KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
368 - Bocah Pengemis Gila (6)


__ADS_3

Bocah Pengemis Gila menatap Xiao Shuxiang dan berkata, "Kau ini benar-benar sangat keterlaluan. Bagaimana bisa kau melupakan seniormu ini. Kau tahu tidak, aku hampir saja mati."


"Tapi pada akhirnya kau tetap selamat, kan?" Xiao Shuxiang berkata, "Tidak perlu terlalu mendramatisir keadaan. Memangnya apa yang sudah mereka lakukan padamu?"


"Perang, Xiao Shuxiang." Bocah Pengemis Gila berkata, "Aku menyaksikan Sekte Lembah Iblis runtuh dan banyak kultivator yang tiada. Ling Lang Tian dan pria bernama Siu Yixin itu hampir saja kehilangan nyawa mereka. Aku sendiri juga nyaris tiada,"


"Kau kan kuat,"


"Aku memang sangat kuat, tapi bukan berarti bisa melakukan semuanya seorang diri. Apa kau tahu, aku bahkan sampai dikejar oleh para kultivator yang sudah bau tanah itu."


Xiao Shuxiang mengerutkan kening, "Mengejarmu? Kenapa?"


Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas dan menggeleng pelan. Dia mengusap-usap wajahnya dan berkata, "Aku tanpa sengaja mengeluarkan Teknik Pernapasan Naga. Aku mengacaukannya. Saat ini... Kekaisaran Langit berguncang oleh kabar bahwa Teknik Sang Legenda sudah kembali. Oh, ya ampun!"


Xiao Shuxiang memperhatikan Bocah Pengemis Gila. Dia melihat pria ini nampak menepuk dahinya dengan tingkah yang seperti sangat panik. Dia pun tanpa nada berkata, "Mereka mengerjarmu karena ingin merebut teknik pernapasan itu?"


Bocah Pengemis Gila menoleh. Nada suara pemuda di sampingnya ini tidak seperti biasa. Keningnya mengerut saat memperhatikan Xiao Shuxiang dengan saksama.


Bocah Pengemis Gila berkata, "Roman-romannya kau sedang suntuk. Ada apa? Bertengkar dengan Lan'Er Gege atau ketahuan selingkuh oleh istrimu?"


"Bertengkar dengan Lan Zhi,"


"Sudah kuduga. Sekarang masalah apa?"


Xiao Shuxiang nampak tidak senang. Dia berdecak dan berkata, "Bisakah kau posisikan raut wajahmu itu? Kau terlihat gembira saat mendengar aku bertengkar dengan Lan Zhi. Apa ini hiburan yang lucu untukmu?"


"Tentu saja aku gembira. Rasanya sangat menyenangkan tertawa di atas penderitaan Xiao Shuxiang."


"Ho ho, jadi jika orang lain yang menderita kau tidak akan bersikap seperti ini?" Xiao Shuxiang menyindir dan membuat Bocah Pengemis Gila tersenyum.


Tanpa rasa bersalah, Bocah Pengemis Gila berkata. "Tentu saja, aku hanya seperti ini padamu."


"Waah... Istimewa sekali Xiao Shuxiang ini. Terima kasih atas kejujuranmu yang sangat menyebalkan itu, Senior."


"Tidak masalah, aku juga suka sindiranmu."


Bocah Pengemis Gila dan Xiao Shuxiang tersenyum. Keduanya saling tertawa sebelum akhirnya mulai bicara serius. Xiao Shuxiang memperbaiki posisinya dan duduk sambil menghela napas.


Bocah Pengemis Gila menengadah, melihat bulan di celah dedaunan sebelum akhirnya menurunkan pandangan. Suaranya pelan saat dia berkata, "Rasanya... Kita ini memiliki banyak kemiripan."

__ADS_1


"Aku tidak mau disama-samakan denganmu. Dan lagi, aku ini adalah pria yang normal."


"Tsk, bukan dari sisi yang seperti itu."


"................." Xiao Shuxiang menarik napas dan berujar, "Di Alam Kultivasi Atas... Saat mereka memperebutkan Kitab Pembunuh Matahari yang ada padaku... Aku membuat para kultivator itu saling bertarung satu sama lain. Mereka membunuh, memperebutkan hal yang mereka yakini itu adalah Kitab Pembunuh Matahari. Di saat hanya satu orang yang hidup, aku pun menghabisinya dan Lan Zhi melihat hal itu. Dia sangat kecewa.."


