![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Qing Yan mengerutkan keningnya, Dia tidak mengerti kenapa ketiga murid Sekte Pedang Langit ini terkejut sendiri ketika sedang bicara. Mereka bahkan kembali mengintip Xiao Shuxiang dengan memakai potongan bambu sebagai teropong.
O Zhan melompat ke salah satu bahu murid Sekte Pedang Langit. Kehadirannya sama sekali tidak membuat murid itu terganggu, bahkan dia sangat serius berbicara dengan kedua temannya.
"Kau jangan bercanda? Apa kau tahu siapa yang saat ini sedang kupikirkan?"
"Pikiranmu benar. Orang itu memang adalah dia,"
!!
"Maksudmu, Nona Ling yang--! Bagaimana itu mungkin?!" murid Sekte Pedang Langit itu syok dan menatap tidak percaya pada temannya. "Kau jangan asal bicara, jika sampai ucapanmu tidak benar--kau akan menuduh orang yang semurni Nona Ling."
"Aaih... Aku tidak membawa bukunya saat ini, jadi tidak bisa kuperlihatkan padamu. Tapi apa yang kukatakan ini serius,"
"Kenapa aku bisa tidak tahu?" salah satu murid Sekte Pedang Langit menggeleng pelan sambil memperhatikan gerak-gerik Ling Qing Zhu. Dia melihat gadis berambut putih itu duduk dengan tenang, menjaga postur tubuhnya, dan bahkan tidak terlihat goyah sama sekali.
Murid itu menghela napas dan bergumam, "Bagaimana bisa seorang dengan karakter sempurna seperti Nona Ling dapat menulis hal seperti itu? Apalagi menjadikan suami sendiri sebagai.. Astaga, aku sampai tidak habis pikir."
"Gadis-gadis cantik zaman sekarang memang penuh siasat, mereka tidak bisa ditebak."
"Tetapi maksudku... Kalian coba perhatikan Nona Ling. Apa menurut kalian gadis yang mempunyai tatapan mata seperti gunung es dan wajah papan datar itu bisa membuat puisi yang penuh perasaan?! Aku bahkan tidak yakin apa gadis itu tahu arti kata 'tersenyum, susah, sedih, dan bahagia'."
"Kau memang tidak akan percaya jika belum kuberikan bukti padamu. Nanti, setelah kita pulang... Akan kuperlihatkan hal yang pastinya akan mengubah pandanganmu pada seorang Ling Qing Zhu."
*
*
Ling Qing Zhu tidak tahu bahwa sekarang ini dia sedang menjadi topik perbicangan oleh murid Sekte Pedang Langit. Saat ini dan di posisinya sekarang, dia sedang menyaksikan bagaimana Lan Xiao duduk di hadapan ketiga orang pemuda yang dua di antaranya nampak menyilangkan tangan.
Lan Xiao yang saat ini dalam wujud anak laki-laki berusia 7 Tahun berkata. "Paman, Chen. Paman jangan menyalahkan ibu A-Xiangku. Dia sama sekali tidak *belsalah,"
^^^*bersalah^^^
Xiao Shuxiang tersentak. Dia sebenarnya sudah mendengar anak di hadapannya bicara tadi, tetapi kali ini kata demi kata dari Lan Xiao membuatnya semakin yakin. Dia setengah berbisik saat bicara pada teman baiknya, "Lan'Er? Kau mendengarnya, kan? Lan Xiao benar-benar bisa bicara sekarang,"
"Mn, aku pun terkesan."
"Waah..." Xiao Shuxiang berujar, "Menyaksikan dia bisa bicara rasanya seperti... Ada kebanggaan tersendiri,"
"Mn, kau sudah menjadi ibu yang baik."
Xiao Shuxiang tersentak. Ucapan Lan Guan Zhi yang duduk di sampingnya bagai anak panah. Dia pun langsung menatap teman baiknya itu dan tersenyum pahit, "Kau barusan bilang apa tadi?"
