![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Sekte Lembah Iblis yang berada di Alam Kultivasi Atas sebenarnya tidak hanya menyerang sekte besar seperti Sekte Lautan Awan atau Istana Seribu Pedang, tetapi juga sekte-sekte yang lainnya. Dan orang-orang yang datang ke wilayah perbatasan Sekte Lembah Iblis sekarang ini adalah para kultivator yang berniat membalaskan dendam.
Mereka membentuk aliansi, datang dengan penuh amarah dan beberapa yang diselimuti keserakahan. Ada yang ingin membalaskan dendam, tetapi tidak sedikit yang berniat memanfaatkan kondisi ini untuk meraih keuntungan sendiri.
"Sekte Lembah Iblis ... Hari ini adalah hari kehancuran kalian..!"
"Semuanya bersiap! Kita habisi siapa pun yang berasal dari Sekte Lembah Iblis..!!"
Dua orang tetua yang salah satunya mempunyai tubuh kekar nampak berteriak seakan-akan dialah pemimpin dari penyerangan ini. Mereka sudah siap dengan senjata masing-masing dan semakin cepat melesat ke wilayah perbatasan musuh.
Shen Gu dan teman-temannya tidak tinggal diam. Mereka pun ikut bergegas dan tiba saat kedua kubu itu berbenturan, pertarungan sengit langsung meledak.
!!!
Tidak ada yang basa-basi terlebih dahulu, para kultivator dari sekte Aliran Putih dan Aliran Hitam yang menjadi korban keganasan Sekte Lembah Iblis kini bekerja sama. Secara alami, tentu saja kelompok Shen Gu akan mengalami kesulitan menghadapi lawan yang begitu banyak ini---namun hal mengejutkan sungguh terjadi.
Shen Gu dan teman-temannya langsung menyerang seakan ini adalah detik-detik terakhir hidup mereka, semangat yang berkobar itu bahkan mampu membuat lawan yang jumlahnya puluhan orang tersebut menjadi kewalahan.
Para kultivator dari berbagai sekte di kedua aliran sebenarnya kuat, tetapi karena terdiri dari berbagai perguruan yang berbeda-beda... Kerjasama mereka sedikit terganggu. Bahkan bisa dibilang para kultivator itu bekerja sendiri-sendiri.
Shen Gu menggeram saat pedangnya menusuk dada seorang kultivator, "Kalian datang hanya untuk mati..!"
"Shen Gu..!!" seorang kultivator melesat dan berhasil memberikan tendangan, tepat di dada Shen Gu hingga pemuda itu terpental dan menghantam tanah. Dari raut wajahnya, dia terlihat sangat marah.
Shen Gu terbatuk darah, dia berusaha berdiri dengan cepat dan melihat sosok yang sudah menyerangnya. Tangannya terayun kuat dan pedangnya langsung berbenturan keras dengan pedang lawan.
Shen Gu melihat sosok di hadapannya dan menyeringai, "Xiao Feng dari Sekte Gunung Xuanzhi ... Kupikir kau sudah bunuh diri karena melihat seluruh saudara seperguruanmu mati."
"Shen Gu..!! Rupanya kau yang sudah menghabisi mereka, iblis sialan!" Urat di dahi dan leher Xiao Feng menegang, dia melotot tajam dengan perasaan yang sudah diselimuti oleh amarah.
Siapa pun pasti akan merasakan hal yang sama seperti Xiao Feng. Sekte Gunung Xuanzhi tempatnya berlatih kultivasi diserang tanpa bisa melawan dan bahkan dengan cara yang begitu licik.
Shen Gu tertawa. Dia memutar tubuhnya untuk memberi tendangan pada Xiao Feng, tetapi lawannya dengan cepat menahan tendangan itu dan lantas menyerang balik. Pertarungan mereka pun kembali sengit.
Sekte Gunung Xuanzhi adalah salah satu sekte menengah dan merupakan sekte yang malang. Para murid sekte itu diserang oleh kultivator Sekte Lembah Iblis hanya demi merebut lembaran dari Kitab Pembunuh Matahari.
Xiao Feng masih ingat dengan jelas setiap wajah saudara seperguruannya yang tergeletak tidak bernyawa dengan luka tebasan di sekujur tubuhnya.
