KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
159 - Ancaman


__ADS_3

Aaaah!


Yi Shisi merasa sangat buruk dan berusaha memberontak, dia meneriaki Xiao Shuxiang. "Dasar pemuda mesum! Apa yang kau lakukan?!"


Yi Shisi begitu panik, dia terduduk di tanah dan menatap Chen Duan Shan untuk meminta pertolongan pria tua itu. "Tetua..! Hentikan dia dan tolong aku----aaaaah!"


"Berhentilah mendesah. Aku tidak sedang memperkosamu,"


"Sialan! Kau pemuda brengsek! Berani sekali kau melecehkanku..!"


"Jangan banyak bergerak atau tubuhmu tidak akan tertutupi selembar kain pun," Xiao Shuxiang mengancam.


Teman baik Lan Guan Zhi itu memang sangat berani karena menyentuh tubuh Yu Shisi. Dia meraba-raba tubuh gadis tersebut, termasuk menurunkan pakaian Yi Shisi untuk mencari sesuatu yang bisa membuktikan identitas gadis itu.


"Nak---"


"Tetua Chen, jangan khawatir. Pasti ada sesuatu yang dapat kugunakan untuk membuktikan ucapan Liu Wei Lin," Xiao Shuxiang menyela ucapan Tetua Chen Duan Shan dan begitu fokus dengan Yi Shisi.


"Ya ampun, Tuan Muda Xiao..!" seorang peserta konferensi tidak bisa menerima tindakan Xiao Shuxiang. Dia baru akan menghentikan pemuda itu saat kulit punggung Yi Shisi terlihat.


!!!


Seketika itu juga, para peserta konferensi mengalihkan pandangan ke arah lain dan tidak sedikit dari mereka yang menutup mata. Para peserta konferensi merutuki Xiao Shuxiang yang sangat tidak sopan dan begitu tak tahu malu.


"Tetua, lihat ini." Xiao Shuxiang mendapat buktinya. Dia menoleh dan berkedip saat Tetua Chen Duan Shan justru menatap ke arah lain. Yi Shisi sendiri kaget karena pemberontakannya sama sekali tidak mampu menghentikan Xiao Shuxiang.


Lan Guan Zhi dan Liu Wei Lin sendiri juga sebenarnya memalingkan wajah mereka. Berbeda dengan Tetua Huan Gui Fei yang berani menatap punggung Yi Shisi karena dia adalah wanita.


Dalam penglihatan Tetua Huan Gui Fei, dia melihat sebuah lukisan kalajengking merah di punggung Yi Shisi. Tidak hanya itu, lambang teratai yang seakan menjadi sarang bagi kalajengking tersebut telah membuka mata Tetua Huan Gui Fei lebar-lebar. Dia kini tahu siapa Yi Shisi yang sebenarnya.


"Sekte Lembah Iblis...." gumaman Tetua Huan Gui Fei didengar oleh Tetua Chen Duan Shan dan membuat pria tersebut langsung menoleh ke arah Yi Shisi.


Tetua Chen Duan Shan kaget. Dia tidak pernah menyangka bahwa muridnya sendiri adalah bagian dari Sekte Lembah Iblis. Tato di punggung Yi Shisi menjadi bukti yang sangat kuat.


"Tetua, ini tidak benar...!" Yi Shisi masih menyangkal, "Dia .... Dia yang sudah melakukan sesuatu padaku. Jika tidak, bagaimana dia tahu mengenai tato di punggungku?!"


"Hah," Xiao Shuxiang mendengus, dia menggeleng pelan dan nyaris tergelak tawa karena tidak percaya wajah gadis ini benar-benar setebal tembok.


"Luar biasa... Buktinya sudah ada dan kau masih menyangkalnya? Tsk, tsk, tsk. Kau ini perempuan paling menyebalkan yang pernah ada,"


"Tetua..." Yi Shisi terisak dan memasang tampang paling menyedihkan pada Tetua Chen Duan Shan. Dia sama sekali tidak mempedulikan ucapan Xiao Shuxiang.


"Rasa-rasanya kau ini tidak punya hati nurani sama sekali..." Xiao Shuxiang menyilangkan tangannya dan duduk bersila, tepat di samping Yi Shisi.


Xiao Shuxiang berkata, "Setiap perguruan itu mempunyai ciri khas-nya sendiri dan aku sangat tahu benar bagaimana sifat dari Aliran Hitam. Mereka orang-orang yang ekstrem. Mudah sekali menebak ciri khas mereka dan salah satunya adalah yang kau miliki di punggungmu itu,"


Yi Shisi tersentak dan menatap tajam ke arah Xiao Shuxiang, suaranya rendah. "Apa kau berasal dari Aliran Hitam?"