Lan Guan Zhi menoleh dan dengan tenang berkata, "Kau tidak dengar? Bukankah Lan Xiao memanggilmu 'Ibu A-Xiang'?"
Bibir atas Xiao Shuxiang berkedut, dia pun menatap anak laki-laki berusia 7 Tahun di depannya dan berseru. "Lan Xiao! Apa kau lupa, kau harus memanggilku 'Kakak'. Aku ini bukan ibumu,"
"Ibu A-Xiang..!"
"Kakak, Lan Xiao. Panggil Shuxiang-Gege,"
"Kau sudah tua," Dai Chen menyindir. Dia menatap sinis pada Xiao Shuxiang dan berkata, "Kakek Buyut Xiao Shuxiang. Tolong ingatlah usiamu, oke?"
"Chen'Er-ku Sayang~ Apa kau ingin Buyutmu ini menampar bokongmu?"
"Xiao Shuxiang!" Dai Chen merinding geli mendengar panggilan Xiao Shuxiang padanya. Dia sampai melemparkan sapu tangannya dan bersiap akan menerjang saat Lan Xiao tiba-tiba menangis.
?!
Xiao Shuxiang dan Dai Chen langsung terlonjak kaget. Ling Qing Zhu dan Lan Guan Zhi pun ikut terkejut, apalagi tangisan anak laki-laki berusia 7 Tahun ini semakin keras setiap saatnya.
"He-Hei, ada apa dengannya?!" Dai Chen syok, dia paling tidak tahu cara menenangkan anak yang menangis. Bahkan ekspresi wajahnya pun nampak begitu panik.
Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu pun tidak tahu cara menenangkan anak yang menangis kencang, bahkan sampai tersedu-sedu. Mereka tidak tahu harus mengatakan apa untuk membujuknya.
"Kau ini kenapa?" Xiao Shuxiang juga panik, tetapi langsung bergerak dan memegang bahu anak laki-laki itu. Dia memeluk dan mengusap kepala bocah ini dan berkata, "Ada apa denganmu? Hei,"
__ADS_1
Lan Xiao menangis keras dan memeluk erat Xiao Shuxiang, dia masih terisak. Dai Chen menggaruk pipinya dan berpikir bahwa apa mungkin dia sudah menyinggung perasaan anak laki-laki ini tanpa disadari?
"Sudahlah, kenapa kau menangis?" Xiao Shuxiang mengusap-usap pelan punggung Lan Xiao. Dia benar-benar tidak tahu apa yang terjadi pada anak ini.
Xiao Shuxiang menyentuh kedua pipi Lan Xiao, dia mengusap air mata anak ini dan lantas berkata, "Lihat hidungmu yang berair. Kau terlihat sangat jelek. Sudah, tenanglah. Katakan siapa yang membuatmu menangis?"
Lan Xiao terisak saat mulai berkata, "Kakak Qing Yan ... Di-dia tidak punya ibu. Lalu jika ibu A-Xiang juga tidak mau me-menjadi ibuku, maka... Aku juga tidak punya ibu."
!!
Xiao Shuxiang, Dai Chen dan Lan Guan Zhi tersentak. Mereka bertiga saling berpandangan sebelum kembali menatap anak laki-laki berusia 7 Tahun ini.
Ekspresi Xiao Shuxiang pucat, dia menarik napas dan kemudian mulai bicara. "Lan Xiao, begini ... Panggilan 'ibu' itu untuk perempuan, sementara aku adalah laki-laki. Kau bisa memanggilku 'Ayah', aku tidak masalah."
"Tapi aku sudah punya ayah Yuan, ibu ..."
Xiao Shuxiang menoleh ke arah Lan Guan Zhi dan memberi isyarat agar teman baiknya itu ikut membantu. Hanya saja Lan Guan Zhi terlihat menggeleng pelan sebagai jawaban bahwa dia pun tidak tahu cara mengatasinya.
