![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
HPintu ruangan tempat Xiao Shuxiang berada mulai berderit terbuka. Kedua hantu kecil yang sudah mendandaninya sedemikian rupa mulai memegang tangannya dan menuntunnya keluar.
Sederet mayat yang juga mengenakan pakaian pengantin seperti dirinya terlihat berbaris rapi di koridor, baik pria maupun wanita. Xiao Shuxiang benar-benar tidak mengerti di mana letak masalahnya. Dia hanya dituntun untuk berjalan perlahan ke depan.
Di sisi lain, Ling Qing Zhu juga memakai pakaian pengantin. Hanya saja tidak ada kain yang menutupi kepalanya seperti layaknya pengantin perempuan pada umumnya. Dia melihat hanya ada satu baris mayat di koridor ini, lainnya ada di seberang halaman di sisi lain. Jadi bisa dikatakan dia terlalu jauh untuk melihat teman-temannya.
Ling Qing Zhu berjalan perlahan dan mengikuti alur pernikahan hantu ini. Dia memperhatikan bagaimana pemimpin upacara di atas panggung itu yang mulai menikahkan satu persatu pasangan muda. Hanya saja sepertinya isi kepala tua bangka itu mungkin sedikit bergeser atau belum berkembang dengan baik.
Hantu tua berwajah itu meraih pasangan secara acak untuk melakukan upacara pernikahan, bahkan tidak peduli jika pasangan tersebut adalah laki-laki dan perempuan, laki-laki dan laki-laki, atau perempuan dan perempuan.
Di sisi lain, Xiao Shuxiang kembali melangkah. Kedua hantu kecil ini benar-benar memperlakukannya dengan baik. Antrean di depannya perlahan semakin pendek dan makin pendek. Dia pun mulai bisa mendengar suara dari pemimpin upaca pernikahan hantu ini walau masih sedikit samar.
Xiao Shuxiang kembali melangkah, dia tidak sembarang menoleh apalagi berbalik untuk melihat ke belakang. Dia hanya berharap bahwa Kucing Putihnya memang ada di belakangnya saat ini dan posisi mereka berbaris sebelumnya tetap sama seperti tadi.
"Aku tidak bisa mencium aroma Kucing Putih, termasuk Wang Zhao dan Liu Wei Lin. Tapi aku rasa pemuda di depanku ini adalah Mo Huai meskipun aku juga tidak terlalu yakin." Xiao Shuxiang bernapas pelan-pelan, "Sepertinya penciumanku sedikir terganggu karena pembakar dupa di ruang rias tadi,"
Xiao Shuxiang terlalu larut dalam berpikir hingga tersentak saat gilirannya telah tiba. Kedua hantu kecil di sisi kanan dan kirinya menuntun langkahnya untuk naik ke panggung, tempat di mana pemimpin upacara pernikahan itu berada.
Ketegangan langsung menyelimuti Xiao Shuxiang. Dia kembali menelan ludah dan tidak berani untuk menengadah. Meski wajahnya tertutup oleh tudung pengantin, dia tidak boleh lengah.
"Jika Tua Bangka ini tahu aku bukan salah satu mayat-----maka aku akan langsung menerjang dan menarik tulang rusuknya." Xiao Shuxiang berekspresi serius.
Pemimpin upacara yang berwajah itu mulai merentangkan tangan dan berseru, "Matahari di timur, bulan di barat...! Langit menunjukkan kekuasaannya pada kami..! Takdir telah dibuka, kedamaian sampai hari tua..! Selamat untuk Nona! Selamat untuk Tuan!"
Seorang petugas berjalan mendekat dan berkata, "Tolong silahkan lewat sini,"
Xiao Shuxiang kembali dituntun dan dibawa ke dalam paviliun resepsi. Fitur wajahnya halus meski tertutup tudung merah yang tipis. Siapa pun akan tergoda untuk membuka tudung itu dan melihat keindahan yang tersembunyi di dalamnya.
"............."
Ada seseorang di hadapan Xiao Shuxiang yang juga dalam pakaian pengantin. Fitur tubuhnya sangat serasi dalam balutan pakaian merah pernikahan, namun sulit bagi Xiao Shuxiang untuk melihat sosok mayat yang dipasangkan dengannya.
Suasana di sekeliling Xiao Shuxiang mulai berubah. Apalagi ketika dia berdiri saling berhadapan dengan sosok ini. Dia merasakan perasaan yang asing, tapi juga akrab dan meski berusaha tenang----jujur Xiao Shuxiang berdebar dan gelisah.
Hantu-hantu kecil yang menjadi pengiring kedua mempelai mulai cekikikan dan bertepuk tangan. Mereka bernyanyi.