"Aku akan membunuhmu hari ini. Kau pasti akan mati..!!" Xiao Feng berseru dan mengeluarkan Aura Pendekar yang begitu besar. Dia mempercepat teknik berpedangnya dan membuat lawan berada di posisi bertahan.
Shen Gu meski dalam kesulitan karena lawannya menyerang begitu brutal, tetapi dia masih bisa tertawa. "Kau tidak bisa menyelamatkan para saudara seperguruanmu, jadi kau datang untuk membalaskan dendam? Ini tidak akan berguna karena kau datang bahkan tanpa persiapan!"
__ADS_1
Aura Pembunuh Shen Gu keluar dengan sangat dahsyat, begitu berat dan luar biasa menekan. Rasanya membuktikan bahwa sudah banyak makhluk hidup yang dia habisi.
Rekan-rekan Shen Gu yang lainnya pun nampak tertawa meledek. Para kultivator ini datang beramai-ramai seakan ingin membantai habis mereka semua, tetapi kekuatan Sekte Lembah Iblis tidak lemah untuk menjadi target pembantaian.
Shen Gu dan teman-temannya hanya terdiri dari beberapa orang dan memang lawan jelas jauh lebih banyak, tetapi bagi mereka yang tidak takut mati---serangan membabi buta adalah teknik yang tepat untuk mengatasi lawan dengan jumlah yang banyak.
Xiao Feng dan para kultivator lainnya mungkin terlihat seperti mengantar nyawa ke tempat ini, tetapi tidak ada waktu menyusun strategi saat kabar bahwa Sekte Lembah Iblis berhasil mengumpulkan seluruh isi Kitab Pembunuh Matahari menyebar.
Untuk Xiao Feng, kedatangannya tentu saja untuk membalaskan dendam demi ketenangan jiwa para saudara seperguruannya. Tetapi bagi beberapa kultivator, inilah saat yang tepat untuk merebut Kitab Pembunuh Matahari.
*
*
Pertarungan sengit yang terjadi di perbatasan wilayah Sekte Lembah Iblis belum diketahui oleh para penjaga di Istana Teratai Hitam. Shen Gu dan yang lainnya masih bertahan menghadapi musuh mereka meski memang ada di antara lawan yang berhasil melewati gerbang perbatasan.
Sekte Lembah Iblis juga mempunyai kota yang ditinggali oleh para kultivator biasa. Mereka tidak sepenuhnya jahat, bahkan bisa dikatakan bahwa orang-orang yang hidup di tempat ini banyak mengalami kesusahan dan sebenarnya sangat butuh pertolongan.
Para kultivator biasa yang bukan bagian dari Istana Teratai Hitam nampak hidup dalam ketakutan. Dinding wilayah Sekte Lembah Iblis bagaikan kurungan baja yang tidak bisa mereka lewati. Di tempat ini, kehidupan mereka jauh dari kata tenang.
Semua ini sebenarnya tidak pernah terjadi ketika ayah Wang Zhao masih menjadi pemimpin Sekte Lembah Iblis. Dia adalah sosok yang disegani dan bahkan mampu menciptakan kedamaian di tempat tinggalnya walau sektenya bisa dibilang adalah bagian dari Aliran Hitam.
Salah seorang pria yang sedang berjalan bersama istri dan anaknya nampak mengerutkan kening ketika melihat sebuah lesatan. Dia berkedip keheranan saat dua orang kultivator berpakaian hijau muda menapak di tanah, tepat di hadapannya.
"A-Ayah..?" anak perempuan dari pria dan wanita itu terlihat kebingungan. Kedua orang yang berdiri tidak jauh di depannya nampak asing, dia sama sekali tidak mengenali mereka.
"Si-Siapa kalian?" pria yang merupakan ayah dari anak perempuan itu nampak berdiri di depan putri dan istrinya, dia menatap waspada ke arah kedua orang yang tidak seperti kultivator dari Istana Teratai Hitam.
Kedua kultivator itu sendiri terlihat tanpa harus ekspresi, hanya saja tatapan mata mereka dingin dan tidak butuh waktu lama sampai sesuatu tiba-tiba terjadi.
!!
Dalam sekali lesatan, kedua kultivator itu menyerang pria yang dilihatnya. Mereka memenggal kepala pria tersebut tanpa peringatan sama sekali dan membuat wanita serta anak perempuan itu terkejut bukan main.
