KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
336 - Perlawanan (2)


__ADS_3

Xiao Shuxiang berdiri tanpa ekspresi. Tapi jika diperhatikan baik-baik, tatapan matanya bagaikan mengandung bilah pedang yang siap menusuk lawannya hingga tewas.


Bisa dipastikan dia seakan melihat musuh bebuyutannya dan sangat gatal untuk menerjang, tapi masih berusaha keras menahan diri.


"Shuxiang-" Lan Guan Zhi sudah diturunkan sejak tadi oleh teman baiknya dan baru akan bicara saat sesuatu yang tidak terduga terjadi.


Secara mengejutkan, Xiao Shuxiang yang baru akan bersuara dengan nada yang dingin mendadak bersin dan membuat Tetua Meng Hao Niang serta rekannya yang lain, termasuk Qiao Nuan tersentak kaget.


Tanpa merasa bersalah, Xiao Shuxiang dengan tenang mengusap-usap hidungnya. Tingkahnya yang amat tidak terduga itu membuat Qiao Nuan berkedip beberapa kali.


Pria bermata hijau yang merupakan leluhur dari Bocah Pengemis Gila itu sendiri juga ikut berkedip. Dia bahkan tanpa sadar bergumam, "Dia punya suara bersin yang menggemaskan."


"Ehem, sampai di mana tadi?" Xiao Shuxiang menyilangkan tangan dan lalu berujar tanpa nada, "Qiao Nuan. Aku akan langsung saja. Serahkan barang yang sudah kau rebut dan keluarkan kami dari sini, maka aku tidak akan memberimu kematian yang terlalu menyiksa."


"Tuan Xiao-"


"Wang Zhao, kau jangan tertawa."


"Ti-tidak. Saya tidak tertawa," Wang Zhao mengatupkan bibirnya. Dia berdiri begitu siap, seakan baru saja ditegur gurunya.


Di sisi lain, Tetua Meng Hao Niang nampak mendengus pelan dan masih menatap ke arah Xiao Shuxiang. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa hanya dengan bersin pemuda ini, kondisi di sekitarnya menjadi tidak terlalu tegang.


Xiao Shuxiang dalam hati sebenarnya sedang merutuki diri sendiri. Dia menggeleng dan menghela napas, "Aiya. Xiao Shuxiang, kenapa kau tidak bisa terlihat penuh wibawa barang sejenak saja? Padahal situasi yang tadi itu sudah sangat bagus. Aiih... Memalukan,"


Qiao Nuan memperhatikan pemuda yang sebelumnya memancing emosinya. Gara-gara mendengar suara bersin yang berkesan itu, dia jadi lupa untuk marah sampai mendengarkan ancaman orang ini sama sekali tidak menakutkan baginya.


Qiao Nuan mengembuskan napas dan lantas melambaikan pelan rambutnya. Dia pun menyilangkan tangan dan berkata, "Xiao Shuxiang. Kau membuatku sampai kehilangan kata-kata. Apa tadi yang kau inginkan? Menikahiku?"


"Apa?" Xiao Shuxiang tersentak, "Aku bilang keluarkan kami dari sini. Siapa yang mengajakmu menikah?"


"Jadi tidak?"


"Tidak. Tentu saja tidak, dasar menyebalkan."


Lan Guan Zhi memperhatikan ekspresi Qiao Nuan yang berubah gelap. Wanita itu menggeram dan matanya tiba-tiba saja berkilat merah.


Qiao Nuan berujar dingin, "Kau tidak mau menikah denganku karena wajahku ini, kan? Wajah yang bekas lukanya tidak pernah hilang. Kau tidak menyukai wajah ini, benar kan?"


Xiao Shuxiang mengerutkan kening dan berkata. "Nona cantik, bagaimana bekas di wajahmu bisa hilang jika kau terus menggaruknya hingga berdarah seperti itu. Hentikan,"


"Xiao Shuxiang!" Qiao berseru, "Kau yang membuat ini terjadi. Salahmu. Jadi kau yang harus bertanggung jawab,"


"Apa? Aku? Kau tidak waras? Kau sendiri yang melukai wajahmu, kenapa jadi aku yang harus bertanggung jawab?"


"Ini ..." Pria bermata hijau alami itu terlihat keheranan. Dia memperhatikan Xiao Shuxiang dan Qiao Nuan secara bergantian. Kedua orang ini bertengkar selayaknya kenalan lama yang bertemu untuk meminta pertanggung-jawaban.


"Apa-apaan ini?" Pria bermata hijau alami itu bertanya, "Shuxiang. Apa hubungan antara kau dan dia?"


