KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
131 - Kebersamaan (4)


__ADS_3

Zhi Shu terlihat berjalan bersama dengan Ling Qing Zhu, Liu Wei Lin, Wang Zhao dan Mo Huai. Mereka seakan sedang mencari seseorang.


"Sebenarnya di mana saudara Xiao berada dan tuan Muda Lan?" Zhi Shu menyilangkan tangan, "Kita sudah mencarinya di kamar tuan muda Lan, tapi mereka berdua tidak ada."


Liu Wei Lin membuka kipasnya, "Mana mungkin aku tahu. Tempat ini adalah kediaman kalian dan kau yang lebih tahu orang seperti apa saudara Xiao dan tuan muda Lan."


"Aku kan tidak bertanya padamu," Zhi Shu membalas ucapan Liu Wei Lin dan lantas menggelembungkan pipinya.


"Sebaiknya kita cari saja," Wang Zhao mengusulkan, "Ke mana tuan muda Lan biasa pergi? Mungkin dia mengajak tuan Xiao ke suatu tempat,"


Zhi Shu berkedip dan memikirkannya sejenak, "Selain kamar... Tuan muda Lan selalu menghabiskan waktu di dalam perpustakaan. Coba kita ke sana--"


"Kita ke sini," Ling Qing Zhu menyela dan tanpa ekspresi berjalan mendahului teman-temannya.


"Nona Ling..?" Mo Huai tersentak, begitu pula dengan yang lainnya. Mereka pun mengikuti Ling Qing Zhu dan merasa penasaran dengan gadis ini.


Ling Qing Zhu sebenarnya tidak tahu ke mana kakinya mengarahkan langkahnya. Dia hanya terus berjalan dan bahkan kini berada di hutan bagian belakang Istana Seribu Pedang.


Mo Huai berkedip saat melihat ada dua orang pemuda berpakaian putih yang berjalan keluar dari hutan. Dia mengenali mereka.


"Saudara Xiao?" Zhi Shu tersentak, dia pun menoleh ke arah Ling Qing Zhu dan merasa terkesan karena gadis ini bisa tahu keberadaan saudaranya.


"Nona Ling? Bagaimana Anda tahu Tuan Xiao ada di sini?" Wang Zhao bertanya, dia pun terkesan.


"......... Entahlah. Mungkin firasat,"


"Kalian...? Apa yang membuat kalian datang kemari?" Xiao Shuxiang bertanya saat dia dan Lan Guan Zhi telah berada di dekat teman-temannya.


"Tentu saja mencarimu, Saudara Xiao." Zhi Shu menjawab. "Kau pergi bersama Tuan Muda Lan dan meninggalkan kami begitu saja, kau menyebalkan."


"Hei, bukan aku yang menginginkannya." Xiao Shuxiang membela diri dan mulai berjalan bersama teman-temannya, "Lan Zhi yang menculikku. Kalian sendiri juga melihatnya, kenapa malah terkesan aku yang salah?"


Zhi Shu baru saja akan bicara saat Ling Qing Zhu tiba-tiba menyela. Gadis cantik bercadar tipis itu meraih tangan Saudara Xiao-nya tanpa peringatan.


"Ada apa dengan tanganmu?"


Xiao Shuxiang tersentak, tidak disangka Kucing Putihnya bisa bertingkah seperti ini. Liu Wei Lin, Wang Zhao dan yang lain pun merasakan hal yang sama.


"Tuan Xiao, kau terluka?!" Wang Zhao melihat tangan kanan Xiao Shuxiang berdarah, bahkan masih nampak darah segar mengucur pada tangan itu.


Mo Huai, "Tuan Muda Xiao?! Bagaimana kau bisa sampai berdarah? Kau baru saja selesai melakukan apa?"


Xiao Shuxiang dengan tenang menjawab, "Mo Huai, kau seperti tidak biasa saja melihatku terluka. Ini bukan masalah, aku sendiri yang melakukannya. Meskipun rasanya tidak nyaman karena regenerasi tubuhku benar-benar sudah melambat."