"Langit baru terbuka, menyambung lingkaran waktu."
"Berputar sejak cahaya pertama, hari baru terbuka."
"Bersama siang dan malam, bersama dalam kedekapan."
"Hantu dan roh menyambut, membawa kuncup-kuncup doa."
"Dalam peti mati ini, mereka disatukan."
__ADS_1
"Harapan dalam hidup, terungkap di kematian."
"Malam masih sama, kelam masih menyembunyikan."
"Kaki-kaki tanpa raga dan alas dari kulit manusia."
"Keduanya akan melewati langit, jiwanya tidak akan sendirian."
Xiao Shuxiang merasa bahwa dua bait dari lantunan syair hantu-hantu ini masih cukup indah di telinganya, namun entah kenapa syair yang dia dengar makin lama kian mengerikan. Dia merasa agak takut.
Tunggu, mungkin takut bukan kata yang tepat. Xiao Shuxiang hanya merasa agak merinding. Dalam pernikahannya dengan Ling Qing Zhu, tidak ada yang seperti ini. Jadi mungkin apa yang dia alami adalah nyata dari tradisi alam para makhluk yang tidak hidup.
Ada sepasang boneka yang terbuat dari kertas. Satunya berbentuk seperti pria dan satunya lagi wanita. Mereka tidak mempunyai wajah, namun penuh pesona kebajikan. Kemungkinan besar mereka adalah perwakilan kedua orang tua dari pasangan mempelai pengantin hantu.
Pria tua yang menjadi pemimpin upacara pernikahan ini mulai berkata, "Langit telah memberkati kita...! Pengantin pria dan wanita, lakukan ritual pembersihan diri."
Seorang hantu anak membawa wadah porselen berisi air yang jernih. Pasangan pengantin diminta mencuci tangannya masing-masing dan kemudian mencuci tangan pasangannya.
Xiao Shuxiang tidak masalah untuk mengikuti perintah yang pertama, tapi saat akan mencuci tangan orang yang dinikahkan dengannya----dia merasa agak tersentak.
"Apa tangan mayat memang seperti ini?" Xiao Shuxiang mengerutkan kening, dia merasa akrab dengan tangan ini dan seketika tersentak. Dia baru akan memikirkannya ketika giliran tangannya-lah yang mulai dicuci.
Ritual pembersihan diri akhirnya lengkap. Selanjutnya adalah ritual di mana kedua pasangan pengantin berbagi sepotong daging sebagai lambang kehidupan baru. Kemudian pasangan pengantin masing-masing minum setengah dari cawan berisi anggur mereka yang mana nantinya akan saling ditukar.
Ritual yang selanjutnya adalah bersujud pada langit dan bumi. Xiao Shuxiang dan mayat yang menjadi pasangannya mulai melakukan sujud yang pertama. Rasanya benar-benar merinding saat ini.
"Saudara Liu, penyamaran yang kau usulkan berjalan dengan sempurna. Tapi jika sampai ritual pernikahan ini lengkap dan aku harus terperangkap dalam dunia yang penuh roh jahat menyebalkan ini, maka akan kupastikan seluruh klan 'Liu: akan musnah dari dunia ini."
Xiao Shuxiang hampir tidak tahan lagi. Apalagi pemimpin upacara itu mulai menyerukan agar ia dan pasangannya harus berlutut kepada kedua orang tua. Itu berarti mereka harus berlutut di depan boneka kertas tanpa wajah.
Xiao Shuxiang memejamkan mata sejenak, "Baiklah. Akan kulakukan. Hanya berlutut kepada boneka kertas yang dianggap sebagai orang tua. Ini masih bisa ditolerir,"
Ritual berlutut yang terakhir adalah berlutut antara suami-istri satu sama lain. Di sini, alis Xiao Shuxiang mulai berkedut. Jantungnya berdebar tidak karuan entah karena apa.
Barangkali mungkin Xiao Shuxiang merasa bahwa jika ritual pernikahan ini dibuat senyata mungkin, dia akan terus terkurung di tempat ini.
Meski memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi, tetapi tubuh Xiao Shuxiang spontan mengikuti setiap ritual yang ada dan bahkan dia kaget sendiri ketika selesai melakukan ritual berlutut antara pasangan suami-istri.
Setelah itu yang berikutnya adalah ritual mengikat rambut pasangan suami-istri di mana memiliki makna bahwa cinta kasih antara pasangan tidak akan pernah diragukan. Seorang hantu kecil datang dengan membawa gunting.
Hantu kecil itu memberikannya kepada pasangan pengantin Xiao Shuxiang terlebih dahulu. Dia menggunting seikat kecil dari rambutnya dan kemudian menyerahkannya kepada hantu itu.
"............"