__ADS_1


"Hmph, kau kan sudah menebaknya? Dan bukankah sudah kukatakan bahwa aku adalah leluhurmu? Jadi kau berhentilah bersandiwara. Kau bisa menipu mereka, tapi kau tidak bisa menipu Yang Mulia Xiao Shuxiang ini."


Yi Shisi berdecak kesal, dia baru akan merutuki Xiao Shuxiang saat dirinya tiba-tiba tersentak. Tengkuknya dingin dan ketika mendongak----dia langsung diberi tatapan yang menusuk oleh Tetua Chen Duan Shan.


!!!


Yi Shisi tanpa sadar menahan napas. Dia pun mengedarkan pandangan ke sekitar dan melihat raut wajah dari para peserta konferensi. Mereka memberinya tatapan tak percaya dengan luapan kemarahan, namun ekspresi yang paling terlihat adalah rasa ketakutan.


Tentu saja. Entah di Alam Kultivasi Atas atau pun Alam Kultivasi Bawah, Sekte Lembah Iblis merupakan momok paling menakutkan di mata para kultivator. Tak terbayang betapa besar kekacauan yang bisa mereka timbulkan, bahkan hanya dengan mengutus satu orang anggota saja.


"Tetua Chen? Apa Tetua hanya akan diam dan menatapnya saja tanpa mengatakan apa pun?" Xiao Shuxiang bertanya, "Aku sudah membuktikan bahwa ucapanku dan Saudara Liu bukanlah kebohongan, wanita iblis inilah pelaku utama dari semua yang terjadi."


Xiao Shuxiang mengatur napasnya, dia mengambil posisi duduk ternyaman untuk mengumpulkan tenaga sekaligus menunggu regenerasi tubuhnya bekerja.


Jujur saja, Xiao Shuxiang sudah tiga kali menelan darahnya sendiri karena tidak ingin dianggap lemah. Apalagi, Lan Guan Zhi juga ada di sini dan Xiao Shuxiang tahu benar bagaimana sifat temannya itu. Lan Guan Zhi pasti akan sangat mengkhawatirkannya.


Liu Wei Lin melambaikan pelan kipasnya, dia pun mengangguk dan seakan setuju dengan ucapan Saudara Xiao-nya.


Tetua Chen Duan Shan menarik napas dan bersuara dingin sambil menatap Yi Shisi, "Dia tidak akan menjawab meski diberi pertanyaan. Dan lagi, aku sendiri tahu apa yang dia incar sebenarnya."


Tetua Han Gui Fei dan beberapa peserta konferensi tersentak ketika menyadari sesuatu. Mereka mengerti maksud dari ucapan Tetua Chen Duan Shan. Jelas sekali bahwa kehadiran Yi Shisi pasti berhubungan dengan Kitab Pembunuh Matahari. Itu memang adalah incaran dari Sekte Lembah Iblis.


Yi Shisi mendengus sebelum akhirnya tertawa, dia membuat Xiao Shuxiang yang duduk di sampingnya tersentak.


Yi Shisi menatap Chen Duan Shan, dia tersenyum. "Tetua memang benar. Aku tidak akan mengatakan apa pun yang ingin kalian ketahui. Tapi .... Mungkin aku bisa sedikit berbaik hati. Apa kau ingin tahu di mana murid tetua Murong Xun yang sebenarnya? Aku ini bukan Yi Shisi,"


"Gadis itu .... Aku membunuhnya," Yi Shisi tertawa kecil dan berkata, "Dia berharap Shizun-nya datang. Sayang sekali saat itu aku sangat tidak sabaran."


Ekspresi Yi Shisi berubah serius ketika berkata, "Aku menggantung muridmu dan mengulitinya hidup-hidup. Lalu kubuang dia ke sarang serigala liar, ha ha ha. Kau harusnya melihat bagaimana dia mati,"


Hati Fang Yimin memanas mendengar penuturan dari gadis ini, tangannya terlihat terkepal kuat. Tidak hanya Fang Yimin, tetapi juga para peserta konferensi yang lain.


"Ka-Kau sangat kejam!" seorang murid berseru dan menunjuk Yi Shisi, "Benar-benar monster!!"


"Tetua, iblis sepertinya layak untuk binasa! Dia .... Dia tidak bermoral..!"


Yi Shisi tertawa, "Kenapa kalian harus seheboh ini, hm? Bukankah wajahku sekarang terlihat seperti gadis yang sudah kubunuh? Aah, benar. Aku lupa mengatakan bahwa kulit Yi Shisi kini menjadi milikku,"


"Kau!" seorang murid menarik pedangnya dan bermaksud menerjang Yi Shisi. Tapi murid yang lain mencegahnya.


Yi Shisi sendiri hanya tersenyum melihat eskpresi para murid itu. Dia pun berkata, "Kalian bisa membunuhku, namun jangan harap kalian dapat keluar dari tempat ini. Jika aku mati, maka selamanya kalian akan terperangkap di Ngarai ini."