Dai Chen menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menghela napas. Dia pun berkata, "Sudah biarkan saja. Jika dia ingin memanggil kau dengan sebutan 'Ibu', maka biarkan."
Xiao Shuxiang menatap kesal ke arah Dai Chen. Pria ini mudah sekali bicara. Tentu! Karena bukan Dai Chen yang dipanggil dengan sebutan itu.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan lantas meminta Lan Xiao untuk tidak lagi menangis. Dia pun berkata, "Siapa bilang kau tidak punya ibu? Coba lihat, dia ibu Qing Zhu-mu."
?!
Ling Qing Zhu berkedip, dia menatap Xiao Shuxiang yang tersenyum padanya. Entah apa yang terjadi, tetapi panggilan 'Qing Zhu' itu jarang keluar dari bibir Wali Pelindungnya. Dia sampai menatap tidak percaya pada pemuda tampan nan mempesona ini.
Lan Xiao memperhatikan Ling Qing Zhu. Gadis berambut putih ini memang cantik dan juga baik padanya, tapi Ling Qing Zhu tidak bisa diajak bermain dan tertawa seperti yang sering dilakukan oleh Xiao Shuxiang.
Lan Xiao menatap pemuda ini dan dengan sedih berkata, "Aku hanya ingin ibu A-Xiang. Jangan buang aku,"
"Ya ampun, siapa yang membuangmu?" Xiao Shuxiang tersentak, dia pun menggendong Lan Xiao dan terpaksa menerima saran Dai Chen. Dia pun berkata, "Ya sudah. Terserah kau saja, panggil aku sesukamu."
"Ibu A-Xiang,"
"Haaah... Saat dia sudah dewasa. Dia pasti akan mengerti ini salah," Xiao Shuxiang tidak bisa mendebat anak kecil ini dan jika terus menolaknya---Lan Xiao akan terus menangis.
"Oh, iya. Kenapa kau melakukannya?" Xiao Shuxiang hampir lupa menanyakan tentang ini.
Lan Xiao menjawab, "Aku *dengal. Ibu A-Xiang dan ayah Yuan **beltengkal. Ayah Yuan meninggalkan ibu dan akan menikah, *kalena itulah aku melakukan ini untuk membuat kalian **belbaikan-"
^^^*dengar, **bertengkar^^^
^^^*karena, **berbaikan^^^
"Tunggu dulu, Lan Zhi akan menikah?" Xiao Shuxiang berbalik dan menatap teman baiknya. Dia pun bertanya, "Serius kau akan menikah?"
Ada reaksi terkejut yang nampak pada wajah Xiao Shuxiang, begitu pun dengan Dai Chen. Ling Qing Zhu yang sejak tadi duduk tenang pun baru pertama kali ini mendengar bahwa seorang Lan Guan Zhi akan segera menikah.
Tanpa nada, Lan Guan Zhi berujar. "Memang ada lamaran untukku,"
"Dengan siapa? Kenapa kau tidak pernah memberi tahu?!" Xiao Shuxiang begitu penasaran.
"Aku pun ... Juga baru mengetahuinya,"
"Tuan Muda Lan-"
"Aku tidak setuju!" Lan Xiao menyela ucapan Dai Chen dan berkata, "Aku tidak mau ayah Yuan menikah dengan nenek menyebalkan itu. Ayah Yuan hanya untuk ibu A-Xiangku,"
Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi berkedip mendengar protes dari Lan Xiao. Xiao Shuxiang pun menurunkan anak laki-laki berusia 7 Tahun ini dan mengusap pelan kepala Lan Xiao.
