![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Lan Guan Zhi kembali ke kamarnya. Dia melihat kain pada lengan pakaiannya yang sempat mendapat tebasan dari Jian Yang tadi. Dia pun meletakkan pedang yang dibawanya di atas sebuah meja.
Serangan yang membuat kain kualitas terbaik sampai seperti ini memang bukan serangan biasa. Jian Yang mengerahkan seluruh tenaganya dan jika Lan Guan Zhi tidak bergerak cepat, mungkin dia sudah kehilangan sebelah lengan sekarang ini.
Lan Guan Zhi berjalan ke sebuah rak yang penuh berbagai buku. Jika lawan berhasil menyentuh sedikit dari pakaiannya, maka itu berarti ada celah dalam gerakannya. Lan Guan Zhi merasa harus semakin meningkatkan teknik berpedangnya.
"Tuan Muda Lan, apa Anda di dalam?"
Lan Guan Zhi menoleh saat mendengar suara perempuan disertai bunyi ketukan pintu. Dia berjalan dan mulai membuka pintu kamarnya saat melihat Zhi Shu berdiri.
"Nona Shu?"
"Tuan Muda Lan, apa kau baik-baik saja? Aku segera menyusulmu karena tidak mau melihat tetua Jin dan tetua Murong menghukum para muridnya."
"Mn, aku baik-baik saja. Silahkan masuk,"
Zhi Shu berkedip dan agak gugup karena dipersilahkan masuk ke dalam ruangan pribadi Lan Guan Zhi. Di pun mengikuti pemuda tersebut dan langsung disambut oleh aroma menenangkan dari kayu cendana.
Pandangan mata Zhi Shu mengedar dan kemudian berdeham pelan, dia ingat harus menjaga citranya. Zhi Shu nampak berusaha untuk tetap tenang walau Lan Guan Zhi sudah memperhatikannya sejak tadi.
Lan Guan Zhi. "Nona Shu, ada apa?"
Zhi Shu tersentak dan langsung menggeleng pelan, "A-aku hanya ingat tentang kehidupan Sekte Pedang Langit. A ha ha, sudah lama sekali aku tidak belajar di tempat Anda. Ja-jadi berada di sini mengingatkanku pada kilas masa lalu,"
Zhi Shu benar-benar canggung. Dirinya sampai salah tingkah karena hanya berdua dengan seorang Lan Guan Zhi di dalam ruangan ini. Dia pun dipersilahkan duduk dan dijamu secangkir teh hijau.
"Ehm .... Tuan Muda Lan?" Zhi Shu mencoba membuka pembicaraan karena suasananya semakin mendebarkan baginya. "Apa .... Tuan Muda Lan sering menerima tamu gadis di tempat ini?"
"Ah... Sial. Apa yang kukatakan? Aku malu sekali," Zhi Shu ingin sekali mengigit jarinya. "Kami sudah mengenal selama bertahun-tahun, tapi ini pertama kalinya aku duduk berdua dengannya. Benar-benar hanya berdua,"
Lan Guan Zhi menjawab dengan tenang, "Aku sering menerima tamu. Tapi kami selalu bicara di luar saat tamu yang datang adalah perempuan."
Zhi Shu tersentak, "La-lalu kenapa Tuan Muda Lan menerimaku masuk kemari?"
"Karena itu Nona Zhi Shu. Aku tidak keberatan."
!!
Mata Zhi Shu sampai terbelalak saking kagetnya. Dia bahkan tanpa sadar membuka mulut dan berkedip beberapa kali. "A-A-Anda barusan bilang apa?"
"Karena tamunya Nona Zhi Shu. Aku tidak keberatan." Lan Guan Zhi menjawab dengan tenang.
"Astaga, astaga, astaga...!! Apa ini..?! Apa..!? Dia benar-benar Tuan Muda Lan, kan?! Benar-benar Lan Guan Zhi teman terbaik saudara Xiao-ku, kan?! Apa aku bermimpi? Apa aku sedang bermimpi?!"
__ADS_1
"Nona Shu?"
"Ya Tuhan... Ketahanan jantungku. Zhi Shu, tenanglah... Tetap tenang. Aah! Aku benar-benar senang~ Tidak menyangka ini terjadi, serius...!"
Lan Guan Zhi berkedip. Gadis cantik di depannya ini sangat aneh. Dia melihat seluruh perasaan Zhi Shu hanya dengan memperhatikan ekspresi wajahnya. Apa yang gadis ini pikirkan semua terpatri jelas pada raut wajahnya dan itu .... Cukup menarik.
