![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Liu Wei Lin menyaksikan awan merah yang menyelimuti pulau terapung tempat sektenya berada kini berubah menjadi awan berapi. Dia juga mendengar suara ledakan yang semakin lama kian besar.
"..............." Ling Qing Zhu sendiri masih dalam gendongan Liu Wei Lin. Dia juga turut menyaksikan perubahan pada awan yang menyelimuti Sekte Lautan Awan dan sekaligus hujan asam berapi yang semakin deras.
Seluruh hutan di pulau terapung yang luas itu hampir semuanya terbakar. Benar-benar tidak ada tempat untuk bersembunyi atau menyelamatkan diri.
"..............."
Meski ekspresi wajah Liu Wei Lin nampak datar, tetapi sorot matanya mengandung kemarahan yang dalam. Apa yang terlihat di hadapannya adalah sebuah serangan yang tanpa ampun dan seakan benar-benar ingin menghanguskan semua orang di sekte miliknya.
"............. Tuan Muda Liu," Ling Qing Zhu bersuara saat merasakan remasan yang kuat dari Liu Wei Lin pada lengannya. Dia membuat pemuda berpakaian merah itu tersentak.
"Maafkan aku, Nona Ling." Liu Wei Lin baru sadar dengan keadaannya sekarang yang sedang menggendong gadis cantik berambut putih ini.
"Apa aku menyakitimu?" Liu Wei Lin bertanya.
"............. Mn," Ling Qing Zhu menggeleng pelan. Dia pun baru akan meminta Liu Wei Lin untuk menurunkannya saat dia mendengar suara pemuda ini kembali.
"Sebaiknya kita ke tempat tetua Jing Shang Yu dan memberitahukannya mengenai kabar ini,"
"Tetua Jing .... Tidak ada di sekte?" Ling Qing Zhu sedikit mengerutkan kening. Pertanyaannya membuat Liu Wei Lin menatapnya.
"Tetua Jing ada di kediamannya, Gunung Puncak Xuyang." Liu Wei Lin menarik napas dan kemudian berkata, "Nona Ling berpeganganlah. Aku akan melesat secepat yang kubisa,"
?!
Ling Qing Zhu tersentak saat tiba-tiba Liu Wei Lin mengeratkan gendongannya. Dia terpaksa memegang pakaian pemuda ini dan dirinya pun dibawa pergi.
Gunung Puncak Xuyang adalah sebuah gunung dari pulau terapung yang terpisah dari pulau terapung tempat Sekte Lautan Awan berada. Lokasi kedua tempat ini cukup jauh dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk pergi ke sana.
Hanya saja Liu Wei Lin mengerahkan seluruh tenaganya dan melesat sangat cepat. Dia berharap teman-temannya yang terperangkap dalam hujan asam berapi milik musuh bisa bertahan sampai dirinya kembali membawa bantuan.
*
*
Di sisi lain, tepatnya di atas awan berapi milik Hei Lian. Pertarungan berlangsung sengit, kali ini Xiao Shuxiang tidak lagi melawan Hei Lian seorang diri. Wang Zhao sekarang bersamanya dan pemuda itu cukup membuatnya terkesan.
Semenjak akar pada Dantian Wang Zhao menghilang sebagian, pemuda itu telah memperoleh kekuatan yang hebat dan bahkan beberapa teknik bertarungnya berasal dari didikan di sektenya sendiri.
Xiao Shuxiang menyaksikan bagaimana cepat dan tangkasnya Wang Zhao dalam menghadapi serangan brutal dari Hei Lian. Pemuda itu mempunyai jurus-jurus yang bahkan belum pernah dia lihat sebelumnya, hanya saja memang---Wang Zhao juga memakai teknik berpedang yang diajarkan Xiao Shuxiang padanya.
"Tuan Xiao, kau istirahatlah. Biar aku yang menghadapinya," Wang Zhao tahu bahwa Xiao Shuxiang sudah mencapai batas dari kemampuannya. Dia bisa melihat wajah pemuda ini yang nampak begitu pucat.
"Hmph, apa maksudmu? Ini masih belum seberapa,"
"Tuan Xiao sama sekali tidak memiliki kewajiban untuk memaksakan diri, apalagi melawannya. Ini merupakan masalahku, jadi biar aku yang selesaikan sendiri."
