhatikan lingkungan sekitarnya yang dipenuhi jiwa-jiwa yang mati. Entah dia sadar atau tidak, tetapi langkahnya seakan condong untuk berada lebih dekat dengan teman baiknya ini.
Lan Guan Zhi berkedip dan menatap pemuda yang memegang tangannya dan memperlihatkan perilaku yang tidak biasa ini. Dia pun berkata tanpa nada, "Apa kau takut?"
"Apa?" Xiao Shuxiang menoleh, "Apa maksudmu?"
Xiao Shuxiang memperhatikan arah pandang Lan Guan Zhi yang menatap ke arah tangannya. Dia pun sadar dan lalu berkata, "Aku hanya sedang menjagamu. Bagaimana jika kau tersesat atau diculik oleh hantu lain. Kau pikir aku sedang takut? Tidak ada yang bisa membuatku takut di tempat ini,"
"............. Oh,"
"Aku serius Lan Zhi. Aku ini pria dewasa, bukan anak kecil yang--apa itu tadi?!" Xiao Shuxiang tersentak ketika salah satu jiwa melintas cepat di dekatnya dengan wajah penuh koyakan dan jeroan yang mencuat keluar dari perutnya.
Xiao Shuxiang kali ini merangkul lengan teman baiknya dengan sangat erat seolah sedang memegang hidupnya. Dia menelan ludah dan berkata, "Aku tidak takut. Aku hanya kaget. Benar-benar tidak bisa dibayangkan ada manusia yang masih bergerak dengan organ tubuh yang hampir keluar dari tubuhnya,"
Lan Guan Zhi dengan tenang berkata, "Kau tidak takut membunuh orang dengan cara mengerikan, tetapi justru takut melihat jiwa seperti itu?"
"Aku sama sekali tidak takut, A-Yuan. Tolong perhatikan kata-katamu,"
Lan Guan Zhi mengembuskan napas dan menggeleng pelan, "Baiklah. Salahkan aku kalau begitu,"
Xiao Shuxiang benar-benar punya banyak cara mengelak dari setiap tuduhan. Jika teman baiknya ini mengatakan tidak takut, maka jadilah seperti itu. Tidak ada gunanya memperdebatkan hal ini. Dia akan mengikuti jawaban temannya dan tidak akan mengoreksinya.
Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang berjalan di jalan setapak, beberapa jiwa seperti pedagang yang menyeru memanggil mereka untuk membeli sesuatu yang sama sekali tidak nyata. Bahkan saat seorang pria tua menyodorkan Tanghulu, yang terlihat justru hanya tulang jari telunjuk.
"Kita lewat sini," Xiao Shuxiang menarik Lan Guan Zhi dan memilih tempat yang cukup aman untuk keluar dari Diyu.
Awalnya Xiao Shuxiang sedikit tersesat karena sudah banyak perubahan yang terlihat dari sebelum dia datang kemari di masa lalu. Namun ketika semakin jauh berjalan, dia mulai ingat dengan pintu rahasia yang dahulunya pernah dibuat oleh paman angkatnya.
"Apa tidak masalah lewat tempat ini?" Lan Guan Zhi buka suara ketika melihat Xiao Shuxiang hendak memasuki sebuah lubang di dinding yang tersembunyi di antara semak belukar.
"Tidak masalah," Xiao Shuxiang berkata. "Aku ingat pamanku membuat tempat pelarian ini untuk jiwa-jiwa berandalan yang suka berkeliaran di luar. Mereka biasanya akan pergi ke dunia manusia lewat tempat ini, ayo."
Lan Guan Zhi berkedip dan kemudian mengikuti Xiao Shuxiang. Dia tersentak ketika benar-benar telah sampai di luar dan bahkan lokasi ini cukup dekat dengan sungai Yue Xian yang dia arungi sebelumnya.
"Aku sama sekali tidak mengerti," Lan Guan Zhi buka suara. "Bagaimana kau memiliki hubungan dengan tempat ini?"
Xiao Shuxiang menatap teman baiknya dan berkata, "Hanya kebetulan. Sebuah ketidak-sengajaan di masa lalu hingga berakhir seperti ini,"
Lan Guan Zhi bernapas pelan dan lalu berjalan di samping temannya. Dia baru saja ingin buka suara saat sebuah perahu terlihat di Sungai Yue Xian dan menepi, tepat di depannya.
__ADS_1
Xiao Shuxiang tersentak dan kemudian menatap Lan Guan Zhi. Dari yang bisa dia lihat adalah bahwa teman baiknya pun nampak tidak menyangka bahwa perahu ini datang dengan sendirinya.
Lan Guan Zhi tahu perahu ini, dia pun mulai menaikinya dan mengulurkan tangan untuk membantu teman baiknya ikut naik. Mereka duduk dan perahu itu pun mulai bergerak melawan aliran air.
"Aku menaiki perahu ini sebelumnya," Lan Guan Zhi berujar pelan dan menjawab pertanyaan yang belum sempat Xiao Shuxiang tanyakan.
"Apa kau baik-baik saja?" Lan Guan Zhi bertanya sambil menatap pemuda yang duduk, tepat di depannya.
Xiao Shuxiang mengangguk pelan, "Aku tidak apa-apa. Justru sebenarnya aku yang harusnya khawatir padamu. Kau ini, bagaimana bisa sampai kemari?"
"Bantuan dari nona Wen. Lalu kau sendiri, bagaimana jiwamu ditarik ke tempat ini?"
Xiao Shuxiang menatap teman baiknya sebelum menurunkan pandangan. Dia melihat ke arah air dan kemudian menggeleng pelan, "Aku sama sekali tidak tahu. Yang kuingat, aku hanya mengantuk saat sedang belajar dan memutuskan untuk istirahat sejenak."
Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan berdecak beberapa kali, "Karena inilah aku tidak suka belajar. Tua Bangka bau tanah--Ehm, maksudku Tetua Besar Chen selalu menindasku setiap hari. Aku harus berlatih dari pagi hingga sore, lalu menghapalkan sutra pengendalian apalah itu dan berakhir seperti ini."
Xiao Shuxiang berkata, "Serius. Orang benar-benar bisa mati jika terus belajar, aku sampai merinding memikirkannya."
"Itu karena kau tidak meluangkan waktu beristirahat," Lan Guan Zhi menarik napas dan memperhatikan dengan baik teman dekatnya ini.
"Tuan Agung Giam Yiao Wang itu ..." Lan Guan Zhi berujar pelan, "Bagaimana dia bisa menjadi pamanmu?"
Dia pun berkata dengan serius, "Tidak ada hal bagus yang bisa kuceritakan tentang masa laluku." Xiao Shuxiang tersenyum dan berkata, "Jadi sebaiknya kau tidak perlu tahu. Ayo bahas yang lain,"
"............. Kau tahu jalan keluarnya, lalu kenapa tidak pergi?"
"Tentu saja karena aku menunggumu,"
Lan Guan Zhi tertegun, menatap horor ke arah teman baiknya yang tersenyum dan kemudian memalingkan pandangan. Dia pun mendengus, "Memalukan."
"Sungguh, aku memang menunggu." Xiao Shuxiang berujar, "Aku tidak bisa pergi sendirian begitu saja. Ini bukanlah dunia yang biasa dan bahkan jiwaku-lah yang ditarik kemari. Satu-satunya cara agar bisa pergi tentu saja harus menunggu seseorang untuk datang menjemput,"
"............. Lalu bagaimana jika tidak ada yang datang mencarimu?"
"Itu tentu saja akan menjadi kemunduran besar bagi Xiao Shuxiang ini. Tapi lihat sekarang, kan? Buktinya kau ada di sini."
"............. Kau harus berterima kasih pada nona Wen,"
"Mn, dia memang anak yang baik." Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan kemudian menatap Lan Guan Zhi. Dia berkata, "Apa sangat sulit untukmu?"
__ADS_1
"Mn, ini pertama kalinya. Dan aku tidak mau lagi," Lan Guan Zhi menurunkan pandangannya dan berkata, "Kau sudah membuat banyak orang takut."
"Apa kau juga takut?" Xiao Shuxiang tersenyum dan kemudian menggeleng pelan, "Aiya ... A-Yuan. Aku tidak akan apa-apa, kau tidak perlu khawatir."
"..............."
"Bahkan sebenarnya ... Membiarkan jiwa Yang Mulia Xiao Shuxiang ini di sini adalah hal yang baik untuk kalian,"
Lan Guan Zhi berkedip dan menatap ke arah Xiao Shuxiang setelah mendengar gumaman pelan itu. Dia berkata, "Apa maksudmu?"
"Nak, kau tahu dengan sangat jelas." Xiao Shuxiang menyilangkan tangan dan lalu berkata, "Aku ini diikuti banyak masalah. Dan jujur saja, kematianku justru akan membawa perdamaian bagi dunia. Apa kau mengerti?"
"Shuxiang, jangan bercanda-"
"Aku serius," Xiao Shuxiang tersenyum, "Yaah ... Tapi karena kau ada di sini. Jadi ... Ini akan sayang sekali,"
Lan Guan Zhi memperhatikan teman baiknya ini. Keningnya sakit ketika dia mulai melihat sesuatu dari Xiao Shuxiang yang tidak hanya masa lalu, tetapi juga beberapa potongan masa depan.
"Lan Zhi, kau baik-baik saja?" Xiao Shuxiang tersentak. Dia baru akan mengatakan beberapa hal ketika teman baiknya nampak seperti menahan sakit.
"..............." Lan Guan Zhi menggeleng pelan. Ini bukan sakit yang hanya ada keningnya, tapi juga kedua matanya.
Dia tidak menyadari bahwa saat ini, di dunia nyata----Zhi Shu terkejut bukan main sebab melihat darah menetes keluar pada sudut mata Lan Guan Zhi yang masih terbaring.
Bahkan di waktu bersamaan, Yi Wen kembali memuntahkan darah segar dan membuat Hu Li serta Tetua Chen Duan Shan terkejut.
Di sisi lain, Bocah Pengemis Gila yang berjaga di luar kediaman merasakan firasat yang tidak enak dan kaget melihat perubahan warna langit yang tiba-tiba ditutupi awan berwarna merah.
!!
Tidak ada yang tahu atau memang tidak ada yang menyadari hal ini, tetapi Xiao Shuxiang-lah yang sudah menekan kekuatan dari salah satu anggota Sekte Lembah Iblis, Hei Lian untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan bagi orang lain.
Sekarang, Xiao Shuxiang sedang dalam keadaan yang tidak bisa dikatakan hidup dan karena itulah----pengekangan atas kekuatan Hei Lian pun berhenti.
Anak itu sebelumnya menggunakan kekuatannya untuk menolong pun juga dalam keadaan terpaksa dan sebenarnya dia hanya ingin menguji tentang segel pengekang apa yang digunakan padanya.
Meski belum mengetahui secara pasti segel pengekang apa itu, namun saat ini rasanya segel tersebut lepas begitu saja entah bagaimana. Dia tentu tidak lagi memiliki alasan untuk tetap tinggal di sini dan mengikuti perintah siapa pun.
!!!
__ADS_1
******