KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
273 - Sekte Serigala Iblis


__ADS_3

PERINGATAN


Episode mengandung adegan kekerasan, darah dan moralitas yang dipertanyakan. Penulis sebisa mungkin tidak mendeskripsikannya terlalu jauh. Harap bijaklah dalam membaca.^^


*


*


*


Ling Qing Zhu menatap ketiga pemuda ini. Mereka mempunyai tatapan yang menakutkan dan entah bagaimana perasaannya menjadi sangat tidak enak.


"Kenapa aku ada di sini?" Xiao Shuxiang mengusap matanya. Dia tersentak saat tangan mungilnya ditarik, namun dia tidak memberontak.


"Sangat lama menunggumu bangun. Ayo,"


"Kakak seperguruan, tapi aku mau dibawa ke mana?"


"Apa kau tidak sadar sudah melanggar aturan lagi?"


Xiao Shuxiang kecil yang mendengarnya pun nampak terkejut. Dia mengigit bibir bawahnya dan dengan suara yang sedikit gemetar berkata, "Kenapa aku tidak boleh turun gunung? Kalian bisa, kenapa aku tidak?"


"Jika kau sudah setinggi aku, maka tidak ada yang akan melarangmu."


"Jangan menangis! Kau tahu benar hukumanmu akan bertambah jika kau menangis,"


Ling Qing Zhu menegang, dia benar-benar ingin memukul para pemuda ini. Mereka begitu berani pada Wali Pelindungnya dan apa yang salah dari menangis? Xiao Shuxiang masih kecil dan wajar untuk hal itu.


Jika saja bisa mengutuk, dia sungguh akan mengutuk siapa pun yang sudah melukai Wali Pelindungnya. Ling Qing Zhu bernapas pelan, berusaha untuk tetap bertahan menyaksikan hal ini.


Hanya saja, apa yang terlihat berikutnya merupakan sesuatu yang benar-benar tidak pernah ada dalam bayangan Ling Qing Zhu.


Di hadapannya merupakan sebuah pagar kayu yang tinggi dan kokoh. Namun bukan itu yang membuat tatapan mata Ling Qing Zhu mengandung keterkejutan yang tidak biasa, melainkan apa yang ada pada dinding pagar itu.


"Kau melihatnya?" salah seorang pemuda bertanya kepada anak laki-laki yang nampak sangat terkejut.


Anak kecil itu sampai tidak bisa merasakan detakan jantungnya. Pemandangan di hadapannya sangatlah mengerikan. Dia bahkan takut hanya untuk menarik napas.


Ada banyak tangan manusia yang terpaku di dinding kayu tepat di hadapannya. Terlihat juga ada lidah dan kepala manusia dengan ekspresi yang seakan-akan memberi isyarat bahwa mereka tewas dalam keadaan yang luar biasa menyakitkan.


Seorang pemuda menepuk kepala Xiao Shuxiang kecil dan bersuara dingin, "Apa yang kau lihat ini adalah tangan-tangan yang sudah berani melemparimu dan lidah orang-orang yang berani menghinamu,"


"Lihatlah, Xiang'Er. Bahkan kakak seperguruanmu ini memaku kepala mereka yang hanya berdiri diam dan melihatmu dipermalukan."


"Apa sekarang kau puas?" seorang pemuda berkata, "Murid Sekte Serigala Iblis tidak pernah menerima penghinaan. Jika ada satu jari yang menunjuk ke wajahmu, maka kau harus mematahkan kesepuluh jarinya. Kita mempunyai prinsip yaitu 'membayar lebih dari yang seharusnya'."


Xiao Shuxiang mendengarnya, tetapi dia tidak mengerti. Dadanya sesak melihat pemandangan mengerikan ini. Dia sama sekali tidak pernah menginginkan ini, dia bahkan tidak pernah membayangkan ada orang yang akan mati karena dirinya.


"Ke-kenapa kalian ...." dada Xiao Shuxiang terasa sakit saat dia bicara. Namun dirinya berusaha untuk tetap buka suara, "Kenapa kalian melakukan ini?"


"Kenapa ..." Xiao Shuxiang menengadah saat menatap salah satu saudara seperguruannya. Ekspresinya pucat dan air nampak menggenang di pelupuk matanya, nyaris terjatuh.


