![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang menyaksikan ada yang aneh dari pertarungan teman-temannya. Dia tahu bahwa Lan Guan Zhi, Wang Zhao, Hu Li dan Liu Wei Lin menahan kekuatan, tetapi ada sesuatu yang lain lagi dan ini sangat tidak nyaman di matanya.
Pandangan mata Xiao Shuxiang menjadi tajam ketika mulai tersadar. Dia seperti sedang menahan kemarahan dan bahkan warna matanya berubah menjadi merah untuk beberapa saat.
Xiao Shuxiang berputar di udara dan kemudian menendang dada seorang anggota Sekte Lembah Iblis. Tendangan itu kuat dan tepat mengenai organ dalam yakni jantung, lawannya bahkan langsung tewas hanya dengan sekali serangan itu.
Chu Gu Xiang berkedip beberapa kali, tidak menyangka pemuda ini memiliki kekuatan yang besar. Dia baru akan buka suara ketika tubuhnya tiba-tiba saja diturunkan dan pemuda itu pun melesat.
Wang Zhao yang sedang bertarung nampak terkejut ketika sebuah lesatan datang dari arah samping tubuhnya. Dia melihat Xiao Shuxiang menerjang lawan begitu saja. Tangan pemuda itu seakan masuk ke dalam dada lawan dan hanya waktu sekejap mata, sesuatu seperti digenggam oleh pemuda tersebut.
Xiao Shuxiang menyadari pola serangan teman-temannya dan sebenarnya dia cukup kesal karena hal ini. Lan Guan Zhi, Liu Wei Lin, dan Wang Zhao seakan tidak ingin membunuh lawan yang mereka hadapi. Hu Li bahkan ikut-ikutan dan dia pun terpaksa turun tangan sendiri.
Ada anggota Sekte Lembah Iblis yang mempunyai gerakan cepat dan cukup kuat, tetapi Xiao Shuxiang tidak masalah sama sekali. Dia mengeluarkan pedang pusakanya dan hanya butuh satu kali serangan, tubuh lawan pun terbelah menjadi dua.
Saat menyelesaikan lawan terakhir, Xiao Shuxiang memasukkan kembali pedang miliknya ke dalam Gelang Semesta dan terlihat mengembuskan napas. Tangan kanannya sedikit bernoda darah, tetapi bukan ini yang lebih penting sekarang.
"Tu-Tuan Xiao ...?" Wang Zhao tidak tahu bagaimana harus mengatakannya. Xiao Shuxiang membunuh anggota Sekte Lembah Iblis begitu saja dan sama sekali tidak nampak bersalah.
Sosok ini ... Orang yang terlihat seperti pemuda baik ini sudah mengambil nyawa orang lain. Dia dan teman-temannya bahkan tidak sempat menghentikan tindakan yang mengerikan ini.
"Sepertinya aku tidak pernah menjelaskan atau memang kalian yang lupa," Xiao Shuxiang berkata tanpa nada dan menatap teman-temannya.
Hu Li tahu bagaimana karakter dari Xiao Shuxiang dan memang sejak awal dia sudah memiliki pemikiran bahwa Tuan Muda Xiao-nya akan kesal melihat ini. Tuan Muda-nya memang tidak suka melihat pertarungan tanpa ada satu lawan pun yang mati.
Xiao Shuxiang berujar, "Kita datang kemari dengan misi mengurangi kekuatan lawan. Bukan membuat tenaga kita habis dengan bertarung tanpa niatan membunuh seperti ini..!"
Xiao Shuxiang mengepalkan kedua tangannya dan berkata, "Sejak awal aku sudah membantu kalian dengan cermin pemindah, menggunakan teman kecilku dan ini menghabiskan banyak tenaga. Lalu apa yang kulihat ini? Jika kalian memang tidak ada niatan mengurangi kekuatan lawan, maka pulang saja sana."
Wang Zhao. "Tuan Xiao, tapi mereka tidak-"
"Tidak bersalah maksudmu?" Xiao Shuxiang menyela dan mendesah pelan, "Wang Zhao. Apa saat pergi ke Sekte Lautan Awan untuk membuat keributan mereka juga memikirkan nyawa orang lain?"
