KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
451 - EXTRA PART (2)


__ADS_3

Ling Qing Zhu sama sekali tidak mengerti bagaimana dia bisa berada dalam situasi seperti sekarang ini.


Awalnya dia datang ke Istana Kaisar Matahari Tengah untuk menjenguk Xiao Lu. Hanya saja setelah lama diajak berkeliling, dia pun mulai diperkenalkan pada seorang pelayan wanita bernama Nyonya Shen.


Kemudian entah bagaimana dia pun kini berakhir menjadi berendam di sebuah kolam buatan yang ditaburi bunga Ruìxiāng.


^^^瑞香 [Ruìxiāng] \= Daphne^^^


"Nona Ling sangat cantik~"


"Anda memiliki kulit yang bagus, kecantikan yang luar biasa~"


"................." Ling Qing Zhu hanya diam tanpa mengatakan apa pun. Dia tetap tanpa ekspresi meski sebenarnya dirinya sudah tidak tahan lagi untuk segera meninggalkan tempat ini.


Nyonya Shen memperhatikan setiap pelayan yang memuji dan membantu membersihkan Ling Qing Zhu. Dia pun memperhatikan gadis berambut putih itu dan mengangguk pelan seolah mengerti tipe seperti apa subjek yang dilihatnya sekarang.


*


*


"Gadis Cerewet, sebenarnya kau mau membawaku ke mana?" Xiao Shuxiang mengikuti Xiao Lu karena merasa penasaran dengan apa yang dilakukan oleh wanita yang sedang hamil besar ini padanya.


"Sudahlah, kau ikuti saja aku." Xiao Lu tersenyum dan memanggil seorang pelayan untuk memberitahukan kehadiran Xiao Shuxiang pada Nyonya Shen.


Xiao Shuxiang menaikkan sebelah alisnya. Dia menghela napas dan menggeleng pelan sambil mengikuti Xiao Lu masuk ke sebuah ruangan. Cukup lama dirinya menunggu hingga sosok yang bernama Nyonya Shen pun datang.


"Siapa dia?" Xiao Shuxiang buka suara. Dia tidak mengenali wanita berpakaian ungu muda di hadapannya ini.


Nyonya Shen membungkuk memberi hormat dan berkata, "Perkenalkan. Saya Shen Jiāyì, kepala pelayan istana bagian timur yang akan membantu Tuan Muda tentang persoalan tidur bersama."


"Apa?" Xiao Shuxiang kaget, dia menatap Xiao Lu dan berkata. "Gadis Cerewet..! Apa-apaan ini?!"


"Xiao'Er, apa kau tidak tahu betapa gelisahnya aku?" Xiao Lu berkata. "Kau dan Ling Qing Zhu sudah lama menikah dan dibanding dengan mendengar kabar mengenai hubungan kalian, aku justru dibuat pusing dengan kabar bahwa kau dan Tuan Muda Lan Guan Zhi berciuman sampai saling menindih di Sekte Kupu-Kupu..!"


Xiao Lu menarik napas, menenangkan diri sambil mengusap pelan perutnya. Dia mencoba untuk mengendalikan emosinya. Xiao Lu kembali menatap Xiao Shuxiang dan berkata, "Adikku. Banyak orang yang merasa gelisah dengan kelanjutan dari hubungan pernikahanmu. Bahkan kau tahu, ada banyak rumor bahwa kau itu bukan pemuda yang normal."


"Astaga, kenapa kau terus memikirkannya. Rumor dari mana itu? Siapa yang sebarkan? Biar kurobek mulutnya,"


"Shuxiang, pokoknya kau ikuti saja aku kali ini. Aku pasti akan membantumu, Adik."


"Haaah..." Xiao Shuxiang mengusap-usap wajahnya dan kemudian menatap ke arah pelayan istana ini.


Nyonya Shen tersenyum dan dengan sopan berkata, "Sebelumnya saya ingin bertanya pada Tuan Muda Xiao. Bagaimana pemahaman anda tentang tidur bersama?"


