![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Yi Wen terlihat menapak di belakang sebuah bangunan kedai yang ada di Kota Awan Dingin. Dia mengambil jubah berwarna hitam yang ada di sebuah dahan pohon, kemungkinan besar sudah dia siapkan sebelumnya.
"Saudara Xiao, pakai ini lebih dahulu. Kau harus menutupi wajahmu,"
Xiao Shuxiang mengerutkan kening saat Yi Wen membantunya memakai jubah bertudung tersebut. Dia berkata, "Kau benar-benar membuatku penasaran. Wajahmu begitu tegang, sebenarnya ada apa?"
"Kau akan tahu nanti," Yi Wen juga ikut memakai jubah yang sama dan kemudian mengajak Xiao Shuxiang untuk mengikutinya.
Bangunan yang didatangi oleh Xiao Shuxiang dan Yi Wen merupakan kedai terbesar yang merupakan milik paman dari Jing Mi. Di dalam kedai tersebut, terlihat banyak orang yang sedang menikmati makanan dan sama sekali tidak ada hal yang aneh.
Xiao Shuxiang benar-benar tidak tahu apa maksud Yi Wen membawanya kemari. Dia pun hanya mengikuti gadis tersebut ke lantai dua dan masuk ke salah satu ruangan yang ada.
Xiao Shuxiang tersentak melihat bahwa di dalam ruangan ini sudah ada tiga orang pria yang salah satunya dia kenali. Pria tersebut tidak lain adalah paman dari Jing Mi, Jing Bai.
Yi Wen berjalan menghampiri pria itu sambil berkata, "Paman Bai. Aku membawa Saudara Xiao,"
"Nak, cepat kemari." Jing Bai tidak menyapa Xiao Shuxiang lebih dahulu, situasi sekarang tidak memungkinkan untuk melakukannya.
Xiao Shuxiang mendekat. Jing Bai dan kedua pria yang merupakan pelayan kedai ini nampak mengerumuni sesuatu dan dirinya terkejut saat tahu apa yang sedang mereka perhatikan.
!!!
Di atas meja ada sebuah keranjang yang di dalamnya terdapat gumpalan daging yang diselimuti kain layaknya seorang bayi. Xiao Shuxiang jelas saja terkejut, dia langsung menatap ke arah Jing Bai.
Paman dari Jing Mi itu berkata, "Salah satu pelayan kedaiku menemukannya tadi pagi di bibir pintu. Seorang wanita yang bersimbah darah membawanya. Ya-yang menakutkan, katanya wanita itu menyebutkan namamu dan kata seperti, 'kembali' berulang kali."
"Di mana wanita itu sekarang?" Xiao Shuxiang bertanya dan salah satu pria yang bersama Jing Bai dengan suara gemetar menjawab.
"Wa-wanita itu menghilang. Ke-kejadiannya pukul empat pagi tadi. Suasana masih agak gelap dan sunyi. Aku benar-benar sangat takut,"
"Saudara Xiao," Yi Wen merasa sangat tegang. Ekspresi pucat nampak di wajahnya, apalagi dia terkejut saat Xiao Shuxiang tiba-tiba mengulurkan tangan dan memeriksa sosok pada keranjang itu.
"Siapa yang meletakkannya di sini?" Xiao Shuxiang bertanya kembali, suaranya tanpa nada.
"A-aku. Itu pun aku sangat takut. Tidak mungkin i-ini diletakkan di meja yang ada di lantai bawah. Ja-jadi kubawa kemari,"
Xiao Shuxiang menyentuh gumpalan daging yang ternyata berdetak tersebut. Tiba-tiba saja rasa terkejut langsung menyerangnya dan dia pun dengan keras meremas gumpalan daging itu hingga terdengar bunyi jeritan bagai bayi yang menangis.
Yi Wen, Jing Bai dan kedua pelayan yang ada di ruangan tersebut terlonjak kaget. Bahkan rasanya jantung mereka seketika berdetak begitu cepat. Jeritan tersebut kemudian berhenti, seakan menandakan bahwa Xiao Shuxiang sudah menghabisinya.
"Sa-Saudara Xiao..." Yi Wen tidak sanggup untuk berkata-kata.
