![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
"Gao Bao Tian..! Ini penawaran terakhirku. Apa kau sungguh tidak ingin berada di pihak kami?" Wang Zhao sudah banyak bertukar serangan dengan Monster Duri Beracun ini meski memang situasi dirinya sendiri tidak cukup baik.
"Kau ingin membujukku dengan level kekuatan selemah itu? Hmph, coba kalahkan aku terlebih dahulu dan baru setelahnya akan kupertimbangkan ucapanmu ini."
Wang Zhao menahan napas dan tidak butuh waktu lama sampai sebuah lesatan mengarah langsung padanya.
!!
Pedangnya berbenturan keras dengan senjata lawan dan dirinya pun terdorong hingga beberapa langkah. Dalam hati dia menggeram sebab Gao Bao Tian sama sekali tidak bisa dibujuk.
Apa yang sebenarnya di harapkan dari orang ini? Bukankah sikapnya terlalu lembut? Dia tahu Gao Bao Tian bukan seperti Qiao Nuan, tetapi apa benar begitu?
Aura orang ini dan tatapan mata serta caranya bertarung membuktikan bahwa dia sudah sering melakukannya. Tangan Gao Bao Tian sudah terbiasa dengan darah dan ada kemungkinan banyaknya mayat yang dia lihat saat pertama kali kemari adalah karena campur tangan orang ini.
"Bagaimana rasanya, hm?" Gao Bao Tian menyeringai dan semakin menekan senjatanya ke arah Wang Zhao. Pakaian yang penuh duri beracun miliknya bahkan ada yang bersentuhan dengan pemuda ini.
Gao Bao Tian tertawa, "Kau ini sangat menyedihkan, begitu polos sekali. Apa kau pikir dengan kekuatanmu yang lemah ini dan aku akan menurutimu? Wang Zhao! Dunia adalah tempat untuk orang-orang yang kuat dan aku hanya akan tunduk pada mereka yang memiliki kekuatan."
!!!
Kekuatan Gao Bao Tian meningkat dan dia berhasil memberi tendangan pada Wang Zhao hingga pemuda itu terlempar hingga menabrak dinding.
Gao Bao Tian tidak menunggu, dia pun kembali menerjang dan memberikan serangan yang lebih besar lagi. Wang Zhao kembali menabrak dinding dan kali ini membuat dinding tebal serta kuat itu berlubang.
Jika itu adalah kultivator biasa, maka mustahil masih bisa bernapas. Apalagi selain serangan yang kuat, Gao Bao Tian juga mempunyai racun pada duri-duri besar yang ada di pakaiannya. Dia jelas monster yang sangat mengerikan.
Wang Zhao memuntahkan darah. Dada dan punggungnya sangat sakit, belum lagi pandangannya pun memburam. Ada darah yang mengucur di kepalanya dan sejujurnya ini adalah pertarungan yang sangat berat.
Gao Bao Tian mendengus melihat bahwa lawannya kembali memuntahkan darah dan nampak kesusahan untuk berdiri. Dia pun berkata, "Kupikir kau datang kemari dengan persiapan yang matang, tapi hah! Apa-apaan yang kulihat ini? Apa setelah kau bisa bertarung sedikit lantas kau datang ke tempat ini? Bodoh sekali,"
Gao Bao Tian mengangkat senjatanya yang dialiri oleh energi spiritual. "Aku hanya membuang-buang waktu, kau mengecewakan jadi matilah dan biar kubawa kepalamu pada nona Qiao Nuan."
Sekali kibasan senjata, serangan yang besar dan sampai membelah lantai tercipta. Gao Bao Tian menyeringai dan merasa sudah menindas kucing yang lemah, tetapi dia memang tipe orang yang tidak akan terlalu banyak bermain. Wang Zhao jelas bukanlah lawan yang sepadan untuknya, pemuda itu terlalu lemah.