Dia berkata, "Kau pergilah bermain dengan Ibu Qing Zhu. Biar aku bicara pada A-Yuan terlebih dahulu,"
"Tapi kalian sedang *beltengkal. Aku tidak mau **pelgi,"
^^^*bertengkar^^^
__ADS_1
"Lan Xiao, perhatikan baik-baik. Apa aku dan A-Yuan bertengkar?" Xiao Shuxiang tersenyum, dia pun menarik napas dan berkata. "Sekarang kau jadilah anak yang baik dan biarkan kami bicara. Di sini juga ada Dai Chen, jadi kau tidak perlu mencemaskan apa pun."
"Lan Xiao, ayo." Ling Qing Zhu berdiri, uluran tangannya mulai dipegang oleh anak laki-laki ini. Dia pun menatap Wali Pelindungnya.
Xiao Shuxiang berujar, "Kau baik-baik saja, kan?"
"Selesaikan dulu urusanmu. Kita akan bicara nanti," Ling Qing Zhu bersuara tenang.
"Kucing Putih ..."
"Kau masih berhutang padaku. Pangsit isi daging ayam,"
Xiao Shuxiang tertegun sebelum akhirnya tersenyum. Dia memperhatikan Ling Qing Zhu yang mulai pergi dengan membawa Lan Xiao bersamanya.
Dalam hati dia sangat terkesan, gadis cantik itu tidak pernah mengeluhkan apa pun padanya. Padahal jika Ling Qing Zhu adalah orang lain, mungkin saja gadis itu sudah kesal dan bisa saja memarahinya habis-habisan. Tetapi ini tidak, Kucing Putihnya begitu pengertian padanya.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas. Dia pun menghampiri Lan Guan Zhi saat Ling Qing Zhu dan Lan Xiao sudah tidak terlihat lagi. Dia lalu memperhatikan teman baiknya dan merasa bahwa sudah saatnya menyelesaikan masalah yang terjadi di antara mereka.
Xiao Shuxiang menarik napas, "A-Yuan. Ada hal yang ingin kukatakan-"
"Tidak perlu dibahas lagi," Lan Guan Zhi menyela. Dia membuat Xiao Shuxiang tersentak dan menatap ke arahnya.
"Kau yakin?"
"Mn. Kau berkata ... Tidak boleh ada kata 'maaf' dan 'terima kasih',"
Dai Chen memperhatikan kedua temannya ini. Dia mengerutkan kening dan memperhatikan Xiao Shuxiang serta Lan Guan Zhi secara bergantian. Kedua pemuda ini sepertinya sedang terlibat masalah yang hanya mereka yang tahu.
Xiao Shuxiang menurunkan pandangannya dan mengembuskan napas sejenak. Dia pun berkata, "Aku tidak akan meminta maaf atau berterima kasih padamu. Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku salah, wajar jika kau sangat kecewa."
"................." Lan Guan Zhi bernapas pelan. Dia mendengar ucapan dari teman baiknya kembali.
Pandangan Xiao Shuxiang semakin tertunduk saat berkata, "Aku ... Seharusnya tidak melakukan itu. Harusnya aku bisa mengendalikan diriku. Aku bersalah ..."
"Tapi, Lan Zhi ... Aku sama sekali tidak menyesalinya," Xiao Shuxiang menatap pemuda di hadapannya dan ucapannya kali ini membuat Lan Guan Zhi tersentak.
Xiao Shuxiang berkata, "Aku bersalah karena aku hanya memperlihatkan tindakanku yang membunuh kultivator itu. Aku bersalah karena aku terlambat mengejarmu untuk menjelaskan semuanya. Aku bersalah karena aku pergi dan tidak berusaha bicara padamu,"
"Lan'Er. Ucapanmu benar, nyawa manusia tidak sesampah itu sampai harus dihilangkan tanpa pengampunan. Aku membuat kesalahan karena membiarkanmu melihat karakter Xiao Shuxiang ini yang tidak bisa diperbaiki,"
!!
