![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Tetua Chen Duan Shan dan Tetua Shang Quan Yi terkejut mendengar ucapan dari wanita di hadapan mereka. Kedua tetua itu tidak bisa menyembunyikan reaksi yang begitu kaget tersebut.
Tetua Meng Hao Niang kembali berkata, "Xiao Shuxiang datang menemuiku dan mengatakan semuanya. Dia ingin agar aku membantunya menyakinkan kalian. Dia berharap diberi kesempatan untuk mengalahkan Sekte Lembah Iblis terlebih dahulu sebelum menerima hukumannya,"
Tetua Chen Duan Shan tersentak, dia memperhatikan wanita di hadapannya dan kemudian berujar tanpa nada. "Apa Xiao Shuxiang tidak mau melakukan pembelaan diri?"
Tetua Meng Hao Niang, "Apa yang terjadi padanya adalah karena ulah Iblis Mimpi. Namun kenyataan yang harus diterima ialah warga kota itu kehilangan nyawa mereka di tangan Xiao Shuxiang. Bisa kukatakan bahwa Iblis Mimpi hanya bekerja di belakang layar dan membuat Xiao Shuxiang menjadi pelaku kejahatan yang besar itu."
Tetua Meng Hao Niang bernapas pelan, "Bocah Berandalan itu mengetahui apa kesalahannya. Dia tidak datang padaku untuk meminta maaf, tetapi dia datang agar aku bersedia membantunya untuk bicara denganmu, Tetua Chen."
Tetua Chen Duan Shan baru akan bicara saat Tetua Meng Hao Niang kembali bersuara. "Kesalahannya besar dan dia bersedia menerima hukumannya, tetapi dia ingin menuntut pembalasan dari Iblis Mimpi. Dia ingin sebuah pembalasan,"
"..............." Tetua Chen Duan Shan mulai menarik napas. Dia sebelumnya berada dalam kondisi hati agak buruk, tetapi kini mencoba untuk tenang.
Tetua Chen Duan Shan berkata, "Tetua Meng. Jujur saja, aku sebenarnya ingin langsung menghukum Xiao Shuxiang setelah mendengar kebenaran tentang dirinya darimu."
Tetua Chen Duan Shan, "Xiao Shuxiang sudah mengambil nyawa orang yang sama sekali tidak bersalah. Namun, dia juga tidak bisa kusalahkan secara penuh karena apa yang terjadi bukan keinginan hatinya. Aku bisa melihat bahwa dia merupakan pemuda yang baik,"
Tetua Chen Duan Shan menarik napas dan kemudian menatap Tetua Meng Hao Niang. Dia kembali berujar, "Tapi untuk saat ini .... Aku ingin bertemu dan bicara dengannya secara langsung."
Tetua Shang Quan Yi bertanya, "Di mana Xiao Shuxiang sekarang ini?"
Tetua Meng Hao Niang mengembuskan napas dan menjawab, "Bocah Berandalan itu sedang berlatih dengan Dao Fang An. Tapi kurasa kita masih bisa mengganggu mereka,"
Tetua Meng Hao Niang berdiri dan lalu berujar, "Aku sudah mengatakan apa yang perlu kukatakan. Tapi keputusannya tetap ada pada Tetua Chen, aku akan mengantar kalian ke tempat anak itu berlatih."
"Terima kasih," Tetua Chen Duan Shan ikut berdiri dan kemudian mengikuti Tetua Meng Hao Niang dengan berjalan di belakang wanita itu.
*
*
Xiao Shuxiang duduk di atas sebuah batu dan terlihat mengerutkan kening. Dirinya sekarang masih berada di tempat yang dipenuhi rimbunan pohon bambu, hanya saja bersama dengan Wang Zhao dan pemuda itu pun duduk di batu yang lain.
"Shizun, apa yang akan kami lakukan?" Wang Zhao bertanya. Pertanyaannya ini sudah mewakili pertanyaan yang berada di benak Xiao Shuxiang.