Suara keras ketika serangan Wang Zhao menyerang dinding yang sudah hancur itu teramat besar hingga membuat lantai bergetar. Mustahil dengan serangan yang cakupannya luas ini mampu untuk dihadapi oleh Wang Zhao, pemuda itu jelas sudah tewas sekarang.
"Aiih ... Kurasa aku sedikit kelewatan," Gao Bao Tian menyeringai, "Harusnya tidak sekuat itu. Bagaimana jika kepalanya ikut hancur, ini tidak akan seru."
Gao Bao Tian berjalan mendekat dan melihat debu tebal yang tercipta akibat serangannya. Dia baru beberapa langkah ketika senyumannya tiba-tiba membeku.
"Kau tidak perlu khawatir karena kepala ini masih utuh."
?!
Gao Bao Tian jelas saja terkejut. Dia sebelumnya melihat Wang Zhao yang seperti burung kecil dengan sayap yang patah, nyaris tidak bisa berdiri. Lantas bagaimana pemuda ini bisa dengan kokoh berdiri di hadapannya, apalagi begitu sehat nyaris tidak ada luka sama sekali.
__ADS_1
Pakaian Wang Zhao penuh dengan koyakan dan harusnya ada luka di kulit lengan pemuda itu. Belum lagi, Gao Bao Tian jelas melihat pipi kanan pemuda ini terluka sebelumnya, tetapi apa yang saat ini sedang dia saksikan?
Hanya ada bekas darah dan seluruh luka Wang Zhao benar-benar menghilang. Ini semacam bahwa pemuda ini mempunyai regenerasi tubuh yang gila hingga bisa sembuh dalam waktu sekejap. Anehnya, bahkan pemuda ini juga tidak nampak seperti orang yang sedang keracunan.
"Mustahil ..." Gao Bao Tian terlihat tidak percaya dengan apa yang disaksikannya.
Wang Zhao tahu itu, dia sendiri pun juga terkejut. Sebelumnya, di saat dirinya sedang memuntahkan darah---dia ingat pada pil milik Xiao Shuxiang dan mulai memakan satu. Hasilnya luar biasa mengejutkan.
Pil pemberian Xiao Shuxiang tidak hanya mempunyai rasa yang lain dari pil pada umumnya, tetapi efeknya pun begitu tidak terduga. Luka dalam dan luar yang dia rasakan langsung menghilang hanya dalam satu tarikan napas, bahkan racun di dalam tubuhnya pun ternetralisir hanya dengan waktu yang sangat singkat.
"Aku memberimu kesempatan, Gao Bao Tian dan kau pun sudah memberikanku jawabannya." Wang Zhao mengusap bilah pedangnya, pantulan matanya yang tajam terlihat pada bilah pedang itu.
Wang Zhao dengan suara yang dingin berkata, "Aku memang mempunyai hati selembut tahu, bahkan sekarang pun aku masih berharap kau dapat berubah dan ada di pihakku. Tapi sebagai seorang Pemimpin Sekte, hukumanmu harus dijatuhkan lebih dahulu sebelum aku memberimu tawaran lagi."
Gao Bao Tian menggeram, dia baru saja memegang kuat pedangnya dan hendak melesat saat tubuhnya tiba-tiba terdorong begitu saja.
Dia bahkan terkejut karena sudah menabrak salah satu pilar dengan kuat dan merasakan sakit pada punggungnya. Anehnya, Wang Zhao bahkan masih berdiri di tempat yang sama seperti tadi.
"A-apa yang terjadi?" Gao Bao Tian merasakan jantungnya berdebar dengan sangat kuat. Matanya melotot dan raut wajahnya mengandung keterkejutan yang amat sangat.
Gao Bao Tian menatap lurus ke depan, "A-apa yang barusan itu? Serangan apa itu tadi?! Bagaimana dia melakukannya?"
"Berdiri." Wang Zhao bersuara dingin. Dia berada di jarak yang cukup jauh dari Gao Bao Tian, tetapi lawannya tahu apa yang harus saja dia katakan.
