![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang saat ini sedang berjalan di rimbunan pohon bambu. Dia memikirkan perkataan Tetua Dao Fang An sambil terus melangkah.
Hanya saja tanpa diduga, Xiao Shuxiang menginjak sebuah tali yang tersembunyi di balik dedaunan kering dan kejadian itu membuat beberapa belati melesat dari berbagai arah.
Xiao Shuxiang tersentak dan langsung melompat menghindar, namun serangan lain datang ketika dia berada di udara.
!!
Anak panah entah bagaimana keluar dari batang pohon bambu dan beruntung Xiao Shuxiang masih bisa menangkisnya. Dia memakai tendangan meski ada sebuah anak panah yang tidak bisa dia hindari.
Xiao Shuxiang menapak di tanah dengan tangan yang memegang lengannya. Dia terlihat meringis dan mulai mencabut anak panah yang menusuk cukup dalam pada lengan kirinya.
"..............."
Xiao Shuxiang bisa melihat pakaiannya mulai bernoda darah. Dia pun mencari tempat untuk duduk dan kemudian memperhatikan anak panah yang sudah melukainya.
"Tinggalkan semua teknik berpedangmu dan buat teknik berpedang yang baru..."
"..............." Xiao Shuxiang mengingat ucapan Tetua Dao Fang An dan kemudian menarik napas pelan, dia bisa merasakan luka di lengannya mulai tertutup.
"....... Meninggalkan semua teknik berpedangku .... Bagaimana caranya..?" Xiao Shuxiang bergumam, "Itu bukanlah sesuatu yang bisa ditinggalkan begitu saja."
Xiao Shuxiang bernapas pelan, "Selama lebih dari seratus tahun .... Tidak ada yang berubah dari teknik berpedangku. Tidak beraturan justru memberikan keuntungan hingga lawan akan sulit memprediksi gerakan selanjutnya. Tapi tua bangka itu bilang ...."
Xiao Shuxiang mengembuskan napas. Sebuah titik cahaya berkumpul di udara dan membentuk serangga dengan sayap putih-keperakan. Kupu-kupu itu terbang perlahan di hadapan Xiao Shuxiang.
"Teman Kecil, bagaimana pendapatmu?" Xiao Shuxiang bertanya dan terdengarlah suara bagai anak perempuan dari kupu-kupu bersayap indah di depannya.
"Tuan bisa mencobanya,"
"Menurutmu ini akan berhasil?"
"..............." kupu-kupu itu hinggap di ujung anak panah Xiao Shuxiang yang ternoda darah. Bisa diperhatikan bahwa serangga terbang itu mulai menghisap darah yang menempel di anak panah tersebut hingga sayapnya yang putih-keperakan berubah menjadi semerah darah.
Suara bagai anak kecil kembali terdengar.
"Tuan sedang berlatih untuk menguasai salah satu bagian dari Kitab Pembunuh Matahari. Bab Roh dan Kematian yang digabungkan dengan Teknik Pengendali Roh mempunyai hubungan yang cukup kuat dengan teknik mental. Teknik itu pun bagian dari pengendalian diri, sementara Tuan lemah dalam hal ini."
Xiao Shuxiang memperhatikan serangga di depannya dan berkata tanpa nada, "Harusnya aku tidak bertanya padamu. Kau menjawab apa yang sudah kutahu,"
"Aku bagian dari dirimu, Tuan."
Xiao Shuxiang memandang rimbunan pohon bambu dan masih memikirkannya. Dia pun berujar, "Aku tidak pernah mau mengakui hal ini, Teman Kecil. Tapi aku sepertinya memang mempunyai pengendalian diri yang buruk. Karena hal itu juga, Iblis Mimpi jadi bisa mempermainkanku."
"Aku memang harus melakukan sesuatu," Xiao Shuxiang menatap ujung anak panah di tangannya dan kemudian tanpa peringatan----dia mulai melesatkan anak panah itu dengan sekuat tenaga.
Kupu-kupu bersayap merah tersebut langsung terbang dan tidak menyangka akan mendapatkan serangan seperti itu. Anak panah tersebut menancap dalam di sebuah batang pohon bambu.
__ADS_1
Xiao Shuxiang melihat anak panah yang dilesatkannya berubah menjadi abu dan meninggalkan bekas yang cukup dalam. Jika yang terkena serangan itu adalah kepala atau leher manusia----maka tidak mungkin orang itu akan selamat.