Xiao Shuxiang menggeleng meratapi penyembuhan dari tubuhnya sendiri yang sudah tidak sehebat dulu. Namun belum sempat dia mengeluh----dirinya menjadi dikejutkan dengan tindakan Ling Qing Zhu.


"Kucing Putih...?" Xiao Shuxiang tertegun. Dia menyaksikan bagaimana Ling Qing Zhu merobek kain pakaiannya sendiri dan lantas membalut tangannya yang terluka.


Ling Qing Zhu memberi simpul ikatan yang sedikit kencang hingga pemuda di depannya merintih. "Maaf, aku malah menyakitimu."


"....... Kau memang terlalu kencang mengikatnya, tapi tidak masalah."

__ADS_1


"Saudara Xiao, sebenarnya apa yang kalian berdua lakukan di hutan ini?" Liu Wei Lin bertanya dan hal tersebut juga ikut membuat Wang Zhao dan Mo Huai penasaran.


"Ini cerita yang panjang, akan kukatakan sambil kita jalan. Ayo," Xiao Shuxiang melangkah dan mulai menjelaskan alasan kenapa dia dan Lan Guan Zhi bisa berada di hutan ini.


Tentu saja, ada beberapa hal yang tidak Xiao Shuxiang katakan. Salah satunya adalah pil pelumpuh buatannya yang sudah dia perbarui. Dia memang tidak ingin jika kemampuan alkemisnya terlalu menonjol di depan Liu Wei Lin dan juga Wang Zhao.


Xiao Shuxiang paham benar. Liu Wei Lin dan Wang Zhao memiliki rahasia yang tidak dia ketahui dan ini berhubungan dengan bagaimana keduanya terkadang sering bersikap dingin satu sama lain.


Xiao Shuxiang memang tidak tertarik dengan masalah yang mengikat kedua teman barunya itu, tetapi bukan berarti dia akan mengabaikannya. Xiao Shuxiang hanya tidak ingin kerenggangan antara Liu Wei Lin dengan Wang Zhao akan berdampak pengkhianatan kepadanya.


Benar. Xiao Shuxiang berteman dengan dua orang ini. Namun bila kedua teman barunya justru berselisih, maka bisa saja salah satu di antara mereka menjadi pengkhianat dan justru membuatnya masuk ke dalam masalah. Liu Wei Lin dan Wang Zhao hanya perlu mengetahui sesedikit mungkin informasi tentangnya.


Dan untuk hal ini, Xiao Shuxiang perlu mencari cara agar Zhi Shu tidak sampai mengatakan hal yang tidak seharusnya diketahui orang lain. Gadis cantik itu meski terlihat anggun dan berwibawa----Zhi Shu tetap saja bagian dari murid Sekte Kupu-Kupu yang berarti bahwa dia termasuk 'Cerewet bukan main'.


Di lain tempat, para murid Istana Seribu Pedang yang sebelumnya mendapat pelajaran dari Xiao Shuxiang kini sudah bisa berdiri kembali. Tangan Jian Yang pun telah dibalut kain oleh Li Huanshou dan dia kini dituntun untuk dibawa ke Paviliun Pengobatan.


Teman-teman Jian Yang tidak banyak bicara sepanjang jalan. Rasa kasihan nampak jelas di wajah mereka, ini jelas sebab sudah pasti Jian Yang akan menjadi cacat dan tidak mampu lagi memegang pedang.


Ekspresi wajah lain yang nampak pada anak-anak muda itu adalah 'Ketakutan'. Mereka sebenarnya dendam kepada pemuda yang sudah memperlakukan mereka seperti ini, namun rasa takut sudah meruntuhkan dendam itu. Bahkan cara untuk membalas perbuatan pemuda bernama 'Shuxiang' tersebut sulit mereka pikirkan.