Tangan Xiao Shuxiang diselimuti oleh api biru, dia membakar keranjang berisi gumpalan daging di atas meja itu dan kemudian berjalan pergi. Xiao Shuxiang berkata, "Paman tidak perlu cemas. Aku sudah tahu siapa pelakunya,"
Yi Wen tersentak dan segera menyusul Xiao Shuxiang yang pergi meninggalkan ruangan. Dia bertanya, "Saudara Xiao. Aku-"
"Yi Wen, kau harusnya langsung menghabisi makhluk tadi saat melihatnya. Untunglah Paman Bai dan orang-orang di kedai ini tidak dalam bahaya,"
Yi Wen kaget, "Aku tidak tahu bahwa makhluk tadi bisa melakukan hal yang seperti itu. Paman Bai berkata bahwa orang yang membawanya menyebut namamu, jadi kupikir untuk membawamu lebih dahulu dan melihatnya,"
Yi Wen terus mengikuti Xiao Shuxiang yang kini sudah berada di luar bangunan kedai. Dia pun berkata, "Sebenarnya aku mencurigai Qian Kun adalah dalang dari semua ini. Saudara Xiao, bagaimana pendapatmu?"
"Dia yang akan mengatakannya,"
__ADS_1
!!
Yi Wen tersentak mendengar ucapan Xiao Shuxiang. Dia berkedip saat pemuda ini tiba-tiba berhenti berjalan dan baru saja akan bicara saat seorang pria dengan sengaja menubruk Xiao Shuxiang.
Mata Yi Wen terbelalak menyaksikan pria yang hanya memakai pakaian biasa itu nampak menengadah dan menatap Xiao Shuxiang. Dia menyeringai lebar hingga pipinya nampak robek. Menakutkannya, warna mata sosok ini terlihat putih sepenuhnya.
Xiao Shuxiang tidak bergeming. Dia melihat pria di hadapannya mengulurkan tangan dan mulai mencakar leher sendiri hingga berdarah. Kejadian yang menakutkan tersebut membuat orang-orang yang ada di sekitar menjadi terkejut. Yi Wen merasa bahwa mereka langsung menjadi pusat perhatian.
Cakaran pria itu pada dirinya sendiri semakin menjadi. Dia seakan tidak merasakan sakit meski kini menarik keluar urat pada lehernya. Xiao Shuxiang dan Yi Wen spontan mundur, apalagi saat tiba-tiba pria itu berteriak dan merobek pakaiannya.
!!!
Xiao Shuxiang dan Yi Wen melihat di dada pria itu terdapat ukiran 'aku sudah kembali'. Ukiran tersebut jelas terbuat dari sayatan belati pada kulit dan yang mengejutkannya adalah bahwa sayatan tersebut nampak sangat dalam.
"A-apa yang terjadi dengannya?!" seorang warga terkejut. Dia menyaksikan bagaimana pria di hadapannya mencakar-cakar tubuhnya sendiri hingga darah segar mengucur keluar.
"Hentikan dia, ayo hentikan dia!"
Ada orang yang berteriak dan meminta bantuan untuk menghentikan apa pun yang dilakukan oleh pria itu, tetapi tidak ada yang berani mendekat.
Mereka takut, apalagi setelah melihat warna mata pria itu yang tidak mempunyai pupil. Jelas sekali bahwa sosok tersebut sedang dalam pengaruh yang entah racun atau apa.
Xiao Shuxiang dan Yi Wen sendiri hanya berdiri, menyaksikan ketika pria di hadapan mereka semakin menyiksa diri sendiri. Keringat dingin terbentuk di dahi Xiao Shuxiang saat melihat bagaimana pria ini menarik organ dalamnya sendiri dengan tetap menyeringai.
Yi Wen berekspresi semakin pucat, dia bahkan menutup mulutnya. Suara riuh di sekitarnya makin menjadi, apalagi ada beberapa wanita yang menjerit dan sampai jatuh pingsan.
!!!
"Kau suka? Kau menyukainya? Coba hentikan aku dengan Kitab Kehancuran yang kau miliki, Xiao.... Shuxiang?" pria itu menarik keluar jantungnya sendiri dan langsung terjatuh ke tanah. Apa yang terjadi membuat suara riuh semakin menjadi dan jeritan dari wanita serta tangisan anak-anak di sekitar tempat itu kian bertambah.
Yi Wen tidak tahu entah sejak kapan dia menahan napasnya. Dirinya baru akan buka suara saat melihat tangan Saudara Xiao-nya yang terkepal kuat dan nampak gemetar. Firasatnya memburuk karena hal ini.
Mengetahui ada perubahan pada Xiao Shuxiang membuat Yi Wen langsung menarik tangan pemuda itu dan membawanya melesat bersama. Tindakannya ini justru mengejutkan orang-orang di sekitar dan tidak sedikit yang justru berteriak mencurigai mereka. Untunglah, keduanya memakai jubah dengan tudung di kepala.