"Kau..!!" Gao Bao Tian menggeram dan berdiri hendak menerjang Wang Zhao. Hanya saja dalam waktu yang sangat singkat, darah memuncrat keluar di tubuhnya dan seakan-akan dia baru saja mendapat tebasan di beberapa bagian.
"Apa itu tadi ..?" Gao Bao Tian berusaha berdiri, namun luka di lututnya sangat dalam dan rasanya seakan-akan dia baru saja terkena tebasan yang kuat.
Gao Bao Tian berteriak, "Serangan apa itu tadi, sialan..!!"
Wang Zhao menurunkan pedangnya dan mulai mengambil langkah. Suaranya tenang, "Kau bilang dunia adalah tempat di mana orang-orang kuat berada. Kau mengatakan aku lemah, kan? Jadi bagaimana rasanya ... Dikalahkan oleh orang yang kau anggap lemah ini?"
"Sialan! Teknik gila apa yang kau lakukan?" Gao Bao Tian berusaha untuk bangkit dan menerjang Wang Zhao, tapi saat dia bergerak---seluruh tubuhnya dipenuhi rasa sakit termasuk dadanya.
Melihat Gak Bao Tian memuntahkan darah tidak membuat tatapan dingin Wang Zhao melunak. Pemuda berhati selembut tahu itu berkata, "Kau yang tidak mengerti, Gao Bao Tian. Sekte Lembah Iblisku ... Tidak mendapatkan namanya dengan sembarangan."
!!
Gao Bao Tian tersentak saat kepalanya tiba-tiba disentuh oleh Wang Zhao. Dia tidak pernah mendapatkan penghinaan semacam ini sebelumnya. Dia ingin melawan, tetapi ketika bergerak rasanya seolah urat-urat di dalam tubuhnya ditebas oleh pisau kecil yang tidak terhitung jumlahnya.
"Nama Sekte Lembah Iblis ada karena aku. Alasan kenapa kedua inti spiritualku berakar dan alasan kenapa nyawaku begitu diincar adalah karena memang aku seberbahaya itu."
Wang Zhao mencengkeram rambut Gao Bao Tian dan membuat pria itu menengadah untuk menatapnya. Dia bisa melihat ekspresi keterkejutan dari sosok di pandangnya rendah ini.
Gao Bao Tian menggeram, "Sialan. Apa kau pikir aku akan kalah-"
__ADS_1
"Kau sudah kalah. Tidak ada yang bisa kau lakukan dan harusnya bukan ini yang kau katakan, Gao Bao Tian." Wang Zhao menyela, "Seharusnya kau langsung saja memohon pengampunan, bukan justru mengumpatiku seperti itu."
Wang Zhao berkata, "Tidak ada lagi bujukan terakhir. Melihatmu ... Kau tidak akan bisa berubah,"
!!!
Gao Bao Tian berteriak kesakitan, tepat saat cengkeraman Wang Zhao terlepas. Di beberapa tempat di bagian tubuhnya memuncrat darah kembali dan bahkan kedua pipinya pun mengalami luka yang sama.
Wang Zhao berbalik dan berjalan seakan hendak meninggalkan Gao Bao Tian yang sedang kesakitan. Monster Duri Beracun yang harusnya sangat kuat itu, entah bagaimana bisa berakhir dalam serangan yang bahkan tidak diketahui bagaimana Wang Zhao melakukannya.
"Wang Zhao..!!" Gao Bao Tian berteriak, dia memanggil pemuda yang semakin berjalan itu dan kemudian berkata, "Aku kalah. Aku mengaku kalah..!"
Melihat Wang Zhao berhenti melangkah dan berbalik untuk menatapnya membuat Gao Bao Tian berkata, "Aku menyerah ... Kau ... Kau menang."