__ADS_1
Tetua Dao Fang An berdiri dengan tenang dan kemudian berkata, "Ambil posisi yang baik untuk duduk. Saat ini aku ingin agar kalian bisa menutup mata, menenangkan diri dan membaca Sutra Pertama Pengendalian Jiwa."
Xiao Shuxiang terkejut mendengarnya. Dia sampai melotot tidak percaya, "Kau bilang apa barusan?"
"Ada apa? Kau tidak tahu tentang sutra pertama pengendalian jiwa?" Tetua Dao Fang An melihat pemuda mempesona ini masih menatap ke arahnya.
Dia pun tersentak ketika menyadari sesuatu. Tetua Dao Fang An berkata, "Jadi kau sungguh tidak menghapal sutra pertama pengendalian jiwa?"
Xiao Shuxiang berkedip, dia pun mulai menarik napas dan berkata. "Aku tahu tapi memang tidak menghapalnya. Tua Bangka? Apa kau ingin melatihku menjadi pendekar atau seorang penghuni kuil? Kenapa kau meminta kami melakukan hal ini?"
"Sutra pertama pengendalian diri adalah langkah awal perubahanmu. Semua kultivator dari Aliran Putih, baik yang ada di Alam Kultivasi Atas maupun di tempat tinggalmu mempelajarinya."
"Tapi aku kultivator Aliran Hitam, aku tidak belajar hal semacam itu." Xiao Shuxiang menggaruk pelan pipinya yang tidak gatal dan sambil menatap Tetua Dao Fang An dia berkata, "Apa kau masih tidak percaya bahwa aku ini merupakan kultivator dari Aliran Hitam?"
Wang Zhao berkedip beberapa kali, tapi tidak mengatakan apa-apa. Dia begitu memperhatikan Xiao Shuxiang dengan teliti. Jika ada orang yang menanyakan pendapatnya, tentu dia akan mengatakan bahwa dirinya memang meragukan Xiao Shuxiang berasal dari Aliran Hitam.
Tetua Dao Fang An tanpa nada berkata, "Bukankah kau pernah belajar di sekte milik tuan muda Lan? Mana mungkin kau tidak diajari tentang sutra ini,"
"Kakek, aku murid yang membuat banyak masalah. Namaku tertulis besar dengan benang merah di Balai Hukuman Sekte Pedang Langit. Aku memperoleh banyak bintang dan menjadi satu-satunya murid dengan perilaku paling buruk di sekte itu. Jadi bayangkan saja, menurutmu apa aku mau duduk dan menghapalkan sutra yang begitu baik itu?"
"Sekteku itu diisi oleh murid-murid yang tidak waras. Aku memang jarang pulang, tapi tempat itu tidak seperti sekte pada umumnya." Xiao Shuxiang melihat dahi Tetua Dao Fang An berkerut dan dia tahu apa yang sedang dipikirkan oleh pria tua ini.
Xiao Shuxiang berkata, "Sebaiknya kau urungkan rasa penasaranmu. Sekteku adalah definisi dari 'Keindahan yang mengerikan'. Para murid di sana terlihat seperti malaikat, tetapi dari penglihatan iblis."
Tetua Dao Fang An memang penasaran, namun dia dengan cepat mengabaikan rasa penasarannya itu karena ini bukan waktu yang tepat. Dia mengembuskan napas dan kemudian menatap Wang Zhao.
Tetua Dao Fang An berkata, "Wang Zhao. Kau yang membaca sutra itu, sementara kau----Bocah Berandalan, fokus dan mulai dengarkan dengan baik. Lakukanlah,"
Wang Zhao mengangguk, sementara Xiao Shuxiang tersentak. Teman baik dari Lan Guan Zhi itu baru akan protes saat Wang Zhao mulai menutup mata dan membaca sutra pengendalian jiwa.
"Tu-tunggu dulu--"
"Lakukanlah. Kau sendirilah yang ingin ini," Tetua Dao Fang An menyela dan membuat Xiao Shuxiang kesulitan menelan ludah.