Xiao Shuxiang berkedip, dia menoleh ke arah Xiao Lu dan berkata. "Bukankah itu pertanyaan yang memalukan?!"


"Kau ini seperti gadis perawan saja. Itu hanya pertanyaan umum, kau tinggal jawab saja."


"Baiklah. Aku... Paham teorinya, tapi tidak pernah memiliki pengalaman langsung."


"Apa?" Xiao Lu berkedip dan melihat adiknya yang bertingkah selayaknya pemuda baik-baik. Dia pun berkata, "Kau tidak punya pengalaman langsung? Lalu apa saja yang kau perbuat saat rajin mengunjungi bordil milik Demonic Beast ular putih itu?"


"Aku ke sana hanya minum," Xiao Shuxiang berkata. "Dengar, meskipun aku ini orang yang jahat dan menurutmu sangat liar dan brutal... Tapi aku ini bukan pria brengsek tahu. Aku ini masih punya harga diri,"


"Kau bukannya tidak punya harga diri, tapi bodoh." Xiao Lu berkata, "Ada banyak gadis cantik di sana dan selama hidupmu... Apa kau serius tidak pernah melakukannya pada satu gadis sekali pun?"


"Astaga... Kau pikir 'piton' semurahan apa? Tentu saja tidak! Baik di kehidupan sebelumnya hingga yang sekarang---aku ini sangat menjaga diriku. Yang Mulia Xiao Shuxiang ini bisa disebut apa pun, tapi bukan penjahat kelamin."


"Tapi bagaimana kau bisa bersikap begitu manja dan mesum pada Tuan Muda Lan..?" Xiao Lu masih mendebat dan tidak mau kalah.


Nyonya Shen memperhatikan Xiao Shuxiang yang tanpa ragu meladeni Xiao Lu dan lalu mengangguk pelan. Dia sudah memahami karakter Ling Qing Zhu yang kokoh, dingin, dan berprinsip. Sementara dia pun kini memahami bagaimana karakter dari pemuda ini.


"Pasangan yang sangat menarik," Nyonya Shen buka suara dan membuat Xiao Shuxiang menoleh ke arahnya. Dia tersenyum dan berkata, "Anda jangan khawatir. Saya akan menggunakan kemampuan terbaik saja untuk membantu masalah Tuan Muda,"


Xiao Lu tersenyum, "Nyonya Shen sangat ahli. Dia juga yang membantu hubunganku dengan Chen'Er. Nyonya Shen ini tidak pernah gagal. Kau ikuti saja, hm?"


".................." Xiao Shuxiang berkedip. Dia sudah merasakan firasat yang tidak benar dalam hal ini.


*


*

__ADS_1


Pernikahan bagi kultivator atau sebagian dari pendekar merupakan pilihan kesekian dari apa yang menjadi tujuan hidup mereka. Tentu saja tidak terkecuali Xiao Shuxiang.


Pemuda menawan itu sebenarnya tidak pernah malu untuk dekat dengan gadis manapun. Dia bisa menghabiskan waktu dengan mereka selayaknya ketika bersama dengan laki-laki. Dan untuk kepercayaan diri, maka Xiao Shuxiang tidak perlu diragukan lagi.


Ada pepatah yang mengatakan bahwa pertemanan sulit dilakukan bagi laki-laki dan perempuan, salah satu di antara mereka pasti menyimpan rasa. Dan banyak juga yang mengatakan bahwa laki-laki memiliki nafsu yang lebih besar, bahkan sangat mudah jatuh hati sebab mengikuti nafsu ini.


Tetapi tentu saja, kultivator yang berprinsip untuk terus mengembangkan diri tidak pernah lemah terhadap nafsu duniawi. Dai Chen dan Xiao Shuxiang merupakan contoh kultivator yang mempunyai prinsip sekuat ini.


"Apa Dai Chen juga melakukan hal yang sama dengan ini?!" Xiao Shuxiang protes. Dia sekarang diminta untuk push-up dan entah bagaimana dirinya menuruti hal tersebut.


