![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Pil Napas Naga buatan Xiao Shuxiang memang luar biasa hebat. Tetapi dibalik kehebatannya, pil ini mempunyai kekurangan yaitu tidak bisa memulihkan dantian yang retak. Kekurangan pil ini pun baru diketahui oleh Xiao Shuxiang saat dia mengobati salah seorang kultivator.
Di samping itu, kini Xiao Shuxiang memahami bahwa Pil Napas Naga miliknya memang luar biasa, tetapi belum sempurna. Dia pun bahkan teringat dengan bagaimana Pil Napas Naga tidak bekerja atau justru bereaksi lambat saat dipakai untuk mengobati Lan Guan Zhi.
Xiao Shuxiang fokus berpikir sambil tetap memeriksa orang-orang yang terluka. Dia merasa bahwa satu-satunya alkemis yang dapat mengobati dantian retak adalah Patriarch Ketiga Sekte Pedang Langit, Alkemis Zhou Yan. Hanya saja saat ini sosok tersebut masih berada di Alam Kultivasi Atas.
Xiao Shuxiang menggeleng pelan, "Bagaimana ini...? Aku tidak bisa pergi ke Alam Kultivasi Atas sesuka hati dan jika aku keluar dari tempat ini... Feng Ying akan kewalahan mengobati mereka semua."
Xiao Shuxiang masih berpikir ketika tiba-tiba Feng Ying buka suara. Pemuda itu bergumam tanpa ekspresi dan dengan tatapan mata yang masih sama.
"Bunga laba-laba lili, akar ginseng es, rumput bulan dan daun lidah api yang masing-masing berusia 500 ribu tahun. Aku juga membutuhkan tanah dari daratan yang terlupakan..."
"Feng Ying, apa yang kau katakan barusan?" Xiao Shuxiang mengerutkan kening. Dia merasa bahwa pemuda di sampingnya ini sangat aneh.
"Pil Abadi tingkat ketiga milik Shizun. Pil itu bisa menyembuhkan dantian yang mengalami retakan ringan," Feng Ying berkata. "Jenis tanaman yang kusebutkan ada di kediaman Shizun, tetapi usia dari tanaman ini masih terlalu muda. Tidak ada yang bahkan mencapai 100 tahun,"
Xiao Shuxiang tersentak, dia melebarkan mata saat mulai memahami maksud ucapan Feng Ying. "Kau..! Apa kau bisa meracik pil abadi milik Tetua Tiga?!"
"Iya," Feng Ying mengangguk pelan, "Tapi aku hanya pernah latihan dengan tanaman herbal berusia 50 tahun. Aku belum pernah mencoba memakai tanaman yang lebih tua, tapi Shizun mengatakan bahwa aku sudah berhasil dan akan semakin baik jika tanaman herbal yang kugunakan berusia sesuai yang dibutuhkan."
"Mm.... Kenapa kau tidak bilang dari tadi."
Feng Ying menoleh saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang. Dia melihat pemuda menawan di sampingnya mengibaskan tangan dan kaget saat setumpuk tanaman herbal kini berada di atas meja.
"Ini..." Feng Ying tahu dengan jelas setiap tanaman yang dia lihat. Ini adalah jenis herbal yang dia sebutkan tadi dan masing-masing memiliki aroma kuat yang khas.
Para kultivator yang ada di dalam ruangan pun juga ikut terkejut. Dari aroma yang tercium, jelas sekali bahwa tanaman herbal tersebut mempunyai usia yang tidak biasa. Orang-orang awam yang tidak dalam hitungan kultivator pun tahu bahwa Xiao Shuxiang mengeluarkan harta yang tidak ternilai.
Xiao Shuxiang dengan tenang berkata, "Kebetulan sekali kebun herbalku butuh sedikit dirapikan. Kau bisa memakai itu, dan jika kurang tinggal katakan saja."
"Saudara Xiao..."
"Tuan Muda Xiao..!"