Yi Wen dan Xiao Shuxiang menapak di tanah, mereka kini berada di dalam hutan terdekat. Yi Wen melihat Saudara Xiao-nya nampak memukul sebuah batang pohon dan dengan napas yang terengah-engah.
"Sa-Saudara Xiao..."
Xiao Shuxiang membuka tudung di kepalanya dan menggeleng pelan. Jantungnya berdebar sangat kencang, nyaris tidak terkendali. Bukan karena takut, tetapi karena dia melihat dengan jelas pemandangan yang sudah lama tidak dia saksikan.
Di mata Xiao Shuxiang, pemandangan saat pria tadi melukai diri sendiri dan bahkan menarik organ dalamnya bukan hal yang menakutkan. Itu adalah sesuatu yang luar biasa meningkatkan adrenalin hingga membuatnya bersemangat.
Hanya saja, karena perasaan seperti itulah yang membuat Xiao Shuxiang kesal hingga napasnya menjadi tidak beraturan. Dia kesal pada dirinya sendiri karena masih bisa bersemangat menyaksikan hal seperti tadi.
Xiao Shuxiang mencengkeram kuat batang pohon di sampingnya dan bahkan membuat jarinya terluka. Giginya bergeretak dan urat menegang di dahinya.
Dia pikir, dirinya sudah tidak merasakan hal semacam ini lagi. Bahwa dia benar-benar tidak akan terpengaruh dengan sesuatu yang berbau darah, apalagi hal menjijikkan seperti melihat organ tubuh manusia. Dia pikir, dirinya sudah merubah kebiasaan buruknya dan membentuk sosok yang baru. Tetapi ternyata...
"Sialan," Xiao Shuxiang kembali memukul batang pohon di sampingnya dan membuat Yi Wen merasa tidak enak.
"Sa-Saudara Xiao..."
"Dia memberitahuku, Yi Wen." Xiao Shuxiang buka suara, "Orang itu bermaksud memberi tahu bahwa meski sekeras apa pun aku berusaha... Tetap tidak bisa membunuh hasrat akan darah ini."
__ADS_1
Xiao Shuxiang, "Dia sudah kembali dan itu berarti keselamatan banyak orang berada dalam bahaya. Dia bisa melakukan apa pun... Bahkan termasuk membuat dunia kacau kembali,"
Yi Wen menggigit bibir bawahnya dan seketika menerjang Xiao Shuxiang. Dia memeluk tubuh Saudara Xiao-nya dari belakang dan kemudian menangis. Rasanya seakan dia sudah lama menyimpan hal ini.
"Sa-Saudara Xiao... Ma-maafkan aku. Aku salah, aku benar-benar salah. Aku minta maaf, ta-tapi aku bersungguh-sungguh. Aku tidak bermaksud mengkhianatimu,"
Yi Wen terisak dan kemudian berkata, "A-aku sangat menyukaimu. Aku sama sekali tidak ingin menyakitimu. Kau pasti tahu aku tidak berbohong, kau tahu aku sangat percaya padamu. Tapi aku tetap ingin mengatakannya, Saudara Xiao..."
Yi Wen memegang lengan Xiao Shuxiang dan kemudian membalik tubuh pemuda itu. Dia masih menangis saat berkata, "Aku sama sekali tidak mengkhianatimu."
"Saudara Xiao, saat itu... Aku tahu Qian Kun adalah musuhmu yang paling kuat. Kau tidak bisa melawannya dan aku tahu dia pasti akan memanfaatkan orang lain untuk menyakitimu." Yi Wen terisak saat berkata, "Aku memutuskan bekerja sama dengannya agar dia tidak lagi mencari orang yang lebih kuat untuk menghadapimu. Karena jika itu aku... Kau sudah tahu seperti apa aku dan pasti bisa membunuhku. Aku tidak peduli dengan nyawaku sendiri... Karena itulah.. Aku sungguh bukan pengkhianat,"
Xiao Shuxiang tersentak saat Yi Wen memeluknya dan menangis. Dia memang tahu, karena itulah saat kebenaran akan gadis ini terungkap saat itu... Dia memberikan hukuman yang paling ringan menurutnya. Dia bahkan membiarkan Bocah Pengemis Gila menjadi penanggung jawab atas gadis ini.