"..............." Xiao Shuxiang menatap tajam pohon bambu tersebut dan mulai berdiri. Darahnya berdesir saat membayangkan bahwa yang terkena serangannya tadi adalah manusia.
Xiao Shuxiang berujar, "Aku menyukai pertarungan, Teman Kecil. Selama ini aku menganggap bahwa teknik berpedangku sudah sempurna dan tentu saja sangat berat jika harus mengubahnya, apalagi ditinggalkan--"
"Tapi musuh Tuan sekarang sangat kuat,"
"Kau benar," Xiao Shuxiang menatap teman kecilnya dan berkata. "Aku akan mencobanya, tapi jika sampai kutemukan kejanggalan saat berlatih dengan kakek tua itu atau apa yang dia lakukannya adalah untuk mendapatkan bagian kitab yang ada padaku ini----maka aku pasti akan langsung menghabisinya,"
"Tuan, aku rasa dia tidak mungkin tahu-"
"Saat aku mengambil bagian dari Kitab Pembunuh Matahari di tubuh Yi Shisi waktu itu----ada banyak orang yang menyaksikannya, Teman Kecil. Tua Bangka itu memang tidak ada di sana, tapi cepat atau lambat berita itu pasti sampai di telinganya."
Xiao Shuxiang menarik napas dan kembali berkata, "Aku memang tidak tahu siapa saja yang menyaksikan kejadian itu dan mungkin----para kultivator yang melihatnya berusaha menyembunyikan hal ini. Tentu saja, karena mereka ingin merebutnya sendiri."
Xiao Shuxiang berjalan pergi. Dia kini sudah membuat keputusan bahwa sebelum kejadian yang tidak diinginkan terjadi----dia harus melakukan persiapan.
"..............."
Kupu-kupu bersayap semerah darah itu perlahan berubah menjadi butiran cahaya dan kemudian menghilang. Ekspresi Xiao Shuxiang begitu tenang, namun tatapan matanya seakan mengandung sebuah rencana yang tersembunyi.
*
*
Bocah Pengemis Gila masih bersama dengan Tetua Dao Fang An dan yang lainnya. Mereka sedang berbincang saat Bocah Pengemis Gila mulai melihat Xiao Shuxiang yang berjalan mendekat.
"Kau sudah kembali ...." Tetua Dao Fang An berbicara saat Xiao Shuxiang telah berada di hadapannya.
"Aku akan mengikuti arahanmu. Jadi, kapan pelatihanku di mulai?"
Bocah Pengemis Gila tersentak, dia menatap Xiao Shuxiang sambil berkedip.
Tetua Dao Fang An berkata, "Aku tidak menyangka kau membuat keputusan secepat ini. Kau sungguh yakin sudah memikirkannya baik-baik?"
"Aku tidak perlu memikirkannya terlalu lama jika tujuannya menguntungkanku. Lagipula .... Aku tidak bisa tenang jika harus meninggalkan Lan'Er-ku terlalu lama dengan pria menyebalkan ini."
!!
Bocah Pengemis Gila kaget sampai terperangah saat menyaksikan Xiao Shuxiang meraih tangan Lan'Er Gege-nya. Di sisi lain, Lan Guan Zhi tersentak sebab tangannya tiba-tiba dipegang oleh teman baiknya.
"..............." Lan Guan Zhi tidak berkata apa-apa, tetapi menatap Xiao Shuxiang dengan pandangan yang sulit diartikan.
Bocah Pengemis Gila sendiri nampak cemberut dan hanya bisa memeluk erat tongkat bambunya. Dia memberi tatapan tidak suka pada Xiao Shuxiang karena sangat mengesalkan.
Tetua Dao Fang An berkedip dan lalu terbatuk pelan. Dia pun berkata, "Aku akan langsung memulainya. Ini adalah pelatihan yang mudah. Kau dan Wang Zhao ikuti aku. Sementara yang lain, kalian tunggu di sini."
__ADS_1
Xiao Shuxiang tersentak dan bertanya, "Apa tidak bisa jika teman baikku ikut? Aku merasa tidak tenang bila harus meninggalkannya bersama pria berwajah hantu gantung ini,"
Ketika Xiao Shuxiang berujar, dia menunjuk Bocah Pengemis Gila memakai tatapan matanya. Hal itu membuat pria dengan tongkat bambu tersebut kaget sampai tidak bisa berkata apa-apa untuk protes.
