KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
267 - Kedekatan (6)


__ADS_3

Terlibat dalam kecelakaan yang memalukan dan sama sekali tidak elegan membuat kulit kepala Ling Qing Zhu mati rasa. Dia merinding sampai ke tulang dan karena hal itu, ekspresinya semakin dingin.


Xiao Shuxiang sendiri tidak meminta maaf atas apa yang terjadi. Pemuda itu terbatuk pelan dan berkata, "Kurasa ada masalah dengan sekatnya. Aku akan menggantinya untukmu nanti,"


Ling Qing Zhu mengangguk sebagai jawaban. Dia menyembunyikan rasa malunya dan kemudian buka suara untuk mengubah topik ini.


Suara gadis berambut putih itu tenang, Ling Qing Zhu bertanya. "Apa yang membawamu kemari?"


Xiao Shuxiang tertegun dan tanpa nada berkata, "Kau tidak lihat penampilanku sekarang? Aku ingin menunjukkannya padamu. Bagaimana?"


Ling Qing Zhu tersentak saat pemuda di hadapannya dengan mudah tersenyum dan bersikap seperti biasa. Berbeda dengan dirinya yang memaksakan penampilan luar tetap tenang meski perasaannya berantakan.


Sungguh, ini benar-benar sebuah kerja keras harus berbicara di hadapan orang ini. Namun hal yang paling mengejutkan adalah bahwa orang lain membantunya agar mereka bisa keluar bersama dan melupakan kejadian tidak etis barusan.


Ling Qing Zhu menghela napas pelan, dia pun menatap pemuda di hadapannya dan binar pada matanya melembut. Dia memperhatikan sosok ini dan berkedip.


".......... Kau terlihat luar biasa,"


Xiao Shuxiang tersentak. Dia tertegun untuk beberapa saat sebab tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya.


Koki Alkemis itu sudah terbiasa dengan pujian. Dia tentunya sangat percaya diri bahwa Ling Qing Zhu akan memujinya, tapi yang tidak diduga adalah bahwa gadis ini memperlihatkan senyuman yang sangat jarang terlihat.


Binar pada mata Xiao Shuxiang berubah. Seakan menahan sesuatu untuk meledak di dalam dadanya. Tanpa ekspresi, dia pun mengulurkan kedua tangan dan seakan memberi isyarat pada orang lain.


Ling Qing Zhu berkedip, kebingungan. "Ada apa dengan tanganmu?"


Saat mengatakan itu, Ling Qing Zhu mengulurkan kedua tangannya yang kemudian dipegang oleh pemuda di hadapannya. Dia tersentak saat subjek ini menunduk dan mencium tangannya.


"Kau jangan pernah tersenyum seperti ini kepada orang lain."


Suara itu dingin dan mengandung hasrat posesif yang tidak realistis. Ling Qing Zhu bahkan tanpa sadar menahan napas. Ini merupakan hasrat posesif yang cukup mengerikan untuk orang yang menaruh rasa suka padanya.


Ling Qing Zhu selama ini melihat Xiao Shuxiang sebagai sosok yang sopan padanya meski tidak tahu malu pada orang lain. Dia bisa merasakan sangat diperlakukan istimewa dan dihormati oleh pemuda ini. Dia lupa sesuatu yang penting bahwa sehormat apa pun Xiao Shuxiang padanya-----subjek ini tetap seorang laki-laki yang mempunyai hasrat.


Xiao Shuxiang sendiri menarik napas dalam-dalam dan memegang kuat kedua tangan Ling Qing Zhu. Dia memejamkan mata dan bersuara setenang mungkin.


"Kau harus menunggu,"


"..............?" Ling Qing Zhu sama sekali tidak mengerti, namun entah kenapa dia menjadi sangat gugup.

__ADS_1


"Tunggu sampai latihanku selesai. Setelah itu, ayo lakukan ritual malam pernikahan yang sesungguhnya."


"Apa?"


"Kita tidak pernah melakukannya dengan benar, bahkan tidak ada kesempatan untuk melakukan itu..."


Sebelum Xiao Shuxiang selesai bicara, Ling Qing Zhu sudah merasakan ada air dingin yang disiramkan padanya hingga membuatnya merinding. Bagaimana bisa pembicaraan ini mengarah pada topik yang tidak terbayangkan?!


Xiao Shuxiang berkata, "Kau tidak perlu mencemaskan apa pun. Aku pastikan kau tidak akan sakit atau berdarah, sungguh."


"..............."


Ling Qing Zhu, meski terus mengulang dan berkata pada dirinya sendiri di dalam hati agar tetap tenang----namun hatinya sangat ribut seperti ombak di laut.


Tidak tahu malu.


Lancang.


Dia baru saja akan memperlihatkan sebuah keramahan, tapi apa yang baru saja didengarnya ini? Bahwa Wali Pelindungnya mengajak melakukan ritual malam pernikahan dan dengan sungguh-sungguh berkata tidak akan membuatnya sakit atau berdarah?!


"..............." Ling Qing Zhu tidak tahu harus memberi respon apa saat ini. Dia merasakan sakit di belakang kepalanya dan berpikir untuk menebas seseorang kemudian bunuh diri.


Saat dia ingin melaksanakan niatan itu, Ling Qing Zhu tersadar bahwa kedua tangannya berada dalam genggaman tangan orang lain. Dia menatap subjek di depannya dan merenung untuk beberapa lama.