Menyaksikan orang-orang ini sangat heboh membuat Xiao Shuxiang menghela napas. Dia pun berkata, "Tentu saja ini tidak kuberikan secara gratis. Mulai sekarang kalian berhutang padaku, mengerti?"
"Tidak masalah!" seorang kultivator berseru dan dengan tegas berkata. "Mulai sekarang nyawaku akan kuberikan untukmu, Tuan Xiao..!"
"Hoho, itu bagus. Aku suka," Xiao Shuxiang tersenyum dan mengibaskan pelan poni rambut depannya. Dia berkata, "Kalian harus memujiku mulai sekarang. Ayo katakan 'luar biasa'."
"Anda sangat luar biasa, Tuan Xiao..!"
"Anda luar biasa..!"
Ada orang-orang yang sangat senang dan menjadi bersemangat saat memuji Xiao Shuxiang, apalagi ketika melihat Koki Alkemis itu tersenyum senang seakan sangat suka dengan pujian ini. Namun ada juga di antara orang-orang yang menggelengkan kepala, mereka dalam hati berdecak beberapa kali karena sikap Xiao Shuxiang yang seperti ini.
"Dia tidak berubah sama sekali..." Sian Ru berada di antara kultivator yang terluka dan meringis. Xiao Shuxiang berada jauh di depannya, tetapi dia masih bisa melihat jelas bagaimana pemuda itu sangat menyukai pujian.
"Tsk, tsk, tsk... Aku masih tidak percaya ada orang yang sama sekali tidak tahu malu sepertinya." Sian Ru bergumam, "Aiih... Lihat wajahnya yang menyebalkan itu. Dia jelas sedang mengambil keuntungan dari situasi ini. Dia membuat semua orang jadi berhutang budi padanya, cih. Mengesalkan sekali,"
"Jiejie, kau bicara seperti itu tapi kenapa pipimu memerah..?"
"Apa?" Sian Ru spontan menoleh dan menatap saudara seperguruan yang ada di dekatnya. Dia pun dengan ketus berkata, "Pipiku memerah bukan karena melihat senyuman menawan dari Xiao Shuxiang, tahu! Itu tidak mungkin..!"
"Tapi... Aku bahkan belum bertanya seperti itu.."
"Sudahlah! Jangan ganggu aku..!"
Murid Sekte Pedang Langit yang merupakan saudara seperguruan dari Sian Ru itu hanya bisa terdiam sebelum akhirnya menghela napas. Dia tidak akan mengatakan apa pun, termasuk menebak apa yang dia lihat dari wajah dan sikap salah tingkah gadis ini.
*
__ADS_1
*
Anggota Sekte Pagoda Langit yang datang dan membantu perbaikan di Kekaisaran Matahari Tengah tidak lain adalah Ling Lang Tian, Ling Qing Qi dan lima orang saudara seperguruan mereka.
Ling Lang Tian berada di Sekte Pedang Langit. Dia membantu Lan Guan Zhi membangun kembali setiap bangunan yang sebelumnya telah rata dengan tanah. Dia sebenarnya memiliki banyak pertanyaan, tetapi mengingat kondisi tidak memungkinkan untuk mencari tahu---dia pun mengurungkan niat itu.
Di sisi lain, Istana Kaisar Matahari Tengah juga dalam perbaikan. Dai Chen sendiri hanya butuh waktu lima hari untuk benar-benar pulih setelah mengalami pertarungan sengit melawan pemimpin dari Sekte Kabut Berdarah.
Xiao Lu berada di dalam kamar sementara yang sebelumnya telah disiapkan untuknya. Dia dirawat dan dijaga oleh Xiao WeiWei dan Li Qian Xie. Beberapa murid Sekte Kupu-Kupu juga selalu datang dan menemaninya.
Tidak hanya mereka, tetapi juga pangeran kecil yang merupakan putra dari Dai Chen dan Li Qian Xie. Anak laki-laki yang tampan ini tidak lain adalah Pan Yue.