Di sisi lain, Lan Guan Zhi memikirkan tentang nasib Jian Yang. Dia terlalu cepat menarik Xiao Shuxiang pergi waktu itu, padahal dia yakin sudah melihat jari-jari tangan Jian Yang yang terluka parah.


Lan Guan Zhi memang ingin agar Jian Yang bisa sadar akan perbuatannya dan mau berubah, tetapi sikap Xiao Shuxiang untuk mendisiplinkan pemuda itu terlalu kasar. Apalagi temannya sudah membuat Jian Yang cacat.


"......... Kenapa bisa begitu?!"


Lan Guan Zhi tersentak, dia sepertinya terlalu banyak pikiran hingga tidak mendengar pembicaraan teman baiknya dengan Zhi Shu, Liu Wei Lin dan yang lainnya. Tempat dia berada sekarang pun bahkan bukan lagi di belakang gedung Istana Seribu Pedang.


Xiao Shuxiang terlihat protes kepada Zhi Shu. Mereka membicarakan tentang pembagian kamar dan dirinya terkejut saat Liu Wei Lin justru harus sekamar dengan Kucing Putihnya.


"Saudaraku, memang itulah aturannya." Zhi Shu menjelaskan, "Kau mewakili Tetua Besar Sekte Lautan Awan, kan? Dan di sini, kau membawa Tuan Muda Wang sebagai murid. Nona Ling pun mewakili guru dari Tuan Muda Liu dan aturannya, Guru dan Murid akan dibuat satu ruangan."


"Tapi---"


"Saudara Xiao," Liu Wei Lin menyela. "Kau terima saja. Kita hanya beberapa hari di sini dan aku juga tidak akan melakukan apa pun pada istrimu,"


"Aku tidak percaya, kau jelas mengincar Kucing Putihku. Haaah... Aiya, kepalaku sakit." Xiao Shuxiang memijat-mijat dahinya, dia pun menggeleng. "Aku punya istri, tapi tidak pernah bisa sekamar dengannya. Takdir macam apa ini?!"


Mo Huai dan Wang Zhao menggeleng, mereka jadi kasihan dengan kehidupan rumah tangga pemuda mempesona ini.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Langit benar-benar mempermainkanku,"


"Saudaraku, kau jangan mengeluh pada langit." Zhi Shu menasehati, "Lihat Dai Chen. Dia juga sering tidak tinggal sekamar dengan istrinya. Kesibukannya sebagai kaisar membuatnya jarang menghabiskan waktu dengan kakak Lu Yang Cantik."


"Tapi Dai Chen punya dua istri,"


"Kalau begitu lihat paman Hao. Dia dengan bibi WeiWei bahkan tidak tinggal serumah. Satunya menjadi Wali Kota Awan dingin dan satunya lagi adalah tetua Sekte Kupu-Kupu. Mereka suami-istri dan jarang menghabiskan waktu bersama. Jadi jangan khawatir, Saudara Xiao."


"Kawan, kau tidak mengerti..." Xiao Shuxiang menoleh dan menatap ke arah Kucing Putihnya.


Ling Qing Zhu yang sadar sedang ditatap nampak mengangguk pelan dan berkata tanpa ekspresi, "Aku akan sesekali mengunjungimu."

__ADS_1


"Kucing Putih. Meski pun itu sedikit menyentuh, tapi aku tetap merasa tidak baik. Bagaimana jika kau tergoda oleh bujuk rayu Saudara Liu. Dia itu orang yang puitis, dia pandai bicara."


"....... Kau terlalu banyak prasangka," Ling Qing Zhu menghampiri Wali Pelindungnya dan mulai mengulurkan tangan.


Xiao Shuxiang tertegun saat merasakan kepalanya diusap-usap pelan. Tindakan gadis di depannya ini cukup mengejutkan dan bahkan teman-temannya pun tidak menyangka hal tersebut.


"Kucing Putih....."