Bocah Pengemis Gila sebenarnya tersentak dengan cerita Xiao Shuxiang yang tiba-tiba. Tetapi kemudian dia mengembuskan napas dan buka suara, "Waktu itu... Aku rasa aku juga pernah memiliki teman seperti Lan'Er Gege. Dia adalah orang yang selalu mendukung, bahkan berani menentang dunia demi aku."


"Lalu di mana temanmu sekarang?"


"Mati,"


Xiao Shuxiang menoleh dan menatap Bocah Pengemis Gila. Tanpa nada dia bertanya, "Apa kau membunuhnya?"


"Tidak, aku tidak akan bisa melakukan itu. Dia tiada karena memang sudah tua,"


"Oh...." Xiao Shuxiang menarik napas dan berkata, "Baguslah. Setidaknya kau lebih beruntung. Kau tidak menghabisi orang yang paling dekat denganmu,"


"Memang kau melakukannya?"


"................"


"Bocah Pengemis Gila, apa masa tersulit dalam hidupmu?"


Bocah Pengemis Gila menoleh. Dia tersentak dan memperhatikan pemuda di sampingnya. Dia pun menarik napas dan menurunkan pandangan matanya.


Bocah Pengemis Gila tersenyum tipis saat dia berkata, "Ini pertama kalinya ada orang yang menanyakan itu padaku. Ada apa? Kau mulai tertarik dengan kehidupan 'Senior-mu' ini?"


"Yaah, aku sedang dalam masa sulit sekarang. Jadi katakan saja. Jawabanmu mungkin bisa mempengaruhi tindakanku berikutnya,"


Bocah Pengemis Gila menggunakan tangannya untuk bersandar. Dia menggoyangkan kakinya saat dia menengadah, "Mm... Masa-masa tersulit dalam hidupku sebenarnya ada tiga. Pertama adalah masa kecilku, kedua adalah saat guruku tiada, dan yang ketiga adalah saat aku kuat dengan Teknik Pernapasan Naga."


Bocah Pengemis Gila menarik napas dan berkata, "Masa kecilku.. Aku tidak terlalu ingat detailnya, tapi yang bisa kukatakan padamu adalah... Anak yang dibuang di tempat sampah, kemudian dirawat oleh wanita yang suaminya seorang pemabuk. Saat usia 5 Tahun, terkena penyakit kulit dan dimusuhi banyak orang. Ayah menjual ibu dan aku ke tempat bordil, kemudian ini dan itu terjadi dan aku dibuang lagi. Begitulah.."


Bocah Pengemis Gila menggaruk kepalanya dan melanjutkan, "Masa saat guruku tiada... Aku rasa saat usiaku sekitar 17 atau 18 Tahun. Aku bertemu guru saat masih kecil, dia datang untuk mencari murid dan aku menempelinya seperti anjing. Harga diri tidak bisa menolong dan membuatku tetap hidup, jadi kubuang dan bersikap tidak tahu malu. Untung saja karena keras kepala dan mungkin juga karena kasihan dengan keadaanku.. Dia membawaku ke sektenya..."


"Ada apa?" Xiao Shuxiang keheranan sebab helaan napas Bocah Pengemis Gila begitu dalam dan pria ini menurunkan pandangannya.


"Saat itu... Awal dari semuanya. Dia memang kuanggap sebagai guru, tapi aku tidak pernah diajari apa pun tentang dasar-dasar menjadi kultivator. Guru bilang inti spiritualku tidak bisa terbentuk, jadi hubungan 'murid-guru' itu... Hanya sebatas nama. Pada akhirnya aku melakukan usaha sendiri walau pada kenyataannya tetap tertinggal jauh..."

__ADS_1


"Dan tentu saja... Sekte mulai diserang dan kemudian hancur. Murid kesayangan guru yang menerima Kitab Pembunuh Matahari lantas melakukan banyak kekacauan dan aku adalah orang yang paling tidak berguna karena tidak bisa menghentikan atau menyelamatkannya,"


Bocah Pengemis Gila menarik napas, "Jika tentang hubungan... Aku juga memiliki beberapa teman, tetapi itu baru benar-benar ada saat usiaku sekitar 20 Tahun dan aku tinggal di perguruan para pengemis. Dan jika membahas tentang kau yang membunuh banyak orang---aku pun juga melakukan hal yang sama di masa lalu. Hanya saja, kau hidup di lingkungan Aliran Hitam, sementara aku hidup di tempat paling kotor di antara wilayah Aliran Putih."


"................." Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan berujar, "Ternyata hidupmu sulit yaah.."


"Mm,"


"Kau dibuang ke tempat sampah, sementara aku dibuang ke dalam arena hidup dan mati. Kau membuang harga dirimu dan aku membunuh rasa simpatiku. Kurasa pada beberapa titik, kita memang memiliki kesamaan."


