KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
109 - Bentrokan (2)


__ADS_3

PERHATIAN..!


Episode mengandung Adegan Kekerasan, Sensualitas dan Moralitas yang dipertanyakan. Penulis berusaha sebisa mungkin untuk tidak mendeskripsikannya dengan jelas.


*


*


*


Xiao Shuxiang tersentak melihat Lan Guan Zhi bersama dengan Liu Wei Lin. Dia tidak pernah menyangka akan bertemu dengan teman baiknya dalam kondisi semacam ini.


Tidak hanya Lan Guan Zhi, Xiao Shuxiang pun melihat Zhi Shu. Saudara seperguruannya itu berada dalam sebuah peti bersama Mo Huai. Di sisi lain, Wang Zhao juga satu peti bersama dengan seorang mayat.


Baik Lan Guan Zhi maupun Zhi Shu---kondisi mereka tidak jauh berbeda dengan keadaan Xiao Shuxiang. Mereka memakai pakaian pengantin dan juga mengalami ritual pernikahan yang serupa.


Zhi Shu merasakan apa yang dialami oleh Xiao Shuxiang. Dia berada dalam peti mati yang terasa sempit, kondisinya harus terus menjaga Mo Huai yang dalam pengaruh dalang dari pernikahan hantu ini. Dia berusaha menyadarkan Mo Huai, tetapi tidak bisa.


Zhi Shu tahu beberapa teknik segel dan segel buatannya lumayan bermanfaat hanya saja tidak bisa menerangi peti mati seperti halnya segel milik Lan Guan Zhi, ataupun Ling Qing Zhu. Itulah sebabnya ketika tutup peti mati tempatnya dibuka----mata Zhi Shu membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan cahaya di luar peti.


Saat penglihatannya mulai membaik, dia tersentak dengan banyaknya peti mayat. Apalagi salah satu peti sangat mencuri perhatian mereka.


Zhi Shu tertegun beberapa saat. Dia melihat Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu, dalam sekejap perasaannya menjadi tenang. Apalagi kedua orang itu nampak baik-baik saja.


Zhi Shu juga tenang kala melihat Lan Guan Zhi walau dia tidak tahu siapa pemuda yang sedang bersama dengan teman baim Saudara Xiao-nya itu.


Lokasi kuil ini benar berada di luar kota Chenqing. Hantu wanita itu berdiri di depan kuil, di tempat yang lebih tinggi. Sedangkan peti-peti mayat tampak memenuhi halaman depan kuil.


Zhi Shu memperhatikan hantu tersebut merentangkan tangannya dan berteriak. Dia mengerutkan keningnya, cahaya di tempat ini dipenuhi dengan warna merah terang dan sedikit menganggu mata.


Hantu anak yang sebelumnya membawa peti mayat tempat Zhi Shu dan Mo Huai berada juga terlihat merentangkan tangan dan begitu berisiknya berteriak.


"Langit telah memberkati kita..!"


"Langit telah memberkati kita..!"


"Nyonya Upacara telah tiba! Berdoa dan membimbing jiwa-jiwa kesepian!"


"Pasangan pengantin telah tiba! Nyonya Upacara doakan mereka! Biarkan jiwa-jiwa kesepian ini menemukan pasangan! Bersama-sama dalam kehidupan setelah kematian!"


Zhi Shu tersentak saat memperhatikan dengan baik Nyonya Upacara yang sedang berdiri di depan kuil. Matanya melebar saat tahu bahwa wanita itu bukanlah hantu, melainkan manusia dan seorang kultivator.

__ADS_1


Nyonya Upacara itu bukanlah kultivator biasa. Dia mempelajari sebuah teknik kultivasi gelap dan kemungkinan besar berhubungan dengan makhluk sejenis hantu serta mayat hidup.


Di sisi lain, Xiao Shuxiang belum sempat bersuara ketika mendengar suara tawa yang awalnya lembut tetapi semakin lama berubah nyaring.


Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu yang berada di peti mati lain juga sudah tahu bahwa Nyonya Upacara itu tidak lain adalah manusia. Wanita itu seorang kultivator, namun mempraktekkan kultivasi iblis.


Xiao Shuxiang berbisik, "Kucing Putih? Apa kau bisa membaca praktiknya?"


"Tidak, praktiknya lebih tinggi dariku."


"Berarti ini gawat. Kita perlu rencana untuk melawannya,"


"Mn,"


Xiao Shuxiang memperhatikan ketika Nyonya Upacara itu mulai bersikap seolah dia akan memberkati para mayat-mayat ini dengan pernikahan anumerta.


"Ini rencanaku," Xiao Shuxiang berekspresi serius.


"Katakan,"


"Aku akan menyerang dari depan lebih dahulu di waktu yang tepat. Kemudian kau akan menyusulku dan menyerang dari depan. Kita akan beri tanda agar Zhi Shu, Lan Zhi, dan Saudara Liu ikut menyerang dari depan. Lalu---!" Xiao Shuxiang kaget saat pinggulnya dicubit keras, syukurlah dia tidak sampai merintih.


"Kucing Putih, kau..." Xiao Shuxiang kaget, "Ke-kenapa kau lakukan itu?!"


Suara Ling Qing Zhu dingin. Dia sudah sangat serius mendengarkan Xiao Shuxiang, tapi justru Wali Pelindungnya ini mengutarakan rencana yang bahkan anak kecil pun tahu itu bukan sebuah rencana.


Xiao Shuxiang baru saja akan merutuki Kucing Putihnya ketika mendengar seruan Nyonya Upacara. Suasana di sekitarnya kembali berubah, kali ini terasa sangat tidak nyaman.


"Langit memberkati kita..! Mengabulkan persatuan Yin dan Yang..! Jiwa yang hidup dan jiwa yang mati, inilah saatnya Penyempurnaan Pernikahan terjadi..!"