"Ā niáng... Aku membawakan buah-buahan untukmu. Ā niáng harus memakannya,"
Xiao Lu tersenyum dan menerima sekeranjang buah berisi jeruk manis dari tangan kecil putra sambungnya. "Pangeran kecilku memang sangat baik~ Ibu pasti akan memakannya. Terima kasih~"
Pan Yue tersenyum dan memeluk Xiao Lu. Dia berujar lembut, "Ā niáng harus menjaga diri baik-baik. Jangan khawatirkan yang lainnya, aku akan membantu Ayah Kaisar menjaga semua orang,"
"Waah... Pangeran kecilku memang pengertian. Ibu mengandalkanmu~"
"Anak yang baik..." Xiao WeiWei mengusap pelan kepala Pan Yue dan tersenyum. Walau dalam situasi yang masih dalam nuansa tegang setelah semua yang terjadi---anak laki-laki ini sama sekali tidak merasa takut.
"Cucuku ini sangat pemberani..." Xiao WeiWei memberikan sebuah bungkusan kecil pada anak laki-laki di depannya. Dia pun berkata, "Ini manisan gula untukmu. Bawa dan makan saat kau membantu Ayah Kaisarmu, hm?"
"Terima kasih, Nenek~" Pan Yue tersenyum. Dia menyatukan tangan dan memberi hormat sebelum berjalan pergi. Li Qian Xie dan para wanita yang bersamanya nampak tersenyum melihat betapa sopannya anak laki-laki itu.
Xiao WeiWei menarik napas dan berkata, "Dia sangat manis dengan tingkahnya yang sangat sopan. Senyumannya indah sekali,"
Xiao Lu tersenyum dan mengangguk pelan. Dia berujar, "Ibu benar. Selama ini saat aku melihat senyumannya... Kelelahanku seakan berkurang banyak. Dia membuatku tenang,"
"Dia memang memberi warna yang lebih ceria di istana ini," Li Qian Xie menambahkan. Dia pun mengambil salah satu buah jeruk yang dibawa Pan Yue dan mengupaskannya untuk Xiao Lu.
Xiao WeiWei kembali menatap Xiao Lu dan lantas mengarahkan pandangan pada kaki putrinya ini. Dia pun buka suara, "Lihat dirimu. Kakimu terlihat begitu bengkak. Harusnya kau tidak masuk dalam pertarungan yang sangat berbahaya itu, apalagi dalam kondisi hamil besar seperti ini."
"Biarkan Ibu memijatmu, ini bisa efektif untuk mengurangi bengkaknya.."
"Tapi Ibu--"
"Tidak apa-apa," Xiao WeiWei tersenyum dan kemudian berkata, "Kau juga harus rutin merendam kakimu dalam air hangat. Dan karena Ibu tahu kau suka berjalan-jalan, maka tolong kurangi kegiatanmu itu. Berjalan-jalan juga bagus dalam keadaan sepertimu, tapi usahakan agar tidak berlebihan."
"Ibu tenang saja," Li Qian Xie buka suara. Dia tersenyum dan berkata, "Aku akan menjaga Kakak Lu Yang Cantik. Sama seperti caranya menjagaku,"
"Baiklah..." Xiao WeiWei tersenyum dan mengusap pelan kepala Li Qian Xie. Dia berkata, "Akur-akurlah dengan Xiao Lu. Kalian harus saling membantu, hm?"
Li Qian Xie mengangguk senang. Xiao WeiWei bukanlah ibu kandungnya, tetapi dia sudah menganggap wanita ini sebagai ibunya sendiri. Dia menyukai kedua orang ini, dirinya selalu diperlakukan dengan baik.
Selain keadaan yang terlihat cukup tenang di Istana Kaisar Matahari Tengah, kondisi pun juga sama tenangnya dengan yang ada di Kota Embun Bunga dan Sekte Tengkorak Darah sekarang.
Semua itu bisa terjadi sebab tidak banyak korban jiwa yang berjatuhan. Kali ini, setiap tempat seakan sudah memperkirakan bahwa mereka akan terlibat pertarungan dan itu tidak jauh dari tindakan Xiao Shuxiang.