Lan Guan Zhi mencengkeram pakaiannya. Dai Chen sendiri melihat bahwa masalah pribadi yang menyangkut kedua pemuda ini bukanlah sebuah masalah yang ringan, apalagi Xiao Shuxiang terlihat begitu serius saat bicara.
Xiao Shuxiang berkata, "23 Tahun. Selama 23 Tahun aku menjalani hidup di lingkungan Aliran Putih, bersama denganmu dan semua orang ... Bahkan bisa dibilang melewati hidup dan mati bersama ... Tidak ada satu hari pun di mana aku pernah lupa ... Bahwa meski aku hidup dengan kalian, aku bukan bagian dari lingkungan ini."
!!!
Dai Chen terkejut, dia menatap Xiao Shuxiang dan melihat pemuda ini nampak tersenyum. Terlihat begitu pahit, namun entah hanya perasannya atau tidak---tetapi sepertinya dia melihat kesedihan.
"Shuxiang-"
"Aku yang akan bicara, jadi dengarkan." Xiao Shuxiang menyela dan berkata, "Aku tidak pernah ingin mengingat beberapa kejadian hidupku yang dahulu, tetapi bukan berarti aku tidak lagi memiliki ikatan. Faktanya ... Dunia berubah, tetapi karakter makhluk yang hidup di masa lalu dengan yang sekarang hampir semuanya sama."
Xiqo Shuxiang bernapas pelan, "Tidak hanya Aliran Hitam, kultivator dari Aliran Putih pun sangat bisa mengambil nyawa orang lain. Mereka bahkan dapat membantai siapa pun demi memperoleh apa yang menjadi objek dari 'keserakahan' mereka."
"A-Yuan, di masa lalu ..." Xiao Shuxiang berkata, "Hanya karena Pusaka Langit yang ada padaku ... Mereka semua melakukan hal yang sama. Orang yang baru saja ingin kupuja sebagai guru---dia ingin menghabisiku. Orang-orang yang merupakan saudara seperguruanku sendiri ... Mereka juga ingin menghabisiku. Rekan yang kuberikan kepercayaan ... Ah, dia menusukku dari belakang dan membuangku ke laut agar dapat memiliki pusaka itu."
Xiao Shuxiang menggeleng, "Wilayah Aliran Hitam yang merupakan tempat tinggalku itu ... Ternyata bukanlah rumah. Kemudian saat aku tiba di Wilayah Aliran Putih, kupikir ... Mereka mungkin akan berbeda. Mereka terlihat rukun, jadi pasti tidak masalah saat menerimaku. Itu yang aku pikirkan saat itu... Tapi ternyata.."
"Hmph, teratai yang sudah bercampur dengan darah dan menghitam ... Tidak ada kolam suci apa pun yang bersedia menampung atau sekadar membersihkannya. Mereka takut ... Kesucian itu akan ternodai dan membuat air kolamnya kotor. Bahkan saat ada satu tangan yang bersedia membantu ... Orang-orang memberinya peringatan. Jangan dekati itu, kau akan terbunuh. Itu mengandung racun. Dia tidak mendengarkan dan berkata bahwa semua bisa diubah,"
Xiao Shuxiang menarik napas dan kembali berkata, "Teratai yang gelap karena darah itu bisa diubah. Hanya perlu dibersihkan secara perlahan, penuh ketekunan, kesabaran, dan kepercayaan bahwa itu akan menjadi murni dan indah kembali. Seseorang melupakan bahwa meski teratai itu kembali putih---akarnya tetap berwarna darah."
Xiao Shuxiang berujar, "Sepuluh Kehidupan ... Teratai yang terkena darah selama sepuluh kehidupan ... Apa mungkin bisa menjadikannya murni kembali dalam 23 Tahun?"
"Kau benar bahwa nyawa manusia bukan sampah hingga mudah dihilangkan, tetapi aku hanya tahu cara melindungi diri sendiri. Subjek ini akan menghabisi siapa pun yang mengincar nyawanya."
__ADS_1
!!
******