"Semua akan baik-baik saja. Aku akan menemuimu,"


Xiao Shuxiang berkedip, dia menyaksikan Ling Qing Zhu yang mulai berjalan pergi setelah memberi hormat pada Lan Guan Zhi, Wang Zhao dan teman-temannya yang lain.


Liu Wei Lin menghampiri Xiao Shuxiang dan menepuk pundak pemuda itu dengan memakai kipasnya. Dia tersenyum dan berkata, "Saudara Xiao. Tenang saja, aku akan menjaga nona Ling dengan baik."


Xiao Shuxiang tersentak saat mendengar ucapan Liu Wei Lin. Pemuda itu berjalan menyusul Kucing Putihnya dan seakan memperlihatkan padanya senyuman yang penuh kemenangan.


"Dia sangat kekanakan," Wang Zhao menggeleng pelan melihat tingkah Liu Wei Lin, dia pun menatap Xiao Shuxiang dan menenangkan pemuda itu.


"Tuan Muda Xiao---"


"Baiklah, di mana kamarku?"


Wang Zhao tercengang melihat sikap Xiao Shuxiang yang dengan cepat berubah. Sebelumnya pemuda ini begitu khawatir pada Ling Qing Zhu dan tidak ingin gadis itu sekamar dengan Liu Wei Lin, namun sekarang malah sebaliknya.


Zhi Shu pun juga merasakan hal yang sama. "Entah kenapa aku jadi kesal padamu, Saudara Xiao."


Xiao Shuxiang merasakan tatapan aneh dari teman-temannya. Dia dengan polos berkata, "Apa? Apa? Kucing Putih berkata akan menemuiku nantinya. Jadi yah aku menunggunya saja,"


Lan Guan Zhi bernapas pelan, "........ Kau tidak tahu malu,"


"Lan Zhi...!"


"Tuan Muda Xiao, kau harusnya menahan nona Ling atau paling tidak----ucapkan sesuatu sebelum kalian berpisah." Mo Huai tidak tahan lagi dan berujar, "Nona Ling sudah memberikanmu kesempatan tadi. Harusnya saat dia mengusap-usap kepalamu, kau pegang tangannya dan peluk dia. Masa begini saja kau perlu diajari?"


Xiao Shuxiang tersentak mendengar ucapan Mo Huai, dia kini mengerti arti tatapan Wang Zhao, Zhi Shu dan Lan Guan Zhi.


Xiao Shuxiang menepuk dahinya, "Ya ampun. Jadi begitu...? Aaah, tsk. Sial, kenapa aku tidak sadar? Aku sudah menyia-nyiakan kesempatan. Aiih.... Dasar bodoh, menyebalkan."


Zhi Shu mengembuskan napas, "Saudara Xiao. Kau perlu banyak belajar tentang cara menjadi romantis. Belajarlah dari Mo Huai,"


Mo Huai tersentak dan dengan gugup berkata, "Nona Zhi Shu. A-aku hanya tahu cara mengucapkannya. Sama sekali tidak berani mempraktekkannya,"


"Tapi setidaknya kau lebih baik dari Saudara Xiao,"


Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan mengusap pelan dadanya, "Kurasa mungkin karena faktor usia. Aku tentu saja tidak bisa bila dibandingkan dengan anak-anak muda seperti kalian,"


Lan Guan Zhi mendengus, "Sekarang kau baru bersikap layaknya orang tua."


"Lan Guan Zhi, apa kau bisa untuk tidak meledekku sekali saja?" Xiao Shuxiang mengikuti teman baiknya saat Lan Guan Zhi mulai melangkah.


Wang Zhao menghela napas dan ikut berjalan di belakang Lan Guan Zhi. Mo Huai dan Zhi Shu juga ikut berjalan bersamanya.

__ADS_1


Zhi Shu tahu ke mana Lan Guan Zhi akan membawa mereka. Itu adalah ruangan yang khusus disediakan untuk para tamu. Ruangan tersebut merupakan sebuah kamar luas dengan dua tempat tidur di dalamnya.


******


__ADS_2