"..............." Xiao Shuxiang menyaksikan bagaimana Wang Zhao melesat setelah bicara demikian padanya. Pertarungan pemuda itu melawan Hei Lian begitu luar biasa dan membuat banyak suara keras.
Xiao Shuxiang mengatur pernapasannya dan memang kini tidak ikut membantu. Namun meski begitu, kewaspadaannya tidak pernah menurun.
Xiao Shuxiang mengumpulkan tenaga dan di saat yang sama, Wang Zhao terus bertarung melawan Hei Lian. Dia sedikit kesulitan saat menghadapi serangan beracun milik anggota Sekte Lembah Iblis tersebut.
Wang Zhao memang berasal dari Aliran Hitam, dia pun dilatih agar bisa kebal dalam menghadapi racun. Hanya saja racun buatan Hei Lian cukup kuat dan Wang Zhao sendiri mempunyai batasan dengan kemampuannya menahan efek dari racun itu.
!!
Sebuah serangan mengarah ke titik buta Wang Zhao. Dia hampir terkena serangan dahsyat itu andai tidak ditolong oleh Xiao Shuxiang. Wang Zhao benar-benar tidak menyangka masih selamat dengan serangan sehebat itu.
__ADS_1
Wang Zhao melayang dan menghampiri Xiao Shuxiang. Dia memegang pedang kayu miliknya dan bernapas pelan. Dia pun berkata, "Kita perlu rencana untuk menghadapinya. Tidak bisa terus seperti ini,"
"Kalau begitu buatlah rencana,"
"Aku akan menyerangnya langsung dari depan,"
"Tentu. Akan kubantu kau dan ikut menyerangnya dari depan,"
Wang Zhao tanpa ragu mengangguk dan segera melesat. Xiao Shuxiang mengikut di belakang dan memang lebih fokus pada pertahanan. Di sisi ini, Wang Zhao yang menjadi penyerang utama karena tenaganya sekarang lebih besar dari milik Xiao Shuxiang.
Hei Lian sendiri sudah kesal karena tidak bisa membunuh Xiao Shuxiang dan kini Wang Zhao juga ikut dalam pertarungan. Dia tidak bisa untuk menahan emosinya dan ingin menghabisi mereka berdua.
Gemuruh semakin keras terdengar dan kobaran api pada awan merah itu terus bergejolak. Tidak ada suara Hei Lian, tapi gejolak yang terjadi sudah menjadi bukti bahwa sosok itu sangat murka.
Wang Zhao tersentak saat serangan yang sedang dia hadapi semakin kuat. Dirinya hampir ragu, tetapi seruan Xiao Shuxiang yang memintanya maju tanpa perlu takut membuatnya kembali percaya diri.
!!
Xiao Shuxiang sendiri sebenarnya kesal karena harus membutuhkan bantuan orang lain untuk menghadapi Hei Lian. Ini pun dengan bantuan Wang Zhao dan sampai sekarang masih belum terlihat hasil dari pertarungan mereka.
Lawan yang Xiao Shuxiang hadapi sama sekali belum terdesak. Justru merekalah yang kemungkinan besar akan lelah lebih dahulu karena kehabisan tenaga.
"............. Rencana yang tidak pernah gagal ini bahkan belum mampu mendesaknya," Xiao Shuxiang tersengal-sengal. Dia menarik napas, "Dia benar-benar musuh yang kuat."
Xiao Shuxiang mengakui kemampuan Hei Lian, anggota dari Sekte Lembah Iblis itu tidak main-main saat bertarung dan hal tersebut sangat buruk baginya.
Hei Lian awalnya mungkin merendahkan lawan dan bersikap angkuh, namun saat mulai bertarung----sosok yang seperti gadis kecil tersebut sangat bersungguh-sungguh. Karena hal ini, maka dampak dari serangannya begitu mengerikan.
Wang Zhao pun menyadari hal itu, dia bahkan menggertakkan giginya. Wang Zhao berkata, "Tidak tahu bagaimana kondisi di bawah sana sekarang dan entah bagaimana keadaan Shizun,"
Xiao Shuxiang mendengar hal itu dan kemudian berkata, "Tetua Dao Fang An pasti sedang melindungi para muridnya. Kau fokus saja pada apa yang ada di depanmu,"
"Tuan Xiao, kita butuh rencana lain..."
Xiao Shuxiang menyadari hal itu. Dia pun menatap Wan Zhao dan bertanya tanpa kehilangan kewaspadaan, "Musuh yang kita hadapi adalah orang dari sektemu. Apa kau tahu kelemahan yang bisa digunakan untuk melawannya?"