!!!


Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu terkejut, Lan Guan Zhi dan Liu Wei Lin pun juga sama kagetnya. Bahkan Zhi Shu yang satu peti dengan Mo Huai dan Wang Zhao yang satu peti dengan seorang mayat ikut kaget.


Mereka menyaksikan bagaimana pasangan dari setiap mayat pengantin berjalan keluar dari peti mereka dan membungkuk hormat pada Nyonya Upacara sebelum mulai berhadapan dengan pasangannya dan melakukan hal yang tidak senonoh.


!!!


Zhi Shu melotot dan langsung menutup mulutnya yang terbuka karena kaget. Dia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana para mayat 'mempelai laki-laki' melepaskan pakaiannya dengan kasar dan memamerkan 'ketangkasan' mereka.


Di lain tempat, pipi Wang Zhao memerah tapi ekspresi wajahnya pucat. "Mereka .... Mustahil melakukan---!!"

__ADS_1


Zhi Shu kaget ketika Mo Huai yang bersamanya mulai ikut bertingkah seperti mayat-mayat itu. Dia langsung menahan pemuda tersebut agar tidak meninggalkan peti. Sementara Wang Zhao lebih memilih angkat tangan dan melepaskan mayat perempuan yang menjadi pasangan pengantinnya.


Liu Wei Lin membeku dengan apa yang nampak di hadapannya. Dia tidak menyangka 'kebanggaan' mayat yang harusnya sudah mati sejak lama kini bahkan dapat bangun sekali lagi. Pemandangan ini luar biasa ajaib!


Liu Wei Lin, "Aiyo. Bahkan mimpi saat meniti tangga 'kedewasaan'-pun tidak seerotis ini. Aku harusnya menutup mata,"


Di sisi lain, Xiao Shuxiang terlihat kesal. Dia menggeram tertahan, "Dasar cabul..! Kenapa tidak ubah saja pekerjaanmu, Nenek Tua! Jual afrodisiak saja sana!"


Tangan Xiao Shuxiang terulur dan menutup telinga Ling Qing Zhu, "Kau jangan melihatnya. Ini bukan tontonan yang baik,"


"Harusnya kau menutup mataku,"


"Kau bisa menutup matamu sendiri. Intinya kau tidak boleh melihat pemandangan tidak senonoh itu,"


"............." Ling Qing Zhu tidak mengatakan apa pun, tetapi di saat semacam inilah dia merasa bahwa Xiao Shuxiang sangat peduli dan melindunginya.


Ling Qing Zhu mengulurkan tangan dan menyentuh telinga Wali Pelindungnya. Dia berkata, "Aku baik-baik saja. Justru kau yang tidak boleh melihat hal ini,"


"Kucing Putih, aku ini seorang pria. Justru itu tidak akan masalah. Aku malah mengkhawatirkan kondisi psikologismu, tahu."


"....... Aku wanita yang dewasa,"


"Tapi biar bagaimanapun--!!" Xiao Shuxiang baru akan membalas ketika tersentak karena Lan Guan Zhi di sebelah sana sudah lebih dahulu melesat dan menyerang dengan memakai pedang pusakanya.


Tindakan Lan Guan Zhi membuat kacau suasana dan sekaligus mengejutkan Nyonya Upacara. Wanita itu bahkan terdorong ke belakang karena mendapat serangan yang tiba-tiba. Para hantu anak kecil menyadari keberadaan Lan Guan Zhi dan bersama-sama mengeluarkan suara pekikan nyaring.


Xiao Shuxiang mengeluarkan Yīng xióng dan kemudian melesat untuk membantu teman baiknya. Ling Qing Zhu pun ikut mengambil bagian.


Liu Wei Lin sendiri masih berdiri diam dengan kipas yang menutupi separuh wajahnya. Dia merinding ngeri melihat proses 'penyatuan' massal dari mayat-mayat itu dalam jarak yang dekat. Belum lagi terdengar suara erangan, ******* dan napas terengah-engah dari para mayat itu seperti layaknya manusia hidup.


Liu Wei Lin tampak jijik, dia memalingkan pandangannya dan nyaris muntah. Hati dan pikirannya benar-benar sedang diberi ujian yang sangat berat.


!!


Tiba-tiba saja, terdengar suara debaman keras. Liu Wei Lin spontan menoleh dan kaget melihat Xiao Shuxiang yang berada di tengah-tengah mayat. Pemuda dengan pakaian pengantin itu terlihat bertukar serangan dengan beberapa hantu anak dan sesekali menyerang mayat yang menghalangi jalannya.


"Tuan Xiao...?" Wang Zhao pun kaget. Dia yang saat ini berada di sisi lain terlihat tidak lagi fokus memperhatikan adegan tak senonoh para mayat----dia lebih fokus menyaksikan pertarungan Xiao Shuxiang, Ling Qing Zhu, dan dua orang asing yang juga mempunyai kemampuan hebat.


Mo Huai yang masih tidak sadarkan diri nampak memberontak. Zhi Shu terus menahan pergerakan pemuda ini sambil berusaha menyadarkan Mo Huai dengan memanggil-manggil namanya.


Di sisi lain, Ling Qing Zhu menendang salah seorang mayat perempuan dan melemparkan pakaian yang tergeletak untuk menutupi bagian tubuh mayat itu.

__ADS_1


Zhi Shu mengikat Mo Huai dengan sebuah tali yang dia keluarkan dari dalam kantong penyimpanan miliknya. Dia pun lantas menggunakan busur es untuk memanah tanah hingga membekukan beberapa mayat. Dirinya berusaha fokus meski kedua pipinya nampak merah padam.


******


__ADS_2