Pandangan Xiao Shuxiang lantas tertuju pada Ling Qing Zhu, namun sebenarnya dia tidak melihat gadis berambut putih itu. Xiao Shuxiang kecil melihat seorang wanita berambut hitam yang berjalan ke arahnya.

__ADS_1


"Ibu ..."


Ling Qing Zhu tersentak saat seseorang berjalan dan menembus tubuhnya. Dia lebih tersentak lagi mendengar ucapan anak laki-laki itu.


"Ibu ...!" Xiao Shuxiang berlari ke arah wanita yang dia panggil ibu.


Ling Qing Zhu melihat tubuh kecil itu memeluk sosok wanita yang tidak seperti Xiao WeiWei. Dia tidak mengenali sosok ini.


"Ibu, mereka ... Mereka ..." Xiao Shuxiang ingin mengadukan tindakan ketiga saudaranya.


"Xiang'Er..." suara itu terdengar tenang dengan sebuah uluran tangan yang mengusap pipi Xiao Shuxiang.


"Apa kau menangis?"


Ling Qing Zhu tersentak, pertanyaan bernada dingin itu sama seperti yang pernah dia dengar. Dia melihat Xiao Shuxiang kecil menggeleng dan dengan terburu-buru mengusap air yang membasahi pipinya.


Salah seorang pemuda menjelaskan apa yang terjadi dan raut wajah wanita itu perlahan berubah. Dia memegang tangan Xiao Shuxiang dan membawa anak kecil tersebut pergi bersamanya.


Baru lima langkah, wanita itu berhenti dan kemudian berujar dingin. "Lain kali saat kalian melakukan hal semacam ini, bawa seseorang hidup-hidup dan biarkan Xiang'Er sendiri yang membunuhnya."


Xiao Shuxiang terkejut, begitu pun dengan Ling Qing Zhu. Ketiga pemuda itu sendiri nampak menyatukan tangan dan menunduk memberi hormat.


Ling Qing Zhu menatap wanita berambut hitam ini dengan pandangan tidak percaya. Dia mengikuti langkah berat dari Wali Pelindungnya dan menatap punggung yang kecil serta rapuh itu.


"Sejak kapan kau berteman dengan putri tetua Sekte Bunga Persik?" wanita itu bertanya dengan pandangan yang tetap lurus ke depan.


Xiao Shuxiang tersentak. Dia menahan napas dan bertanya. Suaranya nyaris tidak terdengar, "Siapa ... Maksud Ibu?"


"Apa perlu aku mengingatkanmu?"


"I-Ibu ..."


"Ayahmu sudah membuat keputusan."


Ling Qing Zhu tersentak. Dia berkedip, tidak tahu maksud dari ucapan wanita ini. Namun dari raut wajah Xiao Shuxiang, itu adalah sesuatu yang menakutkan.


Ling Qing Zhu terus mengikuti wanita ini dan Xiao Shuxiang hingga lokasi mereka sudah berpindah pada sebuah tempat yang terasa menekan dengan aroma anyir yang tidak main-main.


Ada seorang pria berpakaian merah tua yang berjalan menghampiri ibu dari Xiao Shuxiang kecil. Pria itu menyatukan tangan memberi hormat, sebelum tatapan matanya mengarah pada anak laki-laki yang dibawa wanita ini.


Wanita itu berkata tanpa nada, "Dia putraku. Xiao Shuxiang. Seperti yang dikatakan tetua sekte padamu kemarin, dia harus dilatih."


"Tapi anak ini masih terlalu muda untuk memasuki Arena Hidup dan Mati? Dia tidak akan sanggup,"


Arena Hidup dan Mati. Bahkan hanya dengan mendengar namanya, Ling Qing Zhu sudah bisa melihat gambaran bahwa tempat tersebut tidak mempunyai hal yang baik.


"Apa maksudmu dengan usianya yang terlalu muda?" wanita itu berkata, "Dia sudah bisa bicara dan berjalan. Hanya itu yang diperlukan,"


"Ibu ..."


"Tapi ini ..." pria itu terlihat ragu. Dia menelan ludah dan kemudian berkata, "Anak-anak di tempat ini minimal harus berusia 7 Tahun. Dia ... Aku tidak yakin,"


"Bukankah kau sudah bicara dengan suamiku kemarin?" wanita itu berkata, "Bawa dia. Jika dia mati, maka itu adalah batasannya."

__ADS_1


"I-Ibu ..."