"Saudara Xiao, aku sangat menyukaimu. Aku benar-benar menyukaimu. Aku bersikap seolah aku ingin membunuhmu agar tidak seorang pun tahu bahwa aku sangat menyukaimu. Kau benar-benar segalanya bagiku,"
Yi Wen terus menangis sambil memeluk Xiao Shuxiang. Pemuda itu pun mengulurkan tangan dan mengusap pelan kepala Yi Wen.
Xiao Shuxiang memegang kedua lengan Yi Wen dan saat gadis ini menengadah, dia pun mengulurkan tangan dan mengusap air mata yang membasahi pipi gadis cantik ini.
Sekarang perasaan Xiao Shuxiang sudah kembali tenang entah kapan. Dia bahkan tersenyum tipis dan lalu berkata, "Kau ini terlihat jelek saat menangis."
Xiao Shuxiang berujar, "Andai saja... Kita bukan saudara seperguruan. Aku pasti sudah jatuh hati sebanyak lima kali .... Padamu,"
"Saudara Xiao ..." Yi Wen kembali menangis keras dan memeluk Xiao Shuxiang.
Dia tidak seperti Yi Wen yang biasanya. Seolah sifatnya yang selama ini nakal, menyebalkan, dan bahkan disebut gadis tidak tahu diri serta paling terburuk adalah kamuflase. Saat ini dia jelas terlihat seperti seorang gadis yang juga bisa menangis.
Yi Wen masih terisak. Dia menengadah dan mengulurkan tangan dan menatap Xiao Shuxiang. Dia berkata, "Aku... Memang tidak peduli dengan tempat kelahiranku, ataupun membantu tempat itu. Aku tidak peduli pada mereka dan bahkan di sini pun aku tidak peduli pada ucapan orang lain. Bagiku... Aku hanya ingin Saudara Xiao,"
"Yi Wen..."
"Aku benar-benar minta maaf karena aku pernah menyakitimu. Tolong, Saudara Xiao jangan pernah benci padaku.." Yi Wen menggeleng dan berkata, "Sejujurnya aku takut. Aku berharap bahwa apa yang kulihat di tempat Paman Bai tadi bukanlah ulah orang itu. Aku tidak mau lagi jika orang itu datang dan menyakiti Saudara Xiao lagi. Aku tidak ingin melihatmu terluka lagi,"
"Yi Wen-"
"Saudara Xiao, ayo kita pergi saja." Yi Wen menyela, dia menatap Xiao Shuxiang dan berkata. "Qian Kun tidak akan bergerak sendiri. Dia licik dan penuh tipu muslihat. Terakhir kali.. Dia menggunakan kebencian orang-orang untuk melawanmu. Identitasmu saat ini... Tidak banyak orang yang tahu. Aku sangat takut jika dia menggunakan itu untuk mempengaruhi mereka... Kau akan terluka lagi."
"Saudara Xiao, ayo pergi. Kita bisa hidup sebagai saudara selamanya. Kita jangan menetap di sini. Aku yakin ada tempat yang lebih baik... Tempat di mana orang jahat seperti Qian Kun atau siapa pun tidak akan menyakitimu. Pergilah bersamaku..."
"Yi Wen, melarikan diri bisa dilakukan tapi sampai kapan?" Xiao Shuxiang mengusap air yang menuruni pipi gadis di hadapannya. Dia berkata, "Kau jangan khawatir. Sejauh ini... Aku bisa menghadapi semuanya. Sekarang pun juga pasti bisa. Lagipula aku... Tidak sendirian,"
"Saudara Xiao..."
"Dan jika dia menggunakan orang-orang lagi seperti terakhir kali untuk melawanku. Aku masih mempunyai teman sepertimu yang akan selalu ada di sampingku. Aku tidak akan takut menghadapi apa pun..." Xiao Shuxiang menarik napas dan kemudian berkata, "Jadi sekarang berhenti menangis. Bersihkan air di hidungmu, kau benar-benar jelek tahu."
Yi Wen mengusap air yang membasahi pipinya. Dia bahkan diberikan sapu tangan oleh Xiao Shuxiang. Matanya terlihat sembab dan sesekali terdengar suara isakan. Di depan orang lain, dia tentu tidak akan seperti ini. Namun jika itu Saudara Xiao-nya... Dia sama sekali tidak perlu menyembunyikan apa pun.
"Saudara Xiao," suara Yi Wen terdengar sedikit serak karena dia sebelumnya menangis. Gadis bertubuh bagus itu bertanya, "Sekarang apa rencanamu? Kita ha-harus melakukan sesuatu untuk melawan orang itu,"
"................"
******
__ADS_1