Lan Guan Zhi sebenarnya tidak merasa keberatan dengan kedatangan Zhi Shu dan bahkan mempersilahkan gadis ini masuk ke ruangan pribadinya. Semua itu tentu saja karena Zhi Shu adalah saudara seperguruan teman baiknya. Jika tidak .... Dia pasti akan memperlakukan Zhi Shu sama seperti gadis lainnya.
"Tuan Muda Lan, aku minta maaf karena berkelakuan tidak sopan...." Zhi Shu mengusap-usap pipinya yang terasa panas, "Ekspresi wajahku pasti sangat memalukan. Tolong maafkan aku,"
Lan Guan Zhi menggumam pelan, namun nampak tersenyum samar. Hanya saja Zhi Shu menyadari hal tersebut dan tanpa sengaja meremas cangkir keramik yang dipegangnya hingga pecah. Lan Guan Zhi sampai tersentak.
"ASTAGA..!" Zhi Shu berdiri dan nampak syok, "Tuan Muda Lan?! Anda barusan tersenyum?!"
"Nona Shu?"
"Jantungku..." Zhi Shu menekan dadanya, "Aku benar-benar tidak sanggup dengan ledakan yang menusuk jantung ini. Guru, maafkan muridmu ini. Ketahanan jantung Shu'Er yang cantik ini sedang diuji,"
"............" Lan Guan Zhi hanya diam tanpa ekspresi dan seakan membiarkan Zhi Shu kembali tenang.
Gadis berpakaian merah muda dengan corak kupu-kupu itu mulai duduk kembali. Zhi Shu mengembuskan napas, "Tuan Muda Lan. Tolong maafkan aku. Seumur hidup... Ini adalah yang pertama kalinya aku duduk bersamamu. Aku benar-benar tidak bisa mengontrol hatiku, maaf .... Aku sudah membuatmu tidak nyaman."
"Mn, bukan masalah. Jadi apa yang menyebabkan Nona Shu sampai datang kemari?"
Zhi Shu sekarang telah memperoleh kembali ketenangannya, dia pun berkata. "Sebenarnya .... Aku sudah lama ingin menemui Tuan Muda Lan. Aku ingin membahas sesuatu yang penting,"
"Aku mendengarkan,"
"Tuan Muda Lan pasti tahu. Ini .... Perihal Kitab Kehancuran. Aku orang yang telah dipercayakan guru untuk membawanya. Kupikir, aku bermaksud mengumpulkan lembaran-lembarannya yang lain setelah Konferensi Aliansi Abadi selesai dilaksanakan. Tapi saat kulihat keadaan yang menimpa Anda selama ini .... Aku sudah memutuskan mengajak Anda meninggalkan tempat ini untuk sementara waktu."
Lan Guan Zhi tersentak, namun tidak ada perubahan pada ekspresi wajahnya. Dia masih mendengarkan gadis di depannya bicara.
Zhi Shu berkata, "Para murid di tempat ini .... Sebagian besar tidak suka pada Tuan Muda Lan. Mereka jelas iri pada kemampuan Anda. Meski para Tetua sudah menegur dan menghukum mereka, tetap saja rasa ketidak-sukaan itu semakin bertambah."
Zhi Shu melanjutkan, "Aku merasa bahwa sebaiknya Tuan Muda Lan memberikan mereka waktu----haaah... Sebenarnya jauh lebih baik mereka yang pergi. Murid-murid berandalan itu ingin sekali kupanah dan kugantung di gerbang tempat ini. Aku benar-benar sangat gelisah karena ingin sekali kuledakkan kepala mereka. Haah... Ya ampun. Maafkan aku,"
Lan Guan Zhi menyesap sedikit teh miliknya dan mulai bersuara, "Apa .... Para murid Sekte Kupu-Kupu mempunyai sikap seperti Nona Shu?"
"Mn? Jika itu tentang keadilan, tentu saja. Aku dan para saudaraku selalu tidak bisa menahan diri jika berhubungan dengan menegakkan keadilan."
"Bukan. Yang kumaksud dengan kau yang ingin meledakkan kepala mereka. Apa itu benar atau hanya sekadar gertakan?"
"Mereka tidak akan berubah jika memakai metode gertakan saja," Zhi Shu dengan polosnya menjawab. "Lagipula membuat kepala mereka meledak jauh lebih baik, aku hanya tidak ingin menguliti mereka hidup-hidup karena itu akan mengotori tanganku."
__ADS_1
".........." Lan Guan Zhi diam dan hanya memperhatikan wajah gadis cantik di depannya dengan saksama. Melihat bagaimana sikap Zhi Shu ini .... Dia jadi merasa bahwa kelakuan murid Sekte Kupu-Kupu tidak ada yang berubah.