Xiao Shuxiang menarik napas dan lantas menggeleng pelan, "Dunia tidak sebaik itu. Aku tidak ingin kau mempunyai hati yang tidak berbelas kasih, tetapi untuk seorang pemimpin---dia harus meneguhkan hatinya."
"Hu Li dan Liu Wei Lin, kalian berdua menyebalkan karena mengikuti Wang Zhao." Xiao Shuxiang menyilangkan tangan dan lalu berkata, "Kau juga sama, Lan'Er. Kalian sudah membuatku membuang-buang tenaga saja. Jika memang tidak mau melakukannya, maka pulanglah."
Xiao Shuxiang menggelembungkan pipinya dan kemudian berjalan pergi. Dia merutuk sepanjang jalan, mengomeli teman-temannya hingga membuat Liu Wei Lin, Hu Li, dan Wang Zhao berkedip.
"Apa dia marah?" Liu Wei Lin bertanya kepada ketiga temannya dan kemudian menyalahkan Wang Zhao.
Liu Wei Lin berkata, "Ini semua salahmu. Karena kau ingin menyelamatkan para anggota sektemu, saudara Xiao jadi marah."
Wang Zhao tertunduk, tidak mengatakan apa-apa. Sementara Lan Guan Zhi nampak mengembuskan napas dan lalu menyusul teman baiknya.
Chu Gu Xiang berkedip saat Xiao Shuxiang lewat begitu saja tanpa kembali menggendongnya, belum lagi Lan Guan Zhi dan Hu Li pun juga seakan hanya fokus mengikuti Xiao Shuxiang.
Liu Wei Lin melambaikan kipas miliknya dan memanggil-manggil Xiao Shuxiang. Dia bahkan tidak mempedulikan Chu Gu Xiang hingga gadis itu terperangah.
"Tunggu!" Chu Gu Xiang menahan tangan Wang Zhao ketika pemuda itu juga hampir saja melewatinya. Dia pun berkata, "Apa kalian akan meninggalkan aku di sini?"
__ADS_1
Wang Zhao berkedip dan kemudian mengembuskan napas, "Kau tidak bisa berjalan?"
"Kalau aku bisa, apa mungkin aku tetap akan duduk seperti ini, huh?"
"Tsk," Wang Zhao membungkus kembali pedang miliknya dan kemudian mulai menggendong Chu Gu Xiang. Dia pun menyusul Xiao Shuxiang dan yang lainnya.
Chu Gu Xiang memperhatikan Wang Zhao dan kemudian bertanya, "Apa kau dan temanmu bertengkar?"
"Bukan urusanmu,"
"Hmph, makanya jangan terlalu baik." Chu Gu Xiang berkata, "Pemuda tampan itu benar. Dunia ini sangat keras dan hanya orang kuat yang bisa bertahan. Antara kebaikan dan kebodohan itu tidak jauh berbeda. Jika kau terlalu baik, maka orang-orang akan dengan mudah untuk memanfaatkanmu."
"Sama seperti yang kau lakukan? Atau yang dilakukan Iblis Mimpi kepadamu?" suara Wang Zhao terdengar menyindir dan membuat Chu Gu Xiang mengerucutkan bibirnya.
Meski tidak mengatakannya, tetapi Wang Zhao juga tahu betapa kejamnya dunia ini. Rasanya seakan-akan langit hanya berpihak pada mereka yang kuat dan dia tahu batasannya sendiri.
Tapi apa memang dia tidak bisa menjadi pendekar yang baik? Dia tidak pernah mau mengambil nyawa siapa pun, bisakah dia menjadi kuat tanpa membunuh orang?
"Aku hanya ingin menghukum pamanku," Wang Zhao buka suara, "Dia mempunyai kesalahan yang besar. Tidak hanya pada kedua orang tuaku, tetapi juga seluruh rakyat yang berada di bawah kekuasaan Sekte Lembah Iblis. Dia bahkan memiliki hutang pada para manusia lainnya, tapi nyawa yang diambil Tuan Xiao adalah nyawa orang-orang yang tidak bersalah."