Benar, Xiao Shuxiang membagi kelompok para saudara seperguruannya dan menyebarkan mereka ke tempat-tempat yang dicurigai akan ditargetkan musuh. Tentu saja, ada juga orang-orang yang telah mempersiapkan diri sebelumnya, bahkan jauh sebelum para murid Sekte Kupu-Kupu datang.
Orang-orang ini adalah mereka yang tahu benar risiko dari menjalin hubungan dengan sosok seperti Xiao Shuxiang. Siapa pun itu pasti mengetahui bahwa dia mempunyai musuh yang tidak tanggung-tanggung.
Tianqi Mao, Shuai Niao, Lai Kuan Ye, termasuk Dai Chen mengetahui identitas dari Xiao Shuxiang yang merupakan sosok Sang Bintang Penghancur. Gelar ini sudah bisa memberikan gambaran tentang apa yang sudah dia perbuat di masa lalu dan bagaimana pendapat orang lain tentangnya.
Gelar sebagai Sang Bintang Penghancur pun memberikan gambaran mengenai betapa banyak orang yang takut sekaligus dendam padanya. Tidak menutup kemungkinan ada di antara musuh dari masa lalu yang sekarang ini menargetkan Xiao Shuxiang. Wu Ji Zhen dari Sekte Kabut Berdarah adalah salah satu contoh nyatanya.
Karena itulah baik Tianqi Mao dan yang lainnya sudah membuat beberapa persiapan. Mereka tentu saja lebih memprioritaskan keselamatan warga awam dan karena kebijaksanaan dari masing-masing pemilik wilayah---tidak banyak korban yang berjatuhan.
*
__ADS_1
*
Tiga minggu perbaikan dan kini Xiao Shuxiang bisa menghirup udara segar sambil berjalan santai seperti ini. Dia tidak lagi memiliki tugas mengobati orang-orang karena sekarang Tetua Tiga yang melakukannya.
Alkemis Zhou Yan pulang di pertengahan minggu kedua dan Tetua Tiga dari Sekte Pedang Langit itu sangat terkejut. Zhou Yan tidak pernah menyangka bahwa ketika dia pulang dari Alam Kultivasi Atas---kondisi di tempat tinggalnya seperti habis dilanda bencana.
Ada banyak pertanyaan dan karena itulah sosok yang pertama kali teringat di pikirannya adalah Xiao Shuxiang. Zhou Yan tanpa menunggu waktu langsung pergi ke Kota Awan Dingin dan tentu saja kembali terkejut dengan apa yang terjadi.
Kota Awan Dingin tidak jauh berbeda dari tempat tinggalnya. Dia pun menemui Xiao Shuxiang dan pemuda menawan itu tanpa ragu menceritakan semuanya dan sebagai ganti atas informasi tersebut---Zhou Yan terpaksa harus turun tangan mengobati orang-orang yang terluka.
Xiao Shuxiang tentu saja langsung pergi tanpa menghiraukan siapa pun karena bisa jadi Zhou Yan berubah pikiran. Sekarang dia benar-benar bisa menghirup udara segar tanpa adanya aroma herbal.
"................."
Saat ini Xiao Shuxiang sedang berjalan bersama teman baiknya, siapa lagi jika bukan Lan Guan Zhi. Langit di sore hari terlihat begitu indah dan menenangkan. Apalagi angin yang berhembus pelan sungguh telah membawa kesejukan.
"Kau harusnya bersama Alkemis Zhou Yan," Lan Guan Zhi buka suara. Dia berujar tanpa nada, "Kau bisa belajar sesuatu darinya."
"Maksudmu belajar meracik pil abadi yang entah apa itu?" Xiao Shuxiang menyilangkan tangan dan berkata, "Tetua Tiga sama sekali tidak mengizinkanku mendekat apalagi melihatnya meracik. Dia membedakanku dengan Feng Ying,"
Xiao Shuxiang menggelembungkan pipinya, "Kau tahu? Tetua Tiga meminta Feng Ying untuk membantunya meracik, sementara aku disuruh menyingkir. Sangat pilih kasih,"
"Alkemis Zhou tidak akan melakukan itu. Kau pasti yang membuat kesalahan,"
"Astaga... Kau membelanya?" Xiao Shuxiang menggeleng pelan. "Harusnya kau lebih membela aku yang merupakan teman baikmu, A-Yuan. Kau menyebalkan..! Aku tidak mau bicara denganmu lagi, hmph!"