Belum sempat bersuara, kilauan bilah pedang melintas dan pandangan ibu serta anak itu pun menghitam. Kejadian ini membuat keriuhan di antara warga yang lain dan sebuah teriakan terdengar.
Kekacauan langsung meledak. Kedua kultivator yang baru saja memenggal kepala tiga orang dalam waktu singkat kembali menyerang siapa pun yang mereka temui, bahkan bila itu adalah anak yang masih kecil.
"Apa tidak masalah? Mereka sepertinya hanya orang biasa,"
"Manusia yang tinggal di wilayah Sekte Lembah Iblis tidak ada yang dapat dipercaya. Bunuh siapa pun yang kau lihat tanpa terkecuali,"
__ADS_1
*
*
Di tempat pertarungan Lan Guan Zhi, mayat yang sebelumnya diselimuti oleh bayangan hitam kini mulai membuka mata. Tubuh mayat itu jelas sudah diambil alih oleh sebuah roh misterius.
Tangan mayat itu terulur dan menyentuh luka sayatan pada lehernya. Hanya butuh satu usapan dan luka tersebut pulih tanpa bekas sama sekali. Bibir mayat itu pun tertarik membentuk senyuman tipis.
Di sisi lain, Hu Li yang sedang bertarung melawan para penjaga Istana Teratai Hitam nampak terengah-engah. Dia pun melompat dan menapak di samping Lan Guan Zhi.
"Mereka tidak ada habisnya," Hu Li buka suara, "Jika seperti ini terus maka kita hanya akan kehabisan tenaga."
Lan Guan Zhi baru akan membalas ucapan Hu Li ketika sebuah lesatan mengarah padanya. Benturannya sangat dahsyat sampai membuatnya terlempar, nyaris menabrak dinding andai kedua kakinya tidak kuat menahan berat tubuh.
"Tuan Muda Lan..!?" Hu Li berseru, dia sangat terkejut apalagi Lan Guan Zhi terlihat menekan dadanya seakan menderita luka dalam.
Sosok yang menyerang Lan Guan Zhi merupakan salah satu penjaga Istana Teratai Hitam yang praktik kultivasinya berada di tingkatan Grand Master tahap Fana. Dia tidak lain adalah Zhou Qiao Bei, Monster Tulang Besi.
Liu Wei Lin yang mengetahui Lan Guan Zhi diserang oleh lawan yang tangguh langsung berlari menghampiri pemuda berpita dahi itu. Raut wajahnya nampak khawatir ketika bertanya, "Tuan Muda Lan tidak apa-apa?"
"Mn," Lan Guan Zhi mengangguk pelan. Dia menyarungkan pedang di tangannya dan mengeluarkan Shǎndiàn.
Liu Wei Lin menoleh dan menatap dingin pada sosok yang sudah menyerang Lan Guan Zhi. Dia pun berujar pelan, "Tuan Muda Lan. Kau pergilah, dia adalah lawan yang berat untukmu."
"Tidak apa-apa. Kau bawa saja nona Chu dan pergi dari sini," Lan Guan Zhi berjalan dengan eskpresi wajah yang tenang.
Zhou Qiao Bei mendengus dan kemudian berkata. "Masih anak muda, tetapi sudah berani datang ke tempat ini mencari keributan. Benar-benar sangat pantas untuk mati,"
"Tuan Muda Lan, dia bukan lawan yang sepadan bagimu." Liu Wei Lin berusaha mencegah Lan Guan Zhi. Dia berkata, "Zhao Qiao Bei ... Dia adalah Monster Tulang Besi yang sudah terkenal. Kau tidak tahu apa pun tentangnya, dia itu sangat brutal dan mengerikan."
Lan Guan Zhi melirik sejenak ke arah Liu Wei Lin dan kembali menatap lawannya. Shǎndiàn yang merupakan pedang tua karatan itu pun berubah menjadi pedang dengan bilah tajam nan besar.
"Tuan Muda Lan-"
"Shuxiang lebih mengerikan,"
?!
Liu Wei Lin tersentak dengan ucapan Lan Guan Zhi barusan. Dia bahkan belum sempat bereaksi saat pemuda dengan pita dahi itu melesat ke arah Zhou Qiao Bei. Pertarungan yang dahsyat terjadi sampai menciptakan ledakan yang luar biasa menakutkan.
******
__ADS_1