Wang Zhao menggeleng, raut wajahnya semakin pucat saat mengingat sesuatu. Dia pun menahan napas saat berkata, "Hei Lian tidak punya kelemahan."
"Mustahil," Xiao Shuxiang bersuara tegas. "Setiap orang memiliki kelemahan, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Pasti ada sesuatu yang bisa kita gunakan, berpikirlah."
Napas Wang Zhao sudah memberat. Dia telah melakukan segala yang dirinya bisa dan masih menyerang Hei Lian sekarang. Namun memang, dia tidak tahu apa pun mengenai kelemahan lawannya ini.
Xiao Shuxiang sendiri tidak menyerah. Dia yakin ada hal yang bisa dilakukan untuk mendesak Hei Lian. Mereka hanya perlu mencarinya sambil terus bertarung dan mempertahankan agar tidak sampai mengalami luka yang parah.
!!
Semakin lama bertarung, darah di dalam diri Wang Zhao kian memanas dan tidak butuh waktu lama sampai terasa bagai akan mendidih. Pemuda itu merasakan energi spiritual yang kuat berkumpul dan mengalir deras di setiap sel darahnya.
Tanda di pelipis kanan Wang Zhao kini berubah warna menjadi merah dan aura hitam pekat menyelimuti bilah pedang miliknya. Wang Zhao merasakan ada yang berbeda dan membuatnya kian bersemangat.
Setiap gerakan bertarung pemuda itu sebenarnya terukur dan mengagumkan. Hanya saja jika bukan dilindungi oleh Cermin Pemindah Xiao Shuxiang, Wang Zhao pasti sudah mengalami banyak luka. Biar bagaimanapun, pengalaman bertarung pemuda ini masih terlalu minim meski kekuatannya besar.
Wang Zhao adalah pemuda yang kuat dan Xiao Shuxiang mengakuinya. Teknik dan gerakan bertarung pemuda itu pun tidak seperti amatir, hanya saja memang masih cukup banyak celah yang terlihat.
Xiao Shuxiang sendiri, meski praktiknya sekarang lemah dan dari segi tenaga dia berada di bawah Wang Zhao----dirinya mempunyai pengalaman bertarung yang tidak main-main. Baginya, selama dia masih mampu bergerak----maka Xiao Shuxiang akan terus melawan.
"............. Aku butuh celah untuk memakai benda itu," Xiao Shuxiang fokus dengan Cermin Pemindah dan juga menyerang lesatan kekuatan Hei Lian memakai Yīng xióng.
Pedang pusakanya menyerap serangan itu dan ayunan pedang Xiao Shuxiang mengembalikan serangan tersebut dengan kekuatan yang lebih besar.
__ADS_1
"Tuan Xiao, lindungi aku." Wang Zhao tiba-tiba bersuara, ekspresi wajahnya begitu serius dan tidak butuh waktu lama sampai dia melesat secepat kilat.
Xiao Shuxiang tersentak, tetapi dia masih dengan cepat menanggapi permintaan itu. Meskipun lelah dan hampir tidak kuat lagi, tetapi dia tetap menjaga Wang Zhao dan terus mendukungnya.
Suara nyaring terdengar dan lesatan kini kembali lagi. Wang Zhao menyerang ke awan berapi yang merupakan wujud Hei Lian secara langsung dan tanpa rasa gentar melesat turun.
Dalam beberapa ayunan pedang yang besar, kekuatan dahsyat tercipta dan penuh aura yang menekan. Semua itu berasal dari ayunan senjata Wang Zhao.
Cermin pemindah Xiao Shuxiang saat itu juga terbentuk dan serangan Wang Zhao yang nyaris mengenai awan berapi itu kini masuk ke dalam cermin.
Belum sempat Wang Zhao mengajukan protes, sesuatu kembali terjadi. Cermin Pemindah Xiao Shuxiang terbentuk dan lantas mengeluarkan serangan Wang Zhao yang telah ditingkatkan.
Serangan itu luar biasa dahsyat dan dari sana suara pekikan yang menyakiti pendengaran kembali terdengar. Kali ini dampak serangan tersebut membuat seakan-akan ada pecahan di langit.
Di saat Wang Zhao hendak menyerang kembali, di saat itu juga sebuah serangan lain melesat dan langsung menyerang awan berapi Hei Lian hingga terdengar jeritan pilu anak kecil.