Lan Guan Zhi memperhatikan tingkah teman baiknya dan menarik napas pelan. Dia pun mengikuti langkah Xiao Shuxiang dan sama sekali tidak bicara.
Anehnya, tidak butuh waktu lama sampai teman baiknya ini kembali buka suara. Padahal sebelumnya Xiao Shuxiang sendiri yang mengatakan tidak ingin bicara lagi dengannya. Tingkah subjek ini memang sulit sekali diterka.
"Gara-gara Wang Zhao, kerusakan terjadi di mana-mana. Aiya.. Dia bahkan bisa melakukan banyak keributan di Alam Kultivasi Atas," Xiao Shuxiang berdecak dan berkata. "Jika saja aku tahu dia akan menjadi seperti ini, maka saat pertama kali bertemu dengannya---aku akan langsung mematahkan lehernya."
"Mn, tapi sekarang semua sudah berlalu." Lan Guan Zhi berujar tenang, "Kau pun telah bekerja keras."
"Kau benar," Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan berkata, "Meskipun fisikku baik-baik saja. Tapi mentalku ini tidak terbuat dari baja, aku merasa sangat lelah..."
Lan Guan Zhi baru akan bicara ketika sebuah seruan terdengar. Dia pun melihat bahwa yang menyerukan namanya dan Xiao Shuxiang tidak lain adalah Yi Wen, Bocah Pengemis Gila, dan beberapa orang kultivator.
"Saudara Xiao..! Cepat kemari..!"
"Lan'Er Gege, ayo kemari..!"
"Waah..." Xiao Shuxiang menyaksikan di sebuah bangku bambu yang panjang dan cukup lebar---ada Yi Wen, Bocah Pengemis Gila, Lan Xiao, Mo Huai, Xiao Qing Yang, termasuk Kucing Putihnya.
Ada juga Hu Li, Siu Yixin, Nie Shang, serta Zhi Shu dan empat orang murid Sekte Kupu-Kupu. Bahkan tiga murid dari Sekte Pedang Langit pun ikut bergabung. Semua berkumpul bersama seperti ini dan terlihat sedang menikmati buah semangka. Xiao Shuxiang bahkan tidak tahu lagi harus berekspresi seperti apa melihat betapa heboh teman-temannya hanya karena buah-buahan yang entah di dapat dari mana itu.
"Bukankah kebun buah Sekte Kupu-Kupu sudah hancur. Bagaimana mereka... Aiya.." Xiao Shuxiang menggeleng pelan. Dia pun berjalan mendekat bersama teman baiknya.
Lan Guan Zhi juga tidak tahu harus bicara apa sekarang. Bocah Pengemis Gila dan yang lainnya seakan sedang bersenang-senang, padahal masih banyak tempat yang butuh bantuan dalam masalah perbaikan.
Lan Guan Zhi mengikuti Xiao Shuxiang ketika sesuatu membuatnya berhenti melangkah. Dia menatap teman-temannya dan tidak butuh waktu lama sampai matanya berubah menjadi mata Cermin Bintang.
"Orang itu..."
Xiao Shuxiang mendengar gumaman Lan Guan Zhi dan menoleh. Dia mengerutkan keningnya dan bertanya, "A-Yuan? Ada apa denganmu?"
"................" warna mata Lan Guan Zhi kembali normal, tetapi tatapannya masih sangat tajam dan ada perasaan familiar yang terasa tidak nyaman.
"A-Yuan?" Xiao Shuxiang keheranan. Dia baru akan mengulurkan tangan dan menepuk bahu Lan Guan Zhi ketika tangannya tiba-tiba diraih.
!!
__ADS_1
******