Bocah Pengemis Gila menarik napas. Dia baru akan bicara, tetapi Xiao Shuxiang lebih dulu buka suara.


"Bocah Pengemis Gila, bagaimana caramu melewati semuanya?"


"Melarikan diri."


Xiao Shuxiang menoleh, dia menatap Bocah Pengemis Gila yang sama sekali tidak terlihat bercanda. "Kau serius?"


"Mm, aku memang melarikan diri." Bocah Pengemis Gila tersenyum dan berkata, "Aku membuang harga diriku, jadi aku tidak malu melarikan diri. Aku memalsukan kematianku, mengubah identitas dan hidup sebagai orang yang tidak waras."


"Shuxiang..." Bocah Pengemis Gila berujar, "Para pendekar itu... Dan kultivator yang hidup di lingkunganmu.. Mereka menginginkan kehidupan yang abadi. Tetapi jujur saja itu sangat tidak enak, sama sekali tidak enak."


Bocah Pengemis Gila menepuk dadanya dan berkata, "Tempat ini sudah terlalu banyak menampung kesedihan, penghinaan, dan rasa sakit. Bahkan aku sangat berharap untuk tidak bisa mendengar dan melihat. Mematikan Indra ini agar tidak lagi melihat tatapan mata yang menunjukkan rasa jijik seolah aku adalah subjek yang paling kotor yang pernah ada."


"Hanya sedikit, Shuxiang. Di antara banyak orang yang kukenal, hanya beberapa yang bisa menerimaku. Kedua tangan ini mustahil untuk membungkam mulut mereka, jadi yang bisa kulakukan hanya menggunakan tangan ini untuk menutup telinga sendiri. Tetapi ternyata tindakan ini pun salah."


Bocah Pengemis Gila mendesah pelan dan berkata, "Pada akhirnya aku menyerah. Jadi sekalian saja kubuat identitas seperti yang mereka inginkan. Lagipula harga diri tidak ada artinya untukku. Jadi lebih baik bersikap tidak tahu malu dan menjijikkan seperti yang mereka inginkan."


Bocah Pengemis Gila memejamkan mata sejenak sebelum akhirnya tersenyum dan kemudian tertawa. Dia pun dengan semangat berkata, "Kau tahu dianggap sebagai penyuka *lengan potong itu sangat tidak baik? Mereka takut dan jijik. Tapi bagiku.. Ini lebih baik. Karena jujur saja, aku sudah malas membentuk hubungan. Bahkan aku sudah sangat bosan menghadiri pemakaman. Setiap hubungan yang kumiliki... Jika tidak terputus di atas bilah pedang, maka akan direbut oleh waktu. Kehidupan abadi... Adalah kesendirian yang tidak pernah berakhir."


Bocah Pengemis Gila berujar, "Aku setiap hari bisa melihat... Wajah mereka yang semakin menua dan tubuh yang perlahan membungkuk. Ada yang bilang kultivasi adalah tentang berlatih keabadian, tetapi sebenarnya itu hanya sekadar memperoleh kemampuan untuk memperpanjang usia mereka selama beberapa tahun. Pada akhirnya rambut yang hitam akan tetap memutih dan mereka akan menjadi tua lalu mati. Sementara orang ini... Justru sangat dimusuhi kematian."


"Bocah Pengemis Gila..."


"Aku pernah... Menganggap bahwa menjadi Pilar Dunia itu adalah sebuah kutukan. Dan bukan hanya aku saja yang merasakannya, tapi para pilar dunia yang lain pun demikian. Karena itulah kami mencari pewaris agar bisa lepas dari rantai kehidupan ini dan terbebas. Tetapi di saat teman-temanku sudah menemukan pewaris mereka, aku justru ditinggal dan hidup sendirian lagi."


"Tidak untuk seratus tahun, Shuxiang... Bahkan aku ada dan menyaksikan tanah terbelah, lalu memisahkan diri. Aku menyaksikan daratan terbentuk dan menjadi benua baru. Aku melihat kehidupan dan kematian silih berganti. Satu-satunya yang masih tetap sama adalah aku sendiri, terperangkap dalam usia ini, tidak pernah menua atau pun mati. Manusia lain mungkin menginginkan kemampuan ini, tetapi aku bisa menjanjikan padamu bahwa itu tidak akan lama sampai mereka bosan dan lantas menyadari bahwa... Keistimewaan dari menjadi manusia sebenarnya adalah kau bisa mati. Jika kematian itu direnggut darimu, apa kau masih pantas disebut manusia?"


"................."

__ADS_1


******


__ADS_2