Xiao Shuxiang dengan tenang menjawab, "Sebelumnya aku sering mengalami banyak mimpi yang aneh dan itu adalah ulahnya. Dia membuatku bermimpi buruk, tidak ada hubungan apa pun di antara kami. Tapi dia sepertinya sangat terobsesi padaku,"


"Tidak. Sama sekali tidak!" Qiao Nuan membantah. Dia pun berkata, "Aku hanya sedikit tertarik padamu, itu saja-"


"Nona," Xiao Shuxiang menyela. "Jika kau tertarik pada seorang pria, harusnya kau tidak memberinya mimpi buruk atau membuatnya mengalami banyak masalah. Gara-gara kau, aku melukai banyak orang yang sama sekali tidak kuinginkan. Kau bahkan membuatku harus direpotkan dengan segel yang menyebalkan ini,"


"Hmph. Saat aku menyukai seseorang, maka orang itu harus mengalami intimidasi yang kejam. Tetapi yang kau lakukan benar-benar membuatku marah,"


Xiao Shuxiang tercengang selama beberapa saat sebelum menghela napas. Dia pun berkata, "Jika kau menyukai seseorang, maka langsung saja katakan padanya. Kenapa harus diintimidasi? Aku ini bukan pria yang akan menolak jika ada wanita yang melamarku,"


Lan Guan Zhi menatap teman baiknya dan menggeleng. Tingkah tidak tahu malu Xiao Shuxiang sudah melampaui batas kewajaran manusia.


Qiao Nuan tanpa nada berkata, "Jadi jika aku melamarmu, apa kau akan langsung menerimanya?"

__ADS_1


"Tidak," Xiao Shuxiang spontan menjawab dan membuat wanita di hadapannya tersentak. Dia pun dengan tenang berkata, "Kau terlambat. Aku ini sudah menikah, jadi tidak bisa menikah lagi."


"Xiao Shuxiang..!" Qiao Nuan berseru, "Beraninya kau mempermainkanku! Siapa wanita itu, katakan siapa dia..!"


"Hei, tunggu dulu!" pria bermata hijau yang merupakan leluhur dari Bocah Pengemis Gila menyela, "Hubungan kalian ini sebenarnya apa? Xiao Shuxiang, apa wanita iblis mimpi itu adalah kekasihmu?"


"Mana mungkin," Xiao Shuxiang tanpa ragu menjawab, "Dia datang begitu saja dan mengacaukan hari-hariku yang damai dengan Kucing Putih. Dia itu sangat menyebalkan,"


"Apa?" Qiao Nuan mendengus, "Mungkin kau sudah lupa. Tugasku adalah menguji para pendekar yang sudah mencapai tingkat kultivasi tertentu dan akan naik ke tingkat yang lebih tinggi. Hati yang goyah akan membuat mereka melakukan kesalahan dan melangkah ke jalur iblis, tapi kau---kau sendiri justru begitu sangat menikmatinya. Kau membunuh semua orang yang kau kenal dalam bentang alam mimpiku seolah kau melampiaskan amarahmu pada mereka. Gara-gara kau.."


Qiao Nuan mengusap luka di pipinya yang dan kembali menggaruknya dengan keras hingga mengeluarkan darah. Dia menggeram, "Tidak. Tidak bisa, tidak boleh seperti ini. Aku tidak terima. Aku tidak terima kau melakukan itu padaku!"


!!!


Xiao Shuxiang dan yang lainnya terkejut. Tanah yang mereka pijak bergetar dan kemudian mengalami retakan yang besar. Wang Zhao segera menarik Tetua Meng Hao Niang untuk menghindari retakan tanah itu.


"A-Yuan," Xiao Shuxiang ikut menarik Lan Guan Zhi. Tindakannya yang begitu amat perhatian pada anak laki-laki itu dilihat oleh Qiao Nuan dan membuat wanita tersebut memikirkan hal yang lain.


"A-Yuan, kau baik-baik saja?" Xiao Shuxiang memeriksa kondisi teman baiknya dan bersyukur karena tinggi badan Lan Guan Zhi tidak menyusut seperti sebelumnya.


Lan Guan Zhi sendiri hanya mengangguk pelan sebagai jawaban. Dia kemudian memberi perhatian pada Qiao Nuan dan meminta teman baiknya untuk selalu berhati-hati.


Wang Zhao membentak, "Qiao Nuan! Hentikan apa pun yang ingin kau lakukan. Ini semua tidak benar. Kau sudah salah jalan!"