Ling Qing Zhu terkejut. Wanita macam apa yang disebut 'ibu' oleh Wali Pelindungnya ini? Bagaimana bisa dia memperlakukan anaknya seperti itu?


Pria tua tersebut bernapas pelan dan memperhatikan dengan saksama anak laki-laki di hadapannya. Dia pun berujar pelan, "Dia memang terlihat lembut untuk sosok yang terlahir dengan Dantian Phoenix Api. Memang perlu ditempa, tapi pengajaran untuk hal itu ... Setidaknya harus dimulai saat usianya telah menginjak 7 Tahun."


"Dia anak dari seorang tetua sekte. Sudah seharusnya dia memulai lebih awal," wanita itu melepaskan pegangan tangannya dan memegang bahu anak laki-laki di sampingnya.


Wanita itu berkata, "Kau bawa dia. Gunakan cara apa pun untuk melatihnya, aku tidak peduli."


Pria tua itu menahan napas dan lalu mengangguk pelan. Di sisi lain, Xiao Shuxiang kecil tersentak memanggil ibunya dan berusaha mengikuti wanita tersebut.


"Ibu ...! Aku tidak mau di sini..! Ibu ..! Lepaskan aku! Ibu, tunggu ..!"


Xiao Shuxiang memberontak, namun tubuhnya ditahan oleh pria tua dan tidak bisa melepaskan diri.


"Ibu ...!"


"Shuxiang." suara wanita itu dingin. Dia berhenti berjalan dan berbalik hanya untuk memperlihatkan ekspresi paling tidak bersalah di dunia.


Wanita itu berkata, "Jika kau tidak mau didesak melakukan apa yang tidak kau sukai, maka jadilah kuat."


"Jangan tinggalkan aku di sini, Ibu ...! Aku tidak mau! Ibu ...!"


Ling Qing Zhu melihat Xiao Shuxiang berusaha memberontak. Anak itu bahkan menendang dan menginjak kaki pria yang mencegahnya pergi, hanya saja usaha yang dilakukannya sia-sia.


Ling Qing Zhu menyaksikan bagaimana tubuh Xiao Shuxiang kecil diangkat dan dibawa masuk ke dalam sebuah bangunan meski berulang kali berteriak dan memanggil-manggil ibunya.


Apa yang disaksikan Ling Qing Zhu berikutnya tidak jauh dari kata mengerikan. Dia mengikuti saat Xiao Shuxiang dibawa masuk.


Dia tersentak ketika berada di sebuah tempat di bawah tanah yang gelap dan mempunyai sel-sel tahanan. Beberapa anak terkurung dan membuat Ling Qing Zhu menahan napasnya.


"Lepaskan aku..! Turunkan aku..!"


"Berhenti berteriak."


"Turunkan aku..! Turunkan..! Aku tidak mau di sini..! Lepaskan aku! Aku tidak mau di sini..!"


Ling Qing Zhu melihat Xiao Shuxiang kecil mulai diturunkan dalam sebuah ruangan dan pintunya langsung ditutup. Pria tua itu pergi setelahnya, bahkan tanpa mengatakan apa-apa.


"Keluarkan aku dari sini..! Lepaskan aku! Aku tidak mau di sini..!"


"Kau ini berisik sekali."


Xiao Shuxiang kecil kaget mendengar suara kasar yang seperti berasal dari belakang punggungnya. Ling Qing Zhu pun juga ikut tersentak.


Ada seorang anak laki-laki yang berusia sekitar 14 Tahun dengan tubuh separuh telanjang. Anak itu mempunyai badan yang berotot dengan beberapa bekas luka tebasan di tubuhnya.


Xiao Shuxiang kecil berdiri mematung. Dia tidak lagi berteriak, namun menahan napas dan merasakan detakan aneh pada jantungnya. Dia sampai kesulitan menelan ludah.


"Aku punya pekerjaan setelah ini jadi kau jangan berisik."


Xiao Shuxiang kecil bernapas hati-hati dan menjadi tegang ketika melihat ada sosok yang berjalan mendekat. Dia pun bertatapan langsung dengan sepasang mata tajam yang pupilnya sangat gelap.

__ADS_1


"Tempat ini bukan untuk anak yang lemah. Dan jika sekali kau masuk ke tempat ini, maka hanya ada satu jalan keluar----kau harus menjadi satu-satunya yang hidup. Mengerti?"


******


__ADS_2