Kini adalah giliran Xiao Shuxiang yang memegang gunting. Dia berpikir bahwa harusnya pengantin pria-lah yang lebih dahulu memakai gunting ini, yang artinya itu adalah dirinya. Namun dia tidak memikirkannya lebih jauh, Xiao Shuxiang lebih memilih untuk ikut dengan situasi dan lihat apa yang akan terjadi nantinya.
__ADS_1
Rambut kedua pasangan pengantin hantu itu mulai diikat dan dimasukkan pada sebuah kantong brokat. Hantu anak tersebut memberikan kantong itu pada Xiao Shuxiang untuk disimpan.
!!
Xiao Shuxiang jelas kaget. Dia ingat saat menikah dengan Kucing Putihnya dahulu, ritual semacam ini juga mereka jalankan. Namun yang menyimpan kantong brokat itu adalah mempelai wanita, tetapi kenapa....
Xiao Shuxiang berkedip, "Apa ini memang terjadi karena aku melakukan ritual pernikahan hantu? Ha ha... Pasti begitu, karena tidak mungkin mereka salah mengira bahwa aku ini adalah pengantin perempuan, kan?. Apa mereka tidak punya mata---!!"
Xiao Shuxiang berkedip saat baru sadar bahwa kebanyakan hantu di sini memang tidak mempunyai wajah, apalagi mata untuk melihat. Tapi jika itu benar, maka mayat yang ada di depan dan telah menjalani ritual dengannya ini adalah ....
"Pasti tidak mungkin," Xiao Shuxiang menggeleng pelan. "Di barisan mayat itu aku melihat banyak perempuan dengan tubuh yang lumayan tegap, jadi mana mungkin kan aku dinikahkan dengan mayat laki-laki?! Keberuntunganku tidak mungkin begitu buruk sampai-sampai..."
"Upacara Lengkap..!!" Seruan dari Tua Bangka berwajah itu membuat ucapan Xiao Shuxiang tiba-tiba berhenti.
Hantu tua itu pun berujar, "Pengantin baru yang tanpa kata-kata, melirik lembut dari bawah bulu mata, menaungi dengan wajah tersenyum lembut. Semoga Sang Suami menerima dan mohon angkat selubungnya!"
!!
Bagai disiram air dingin, itulah yang sedang dirasakan Xiao Shuxiang sekarang. Dia tidak menyangka bahwa ternyata selama mengikuti setiap ritual----dialah yang berperan sebagai pengantin perempuan.
Dia benar-benar ingin berteriak sekarang, kedua ujung telinganya bahkan sampai memerah. Sejak awal dia memang sudah sempat curiga karena diberikan tudung merah sebagai penutup kepala oleh kedua hantu kecil itu, tapi tidak disangka kecurigaannya benar-benar terjadi.
!!
Xiao Shuxiang menjadi tegang ketika sebuah tangan mulai terulur dan menyentuh tudung miliknya. Dia bahkan tanpa sadar menahan napas.
Dilihat bagaimanapun, tangan yang perlahan mengangkat tudungnya ini memang bukan tangan mayat. Tapi saat dia mencuci tangan itu tadi----rasanya sama sekali tidak hangat, justru begitu dingin. Tangan tersebut sangat dia kenali.
"............"
Kain yang menghalangi pandangan Xiao Shuxiang sejak tadi akhirnya terangkat. Dia kini bisa melihat siapa mayat yang menjadi pasangan pengantin hantunya.
!!
Xiao Shuxiang tertegun, dia sudah memperkirakan tetapi sama sekali tidak menyangka bahwa sosok ini benar-benar terlihat sangat mengagumkan dalam balutan apa pun. Dia bahkan sampai tidak bisa merasakan debaran jantungnya.
Dia melihat sosok dengan karakter, wajah yang liar biasa Indah dan berjiwa. Hidung yang mancung dan bibir yang anggun, tatapan mata teduh yang bahkan mampu membuat para pria serta wanita berdebar-debar.
Tinggi sosok ini tidak jauh berbeda darinya, tetapi mempunyai pesona yang tidak terbantahkan. Dia bahkan teringat dengan ucapan seseorang yang berkata bahwa 'Burung Phoenix pun akan lupa caranya terbang ketika melihat kecantikan ini.'
Xiao Shuxiang hampir saja tidak bisa mengatakan apa pun. Dia terpesona, di sisi lain dia benar-benar malu dengan fakta bahwa dirinya berada dalam posisi menjadi pengantin yang tidak seharusnya. Subjek di depannya bukanlah mayat, tetapi manusia dan sungguh tidak disangka bahwa subjek tersebut adalah orang yang dia kenali.
"Kucing Putih..."
******
__ADS_1