"Apa maksudmu, Wang Zhao?" Qiao Nuan berujar dingin, "Aku tidak melukai kalian, setidaknya belum sampai ke tahap di mana kau kehilangan satu di antara bagian tubuhmu. Namun ..."


Qiao Nuan menggantung ucapannya dan berkata, "Aku tertarik dengan anak yang dibawa oleh Xiao Shuxiang. Apa dia ... Adalah putramu?"


Xiao Shuxiang tersentak, begitu pula dengan Lan Guan Zhi. Keduanya saling menatap sebelum kembali memandang Qiao Nuan. Wanita di hadapan mereka memperlihatkan ekspresi wajah yang amat tidak suka.


Pria bermata hijau alami yang mendengar ucapan Qiao Nuan barusan nampak mengerutkan keningnya. Dia memikirkan sesuatu dan tersentak saat menyadarinya.


"Shuxiang, kau mendengarku?"


"Kau dengarkan aku, Shuxiang. Menurutku meski wanita ini mempunyai kemampuan besar dalam Bentang Alam Mimpi miliknya, namun dia tidak bisa sepenuhnya mengendalikan siapa yang terperangkap di dalamnya. Bukti kecilnya ialah, wanita ini tidak tahu tentang perubahan yang terjadi pada temanmu."


Xiao Shuxiang tersentak, dia pun menatap Lan Guan Zhi dan mengerti bahwa ada beberapa hal di dalam Bentang Alam Mimpi ini yang tidak bisa dikendalikan oleh Qiao Nuan.


Dia pun berujar, "Anak laki-laki ini adalah putraku atau bukan, itu tidak ada hubungannya denganmu. Yang harus kau tahu ialah bahwa jika kau masih tidak mau memberikan benda itu, maka aku pastikan akan membunuhmu sekarang juga."


Qiao Nuan tersentak, namun tiba-tiba dia mulai tertawa. "Kau ingin membunuhku? Bagaimana caranya? Aku tidak yakin kau bahkan bisa menggoresku,"


Xiao Shuxiang memegang kuat pedang milik Lan Guan Zhi. Dia baru mengambil beberapa langkah saat Tetua Meng Hao Niang berjalan dan berhenti, tepat di depannya.


Tetua Meng Hao Niang buka suara, dia pun berkata. "Pertarunganmu denganku masih belum selesai,"


Wang Zhao ikut berjalan dan berdiri di samping Tetua Meng Hao Niang. Dia berujar pelan tanpa menoleh ke arah Xiao Shuxiang, "Tuan Xiao. Anda pergilah, biarkan tempat ini saya dan Tetua Meng yang mengurusnya."


"Hmph, sejak kapan kau jadi seberani ini?" Xiao Shuxiang mendengus. Dia pun memegang pundak Wang Zhao dan kemudian berjalan ke depan pemuda itu.


Xiao Shuxiang berkata, "Yang Mulia ini tidak pernah bersembunyi di balik punggung muridnya dan juga di balik punggung seorang wanita."


"Berandalan Kecil, aku yakin kau tidak bisa menggunakan energi spiritual di tempat ini, jadi tidak perlu besar mulut. Tetaplah di belakang," Tetua Meng Hao Niang masih harus membuat beberapa perhitungan dengan Qiao Nuan. Dia perlu menyadarkan wanita iblis mimpi itu.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan dan lalu berkata, "Aku tahu hal itu. Tapi kau dan Wang Zhao pasti sudah mencapai batas. Kalian telah bertarung melawannya, jadi sudah waktunya untuk istirahat. Akan kuselesaikan ini tanpa perlu menggerakkan senjata,"


?!


Wang Zhao tersentak, ucapan pemuda ini sangat percaya diri. Di sisi lain, Tetua Meng Hao Niang nampak penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh berandalan kecil ini.


Tanpa nada, Tetua Meng Hao Niang berkata. "Pergilah, tapi jika kau kalah. Jangan merengek seperti anak kecil,"

__ADS_1


"Ha ha ha, usiaku sudah tidak muda lagi untuk melakukannya."


"Hmph, seakan kau sudah berumur ratusan tahun saja."


Xiao Shuxiang kembali tertawa, dia tidak menjawab Tetua Meng Hao Niang dan berjalan ke ke depan. Pandangan matanya mengarah pada Qiao Nuan.


Pria bermata hijau alami yang bersama Xiao Shuxiang memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh pemuda itu. Dia menunggu untuk kemungkinan terburuk dan menyelamatkan sosok ini.


Qiao Nuan bahkan tanpa bergerak sudah bisa melesatkan serangan. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Xiao Shuxiang, tapi apa pun itu---pemuda tersebut tidak akan berhasil.


!!!