"Tidak ada yang bisa kulakukan," Wang Zhao buka suara dan membuat Gao Bao Tian tersentak. Dia berkata, "Harusnya tidak pernah kulakukan serangan itu, tapi aku tidak punya pilihan. Aku minta maaf,"
"A-apa maksudmu?"
"Serangan Tebasan Sunyi dari Teknik Pernapasan Iblis memotong setiap titik meridianmu dan setiap urat saraf yang kau miliki. Buruknya, itu akan terus terjadi sampai seluruh urat sarafmu terputus semua. Aku minta maaf,"
"Kau .." Gao Bao Tian seperti mendengar suara petir menyambar di kepalanya. Dia menatap Wang Zhao dengan ekspresi yang teramat sangat terkejut. Baru saja dia akan bicara saat tubuhnya kembali merasakan sakit dan memuncratkan darah kembali.
Wang Zhao memegang kuat pedangnya. Dia sama sekali tidak senang melihat penderitaan dari Gao Bao Tian, tetapi tidak ada yang bisa dirinya lakukan.
Dia tidak bisa memakai pil pemberian Xiao Shuxiang untuk menyelamatkan pria itu karena siapa pun yang terkena serangan Teknik Pernapasan Iblis tidak akan bisa dipulihkan meski dengan pil dewa sekali pun.
Kepala Gao Bao Tian memuncratkan darah dan beberapa bagian tubuhnya juga. Dia bisa menahan rasa sakit semacam ini dan Wang Zhao pun tidak tahan melihatnya.
Wang Zhao menggigit bibir bawahnya. Dia ingin meringankan penderitaan Gao Bao Tian, tetapi tangannya yang saat ini memegang pedang nampak gemetar. Air bahkan mengalir membasahi pipinya. Dia jelas adalah pendekar yang sangat berat mengambil nyawa lawan, tapi melihat Gao Bao Tian begitu menderita ... Dia bukankah akan bertindak kejam?
"Apa aku ... Harus memintanya untuk menebas kepalanya sendiri?" Wang Zhao merasa tidak nyaman dengan pemikiran ini, tetapi dia tidak tahu harus melakukan apa lagi.
Wang Zhao memejamkan mata ketika mengingat bahwa menebas diri sendiri demi meringankan penderitaan bukanlah kematian yang terhormat. Dia pun mulai mengayunkan pedang miliknya dan tidak butuh waktu lama sampai satu serangan melesat mengenai tubuh samping Gao Bao Tian dan menebas kepalanya.
Wang Zhao menutup mata saat melakukan serangan itu. Dia berbalik dan kemudian berjalan pergi dengan jantung yang berdebar kencang.
Pemuda itu tidak bisa memikirkan bahwa apa yang dilakukannya tidaklah salah. Ini karena di dalam hatinya, Wang Zhao tidak pernah membenarkan pembunuhan jenis apa pun. Dia sosok yang terlalu baik dan mungkin akan mulai menyalahkan diri sendiri.
Impiannya tentu saja menjadi pendekar yang kuat tanpa harus mengambil nyawa siapa pun, namun dunia ini keras. Wang Zhao akan bertemu banyak orang, memiliki musuh di mana-mana dan pasti akan sering terlibat pertarungan.
Adalah sebuah kemungkinan kecil untuk bisa menjadi pendekar yang tidak pernah membunuh lawan. Apalagi ada banyak orang jahat yang justru tidak akan pernah berubah meski dibujuk seperti apa pun. Mereka terlalu keras kepala dan baru benar-benar akan berpikir untuk berubah saat keadaannya tidak bisa lagi berbuat apa-apa.
Wang Zhao mempunyai kemampuan yang hebat, tetapi hatinya masih sangat sulit untuk membunuh lawan. Benar. Dia mempunyai hati selembut tahu dan sangat jauh berbeda dengan sosok pemuda yang memberikannya pil luar biasa tadi.
Dia berbeda dengan Xiao Shuxiang yang sama sekali tidak ragu menebas siapa pun yang menghalangi jalannya.
__ADS_1
!!!
******