Apa yang saat ini dia lakukan? Apa hanya menangkup tangan, menggenggamnya dengan lembut dan bersikap patuh seperti ini?


Tidakkah yang dilakukannya ini salah?


Sebagai sosok yang pernah membuat gempar sebuah benua dan sampai ditakuti banyak orang----tidak seharusnya dia bersikap selembut ini, kan?


Dia harusnya menyingkirkan meja kecil ini, menggunakan satu tangannya untuk mencengkeram pergelangan kedua tangan subjek ini, menekannya dengan kasar dan mendesaknya.


Jika terdapat penolakan. Bahkan bila subjek ini memberontak, dia dengan mudah bisa mengatasinya. Sejak awal kekuatannya tidak tertandingi. Jadi mengapa dia diam saja dan tetap memilih bersikap ramah?


"......... Kau berlatihlah dengan baik," Ling Qing Zhu pada akhirnya buka suara. Dia membuat sosok di depannya tersentak.


Xiao Shuxiang memperoleh kembali ketenangannya. Di nyaris saja melakukan sesuatu yang membuat gadis ini trauma dan takut kepadanya.


"Kucing Putih ..." suara Xiao Shuxiang lembut. Sedikit ragu, namun dia tetap bicara. "Apa aku bisa memelukmu?"

__ADS_1


"Ada apa denganmu?" Ling Qing Zhu mengerutkan kening. Dia berkedip saat melihat Xiao Shuxiang mengambil satu langkah mendekat tanpa melepaskan pegangan tangannya.


Meja duduk itu hanya benda kecil. Satu langkah saja yang dibutuhkan dan tidak ada lagi yang menjadi pemisah di antara dirinya dengan pemuda ini.


Xiao Shuxiang memeluknya dengan lengan kokoh yang tertutupi lengan pakaian yang panjang. Dia dipeluk bahkan sebelum memberikan jawaban.


"Kucing Putih ... Aku sebenarnya pernah mengatakan bahwa tidak boleh ada kata 'Terima Kasih' dan 'Maaf' di antara kita. Jadi aku hanya ingin mengucapkan .... Aku senang kau masih bersamaku," Xiao Shuxiang berkata dengan nada suara yang lembut.


Pemuda itu menurunkan pandangannya dan berkata, "Meskipun aku tahu ... Sebenarnya kau tidak suka."


"..............." Ling Qing Zhu bernapas pelan. Dia tanpa sadar mengulurkan tangan dan menepuk pelan pipi Wali Pelindungnya.


Suara Ling Qing Zhu pelan saat berkata, "Tidak sama sekali. Kau memikirkannya terlalu jauh. Akulah yang seharusnya mengatakan itu... Aku juga senang kau masih tetap bersamaku,"


Xiao Shuxiang tersenyum lembut, dia memeluk lebih erat tanpa tahu sesuatu yang disembunyikan orang lain darinya.


*


*


Xiao Shuxiang kembali berlatih di bawah bimbingan Tetua Chen Duan Shan. Dia giat mempelajari Kitab Tanpa Tanding dan melafalkan Sutra Pengendalian Jiwa di jeda istirahatnya.


Dia juga diam-diam membaca isi dari Kitab Pembunuh Matahari yang berhasil didapatkannya saat Tetua Chen Duan Shan tidak datang mengawasinya. Di sisi lain, teman-teman Xiao Shuxiang pun ikut berlatih keras dengan guru pembimbing masing-masing.


Hu Li sendiri baru bisa mengunjungi Tuan Mudanya setelah tiga hari tinggal di Istana Seribu Pedang. Dia baru benar-benar bisa berbicara pribadi dengan Xiao Shuxiang di malam terang bulan seperti sekarang ini.


Xiao Shuxiang duduk di dalam sebuah ruangan teebuka di kediaman Tetua Chen Duan Shan. Dia berkata, "Kita pernah bertemu sebelumnya dan aku lupa menanyakan ini .... Apa yang telah dilakukan Bocah Pengemis Gila hingga kau bisa naik ke Alam Kultivasi Atas ini?"


Hu Li bersuara pelan dan menjawab, "Tuan Muda itu memberikan saya undangan. Sama sekali tidak ada yang istimewa, bahkan untuk hal lainnya,"


"Bagaimana dengan tugas yang kuberikan padamu?"


"..............." Hu Li mengeluarkan sebuah gulungan di balik pakaiannya dan dengan sopan meletakkan di atas meja. Dia pun berkata, "Saya menemukan ini dan hampir tiada karenanya."


Xiao Shuxiang mengambil gulungan di atas meja dan membaca isinya. Benda di tangannya merupakan bagian dari Kitab Pembunuh Matahari dan Hu Li sangat berhasil karena menemukannya.


Hu Li sebenarnya tertarik saat melihat penampilan Tuan Muda Xiao-nya. Sosok ini berbeda namun tidak asing. Jujur, dia menyukai perubahan Xiao Shuxiang dengan balutan pakaian serba putih. Tuan Muda-nya sangat menawan, apalagi ketika memakai pita dahi.


"Kau melakukan pekerjaan yang bagus, Hu Li. Dan aku merasa harus memberimu satu tugas lagi,"

__ADS_1


Hu Li tersentak melihat senyuman Xiao Shuxiang. Dia pun bernapas pelan dan kemudian mengangguk. Kedatangannya ke Alam Kultivasi Atas memang untuk selalu membantu Tuan Mudanya. Tidak ada yang lebih penting daripada Xiao Shuxiang baginya.


******


__ADS_2