!!!
Xiao Shuxiang dan Wang Zhao terkejut. Keduanya yakin serangan yang barusan itu bukan mereka yang melakukannya.
"..............."
Ada orang lain. Sosok pria berpakaian putih yang melayang tidak jauh di atas mereka. Wang Zhao membulatkan mata saat tahu bahwa orang yang dia lihat tidak lain adalah Tetua Puncak Xuyang, Jing Shang Yu.
Baru saja Wang Zhao ingin bersuara, Tetua Jing Shang Yun yang memiliki ekspresi wajah dingin itu langsung menerjang awan berapi di bawahnya dengan serangan yang dahsyat.
Ledakan besar tercipta. Xiao Shuxiang secara spontan menarik Wang Zhao dan kemudian menghindari efek serangan itu. Pertarungan yang begitu memukau kini terpampang di hadapan Xiao Shuxiang.
Wang Zhao tertegun, "........... Tetua Jing,"
"Sepertinya memang kultivator dengan praktik setinggi Tetua Jing Shang Yu yang bisa sejajar dengan Hei Lian,"
Wang Zhao tersentak mendengar ucapan Xiao Shuxiang dan langsung menoleh ke arah pemuda tersebut. Dia menatap Xiao Shuxiang sejenak sebelum menyaksikan pertarungan dahsyat Tetua Jing Shang Yu.
Hei Lian tidak memperlihatkan wujud manusianya, tetapi awan berapi yang merupakan wujudnya sekarang kini mengeluarkan suara jeritan-jeritan dan sesekali teriakan yang penuh amarah.
Di sisi lain, Tetua Jing Shang Yu masih tanpa ekspresi saat bertarung. Sebelum ini, dia berada di kediamannya dan dalam kondisi meningkatkan praktik saat Liu Wei Lin datang.
Pemuda yang selalu memakai kipas itu nampak menggendong seorang gadis berambut putih dan Liu Wei Lin dalam kondisi yang sangat kelelahan seperti telah menggunakan seluruh tenaga untuk bisa sampai ke kediamannya.
Dari penjelasan Liu Wei Lin, Tetua Jiang Shang Yu langsung kemari saat tahu bahwa Sekte Lautan Awan diserang. Dia sebenarnya terkejut melihat kondisi pulau terapung ini yang benar-benar terbakar hebat.
"Tidak lagi ...." suara Hei Lian terdengar. Dia berkata dengan nada yang sangat nyaring, "Tidak ada lagi yang menjadi pengganggu..!!"
"........... Pergi,"
Suara Tetua Jing Shang Yu begitu dingin. Dia memakai energi spiritual yang besar dan mampu memecah awan berapi yang merupakan wujud Hei Lian. Dia saat yang sama, serangan Tetua Jing Shang Yu telah menghentikan hujan asam berapi tersebut.
Xiao Shuxiang tidak menunggu dan menjadi penonton. Saat tenaganya kembali terkumpul, dia menyenggol Wang Zhao sebagai isyarat untuk membantu Tetua Jing Shang Yu.
Dengan kehadiran Xiao Shuxiang dan Wang Zhao sebagai bantuan, Tetua Jing Shang Yu banyak tertolong dan mereka kini mampu mendesak Hei Lian.
Serangan Tetua Jing Shang Yu membuat awan berapi itu terbelah, kemudian Wang Zhao memberikan serangan yang bisa memperparah kondisi awan berapi itu hingga wujud manusia dari Hei Lian kembali terlihat.
Serangan Xiao Shuxiang yang terakhir dan itu sangat kuat hingga mampu membuat Hei Lian terpental sangat jauh. Gadis kecil itu bahkan kesulitan menahan serangan Xiao Shuxiang yang ternyata tidak dilakukan sekali.
Xiao Shuxiang memberi serangan secara berulang-ulang dan yang terakhir dengan memakai cermin pemindah miliknya. Dia membuat Hei Lian terlempar keluar dari langit Sekte Lautan Awan.
Tanpa menunggu adanya jeda, Tetua Jing Shang Yu melesatkan serangan yang ikut memperkuat serangan Xiao Shuxiang.
__ADS_1
Hei Lian tidak bisa menangani ini dan terlempar semakin jauh bahkan sampai ke pulau terapung, Shī shān. Tubuhnya menghantam tanah yang tidak lain adalah tempat pemakaman tersebut.
******