"Astaga .... Aku belum siap untuk ini," Xiao Shuxiang terlihat berwajah pucat. Dia pun mengembuskan napas dan memperbaiki posisi duduk bersilanya. Xiao Shuxiang mulai menutup mata dan mulai fokus mendengarkan Wang Zhao membaca sutra pengendalian jiwa.
__ADS_1
Wang Zhao mempunyai suara yang enak didengar, apalagi saat membaca sutra. Pemuda itu memang juga berasa dari wilayah Aliran Hitam, tetapi dia sudah lama tinggal di Sekte Lautan Awan sebagai pelayan.
Wang Zhao juga sudah lama belajar di bawah bimbingan Tetua Dao Fang An. Dia merupakan tipe pemuda yang tidak mempunyai sifat pemberontak seperti Xiao Shuxiang. Dia benar-benar lelaki yang mempunyai hati selembut tahu.
"..............."
Tetua Dao Fang An meletakkan tangannya di belakang pinggang dan memperhatikan kedua pemuda yang duduk bersila di atas batu itu. Dia sejenak menghayati pembacaan sutra dari Wang Zhao. Dia kagum karena pemuda itu bisa melafalkan sutra pengendalian jiwa dengan sangat baik.
Tetua Dao Fang An pun berjalan sedikit agak jauh. Dia memberi ruang untuk kedua orang yang sedang berlatih ini. Tetua Dao Fang An tidak bisa melatih teknik dan jurus berpedang kepada Xiao Shuxiang maupun Wang Zhao, tetapi dia bisa mengenalkan mereka pada salah seorang tetua yang ahli dalam pelatihan fisik seperti itu.
"..............."
Tetua Dao Fang An mendengar suara langkah kaki mendekat. Dia pun spontan berbalik dan tidak menyangka melihat Tetua Besar dari Istana Seribu Pedang dan Tetua Besar Sekte Lembah Cahaya Surgawi mendekat ke arahnya.
Tetua Dao Fang An juga dengan segera berjalan untuk menyapa dua tamunya itu. Dia menyatukan tangan dan memberi hormat.
Tetua Chen Duan Shan dan Tetua Shang Quan Yi membalas hormat dari Tetua Dao Fang. Di antara mereka juga terlihat Tetua Meng Hao Niang, Bocah Pengemis Gila, Lan Guan Zhi dan yang lainnya.
"Tetua Chen dan Tetua Shang, kapan kalian datang?" Tetua Dao Fang An tersenyum, dia senang melihat kedua temannya ini. "Mari silahkan, Tetua..."
"Tidak, tidak perlu. Kami di sini saja," Tetua Chen Duan Shan menolak dengan ramah. Dia tahu bahwa Tetua Dao Fang An ingin menjamunya. Dia pun berkata bahwa dirinya sudah diberi jamuan oleh Tetua Meng Hao Niang.
Saat para tetua ini sedang berbincang-bincang, Bocah Pengemis Gila yang sedang memeluk tongkat bambunya nampak memperhatikan Xiao Shuxiang yang begitu serius.
"..............."
Untuk sejenak, Bocah Pengemis Gila sempat tertegun dan terpesona dengan suara indah Wang Zhao serta wajah tampan Xiao Shuxiang. Dia bahkan tanpa sadar membuka mulutnya.
Lan Guan Zhi sendiri juga memperhatikan teman baiknya. Dia melihat bagaimana Xiao Shuxiang duduk bersila dengan konsentrasi yang penuh. Dia berkedip dan tersenyum samar ketika tahu bahwa teman baiknya juga bisa begitu serius.
Di sisi lain, Bocah Pengemis Gila tersentak saat mendengar pembicaraan antara Tetua Dao Fang An dengan Tetua Istana Seribu Pedang yang membahas tentang Xiao Shuxiang.
Bocah Pengemis Gila menahan napas karena tiba-tiba saja suasana antara Tetua Dao Fang An serta Tetua Chen Duan Shan menjadi begitu tegang. Dia bisa merasakan firasat yang tidak mengenakkan dan ini juga makin kuat saat dirinya menatap xiao shuxiang.
******
__ADS_1