Tetua Huan Gui Fei dan Tetua Chen Duan Shan hanya bisa menarik napas serta berusaha untuk tidak terpengaruh pada provokasi gadis di hadapan mereka. Yi Shisi palsu ini .... Meski sudah tidak bisa lagi berbuat apa pun, tetap saja masih dapat memberi mereka ancaman.


"Tetua, bagaimana sekarang?!" seorang murid terlihat panik.


Murid lainnya berujar, "Kita paksa dia untuk membuka portalnya."

__ADS_1


"Tidak perlu," Yi Shisi tersenyum. "Aku akan dengan senang hati membukakan portal itu untuk kalian jika ikatan pada tanganku dilepas. Hm? Bagaimana?"


"Kau pikir mereka bodoh?" Xiao Shuxiang menyela, "Hanya orang tidak waras yang akan mempercayai ucapan penjahat bermuka tembok sepertimu."


"Tetua Chen," Lan Guan Zhi berujar. "Menara Komando,"


"Benar, kita akan ke sana." Tetua Chen Duan Shan mengangguk pelan. Jika Yi Shisi palsu ini tidak ingin bicara, maka mereka akan pergi ke menara komando karena hanya di tempat itu mereka memiliki cara untuk keluar dari Ngarai ini.


"Menara Komando?" Yi Shisi mendengus, "Kurasa kalian terlambat. Tempat itulah yang justru kukacaukan lebih dahulu, jadi satu-satunya orang yang bisa membawa kalian keluar dari sini adalah aku."


Xiao Shuxiang menarik napas, apalagi saat mendengar Yi Shisi tertawa. "Kau sungguh sudah menguji kesabaranku,"


Xiao Shuxiang berdiri dan baru saja akan memberi pelajaran pada gadis ini ketika Yi Shisi tiba-tiba membelalakkan mata sambil menengadah ke langit.


!!


Tetua Chen Duan Shan dan Tetua Huan Gui Fei terkejut, begitu pula dengan Fang Yimin. Ketiganya berseru dan menyuruh para peserta konferensi untuk mundur dan itu juga yang membuat Lan Guan Zhi bergerak cepat meraih tangan teman baiknya.


Di saat para kultivator itu melompat mundur----secara bersamaan tubuh Yi Shisi meledak dan dengan suara yang keras. Ada tiga orang murid yang terluka karena terkena ledakan tersebut. Namun untungnya mereka tidak sampai kehilangan nyawa.


Liu Wei Lin sendiri teramat terkejut. Tidak disangka Yi Shisi berani melakukan tindakan 'Peledakan Diri' semacam ini bahkan di waktu yang tidak terduga.


Liu Wei Lin menutup kipasnya, "Hampir saja kita semua tewas karena tindakan gadis itu. Dia benar-benar keterlaluan,"


Beberapa kultivator sampai terjatuh. Mereka bereskpresi pucat sambil menyentuh dadanya. Jelas sekali bahwa mereka pun terkejut dengan kejadian ini.


Di sisi lain, Lan Guan Zhi mengatur napas sebelum menoleh ke arah teman baiknya. "Kau baik-baik saja?"


Xiao Shuxiang mengangguk pelan, "Aku hanya kaget. Kau sendiri bagaimana?"


"Mn, tidak masalah."


Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan mengusap-usap dadanya, "Syukurlah kau menarikku tepat waktu, Lan'Er. Yang tadi itu berbahaya sekali,"


Xiao Shuxiang melihat bekas ledakan dari tubuh Yi Shisi. Ada sebuah potongan kain dengan abu hitam. Dia mendengar para peserta konferensi mengumpat. Mereka tentu saja marah karena Yi Shisi berani melakukan tindakan senekat itu.


Xiao Shuxiang menyipitkan matanya dan berjalan ke arah di mana abu Yi Shisi berada. Dia tanpa ragu mengambil enam lembar kertas yang sama sekali tidak hancur terkena ledakan.


Xiao Shuxiang berkedip ketika melihat ranting kayu yang panjangnya seperti jari telunjuk orang dewasa. Salah satu ujung ranting itu berbentuk runcing dengan bekas darah. Ini mengingatkannya pada raut wajah Yi Shisi sebelum tubuh gadis tersebut meledak.


Xiao Shuxiang ingat dengan jelas, Yi Shisi sebenarnya terkejut juga waktu itu. Gadis tersebut tidak mungkin meledakkan diri begitu saja, apalagi mereka sama sekali tidak memojokkannya.


"Tidak ada alasan baginya untuk melakukan tindakan yang membunuh diri sendiri. Jika dia ingin pun, harusnya itu sudah dilakukan sejak awal. Itu berarti .... Seseorang telah melesatkan serangan secara sembunyi-sembunyi dan membunuhnya,"


!!?


******

__ADS_1


__ADS_2