"A-apa yang terjadi?" Qiao Nuan kaget karena tidak bisa mengatur serangannya. Dia menggerakkan jarinya, tetapi tidak ada serangan yang melesat ke arah Xiao Shuxiang apalagi ke arah Wang Zhao.


Kegelisahan yang nampak pada wajah


wanita itu di mata Xiao Shuxiang. Dia pun tersenyum dan kemudian berkata, "Qiao Nuan,"


!!!


Ukh!


Wang Zhao, Lan Guan Zhi, Tetua Meng Hao Niang termasuk leluhur Bocah Pengemis Gila terkejut bukan main saat Xiao Shuxiang tiba-tiba menghilang di depan mereka. Pemuda itu muncul di hadapan Qiao Nuan dan mencengkeram leher wanita tersebut tanpa peringatan.


Xiao Shuxiang melanjutkan ucapannya. Dia berujar tanpa nada, "Apa aku pernah mengatakan ... Bahwa bahkan tanpa energi spiritual, aku bisa membunuhmu?"


"Ka-Kau!" Qiao Nuan mengerang, tetapi dia kemudian mulai tertawa. "Tidak disangka kau punya kekuatan seperti ini, tapi itu masih belum cukup-akh!"


"Aku tidak mempunyai kesabaran yang besar, Nona. Kitabnya ... Serahkan benda itu,"


"Tidak akan pernah! Akh!"


"Tuan Xiao, jangan!!" Wang Zhao terlambat berseru. Matanya terbelalak saat melihat tubuh Qiao Nuan meledak di tangan Xiao Shuxiang, entah bagaimana caranya.


"Shuxiang," Lan Guan Zhi pun juga ikut terkejut. Tetua Meng Hao Niang dan leluhur Bocah Pengemis Gila bahkan ikut kaget. Perubahan terjadi di langit dan suasana di sekeliling mereka berubah.


Xiao Shuxiang mengepalkan erat kedua tangannya. Dia mengedarkan pandangan dan melihat ada kabut merah menyala di langit. Dia pun tanpa nada berkata pada Wang Zhao, "Qiao Nuan tidak bisa mati semudah itu Wang Zhao, lihat."


!!


Wang Zhao tersentak dan segera mengikuti arah pandangan Xiao Shuxiang. Dia melihat kabut merah menyala itu membentuk wajah makhluk yang mengerikan.


Xiao Shuxiang memegang pedang Lan Guan Zhi dan berjalan mendekat. Dia tanpa nada berkata, "Seseorang yang mempelajari isi dari bagian Kitab Pembunuh Matahari akan sulit untuk dihabisi hanya dengan cara biasa. Bukankah begitu... Qiao Nuan?"


"Kau melakukannya lagi." suara itu menggema dan seakan berasal dari kebut berwajah menyeramkan itu.


Suara menggema kembali terdengar, "Kau sudah membuat kesalahan dengan mempermainkanku. Kalian semua tidak akan bisa keluar dari tempat ini..!"


Wang Zhao dan yang lainnya menjadi tegang karena ucapan itu, namun Xiao Shuxiang justru menyeringai. Pemuda mempesona itu pun berkata, "Bukan kami yang terperangkap, tapi kau."


!!!


Tubuh Xiao Shuxiang tiba-tiba menjadi kabut hitam dan melesat ke arah kabut merah di langit. Suara berikutnya adalah suara keras menggelegar seolah-olah langit akan pecah.


Tetua Meng Hao Niang dan Wang Zhao jelas saja terkejut, bahkan Lan Guan Zhi pun tidak menyangka akan perubahan drastis yang terjadi. Bukankah sebelum ini ... Xiao Shuxiang sama sekali tidak bisa memakai energi spiritual?! Lantas bagaimana pemuda itu sekarang bisa menghadapi Qiao Nuan?!


"............." pria yang merupakan leluhur Bocah Pengemis Gila itu menyilangkan tangan dan berekspresi tenang. Dia pun mengembuskan napas sebelum mulai menyipitkan sedikit matanya.


Pria bermata hijau alami inilah yang sudah membantu Xiao Shuxiang. Dia mengalirkan energi spiritual miliknya pada pemuda itu, meniru apa yang dilakukan oleh Wang Zhao kepada Tetua Meng Hao Niang.


"Xiao Shuxiang, aku tidak bisa membantu untuk menyerang Iblis Mimpi. Kau harus menghadapinya sendiri. Ini bukanlah pertarunganku,"

__ADS_1


"Aku mengerti. Apa yang Senior lakukan ini pun sudah cukup. Dari sini, biar aku yang mengatasinya."


******


__ADS_2