Dao Fang An berkata, "Tuan Muda Lan tidak bisa ikut karena sudah mempunyai pengendalian diri yang baik. Tuan Muda Lan akan berlajar teknik yang lain. Kau dan Wang Zhao--lah yang lebih butuh perhatian, ayo ikuti aku."
Wang Zhao menelan ludah dan dengan gugup mengangguk. Dia pun mengikuti Tetua Dao Fang An yang mulai berjalan pergi.
Xiao Shuxiang bernapas pelan dan lalu menatap teman baiknya, "Kau harus kurangi bersama dengan pria aneh ini. Sebisa mungkin jaga jarak darinya, kau mengerti?"
Lan Guan Zhi berkedip, dia menatap dalam teman baiknya dan mulai sedikit membungkuk. Tindakannya mengejutkan Tetua Dao Fang An dan bahkan membuat Li Huanshou secara spontan menutup mata Jian Yang.
Bocah Pengemis Gila membuka mulut lebar sementara Wang Zhao nampak berkedip beberapa kali.
Lan Guan Zhi bersuara pelan, tepat di samping telinga Xiao Shuxiang. "Apa yang kau lakukan?"
Xiao Shuxiang spontan menjawab dengan suara yang tidak kalah pelan. "Tentu saja melindungimu, aku tidak mau kau tertular penyakit 'aneh' dari Bocah Pengemis Gila."
"..............." Lan Guan Zhi mengembuskan napas dan menggumam pelan.
Xiao Shuxiang tersenyum dan kemudian menepuk lengan teman baiknya. Dia pun beralih menatap Li Huanshou dan Jian Yang. Xiao Shuxiang berkata, "Kalian jaga Lan Guan Zhi. Jangan biarkan temanku dekat dengan pria aneh menyebalkan ini, mengerti?"
Xiao Shuxiang mengerutkan kening, "Li Huanshou. Untuk apa kau menutup mata Jian Yang seperti itu?"
"Ah ...." Li Huanshou tersentak, dia pun tertawa garing dan berkata. "Ha-hanya spontanitas, Saudara Jian adalah 'Tuan' bagiku. Jadi merupakan kewajibanku untuk menjaga dan ... Melindunginya dari sesuatu yang mengancam diri dan juga mentalnya,"
Tidak ada hal aneh yang dilakukan oleh Xiao Shuxiang dengan Lan Guan Zhi antara satu sama lain, tetapi entah apa pun yang mereka berdua lakukan----orang akan menganggapnya 'sesuatu yang lain'.
Lan Guan Zhi memperhatikan saat teman baiknya mulai pergi bersama Tetua Dao Fang An dan Wang Zhao. Xiao Shuxiang harusnya tidak terlalu mengkhawatirkan dirinya, Bocah Pengemis Gila tidaklah seberbahaya itu sampai-sampai harus dihindari.
*
*
Di saat Xiao Shuxiang dan Wang Zhao mulai akan melakukan latihan pertama mereka di bawah bimbingan Tetua Dao Fang An----Tetua Meng Hao Niang saat ini sedang berhadapan dengan Tetua Besar Istana Seribu Pedang dan Tetua Besar Sekte Lembah Cahaya Surgawi.
Tetua Meng Hao Niang bertemu kedua tetua ini saat hendak berjalan ke Paviliun Pengobatan. Tetua Besar Istana Seribu Pedang, yakni Tetua Chen Duan Shan tanpa basa-basi langsung menanyakan keberadaan Xiao Shuxiang.
Tetua Meng Hao Niang tidak menjawab dan justru meminta agar kedua tetua ini menerima jamuannya. Dia beruntung karena kedua tetua besar ini mau pergi mengunjungi Paviliun Pengobatan.
"Tetua Meng, kami datang kemari untuk Xiao Shuxiang. Ada yang ingin kupastikan darinya secara langsung," Tetua Chen Duan Shan berujar. Dia bahkan sama sekali tidak menyentuh cawan keramik berisi teh miliknya.
Tetua Meng Hao Niang dengan ekspresi wajah yang terlihat bagai pemabuk berat mulai berkata, "Tetua Chen. Aku tahu apa yang kalian inginkan dari Berandalan itu, tetapi bahkan denganku pun----kalian bisa mendapatkan jawaban yang semestinya."
"Tetua Meng--"
"Xiao Shuxiang sudah mengakui sendiri kesalahannya padaku. Benar bahwa dialah yang sudah membantai warga kota itu,"
__ADS_1
!!!
******