Chu Gu Xiang mengembuskan napas dan berkata, "Seseorang yang berdiri di depan kayu yang terbakar, tidak mungkin akan merasakan kedinginan. Rasa hangat pasti akan menyelimuti tubuhnya dan jika tidak berhati-hati, tangannya mungkin akan terluka."
Chu Gu Xiang berujar, "Mereka yang tahu bahaya bermain dengan api, tetapi tetap saja melakukannya adalah orang-orang yang tidak pantas kau selamatkan. Jika kau ingin tahu, mayat-mayat yang kau lihat di tempat ini adalah orang-orang yang menentang pamanmu. Dan mereka yang tewas karena pemuda tampan itu merupakan orang-orang yang tidak bisa diberikan kesempatan hidup lagi,"
"Termasuk dirimu?" Wang Zhao menatap Chu Gu Xiang dan membuat gadis itu tersentak.
"Dan oh, kau tidak bisa menyakitiku." Chu Gu Xiang berkata, "Aku adalah kunci yang tahu banyak informasi tentang istana ini dan Sekte Lembah Iblis. Tempat ini telah banyak berubah semenjak kau pergi, asal kau tahu itu."
*
*
Bocah Pengemis Gila tidak tahu di mana dan apa yang sedang dilakukan teman-temannya saat ini. Dia juga tidak bisa memikirkan hal yang lain karena situasinya sendiri juga tidak baik.
Berjalan di kedalam kandang musuh adalah seperti memasuki mulut singa. Dia bisa melihat pilar-pilar kayu yang menjulang di sekitarnya, bagaikan gigi hewan buas. Begitu menekan dengan nuansa yang menakutkan.
"Apa mereka tidak bisa memilih warna lain?" Bocah Pengemis Gila memegang kuat tongkat bambunya dan bergumam di dalam hati.
Dia berkata, "Sepenuhnya tempat ini dipenuhi oleh nuansa hitam, bahkan guci giok yang menjadi hiasan di tempat ini juga berwarna senada. Selendang yang kulihat di sekitarku yang berwarna merah pun hanya sedikit. Oke, orang yang sudah merancang penataan ruangan ini benar-benar payah atau memang sangat tergila-gila dengan warna gelap."
Bocah Pengemis Gila bernapas pelan dan mengusap-usap lembut tongkat bambunya. Rasanya seakan-akan dia sedang menenangkan gadis kecilnya yang sedang ketakutan.
"Kenapa orang-orang dari Sekte Lembah Iblis ini sangat menyukai warna hitam. Jika itu aku, maka akan kubuat tempat ini penuh dengan nuansa merah muda dan emas. Setidaknya itu lebih baik daripada gelap dan menyeramkan seperti ini,"
"Saudaraku, pemimpin sekte ada di dalam ruangan itu. Dia pasti akan memberikan apa pun yang kau inginkan," Monster Duri Beracun tersenyum lebar dan memang selama ini terus menemani Bocah Pengemis Gila.
"Apa ... Menurutmu aku mempunyai kesempatan?" Bocah Pengemis Gila bersuara pelan, ekspresi wajahnya begitu gugup meski ini adalah kepura-puraan belaka.
Monster Duri Beracun tertawa dan lantas berkata, "Pemimpin sekte ini sangat kuat dan jika dia menyukaimu, maka kau pasti akan mendapatkan apa pun yang sangat kau inginkan."
__ADS_1
Bocah Pengemis Gila tersenyum, "Jika? Dia melandaskannya dengan kata, 'jika dia menyukaiku'. Lalu bagaimana bila tidak suka? Bukankah itu artinya aku akan menjadi salah satu dari mayat yang dilempar dan dibiarkan membusuk begitu saja?"
Bocah Pengemis Gila menggeleng dalam hati, "Tidak bisa. Ini memang bukan lagi pertarunganku, tetapi nyawaku sendiri sedang terancam. Aku mungkin akan sangat terpaksa menghancurkan sekte ini bila anak-anak itu tidak segera datang dan membantu,"
Monster Duri Beracun dan Bocah Pengemis Gila hampir mendekati ruangan tempat pemimpin sekte berada ketika tiba-tiba saja kabut merah datang dan menyelimuti lantai yang mereka pijak. Dalam sekejap suasana menjadi berbeda.