"Jadi Tuan Muda Lan? Bagaimana pendapat Anda? Apa kau mau ikut denganku..?" Zhi Shu sebenarnya berharap Lan Guan Zhi mau ikut dengannya, tetapi dia juga tidak ingin membuat pemuda ini merasa tidak nyaman.
Zhi Shu berkata, "Ajakan ini... Anda bisa memikirkannya dengan baik. Kita bisa pulang sebelum Konferensi Abadi dilaksanakan. Karena jika aku ingin mengajak Anda jalan-jalan... Rasanya akan sia-sia sekali. Jadi lebih baik pergi sambil menjalankan misi,"
"Nona Shu tidak ingin jalan-jalan pribadi denganku?"
!!
Zhi Shu terkejut, tetapi langsung merespon. "Memang apa boleh?! Tapi jalan-jalan pribadi artinya 'Kencan'. Aku ini tidak berbakat dalam masalah kencan meskipun aku jatuh hati pada Tuan Muda Lan."
Zhi Shu benar-benar mengungkapkan perasaannya, tetapi masih sadar diri. Dia pun mengembuskan napas dan sekarang agak cemberut, "Aku sangat ingin jalan berdua dengan Anda. Tapi jika kulakukan, aku akan merasa tidak enak pada saudara Xiao-ku. Rasanya seperti .... Aku akan merebut belahan jiwa saudara seperguruanku."
"Tolong jangan bicara begitu," Lan Guan Zhi mengambil cawan keramik yang baru untuk Zhi Shu. Dia menuangkan teh pada gadis di hadapannya.
Lan Guan Zhi bertanya, "Memang tujuan Nona Shu akan ke mana jika ingin keluar dari tempat ini?"
"Yín Jiàn. Pulau itu yang dekat dengan Istana Seribu Pedang, jadi tidak butuh waktu lama ke sana dan kita bisa pulang kemari tepat waktu."
Lan Guan Zhi mengangguk pelan, dia tahu pulau tersebut. "Akan kubicarakan pada paman terlebih dahulu,"
"Tentu. Aku bisa membantu Anda untuk membujuk Shizun. Dia tidak akan bisa menolak permintaan seorang gadis cantik," Zhi Shu membelai pelan rambut panjangnya dan tersenyum penuh percaya diri.
"Baiklah, terima kasih."
Zhi Shu tersenyum malu, "Ini pertama kalinya aku bicara tanpa Tuan Muda Lan menjawab dengan gumaman singkat. Jujur saja, aku sangat senang. Jika Anda membutuhkan sesuatu, Tuan Muda Lan tidak perlu sungkan untuk memintanya padaku. Aku juga orang yang diakui oleh saudara Xiao. Aku pernah belajar di Sekte Pedang Langit, jadi bisa dikatakan kita ini adalah Saudara Seperguruan. Jadi jangan ragu meminta bantuan dariku."
"Nona Shu gadis yang baik. Terima kasih,"
"Ti-tidak perlu berterima kasih. Itu akan mempertegas jarak antara aku dan Tuan Muda Lan. Sesama saudara, tidak boleh ada jarak."
"Jika demikian, Nona Shu juga tidak perlu meminta maaf. Itu juga sama seperti mempertegas jarak di antara kita,"
"Ba-baiklah." Zhi Shu tidak habis pikir akan benar-benar bicara dengan sosok Lan Guan Zhi. Entah mimpi apa dirinya semalam hingga bisa mengobrol dengan sosok Kebanggaan Sekte Pedang Langit dan pemuda yang sangat dikagumi ini.
Lan Guan Zhi sebenarnya memang cukup nyaman bicara dengan murid dari Sekte Kupu-Kupu, utamanya pada ke-delapan saudara seperguruan Xiao Shuxiang. Zhi Shu adalah salah satunya.
Gadis cantik ini sebenarnya lebih tua satu tahun dari Lan Guan Zhi, namun entah memang karena pribadi saudara seperguruan teman baiknya atau pengaruh Xiao Shuxiang----terkadang murid Sekte Kupu-Kupu yang berusia dewasa sering kali bertingkah kekanakan.
Itu sebenarnya hal yang menarik sebab kebanyakan kultivator selalu menjaga wibawa mereka. Tidak seperti saudara seperguruan Zhi Shu yang bebas dan suka bertindak seenaknya. Mereka adalah jenis teman yang seru dan menyenangkan untuk diajak berbicara.
******
__ADS_1