Xiao Lu menjawab, "Tentu saja. Bahkan awalnya Chen'Er pun merasa canggung,"


Xiao Lu menggeleng dan lantas berkata, "Kau ini selalu banyak bertanya. Apa tidak bisa diam dan lakukan saja? Lagipula apa yang kuperbuat ini juga demi kebaikanmu. Kau harusnya berterima kasih pada kakakmu yang cantik ini,"


Xiao Shuxiang berdecak. Nyonya Shen lantas memintanya untuk mengubah posisi. Kali ini Xiao Shuxiang disuruh menyatukan tangan sambil membuat posisi kuda-kuda dan perlahan menaik-turunkan tubuhnya.


Nyonya Shen menjelaskan, "Ini merupakan pelatihan bagian bawah tubuh untuk semakin meningkatkan stamina di sekitar punggung, paha, dan pinggul Tuan Muda Xiao."


Nyonya Shen berkata, "Latihan ini juga sangat berguna untuk memperlancar aliran darah dan bisa membangunkan naluri pria. Tolong lebih rendah, Tuan Muda Xiao."


"Seperti ini?"


"Benar, bertahanlah sebentar. Pernikahan Tuan Muda akan sempurna tengah malam nanti," Nyonya Shen tersenyum dan tidak butuh waktu lama sampai seorang pelayan datang dengan nampan berisi secawan air herbal.


Nyonya Shen mengambil cawan keramik itu dan memberikannya pada Xiao Shuxiang sambil menjelaskan, "Ini adalah sari dari gurita mentah, belut air tawar, rebusan ginseng, dan jahe merah. Silahkan diminum,"


"Kau mau membunuhku?" Xiao Shuxiang sudah syok ketika mendengar kata 'gurita mentah', dan sekarang dia justru diminta untuk minum sesuatu yang lebih mirip racun daripada obat itu.


Xiao Shuxiang menelan ludah dan berusaha bernegosiasi. Dia berkata, "Nyonya. Aku hargai kebaikanmu, tetapi staminaku baik-baik saja. Sungguh. Minuman itu tidak perlu,"


"Tuan Muda Xiao, tolong. Ini untuk kebaikanmu,"


"Xiao'Er, lakukan saja." Xiao Lu berkata, "Atau apa kau takut? Masih tidak bisa meminum herbal yang pahit? Yaah... Itu memang tidak mengherankan dari seorang Xiao Shuxiang"


"Tsk, Gadis Cerewet! Apa kau baru saja menantangku? Siapa yang takut? Berikan..!" Xiao Shuxiang mengambil cawan keramik itu dan berekspresi pucat saat melihat betapa pekatnya herbal tersebut.


"Ayo minum, Chen'Er pun pernah meminumnya. Tidak mungkin kan kau mau kalah dari sayangku?" Xiao Lu buka suara dan berkata, "Tutup matamu dan minum. Rasanya tidak seburuk itu, sungguh."


"Xiao'Er, apa kau tega padaku? setidaknya jika bukan aku, lakukanlah untuk keponakanmu yang belum lahir ini." Xiao Lu mengusap-usap pelan perutnya seolah menandakan bahwa keinginan dari wanita yang sedang hamil besar tidak boleh ditolak.


"Baiklah, baiklah. Akan kulakukan, berhenti cemberut seperti itu. Kau menyebalkan," Xiao Shuxiang memejamkan mata dan benar-benar meminumnya. Dia berkedip karena rasanya tidak terlalu buruk dari apa yang dibayangkan.


*


*


Nyonya Shen melakukan pekerjaannya dengan sangat baik. Di malam hari, dia sekarang ini membawa Ling Qing Zhu yang berpakaian putih polos ke sebuah ruangan. Kamar tersebut cukup luas dengan sebuah sekat berlukiskan bunga kamelia.


Ling Qing Zhu mengikuti Nyonya Shen yang berjalan ke arah sekat. Dia kini melihat ada sebuah kasur lantai dan ada dua pelayan yang memperbaiki kasur tersebut. Dia pun lantas mendengarkan wanita di sampingnya bicara.