Bocah Pengemis Gila tersentak dengan perubahan suasana ini, bahkan sekarang Monster Duri Beracun yang bersamanya pun kini tidak ada.
"Di mana orang itu?" Bocah Pengemis Gila menoleh ke sekitaran dan hanya ada dirinya di ruangan yang penuh kabut merah aneh ini. Dia bahkan memanggil Monster Duri Beracun, tetapi tidak ada sahutan sama sekali.
Bocah Pengemis Gila menelan ludah, "Jangan bilang kalau aku--!!"
Baru saja akan bicara, puluhan anak panah melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Bocah Pengemis Gila. Pria yang memakai hiasan wajah mirip hantu gantung itu pun bergerak dan berusaha menghindari serangan yang datang.
Selendang-selendang yang sebelumnya menjadi penghias ruangan ini pun juga ikut melesat dan salah satunya berhasil melilit tongkat bambu Bocah Pengemis Gila.
"Gawat,"
*
*
Kupu-kupu milik Xiao Shuxiang yang sebelumnya hinggap di salah satu atap istana nampak bergerak. Dia terbang dan perlahan tubuhnya menjadi butiran cahaya sebelum akhirnya menghilang.
Serangga terbang itu tidak menghilang dengan sendirinya, melainkan menjadi penanda bagi Xiao Shuxiang saat ini. Pemuda mempesona tersebut sampai berhenti melangkah dan ekspresinya menjadi tegang.
"Ada apa?" Lan Guan Zhi menyadari raut wajah teman baiknya dan bertanya.
"Bocah Pengemis Gila dalam bahaya,"
Liu Wei Lin dan Wang Zhao tersentak mendengar ucapan Xiao Shuxiang. Chu Gu Xiang menahan napas dan kemudian berkata, "Dia mungkin sedang masuk ke dalam Bentang Alam Mimpi Qiao Nuan. Wanita itu sedang meningkatkan praktik kultivasinya,"
"Bentang alam mimpi..?" Wang Zhao menatap gadis yang digendongnya dan Chu Gu Xiang pun menjelaskan.
"Ada di setiap malam, Qiao Nuan akan menarik orang ke dalam bentang alam mimpi yang dia miliki. Terkadang lingkup bentang ini luas dan bisa menarik siapa saja, aku sering mengalaminya."
Chu Gu Xiang berkata, "Siapa pun yang masuk ke dalam bentang alam mimpi itu akan bisa keluar dengan sendirinya. Tapi ada situasi di mana kita harus bertarung melawan orang-orang ciptaan Qiao Nuan dan jika terbunuh di bentang alam mimpi ini, maka tidak ada jalan untuk kembali."
"Aku ingin melihatnya dengan jelas, ayo pergi." Xiao Shuxiang melesat. Titik-titik air terbentuk di udara, memadat hingga berubah menjadi cermin pemindah. Xiao Shuxiang pun tanpa ragu memasuki cermin yang hebat itu, dia diikuti oleh Lan Guan Zhi dan teman-temannya.
Kupu-kupu yang sebelumnya berada di atap itu merupakan salah satu bentuk dari penanda akan cermin pemindah Xiao Shuxiang. Karena itulah saat dia memasuki cermin pemindah, dirinya akan langsung tiba di halaman luas istana.
Kemunculan sebuah cermin itu sudah menarik perhatian para penjaga. Lan Guan Zhi dan Hu Li melesat lebih dulu ketika mengetahui lawan berseru dan langsung menargetkan mereka.
Pertarungan itu sengit dan Xiao Shuxiang memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajak Wang Zhao memasuki istana. Liu Wei Lin yang menyadarinya berkata bahwa mereka bisa pergi dan tempat ini akan diurus olehnya, Lan Guan Zhi dan Hu Li.
Wang Zhao mengucapkan terima kasih dan mengikuti Xiao Shuxiang masuk ke dalam istana. Hanya saja di saat itu juga kaki mereka diselimuti oleh kabut merah di mana hanya Xiao Shuxiang yang justru ditarik ke dalam bentang alam mimpi Qiao Nuan.
******
__ADS_1