Nyonya Shen berkata, "Suasana merupakan hal yang penting dalam hubungan pria dan wanita. Nona Ling sebelumnya sudah berendam dalam air bunga Ruìxiāng. Itu adalah jenis bunga yang lebih dikenal dengan Keharuman Seribu *Lǐ."


^^^*Lǐ [里] /Satuan panjang \= 1 Lǐ sama dengan 500 m. (Bunga Ruìxiāng memiliki aroma harum yang khas sehingga pepatah menyebutkan bahwa keharuman bunga ini masih bisa dirasakan bahkan dalam jarak seribu Lǐ.) ^^^


Nyonya Shen kembali buka suara, "Dalam suasana yang tenang dan untuk mengisi kecanggungan, saya sudah menyiapkan makanan dan minuman. Nona bisa duduk dan menunggu Tuan Xiao datang,"


"................" Ling Qing Zhu memperhatikan Nyonya Shen dan kedua pelayan yang ada di dalam ruangan membungkuk memberi hormat padanya. Dia melihat mereka berjalan pergi dan meninggalkannya sendirian.


Tidak ada yang menemaninya membuat Ling Qing Zhu memperbaiki posisinya dan kemudian duduk dengan tenang. Pakaian putih ini diberikan oleh Nyonya Shen dan wanita itu mengambil seragam serta pedangnya. Meski tidak ada musuh di tempat ini, namun tanpa Baiyi---rasanya sangat tidak nyaman.


"................" Ling Qing Zhu merasakan kehadiran seseorang dan tanpa sadar mencengkeram pakaiannya. Dia tahu siapa yang datang bahkan tanpa menoleh untuk melihatnya.


Seseorang duduk di samping Ling Qing Zhu. Subjek tersebut memakai pakaian putih yang juga merupakan pemberian dari Nyonya Shen. Sosok ini tidak lain adalah Xiao Shuxiang.


"................"


"................"


Sebenarnya ketika Xiao Shuxiang diminta untuk masuk ke dalam ruangan ini---dia menjadi sangat canggung. Dia bahkan tidak berani menoleh apalagi melirik Kucing Putihnya.


Cukup lama tidak ada yang buka suara. Tetapi pada akhirnya Xiao Shuxiang yang mulai duluan. Dia berujar, "Sejujurnya aku tidak tahu... Bagaimana bisa aku berada dalam situasi ini,"

__ADS_1


"Mn," Ling Qing Zhu mengangguk pelan. Dia menggumam sebagai jawaban.


"Kucing Putih, apa kau juga dipaksa?" Xiao Shuxiang buka suara dan tanpa menoleh.


"........... Kakak Lu Yang Cantik sedang hamil besar. Aku tidak berani menolak,"


"Ah... Aku juga tidak." Xiao Shuxiang menghela napas dan kemudian menatap Ling Qing Zhu. Dia berkata, "Ini masih belum waktunya sampai tengah malam. Apa yang harus kita lakukan sambil menunggu?"


Ling Qing Zhu terdiam sebelum pandangannya mengarah pada makanan di atas meja kecil. Dia pun berkata, "Kau mau minum?"


"Oh, apa nyonya itu yang menyiapkannya?"


"Mn,"


"Dia benar-benar bekerja keras," Xiao Shuxiang tersenyum. Dia baru akan menuangkan minum pada cawan keramik milik Ling Qing Zhu saat mencium aroma yang kuat.


Xiao Shuxiang berkata, "Kucing Putih. Ini arak, kau tidak masalah?"


"Sebenarnya aku tidak begitu kuat minum,"


"Mm.. Baiklah. Kebetulan aku punya arak yang Bagus," Xiao Shuxiang tersenyum. Dia pun mengibaskan tangan perlahan dan kemudian mengeluarkan sebuah pot kecil dari dalam Gelang Semestanya.


"Ini arak buatanku. Sama sekali tidak memabukkan, cobalah." Xiao Shuxiang menuangkan arak ke cawan keramik milik Ling Qing Zhu, sementara dirinya sendiri meminum arak yang disiapkan oleh Nyonya Shen sebelumnya.


Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu berada di dalam ruangan cukup lama. Rasa canggung benar-benar hilang dan menjadikan suasana terasa hangat.


Nyonya Shen serta pelayan yang bersamanya menunggu di luar ruangan dengan tetap mempertahankan posisi mereka yang sedikit membungkuk.


Dari jarak yang cukup jauh, terlihat Xiao Lu yang nampak menggigit kuku jari tangannya dan dengan perasaan yang tegang. Dia pun berujar pelan pada Li Qian Xie yang bersamanya.


Xiao Lu berkata, "Bagaimana menurutmu dengan pengetahuan Ling Qing Zhu?"


"Maksudnya tentang tidur bersama?" Li Qian Xie menghela napas dan menggeleng pelan. Tindakannya membuat Xiao Lu tertegun.


"Apa Ling Qing Zhu tidak tahu?" Xiao Lu bertanya dengan ekspresi wajah yang nampak syok. "Serius dia tidak tahu?! Astaga... Xiao'Er akan dalam masalah."


"Bukan begitu," Li Qian Xie berkata, "Nona Ling bukannya tidak tahu.. Tetapi pemahamannya sangat luar biasa."


Li Qian Xie menelan ludah saat berkata, "Aku berpikir bahwa Nona Ling itu gadis polos yang tidak akan tahu tentang apa pun mengenai kedewasaan. Tetapi sungguh, dia benar-benar menghanyutkan."


"Se-Serius?!"


"Ada satu rahasia lagi..." Li Qian Xie mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga Xiao Lu yang membuat Kakak Xiao Shuxiang itu terperangah dengan mata yang melebar.


"Li Qian Xie, apa itu sungguhan?!" Xiao Lu menutup mulutnya. Pipinya terasa panas saat mendapat anggukan dari gadis di sampingnya sebagai jawaban.


"Astaga... Tidak aku sangka memiliki adik ipar yang seperti itu," Xiao Lu syok dan sama sekali tidak bisa mempercayai ini. "Dia adalah Ling Qing Zhu, siapa pun tahu dia merupakan gunung es yang teramat dingin, bahkan sulit digoyahkan. Aku tidak menyangka dia punya sisi lain yang tidak terbayangkan."


Bersamaan dengan ucapan Xiao Lu---Nyonya Shen dan pelayan yang bersamanya mulai berjalan mendekat. Xiao Lu pun berkedip dan buka suara, "Nyonya Shen...?"


"Yang Mulia, sebaiknya kita pergi. Mari,"


!!


Xiao Lu dan Li Qian Xie terkejut dengan ucapan Nyonya Shen serta ekspresi wanita ini. Xiao Lu pun bertanya, "Apakah... Xiao'Er dan Qing Zhu'Er...?"


Nyonya Shen tersenyum dan mengangguk pelan. Xiao Lu dan Li Qian Xie menutup mulut mereka, tetapi tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan. Keduanya dengan hati-hati melangkah mengikuti Nyonya Shen agar tidak sampai merusak suasana.


Xiao Lu baru akan buka suara ketika telah jauh dari kamar tempat Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu berada. Dia pun berkata, "Sudah kubilang... Mereka itu sebenarnya saling menyukai. Hanya saja tidak pernah ada kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama,"


"Kakak Lu," Li Qian Xie buka suara. "Tapi bukannya di Sekte Kupu-Kupu mereka selalu sekamar berdua? Jadi mustahil tidak melakukan itu,"


Xiao Lu menggeleng, dia berkata. "Apa kau lupa? Sekte Kupu-Kupu itu sarangnya para setan-setan kecil. Jika kau bersama Dai Chen di sana, maka pangeran Pan Yue tidak akan lahir."


Li Qian Xie mengangguk, "Aku mengerti. Aku bisa memahaminya,"


"Sudah, sekarang tugasmu adalah membuat agar tidak ada gangguan malam ini. Mengerti?"


"Mn, baiklah."


******

__ADS_1


__ADS_2